Mooneta High School

Mooneta High School
History


__ADS_3

Chanwo sengaja memilih untuk melancarkan aksinya pada tengah


malam, karena kebanyakan semua orang telah terlelap pada jam segitu. Sehingga hal


tersebut akan meminimalisir kemungkinannya untuk tertangkap basa. Terutama oleh


Wilson. Setelah kejadian kemarin, Chanwo sama sekali tidak memiliki niat untuk


kembali ke gedung utama. Dia tidak ingin mencari masalah dengan pria itu. Jadi


ada baiknya jika untuk sementara waktu ia menghindari Wilson. Pria itu tidak


akan bisa mengetahui keberadaannya, jika ia tetap menjaga jarak.


Chanwo tidak ingin mengambil resiko dengan mendekati sumber


bahaya. Pria itu menjadi lebih sadar diri sekarang. Dia tahu jika dirinya


sangat lemah dan tidak ada apa-apanya di tempat ini. Mungkin ia adalah yang


paling berkuasa di kerajaan. Namun begitu sampai di sini, semua kekuatannya itu


sama sekali tidak ada apa-apanya.


Ada begitu banyak hal yang harus ia hindari di sini jika


ingin selamat. Salah satunya adalah Wilson. Pria itu merupakan ancaman nyata


bagi Chanwo. Keberadaannya di sini benar-benar membuat Chanwo harus berpikir


dua kali sebelum melakukan sesuatu.


Bukan hanya sebatas menghindari Wilson saja. ia juga tetap


harus mematuhi beberapa larangan yang masih akan tetap berlaku sampai ia


berhasil mendapatkan denyut jantungnya. Yang terutama sekaligus menjadi yang


paling penting di sini adalah jangan pernah sekali-kali pernah mencoba untuk menantang


matahari. Jika kau melanggar peraturan yang satu ini, maka itu artiny kau sudah


tahu dengan akibatnya. Kau harus siap dengan segala konsekuensi yang timbul


akibat keputusan yang kau ambil. Bukan sekadar hukuman ringan atau bahkan


hukuman seumur hidup. Semuanya jauh lebih buruk dari apa yang pernah kalian


bayangkan.


Jangan pernat bermain-main di bawah sinar matahari. Jangan


pernah keluar saat matahari belum benar-benar tenggelam dan menyisakan sinarnya.


Karena kau akan terbakar tepat di bawahnya. Pancaran sinar jingga keemasannya


mungkin tampak indah. Tapi jangan pernah berpikir untuk mendekatinya sama


sekali. Karena itu sama saja dengan mendatangi bahaya. Nyawamu akan terancam.


Itulah sebabnya kenapa seluruh kaum kegelapan bersembunyi di


balik rimbunnya dedaunan hutan itu. Tentu saja untuk menghindari paparan sinar


matahari yang terasa menyengat di kulit mereka. Benda langit yang satu itu

__ADS_1


menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup mereks di muka bumi


ini.


Kutukan itu berawal dari sebuah kisah tanpa judul yang telah


diwariskan secara turun-temurun. Asal-usulnya tidak pernah jelas. Alasannya apa


lagi. Yang mereka lakukan selama bertahun-tahun adalah hidup dengan terbelenggu


aturan dimana-mana. Peraturan yang membatasi langkah mereka.


Larangan ini lebih tepat jika disebut sebagai sebuah


kutukan. Karena beberapa di antaranya berhasil melepaskan diri dari kutukan


yang tak jarang disebut sebagai dosa warisan  ini. Hal tidak masuk akal yang terus berusaha untuk mencekik mereka dari


dalam. Sebagian berpikir jika ini adalah omong kosong belaka. Tidak ada sesuatu


yang bisa dijadikan sebagai landasan dasar untuk pendapat tersebut.


Memang sulit untuk menjelaskan bagaimana asal-usulnya.


Bagaimana awal mula larangan dan kutukan ini muncul hingga bertahan sampai saat


ini. Peristiwanya sudah sangat lama. Tidak ada gunanya mengulik sejarah. Karena


semua itu telah dikubur dalam-dalam di ingatan mereka. Tidak ada seorang pun


yang berani untuk membuka memori kelam itu kembali. Hingga pada akhirnya


berakhir denganc ara dilupakan begitu saja sampai beberapa generasi.


dari kaum ini sama sekali tidak tahu apa-apa soal sejarah bangsanya sendiri. Mereka


hidup dengan tanda tanya besar di dalam kepalanya yang tidak tahu harus


ditanyakan kepada siapa. Pasalnya, mereka semua sama-sama tidak tahu. Tidak ada


seorang pun yang bisa menjawab pertanyaan ini.


Hal itu juga yang telah dirasakan oleh Chanwo dan keuarga


besarnya selama ini. Bukan hanya mereka saja. Bahkan sebagian besar dari


populasi kaum kegelapan yang masih tinggal di hutan itu sama sekali tidak bisa


menjelaskan apa pun soal asal mula kutukan ini.


Tapi menurut pendapat para generasi terdahulu, akan jauh


lebih baik lagi jika mereka tidak tahu sama sekali. Karena ini merupakan


sejarah kelam yang tak patut untuk diingat. Sebaiknya hal itu harus


disingkirkan jauh-jauh dari ingatan mereka.


Sampai sekarang semua itu masih menjadi misteri yang tidak


terpecahkan. Tidak hanya bagi kaum kegelapan sendiri. Tapi juga kepada


masyarakat luas. Cerita mereka telah menyebar hingga ke penjuru negeri. Entah siapa


yang berani mengisahkannya. Tapi ajaibnya, semua kisah itu akurat. Tidak dibuat-buat.

__ADS_1


***


Chanwo berjalan mendekati jendela kaca yang mulai tampak


berkabut itu. Keadaan di luar sana benar-benar kacau setelah badai. Sama sekali


tidak ada kata yang cocok untuk mendeskripsikan situasinya saat ini. Yang jelas,


jauh lebih buruk dari pada yang pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mungkin


semua orang akan merasa terkejut begitu membuka matanya di pagi hari dan


mendapati pemandangan mengerikan seperti ini.


Beruntung tidak ada korban jiwa sama sekali. Itu karena


mereka memiliki daya nalar yang kucup gesit dan juga cepat tanggap dengan


keadaan. Tidak perlu mengunggu perintah untuk melakukan sesuatu. Jika mereka


merasa perlu melakukannya, maka mereka bisa langsung bertindak tanpa perlu


menunggu persetujuan dari siapapun.


“Apa badainya sudah benar-benar berhenti?” gumam pria itu


sambil menyeka permukaan kaca. Dengan harapan agar benda transparan itu kembali


berfungsi dengan sebagaiman harusnya. Supaya ia tidak perlu menebak-nebak apa


yang berada di balik sana karena tertutup kaca yang buram.


“Sepertinya memang sudah berhenti,” simpulnya kemudian.


Ada dua kemungkinan yang bisa saja terjadi saat ini. Yang pertama,


bisa saja ini adalah akhir dari semua kekacauan yang terjadi hari ini. Ceritanya


berakhir sampai di sini. Sudah tamat tepat pada mala mini. Dan yang kedua, bisa


saja semesta hanya memberi jeda kepada semua orang agar bisa beristirahat


dengan tenang mala mini. Sebelum ia memberikan sebuah kejutan baru esok hari. Yang


jauh lebih besar. Entah itu hal baik atau malah sebaliknya, tidak ada yang


pernah tahu mengenai hal tersebut. Mereka hanya bisa berharap yang terbaik.


Setelah benar-benar yakin, Chanwo mulai melangkahkan kakinya


keluar dari tempat tersebut. Sesekali ia juga mengamati sekitarnya. Memastikan jika


tidak ada orang lain yang sedang mengawasinya saat ini. Mesksi pun sudah tengah


malam, ia tetap harus bergerak dengan hati-hati. Tidak semua oang sudah


benar-benar terlelap pada jam segini. Beberapa dari mereka bahkan belum


terpejam sama sekali. Mereka masih tetap terjaga dengan berbagai macam alasan. Ada


yang karena tidak bisa tidur, ada juga yang karena harus melakukan pekerjaan


lain. Bahkan ada saja yang begadang tanpa alasan sama sekali. Mungkin itu


memang sudah menjadi kebiasaan buruk bagi sebagian orang di luar sana.

__ADS_1


__ADS_2