Mooneta High School

Mooneta High School
Chemistry


__ADS_3

“Mau sampai kapan kalian tetap seperti ini?!” seru pelatih.


“Bukankah aku sudah mengatakan jika tidak boleh ada batasan


di antara kalian sebagai sebuah tim?” lanjutnya.


Tampaknya Nhea dan Jang Eunbi sudah melakukan kesalahan yang


cukup besar. Sehingga memancing kemarahan wanita itu. Pelatih tidak mungkin memanggil


mereka di saat akan bertanding seperti ini jika tidak ada sesuatu yang


benar-benar penting. Ternyata dugaan gadis itu benar. Ada sesuatu yang tidak


beres di sini. Dari awal dirinya sudah memiliki perasaan yang tidak enak.


Apa yang dikatakan oleh wanita itu ada benarnya juga. Dan


memang benar pada dasarnya. Mereka memang harus memiliki kerja sama yang baik


dalam sebuah tim. Semenjak kejadian waktu itu, hubungan keduanya memang tidak


pernah menjadi baik-baik lagi setelahnya. Sungguh berada di luar dugaan.


Sejauh ini pelatih hanya mempermasalahkan soal kedekatan


serta chemistry yang masih memungkinkan untuk mereka bangun. Nhea dan Jang


Eunbi masih bisa seperti dulu lagi. Semua itu hanya bisa terjadi jika mereka


memang benar-benar serius dalam memperjuangkannya. Yang terpenting adalah niat.


Tapi, pada saat seperti ini sulit rasanya untuk membangun


semua itu kembali. Seperti layaknya sebuah cermin yang telah pecah. Mungkin


masih bisa diperbaiki. Tapi, ia tidak akan pernah utuh seperti dulu lagi.


Jauh dari apa yang kita ekspektasikan selama ini. Hal-hal di


luar rencana kita bisa saja terjadi. Di dunia ini, setiap hal menjadi serba


mungkin. Baik itu hal baik mau pun hal buruk. Tidak ada yang tidak mungkin.


“Aku harap setelah ini kalian bisa lebih banyak menjalin


komunikasi lagi,” pinta pelatih.


“Kalian tentu tahu jika selama ini aku banyak mengamati


kalian berdua,” ungkapnya kemudian menghela napas.


“Sebenarnya bukan hanya kalian berdua saja. Aku


memperhatikan semua anak didikku yang berada di dalam tim ini. Tapi, entah


kenapa kalian berdua bertingkah aneh di antara yang lain. Hal itu membuatku


tidak nyaman,” jelasnya dengan panjang lebar.


“Harus ku akui jika kalian berdua telah berhasil menarik


perhatianku dalam waktu sekejap mata,” tukasnya di akhir.


Setiap kata yang menuuluncur keluar dari mulutnya memang


tidak salah. Namun, juga tidak bisa dikatakan benar seratus persen. Tetap saja


ada yang tidak dapat disetujui oleh Nhea dan akal sehatnya. Gadis itu tidak

__ADS_1


ingin mengakui beberapa hal. Contohnya saja soal kedekatan dan keakraban


mereka.


Nhea sudah memaafkan gadis itu. Jadi, sudah tidak ada alasan


lagi bagi Jang Eunbi untuk tetap merasa canggung. Jika ia masih seperti itu,


maka satu-satunya orang yang perlu disalahkan adalah Jang Eunbi sendiri. Kenapa


dia terus merasa bersalah dan tidak ingin beradaptasi dengan keadaan yang baru.


Lagipula Nhea bukan tipikal orang yang pendendam.


“Aku tidak ingin sampai ada jarak di antara anggota tim. Terutama


kalian berdua,” ujar pelatih dengan penuh penekanan.


“Bersikaplah baik kepada teman-temanmu yang lain. Aku akan


terus mengamati perubahan sikap dan tingkah laku kalian selama tujuh hari ke


depan,” jelasnya dengan singkat.


“Apa kalian paham?!” tukasnya.


Kali ini nada bicara wanita itu terkesan jauh lebih tinggi


dari pada sebelumnya. Sulit untuk menentukan apakah saat ini ia sedang marah


atau tidak.


Sepanjang pelatih mereka berbicara, Nhea dan Jang Eunbi


hanya bisa merendahkan pandangannya. Mereka tidak berani untuk membalasa


tatapan wanita itu. Atmosfirnya sudah terlalu berbeda. Ringkasnya, mereka tidak


Setelah berceloteh panjang lebar, pada akhirnya wanita itu


membiarkan mereka berdua untuk pergi. Seperti sebuah keajaiban yang selalu


dinantikan. Nhea sudah berharap sejak lama agar ia bisa telepas dari belenggu


wanita itu secepatnya. Beruntung kali ini semesta bisa diajak bekerja sama


dengannya. Setidaknya sekarang ia bisa bernapas dengan lega.


Siapa bilang jika nasehat yang diberikan pelatih mereka tadi


akan langsung diterapkan sekarang juga? Tidak begitu. Setiap hal terkadang


memang tidak selalu terjadi seperti apa yang mereka inginkan.


Nhea dan Jang Eunbi masih belum bisa benar-benar dekat


kembali seperti sebelumnya. Padahal bisa dikatakan jika masalah terakhir kali


yang mereka hadapi hingga membuat hubungan mereka menjadi seperti ini sudah


cukup lama. Seharusnya baik Jang Eunbi mau pun Nhea sudah tidak


mempermasalahkan hal itu lagi.


Sepertinya memang tidak ada yang berubah sejauh ini. Kondisinya


masih tetap sama saja. bahkan setelah mereka berdua mendapatkan peringatan


secara langsung dari pelatihnya. Hal tersebut sama sekali tidak berarti apa-apa

__ADS_1


baginya.


Untuk sekarang ini Nhea tidak ingin memusingkan apa pun. Ia


harus memusatkan pikirannya terlebih dahulu kepada pertandingan yang akan


berlangsung sebentar lagi. Kebetulan tim panahan dari akademi sihir Mooneta


mendapatkaan urutan nomer lima. Mereka termasuk kepada jajaran peserta yang


berada pada nomer urut paling awal dari total keseluruhan dua puluh tim yang


akan bertanding kali ini.


Setelah selesai dengan urusannya, mereka diminta kembali


bergabung bersama timnya ke hall utama. Bahkan kedua gadis itu tidak lagi


berjalan dengan saling berdampingan. Seperti kebanyakan teman pada umumnya. Tidak


hanya teman saja. Orang biasa juga seharusnya akan melakukan hal tersebut jika


ditempatkan pada posisi mereka saat ini.


“Nhea!” sahut Jang Eunbi dari belakang.


Posisi mereka saat ini memang tidak sejajar. Nhea berada


beberapa meter di depan gadis itu. Sebab ia beranjak lebih dulu dari tempat itu


tadi dan dengan langkah yang jauh lebih cepat dari pada biasanya. Entah ia


memang sedang terburu-buru, atau itu hanya salah satu bentuk aksi untuk


menhindari Jang Eunbi.


Tidak ada yang tahu apa isi hati gadis itu sebenarnya. Mungkin


beberapa saat yang lalu ia sempat mengatakan jika dirinya sudah memaafkan Jang


Eunbi, Jongdae dan jug Oliver. Intinya siapa saja yang terlibat dalam


penyebaran rumor soal Eun Ji Hae waktu itu. Tapi, tetap saja. Hati manusia bisa


berubah sewaktu-waktu. Mereka bisa melakukan apa saja dan kapan saja. Mungkin


sekarang akan terasa tidak masuk akal jika ia melakukannya, namun siapa yang


mengira jika ia akan melakukan hal tersebut di masa depan.


“Nhea!” sahut Jang Eunbi sekali lagi, karena gadis itu tidak


kunjung berhenti.


Ada dua kemungkinan yang bisa saja terjadi. Pertama, mungkin


Nhea memang tidak dapat mendengar suara Jang Eunbi dengan jelas. Akibat suasana


di tempat ini terlalu ramai dan berisik. Pilihan kedua, mungkin saja lagi-lagi


Nhea tengah berusaha untuk menghindari gadis itu.


Namun, segala asumsi buruk soal dirinya berhasil ia


patahkah. Nhea langsung menghentikan langkahnya sesaat setelah mendengar


sahutan dari gadis itu. Dia tidak langsung berbalik. Tubuhnya tampak mematung


di sana untuk beberapa saat. Tampaknya ia masih ingin memastikan terlebih

__ADS_1


dahulu.


__ADS_2