Mooneta High School

Mooneta High School
New Info


__ADS_3

Sepertinya semua berjalan lancar. Sejauh ini baik-baik saja.


Persis seperti apa yang direncanakan oleh semesta. Orang-orang bahkan sudah bisa


menebaknya sebelumnya. Ini adlaah rahasia publik. Bukan sesuatu yang


mengejutkan lagi jika sampai nama tiga akademi sihir terbaik diumumkan. Mereka jelas


melaju ke babak final untuk bertanding bersama dua akademi lainnya, yang bahkan


belum mendapatkan pengakuan sama sekali.


Akademi sihir Mooneta masih memimpin dengan perolehan poin


tertinggi sampai saat ini. Terbukti memang belum ada yang bisa menggeser posisi


mereka. Sejak awal pertandingan di gelar, akademi sihir Mooneta sudah menduduki


peringkat pertama. Mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, sepertinya bukan


sesuatu yang sulit bagi mereka.


Anak-anak dari akademi sihir Mooneta terkenal kompetitif. Bukan


hanya para siswanya saja. Tapi, nyaris semua orang yang berada di dalamnya. Sejak


awal menjadi bagian dari akademi sihir tersebut, mereka sudah diajarkan untuk


bersikap realistis dalam menghadapi dunia.


“Sial!” umpat salah seorang gadis.


Tidak ada yang mengenalnya. Termasuk kelima orang yang sejak

__ADS_1


tadi selalu bersama itu. Mereka tidak pernah melihatnya sama sekali sebelumnya.


Ini adalah yang pertama kalinya. Yang jelas, ia pasti bukan salah satu bagian


dari akademi sihir Mooneta. Pasalnya, wajah gadis itu cukup asing di mata


mereka.


“Akademi mereka pasti kalah dan tidak masuk ke babak final. Itu


sebabnya ia merasa kesal,” cicit Oliver dengan suara pelan.


Ia yakin jika volume suaranya sudah cukup pelan. Sehingga frekuensinya


pasti tidak cukup untuk sampai ke telinga gadis itu. Setidaknya tidak akan ada masalah


baru yang tercipta hanya karena Oliver mengucapkan kalimat tersebut. Lagipula itu


haknya untuk mengutarakan pendapat. Meski terkadang malah terkesan sarkas. Tapi,


“Ayo pergi ke belakang panggung!” ajak Oliver yang kemudian


turut diangguki oleh semua orang.


Mereka harus bergegas pergi ke sana untuk bersiap. Setidaknya


dengan begitu mereka tidak akan terlambat. Jika pekerjaannya selesai lebih


cepat, maka mereka juga tidak perlu terbuuru-buru dalam melakukan setiap hal. Masih


banyak waktu luang.


Kali ini pertandingan antara kelima akademi sihir hanya akan

__ADS_1


dilangsungkan selama satu hari saja. Mengingat jumlah peserta yang semakin


sedikit setiap harinya. Mereka berkurang akibat penyisihan. Jadi, waktu yang diperlukan


untuk bertanding juga tidak sebanyak babak awal. Lebih tepatnya pada saat babak


penyisihan.


Menang dan kalah sudah hal menjadi sesuatu yang biasa dalam


suatu pertandingan. Bukan hal yang mengejutkan lagi. Tidak semua orang bisa


berada di posisi teratas dan menyandang gelar sebagai pemenang. Namun, mereka


yang kalah juga tidak bisa dikatakan sebagai seorang pengecut. Mereka adalah


pejuang. Hanya saja yang membedakannya adalah waktu. Mereka telah kalah lebih


dulu. Entah karena memang menyerah, atau malah sebaliknya. Sudah berjuang, tapi


tetap saja tidak bisa melawan takdir.


Begitu sampai di belakang panggung, mereka segera merapat. Ternyata


sudah ada beberapa orang dari akademi sihir Mooneta yang sudah sampai di sana


lebih dulu. Sepertinya mereka akan mendiskusikan sesuatu yang baru. Entah itu


rencana atau taktik lain untuk menang. Atau mungkin, kali ini mereka hanya


sedang menunggu arahan dari Eun Ji Hae seperti biasanya.


Apa pun yang akan terjadi di sana nanti, mereka tidak peduli.

__ADS_1


Yang jelas, kelimanya tidak akan melewatkan sedikit pun informasi. Pekrumpulan


tersebut sudah menjadi tanda akan adanya informasi baru.


__ADS_2