Mooneta High School

Mooneta High School
Bring Me Back to Life


__ADS_3

Nhea tengah berdiri tepat di depan cermin. Ia perlu


memastikan kembali penampilannya seperti apa sebelum keluar dari kamar. Setidaknya


ia harus tampak begitu baik ketika berhadapan dengan semua orang nantinya. Tidak


boleh ada yang terlihat janggal di sini.


Nhea telah merencanakan semuanya dengan sedemikian rupa. Bukan


sembarang rencana. Namun, lebih tepatnya rencana balas dendam kepada


keluarganya sendiri. Melihat setelah apa yang terjadi sejauh ini, rasanya Nhea


tidak perlu berpikir dua kali untuk melakukan hal tersebut. Meski baru tinggal


di akademi ini selama beberapa bulan, Nhea sudah paham betul dengan setip sisi


gelap dari keluarga mereka. Termasuk masa lalu keluarga mereka.


Sekarang sudah bukan waktunya lagi untuk berdiam diri. Melainkan


harus melakukan aksi paling nyata untuk menyelamatkan dirinya sendiri.Nhea


tidak akan pernah terlepas dari belenggu penjara ini. Ia akan terus menjadi


tawanan jika tidak pernah mencoba untuk memberontak.


Baginya tidak apa jika sesekali ia bertindak sesuka hati. Selama


tidak merugikan siapa pun. Terlebih lagi hal yang ia lakukan ini adalah


tindakan yang benar. Tidak ada salahnya sama sekali. Jika bukan Nhea yang


memberikan pembelaan kepada dirinya sendiri, memangnya siapa lagi. Dunia ini


terlalu kejam untuk ditinggali bagi orang sepertinya. Mereka semua terlalu


jahat. Sehingga membuat Nhea mau tak mau harus berubah menjadi jahat juga. Tidak


ada pilihan lain. Hanya itu satu-satunya jalan yang bisa dipilih oleh orang


seperti Nhea.


Jangan bersikap terlalu baik kepada siapa pun. Termasuk


keluargamu sendiri. Karena pada dasarnya tidak ada satu pun dari mereka yang


bisa dipercaya. Semua orang sama saja. Merek hanya saling memanfaatkan untuk


mencapai tujuannya masing-masing. Entah kita menyadari hal itu atau tidak sama


sekali.


“Apa kau yakin ingin langsung bertemu dengan mereka?” tanya


Oliver untuk memastikan.


“Kenapa tidak?” tanya gadis itu balik.


Sepertinya sudah tidak ada keraguan sama sekali di dalam


dirinya. Gadis itu siap untuk menghadapi situasi macam apa pun yang sedang


menghadangnya. Karena kini ia sadar jika maslaah ada bukan untuk dihindari.


Nhea banyak belajar hal baru sejak beberapa hari yang lalu. Termasuk ketika


masa pengasingannya di ruang penyimpanan.

__ADS_1


Mendadak ia menjadi orang yang paling berani di akademi ini


setelah keluar dari sana. Berbekalkan semua bukti yang sudah ia miliki sejauh


ini, Nhea yakin betul jika kali ini ia akan menang. Paling tidak posisinya jauh


lebih unggul dari pada Eun Ji Hae. Tidak akan mudah bagi gadis itu untuk


mengalahkan Nhea kali ini. Pasalnya, Nhea sudah memiliki persiapan yang


terbilang cukup matang sebelum menyerang.


‘TAP! TAP! TAP!’


Suara langkah kaki gadis itu menggema di seluruh penjuru


ruangan. Ia dan Oliver adalah orang terakhir yang berhasil sampai di ruang


perjamuan makan. Ketika semua orang sudah menempati tempat duduknya


masing-masing, mereka bahkan baru datang dan belum  sempat mengambil jatah makan paginya.


Sontak semua mata tertuju ke arah mereka berdua. Terutama Nhea.


Saat ini gadis itu tengah menjadi pusat perhatian oleh semua orang. Ratusan pasang


mata tertuju ke arahnya. Menatap gadis itu dengan lamat-lamat. Seolah tidak


percaya jika Nhea benar-benar kembali.


Mereka semua tampak tercengang begitu mendapati kehadiran


gadis itu di sini. Tepat di tengah-tengah mereka, setelah selama tiga hari


berturut-turut semua orang melakukan segalanya tanpa Nhea.


Semua orang tidak percaya jika Nhea sungguh berada di sini.


sama sekali tidak berlaku bagi mereka. Karena pada dasarnya mereka berdua sudah


tahu jauh lebih dulu dari pada yang lainnya.


Namun, di sisi lain Nhea malah bersikap dengan begitu


santainya. Mulai dari mengambil jatah sarapannya pagi ini, hingga mencari


tempat duduk yang  masih tersisa


untuknya. Sepertinya para siswa dan staff pengajar lainnya bukan satu-satunya


orang yang merasa tekejut di sini. Bahkan staff dapur sendiri sama sekali tidak


habis pikir. Sebabnya, berita soal menghilangnya Nhea sudah langsung tersebar


ke seluruh akademi. Semuanya terjadi dengan cepat. Sangat sulit untuk


menghentikan arus informasi di akademi ini. Bahkan jika kau sudah membunuh


pusatnya sekali pun, hal itu akan sama nihilnya.


“Sepertinya kursi yang berada di ruangan ini berkurang satu,”


ujar Nhea secara gamblang.


Ia menggidikkan kedua bahunya. Kemudian berjalan ke arah jendela.


Entah apa yang sedang ia pikirkan pada saat itu. Mungkin Nhea telah memutuskan


untuk duduk dan menghabiskan makanannya di sana saja. Bukankah hal tersebut

__ADS_1


jauh lebih baik dari pada mengusik ketenangan orang lain? Mereka pasti akan


menganggap gadis itu sebagai seseorang yang egois karena merebut tempat orang


lain.


Sekarang masih terlalu pagi. Ia tidak ingin membuat


keributan dalam bentuk apa pun. Nhea masih terlalu malas untuk hal itu. Paling


tidak berikan ia jeda sebentar untuk mengisi ulang tenaganya. Karena pada


dasarnya, tidur saja tidak cukup utuk memulihkan segalanya.


Tanpa menghiraukan perkataan orang lain, Nhea segera


berjalan menuju jendela besar tersebut. Dan yang benar saja, Nhea sungguh


menhampiri jendela tersebut.


“Ternyata sarapan sambil melihat pemandangan dari sini jauh


lebih baik,” gumamnya.


Seluruh anggota keluarga masih tidak habis pikir dengan kelakuan


gadis itu. Mereka bahkan tidak tahu harus berkata apa. Nhea sungguh berhasil


membuat mereka kehabisan kata-kata.


Eun Ji Hae sendiri sudah sampai menghela napasnya selama


beberapa kali. Gadis itu tidak tahu harus memberikan reaksi yang bagaimana. Jika


dipikirkan secara lebih baik-baik lagi, maka Nhea sama sekali tidak bersalah.


Apa yang dilakukannya barusan tidak salah, namun di sisi lain juga tidak bisa


dibenarkan begitu saja.


Di meja makan, seluruh anggota keluarga saling melemparkan


pandangan satu sama lain. Mereka masih tidak tahu harus melakukan tindakan


seperti apa. Pada akhirnya, Vallery memutuskan untuk mengambil alih gadis itu. Untuk


bicara dengan Nhea, sepertinya akan jauh lebih baik jika Vallery yang berbicara


dengannya. Sesama wanita pasti akan lebih mudah mengerti. Berbeda halnya dengan


pria. Mungkin tidak akan sekondusif itu jika Wilson yang berbicara dengannya.


‘KRIETT!!!’


Suara gesekan kaki kursi dengan permukaan lantai berhasil


menciptakan suara derit yang cukup mengilukan. Bahkan suaranya terdengar jelas


hingga ke sudut ruangan sekali pun. Sebab, suasana di sana kala itu memang


cukup sepi.


Nhea lantas menoleh ke arah


sumber suara dan malah mendapati Vallery yang berjalan mendekat ke arahnya. Bukannya


merasa bahagia, Nhea justru merasakan hal yang sebaliknya. Gadis itu memutar


bola matanya balas. Tidak ada minat sama sekali untuk menjalin komunikasi

__ADS_1


secara intim dengan wanita itu. Vallery bukan lagi sosok ibu yang pernah ia


rindukan sejak dulu.


__ADS_2