
“Mau sampai kapan kalian tetap seperti ini?!” seru pelatih.
“Bukankah aku sudah mengatakan jika tidak boleh ada batasan
di antara kalian sebagai sebuah tim?” lanjutnya.
Tampaknya Nhea dan Jang Eunbi sudah melakukan kesalahan yang
cukup besar. Sehingga memancing kemarahan wanita itu. Pelatih tidak mungkin memanggil
mereka di saat akan bertanding seperti ini jika tidak ada sesuatu yang
benar-benar penting. Ternyata dugaan gadis itu benar. Ada sesuatu yang tidak
beres di sini. Dari awal dirinya sudah memiliki perasaan yang tidak enak.
Apa yang dikatakan oleh wanita itu ada benarnya juga. Dan
memang benar pada dasarnya. Mereka memang harus memiliki kerja sama yang baik
dalam sebuah tim. Semenjak kejadian waktu itu, hubungan keduanya memang tidak
pernah menjadi baik-baik lagi setelahnya. Sungguh berada di luar dugaan.
Sejauh ini pelatih hanya mempermasalahkan soal kedekatan
serta chemistry yang masih memungkinkan untuk mereka bangun. Nhea dan Jang
Eunbi masih bisa seperti dulu lagi. Semua itu hanya bisa terjadi jika mereka
memang benar-benar serius dalam memperjuangkannya. Yang terpenting adalah niat.
Tapi, pada saat seperti ini sulit rasanya untuk membangun
semua itu kembali. Seperti layaknya sebuah cermin yang telah pecah. Mungkin
masih bisa diperbaiki. Tapi, ia tidak akan pernah utuh seperti dulu lagi.
Jauh dari apa yang kita ekspektasikan selama ini. Hal-hal di
luar rencana kita bisa saja terjadi. Di dunia ini, setiap hal menjadi serba
mungkin. Baik itu hal baik mau pun hal buruk. Tidak ada yang tidak mungkin.
“Aku harap setelah ini kalian bisa lebih banyak menjalin
komunikasi lagi,” pinta pelatih.
“Kalian tentu tahu jika selama ini aku banyak mengamati
kalian berdua,” ungkapnya kemudian menghela napas.
“Sebenarnya bukan hanya kalian berdua saja. Aku
memperhatikan semua anak didikku yang berada di dalam tim ini. Tapi, entah
kenapa kalian berdua bertingkah aneh di antara yang lain. Hal itu membuatku
tidak nyaman,” jelasnya dengan panjang lebar.
“Harus ku akui jika kalian berdua telah berhasil menarik
perhatianku dalam waktu sekejap mata,” tukasnya di akhir.
Setiap kata yang menuuluncur keluar dari mulutnya memang
tidak salah. Namun, juga tidak bisa dikatakan benar seratus persen. Tetap saja
ada yang tidak dapat disetujui oleh Nhea dan akal sehatnya. Gadis itu tidak
__ADS_1
ingin mengakui beberapa hal. Contohnya saja soal kedekatan dan keakraban
mereka.
Nhea sudah memaafkan gadis itu. Jadi, sudah tidak ada alasan
lagi bagi Jang Eunbi untuk tetap merasa canggung. Jika ia masih seperti itu,
maka satu-satunya orang yang perlu disalahkan adalah Jang Eunbi sendiri. Kenapa
dia terus merasa bersalah dan tidak ingin beradaptasi dengan keadaan yang baru.
Lagipula Nhea bukan tipikal orang yang pendendam.
“Aku tidak ingin sampai ada jarak di antara anggota tim. Terutama
kalian berdua,” ujar pelatih dengan penuh penekanan.
“Bersikaplah baik kepada teman-temanmu yang lain. Aku akan
terus mengamati perubahan sikap dan tingkah laku kalian selama tujuh hari ke
depan,” jelasnya dengan singkat.
“Apa kalian paham?!” tukasnya.
Kali ini nada bicara wanita itu terkesan jauh lebih tinggi
dari pada sebelumnya. Sulit untuk menentukan apakah saat ini ia sedang marah
atau tidak.
Sepanjang pelatih mereka berbicara, Nhea dan Jang Eunbi
hanya bisa merendahkan pandangannya. Mereka tidak berani untuk membalasa
tatapan wanita itu. Atmosfirnya sudah terlalu berbeda. Ringkasnya, mereka tidak
Setelah berceloteh panjang lebar, pada akhirnya wanita itu
membiarkan mereka berdua untuk pergi. Seperti sebuah keajaiban yang selalu
dinantikan. Nhea sudah berharap sejak lama agar ia bisa telepas dari belenggu
wanita itu secepatnya. Beruntung kali ini semesta bisa diajak bekerja sama
dengannya. Setidaknya sekarang ia bisa bernapas dengan lega.
Siapa bilang jika nasehat yang diberikan pelatih mereka tadi
akan langsung diterapkan sekarang juga? Tidak begitu. Setiap hal terkadang
memang tidak selalu terjadi seperti apa yang mereka inginkan.
Nhea dan Jang Eunbi masih belum bisa benar-benar dekat
kembali seperti sebelumnya. Padahal bisa dikatakan jika masalah terakhir kali
yang mereka hadapi hingga membuat hubungan mereka menjadi seperti ini sudah
cukup lama. Seharusnya baik Jang Eunbi mau pun Nhea sudah tidak
mempermasalahkan hal itu lagi.
Sepertinya memang tidak ada yang berubah sejauh ini. Kondisinya
masih tetap sama saja. bahkan setelah mereka berdua mendapatkan peringatan
secara langsung dari pelatihnya. Hal tersebut sama sekali tidak berarti apa-apa
__ADS_1
baginya.
Untuk sekarang ini Nhea tidak ingin memusingkan apa pun. Ia
harus memusatkan pikirannya terlebih dahulu kepada pertandingan yang akan
berlangsung sebentar lagi. Kebetulan tim panahan dari akademi sihir Mooneta
mendapatkaan urutan nomer lima. Mereka termasuk kepada jajaran peserta yang
berada pada nomer urut paling awal dari total keseluruhan dua puluh tim yang
akan bertanding kali ini.
Setelah selesai dengan urusannya, mereka diminta kembali
bergabung bersama timnya ke hall utama. Bahkan kedua gadis itu tidak lagi
berjalan dengan saling berdampingan. Seperti kebanyakan teman pada umumnya. Tidak
hanya teman saja. Orang biasa juga seharusnya akan melakukan hal tersebut jika
ditempatkan pada posisi mereka saat ini.
“Nhea!” sahut Jang Eunbi dari belakang.
Posisi mereka saat ini memang tidak sejajar. Nhea berada
beberapa meter di depan gadis itu. Sebab ia beranjak lebih dulu dari tempat itu
tadi dan dengan langkah yang jauh lebih cepat dari pada biasanya. Entah ia
memang sedang terburu-buru, atau itu hanya salah satu bentuk aksi untuk
menhindari Jang Eunbi.
Tidak ada yang tahu apa isi hati gadis itu sebenarnya. Mungkin
beberapa saat yang lalu ia sempat mengatakan jika dirinya sudah memaafkan Jang
Eunbi, Jongdae dan jug Oliver. Intinya siapa saja yang terlibat dalam
penyebaran rumor soal Eun Ji Hae waktu itu. Tapi, tetap saja. Hati manusia bisa
berubah sewaktu-waktu. Mereka bisa melakukan apa saja dan kapan saja. Mungkin
sekarang akan terasa tidak masuk akal jika ia melakukannya, namun siapa yang
mengira jika ia akan melakukan hal tersebut di masa depan.
“Nhea!” sahut Jang Eunbi sekali lagi, karena gadis itu tidak
kunjung berhenti.
Ada dua kemungkinan yang bisa saja terjadi. Pertama, mungkin
Nhea memang tidak dapat mendengar suara Jang Eunbi dengan jelas. Akibat suasana
di tempat ini terlalu ramai dan berisik. Pilihan kedua, mungkin saja lagi-lagi
Nhea tengah berusaha untuk menghindari gadis itu.
Namun, segala asumsi buruk soal dirinya berhasil ia
patahkah. Nhea langsung menghentikan langkahnya sesaat setelah mendengar
sahutan dari gadis itu. Dia tidak langsung berbalik. Tubuhnya tampak mematung
di sana untuk beberapa saat. Tampaknya ia masih ingin memastikan terlebih
__ADS_1
dahulu.