Mooneta High School

Mooneta High School
Antusiasme


__ADS_3

Tidak ada seorang pun yang akan melewatkan hari besar


seperti ini. Festival sihir hanya terjadi dalam sekali selama tiga tahun


berturut-turut. Mereka pasti akan menyesal jika sampai melewatkannya. Karena,


belum tentu di tahun berikutnya festival akan kembali diselenggarakan. Ada banyak


hal yang harus dipersiapkan. Itu pula yang menjadi pertimbangan pihak


penyelenggara festival.


Biasanya tidak hanya dilansungkan pada satu tempat saja.


Sejak awal lokasinya selalu berpindah-pindah setiap tahun. beberapa tahun yang


lalu festival dilaksanakan di daratan bagian barat. Saat ini, berpindah ke


selatan tepatnya di sekitar akademi sihir Mooneta.


Bukan hanya penghuni akademi sihir Mooneta saja yang merasa


bahagia. Bahkan masyarakat kota juga menyambut festival yang satu ini dengan


penuh suka cita. Seisi negeri tampak antusias. Siapa yang tidak kenal dengan


festival ini di daratan Korea. Festival sihir rutin dilaksanakan setiap tiga


tahun sekali. Hal itu pula yang membuatnya banyak dikenal oleh masyarakat luas.


Bukan hanya itu saja. tapi, keikutsertaan akademi-akademi sihir besar di


dalamnya menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi orang lain. Banyak yang


menantikan persaingan ketat antara ketiganya. Mooneta, Reodal dan Orton selalu

__ADS_1


menjadi tiga akademi sihir yang disegani. Mereka menduduki peringkat tiga


teratas secara berturut-turut. Belum pernah tergantikan sama sekali. Tapi, ada


yang lebih hebat lagi. Mooneta telah menjadi akademi sihir yang menduduki


posisi pertama sejak awal kompetisi ini digelar.


Bukan sesuatu yang mengejutkan lagi memang. Tidak heran jika


Mooneta selalu berada di posisi pertama. Ada banyak potensi terpendam di dalam


akademi itu. Mereka hanya perlu menggalinya sedikit lagi sampai benar-benar


menemukan emas sejati. Dan kini, Mooneta telah berhasil mencapai titik


tersebut.


Pengumuman peringkat akademi selalu menjadi yang


dinanti-nanti. Bukan acara pembukaan atau serunya lomba yang menjadi sorotan


“Bagaimana menurutmu?” tanya Oliver. Ia sedang meminta


pendapat soal penampilannya saat ini kepada Nhea.


Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan dari Oliver


barusan. Melainkan sibuk mengamati seorang gadis yang tengah berdiri tepat di


depannya saat ini dengan senyum sumringah. Sepertinya hari ini suasana hatinya


sedang cukup bagus. Nhea tidak boleh sampai salah bicara. Ini adalah sebuah


awal yang bagus bagi Oliver. Jika hatinya merasa senang, maka sama saja dengan

__ADS_1


ia menarik aura positif untuk datang kepadanya.


“Bagus. Cocok untukmu,” ujar Nhea.


“Kau tampak lebih cantik hari ini jika menggunakan baju


tersebut,” lanjutnya.


“Aku juga berencana untuk memakai sepatu pantofel pemberian


Paman Johnson,” kata Oliver.


“Kalau begitu pakailah! Dia pasti akan merasa senang jika


melihatmu memakai sepatu darinya,” balas Nhea dengan apa adanya.


Kali ini Nhea benar-benar berbicara dengan jujur. Tidak ada


sesuatu yang ia lebih-lebihkan di sini. Atau bahkan sebaliknya. Setiap kata


yang meluncur keluar dari mulutnya adalah ungkapan hatinya yang sesungguhnya.


“Omong-omong, jam berapa kita akan berangkat?”


Kini giliran Nhea yang bertanya.


“Entahlah, mungkin mereka akan mengumumkan kembali jadwalnya


setelah selesai perjamuan makan,” jelas Oliver.


Sebenarnya ia juga tidak benar-benar tahu. Tidak ada jawaban


yang pasti untuk sementara. Semua itu hanya dugaan saja.


“Sepertinya mereka ingin menyembunyikannya dari kita agar

__ADS_1


tidak merasa gugup,” ucap Nhea secara gamblang yang kemudian mengdapatkan


anggukan dari Oliver. Pertanda jika ia sependapat dengan gadis itu.


__ADS_2