
Chanwo sengaja memilih untuk melancarkan aksinya pada tengah
malam, karena kebanyakan semua orang telah terlelap pada jam segitu. Sehingga hal
tersebut akan meminimalisir kemungkinannya untuk tertangkap basa. Terutama oleh
Wilson. Setelah kejadian kemarin, Chanwo sama sekali tidak memiliki niat untuk
kembali ke gedung utama. Dia tidak ingin mencari masalah dengan pria itu. Jadi
ada baiknya jika untuk sementara waktu ia menghindari Wilson. Pria itu tidak
akan bisa mengetahui keberadaannya, jika ia tetap menjaga jarak.
Chanwo tidak ingin mengambil resiko dengan mendekati sumber
bahaya. Pria itu menjadi lebih sadar diri sekarang. Dia tahu jika dirinya
sangat lemah dan tidak ada apa-apanya di tempat ini. Mungkin ia adalah yang
paling berkuasa di kerajaan. Namun begitu sampai di sini, semua kekuatannya itu
sama sekali tidak ada apa-apanya.
Ada begitu banyak hal yang harus ia hindari di sini jika
ingin selamat. Salah satunya adalah Wilson. Pria itu merupakan ancaman nyata
bagi Chanwo. Keberadaannya di sini benar-benar membuat Chanwo harus berpikir
dua kali sebelum melakukan sesuatu.
Bukan hanya sebatas menghindari Wilson saja. ia juga tetap
harus mematuhi beberapa larangan yang masih akan tetap berlaku sampai ia
berhasil mendapatkan denyut jantungnya. Yang terutama sekaligus menjadi yang
paling penting di sini adalah jangan pernah sekali-kali pernah mencoba untuk menantang
matahari. Jika kau melanggar peraturan yang satu ini, maka itu artiny kau sudah
tahu dengan akibatnya. Kau harus siap dengan segala konsekuensi yang timbul
akibat keputusan yang kau ambil. Bukan sekadar hukuman ringan atau bahkan
hukuman seumur hidup. Semuanya jauh lebih buruk dari apa yang pernah kalian
bayangkan.
Jangan pernat bermain-main di bawah sinar matahari. Jangan
pernah keluar saat matahari belum benar-benar tenggelam dan menyisakan sinarnya.
Karena kau akan terbakar tepat di bawahnya. Pancaran sinar jingga keemasannya
mungkin tampak indah. Tapi jangan pernah berpikir untuk mendekatinya sama
sekali. Karena itu sama saja dengan mendatangi bahaya. Nyawamu akan terancam.
Itulah sebabnya kenapa seluruh kaum kegelapan bersembunyi di
balik rimbunnya dedaunan hutan itu. Tentu saja untuk menghindari paparan sinar
matahari yang terasa menyengat di kulit mereka. Benda langit yang satu itu
__ADS_1
menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup mereks di muka bumi
ini.
Kutukan itu berawal dari sebuah kisah tanpa judul yang telah
diwariskan secara turun-temurun. Asal-usulnya tidak pernah jelas. Alasannya apa
lagi. Yang mereka lakukan selama bertahun-tahun adalah hidup dengan terbelenggu
aturan dimana-mana. Peraturan yang membatasi langkah mereka.
Larangan ini lebih tepat jika disebut sebagai sebuah
kutukan. Karena beberapa di antaranya berhasil melepaskan diri dari kutukan
yang tak jarang disebut sebagai dosa warisan ini. Hal tidak masuk akal yang terus berusaha untuk mencekik mereka dari
dalam. Sebagian berpikir jika ini adalah omong kosong belaka. Tidak ada sesuatu
yang bisa dijadikan sebagai landasan dasar untuk pendapat tersebut.
Memang sulit untuk menjelaskan bagaimana asal-usulnya.
Bagaimana awal mula larangan dan kutukan ini muncul hingga bertahan sampai saat
ini. Peristiwanya sudah sangat lama. Tidak ada gunanya mengulik sejarah. Karena
semua itu telah dikubur dalam-dalam di ingatan mereka. Tidak ada seorang pun
yang berani untuk membuka memori kelam itu kembali. Hingga pada akhirnya
berakhir denganc ara dilupakan begitu saja sampai beberapa generasi.
dari kaum ini sama sekali tidak tahu apa-apa soal sejarah bangsanya sendiri. Mereka
hidup dengan tanda tanya besar di dalam kepalanya yang tidak tahu harus
ditanyakan kepada siapa. Pasalnya, mereka semua sama-sama tidak tahu. Tidak ada
seorang pun yang bisa menjawab pertanyaan ini.
Hal itu juga yang telah dirasakan oleh Chanwo dan keuarga
besarnya selama ini. Bukan hanya mereka saja. Bahkan sebagian besar dari
populasi kaum kegelapan yang masih tinggal di hutan itu sama sekali tidak bisa
menjelaskan apa pun soal asal mula kutukan ini.
Tapi menurut pendapat para generasi terdahulu, akan jauh
lebih baik lagi jika mereka tidak tahu sama sekali. Karena ini merupakan
sejarah kelam yang tak patut untuk diingat. Sebaiknya hal itu harus
disingkirkan jauh-jauh dari ingatan mereka.
Sampai sekarang semua itu masih menjadi misteri yang tidak
terpecahkan. Tidak hanya bagi kaum kegelapan sendiri. Tapi juga kepada
masyarakat luas. Cerita mereka telah menyebar hingga ke penjuru negeri. Entah siapa
yang berani mengisahkannya. Tapi ajaibnya, semua kisah itu akurat. Tidak dibuat-buat.
__ADS_1
***
Chanwo berjalan mendekati jendela kaca yang mulai tampak
berkabut itu. Keadaan di luar sana benar-benar kacau setelah badai. Sama sekali
tidak ada kata yang cocok untuk mendeskripsikan situasinya saat ini. Yang jelas,
jauh lebih buruk dari pada yang pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mungkin
semua orang akan merasa terkejut begitu membuka matanya di pagi hari dan
mendapati pemandangan mengerikan seperti ini.
Beruntung tidak ada korban jiwa sama sekali. Itu karena
mereka memiliki daya nalar yang kucup gesit dan juga cepat tanggap dengan
keadaan. Tidak perlu mengunggu perintah untuk melakukan sesuatu. Jika mereka
merasa perlu melakukannya, maka mereka bisa langsung bertindak tanpa perlu
menunggu persetujuan dari siapapun.
“Apa badainya sudah benar-benar berhenti?” gumam pria itu
sambil menyeka permukaan kaca. Dengan harapan agar benda transparan itu kembali
berfungsi dengan sebagaiman harusnya. Supaya ia tidak perlu menebak-nebak apa
yang berada di balik sana karena tertutup kaca yang buram.
“Sepertinya memang sudah berhenti,” simpulnya kemudian.
Ada dua kemungkinan yang bisa saja terjadi saat ini. Yang pertama,
bisa saja ini adalah akhir dari semua kekacauan yang terjadi hari ini. Ceritanya
berakhir sampai di sini. Sudah tamat tepat pada mala mini. Dan yang kedua, bisa
saja semesta hanya memberi jeda kepada semua orang agar bisa beristirahat
dengan tenang mala mini. Sebelum ia memberikan sebuah kejutan baru esok hari. Yang
jauh lebih besar. Entah itu hal baik atau malah sebaliknya, tidak ada yang
pernah tahu mengenai hal tersebut. Mereka hanya bisa berharap yang terbaik.
Setelah benar-benar yakin, Chanwo mulai melangkahkan kakinya
keluar dari tempat tersebut. Sesekali ia juga mengamati sekitarnya. Memastikan jika
tidak ada orang lain yang sedang mengawasinya saat ini. Mesksi pun sudah tengah
malam, ia tetap harus bergerak dengan hati-hati. Tidak semua oang sudah
benar-benar terlelap pada jam segini. Beberapa dari mereka bahkan belum
terpejam sama sekali. Mereka masih tetap terjaga dengan berbagai macam alasan. Ada
yang karena tidak bisa tidur, ada juga yang karena harus melakukan pekerjaan
lain. Bahkan ada saja yang begadang tanpa alasan sama sekali. Mungkin itu
memang sudah menjadi kebiasaan buruk bagi sebagian orang di luar sana.
__ADS_1