Mooneta High School

Mooneta High School
TOGETHER


__ADS_3

Chanwo menarik nafasnya panjanga-panjang sekali lagi. Ia berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri jika ia pasti bisa melakukan ini. Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan gdis malang ini. Mungkin tidak terlalu banyak membantu, tapi pasti akan membuat Nhea tetap bertahan hidup.


Pria itu mulai mengeluarkan taringnya yang tampak begitu mengkilap. Chanwo menyerinagi tajam untuk beberapa saat. Akhirnya setelah memberanikan dirinya sendiri, Chanwo mulai membenamkan kedua taringnya di leher gadis itu. Ia mampu merasakan setiap debit darah yang mengalir melewati taringnya. Pria itu menyuntikkan sedikit salivanya ke dalam tubuh gadis itu. Chanwo sama sekali tak mengambil setetes pun darah Nhea.


“Ehmm…” desah gadis itu pelan.


Nhea terlihat mengerutkan keningnya sendiri untuk beberapa kali. Pasti ia sedang menahan rasa sakit luar biasa yang dialami nya sekarang. Tubuh gadis itu juga terlihat bergerak dengan begitu gelisah. Rasanya pasti panas dan sakit sekali, hingga sulit untuk dideskripsikan bagaimana rasa sakitnya. Jika saja Nhea saat ini sedang sadarkan diri, mungkin saja gadis tersebut akan meraung kesakitan. Mungkin ia juga akan menjerit dan menangis sejadi-jadinya.


“Kau harus bertahan, hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu,” bisik Chanwo sambil berusaha menenangkan gadis itu.


“Mungkin agak terasa sedikit sakit, tapi sedikit banyaknya ini pasti membantu,” lanjutnya.


Baru pertama kalinya ia melakukan hal semacam ini kepada manusia. Biasanya pria itu hanya menggigit rusa atau kambing hutan yang lewat, untuk dijadikan binatang buruan. Ini adalah yang pertama kalinya Chanwo mengubah seorang manusia menjadi sama dengan dirinya. Mungkin setelah ini Nhea akan menjadi seorang vampir, sama seperti Chanwo. Tapi setidaknya mereka tak perlu khawatir jika Nhea akan meninggal atau semacamnya.


Dengan penuh kesabaran, Chanwo terus berada di samping gadis ini untuk menemaninya. Chanwo juga satu-satunya orang yang berusaha untuk menenangkan Nhea, sampai gadis ini kembali tidur dengan tenang.


Pria itu membelai halus rambut Nhea, dengan penuh kasih sayang. Sorot matanya menatap gadis itu dengan sangat lekat. Kilau manik matanya penuh arti, namun sulit untuk diartikan apa maksudnya. Kemudian tangannya berpindah menyapu singkat pipi gadis ini, dan berakhir di batang lehernya. Chanwo mengecek apakah setelah perbuatannya tadi, jantung gadis ini masih berfungsi dengan baik atau tidak. Tapi ternyata semuanya baik-baik saja, sesuai yang ia harapkan sebelumnya.

__ADS_1


“Cairan itu akan bekerja dengan sempurna dalam beberapa jam lagi,” ujarnya pelan.


“Tak perlu takut, aku akan selalu di sini untuk mejagamu,” ucapnya sembari membenarkan posisi duduknya.


“Sebentar lagi kau akan segera menjadi ratuku,” lanjutnya sambil tersenyum licik, dengan salah satu sudut bibir yang terangkat.


Sedetik kemudian, sosok Chanwo kembali menghilang dengan kecepatan tak terkira. Pria itu mencari tempat persembunyian yang terbilang aman untuknya. Pria ini bersembunyi di balik bayangan orang-orang seperti biasanya. Namun kali ini pria itu bersembunyi di balik bayangan Nhea. Jadi jika sewaktu-waktu ada orang yang datang ke tempat ini, Chanwo akan baik-baik saja. Tak akan ada seorangpun yang menyadari keberadaannya di ruangan ini.


Sesuai dengan janji yang sempat diucapkannya tadi, pria ini akan tetap bersama dengan Nhea hingga kondisinya benar-benar pulih. Chanwo juga sempat bertelepati dengan adiknya beberapa waktu lalu. Ia meminta agar adiknya mengambil alih kerajaan untuk beberapa waktu selama ia pergi.


Mungkin Chanwo akan sedikit lebih lama berada di luar sini. Jauh lebih lama dari yang ia perkirakan sebelumnya. Eun Ji Hae adalah alasan utamanya untuk keluar dari hutan itu dan meninggalkan kerajaannya sendiri. Namun Nhea adalah alasan terkuatnya untuk bertahan di dunia luar yang selama ini begitu ia takuti.


***


Semakin hari serangan Ify semaki dekat dan menjadi semaki tak terduga. Seluruh jalan masuk ke sekolah ini telah ditutup rapat-rapat dan di jaga oleh para Griffin dengan kekuatan dua kali lebih kuat. Portal yang dibuat oleh Nhea, mulai ditambah kekuatannya oleh portal tambahan yang dibuat Wilson dengan seorang diri.


Para petinggi sekolah ini sedang mengadakan rapat di aula, bersama para siswa penting lainnya. Tentu saja termasuk dengan Jong Dae, Oliver dan Eun Ji Hae. Sementara sisanya masih berada di asrama mereka masing-masing, karena kelas baru akan di mulai petang nanti.

__ADS_1


Mereka yang sedang rapat saat ini, sedang membicarakan tentang Ify tentunya. Mereka harus membuat srategi perang tahunan ini dengan rencana yang jauh lebih berkualitas dari yang sebelumnya. Mengingat ini adalah serangan tahunan yang selalu mereka terima setiap tahunnya dan selama ini mereka selalu kalah dari wanita itu. Seluruh sekolah sangat berharap agar kedatangan Nhea di sekolah ini bisa membawa perubahan besar.


Mereka sangat berharap agar kali ini Sekolah Mooneta bisa menang dan mengusir Ify untuk selamanya. Salah satu syarat yang sempat diajukan oleh Ify waktu itu adalah, Sekolah ini harus bisa mengalahkan dirinya. Itu adalah salah satu syarat yang diusulkan oleh gadis itu secara langsung. Dengan mengalahkan Ify, maka gadis  itu berjanji tak akan datang untuk mengusik sekolah ini lagi.


“Bagaimana kondisi Nhea?” tanya Ga Eun.


“Terakhir kali aku melihatnya, masih dalam kondisi yang sama,” jawab Vallery dengan sedikit rasa kecewa.


“Nhea harus segera sembuh dan membaik, atau minimal ia sadarkan diri saja itu sudah lebih dari cukup,” ucap Eun Ji Hae yang ikut menambahi ucapan ibunya tadi.


“Aku juga berharap seperti itu, namun rasanya kali ini aku telah gagal. Aku merasa gagal menjadi seorang ibu,” balas Vallery dengan pasrah.


Kali ini ia tak bisa berbuat apa-apa. Vallery telah terbungkam oleh ucapan Ga Eun kemarin. Wanita itu telah kehabisan kata-kata dibuatnya, ia tak bisa mengelak lagi karena memang sepeti itu kenyataannya.


“Apakah hari ini kalian telah mengecek kondisi Nhea?” tanya salah satu guru senior yang juga tengah ikut rapat.


“Belum,” jawab Vallery sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pasrah.

__ADS_1


“Selesai rapat nanti, mungkin kami akan kembali mengeceknya,” timpal Ga Eun yang bersikap tenang.


Vallery tak yakin jika kondisi Nhea mengalami perubahan hari ini. Wanita itu mendadak menjadi pesimis dengan keselamtan anaknya sendiri. Menurutnya harapan hidup gadis itu sangatlah tipis, nyaris tak bisa lagi untuk bertahan. Namun yang membuatnya bertahan hingga kini hanya satu hal. Yaitu nafas dan detak jantungnya yang masih membuatnya bertahan hingga hari ini.


__ADS_2