
Sepertinya semua berjalan lancar. Sejauh ini baik-baik saja.
Persis seperti apa yang direncanakan oleh semesta. Orang-orang bahkan sudah bisa
menebaknya sebelumnya. Ini adlaah rahasia publik. Bukan sesuatu yang
mengejutkan lagi jika sampai nama tiga akademi sihir terbaik diumumkan. Mereka jelas
melaju ke babak final untuk bertanding bersama dua akademi lainnya, yang bahkan
belum mendapatkan pengakuan sama sekali.
Akademi sihir Mooneta masih memimpin dengan perolehan poin
tertinggi sampai saat ini. Terbukti memang belum ada yang bisa menggeser posisi
mereka. Sejak awal pertandingan di gelar, akademi sihir Mooneta sudah menduduki
peringkat pertama. Mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, sepertinya bukan
sesuatu yang sulit bagi mereka.
Anak-anak dari akademi sihir Mooneta terkenal kompetitif. Bukan
hanya para siswanya saja. Tapi, nyaris semua orang yang berada di dalamnya. Sejak
awal menjadi bagian dari akademi sihir tersebut, mereka sudah diajarkan untuk
bersikap realistis dalam menghadapi dunia.
“Sial!” umpat salah seorang gadis.
Tidak ada yang mengenalnya. Termasuk kelima orang yang sejak
__ADS_1
tadi selalu bersama itu. Mereka tidak pernah melihatnya sama sekali sebelumnya.
Ini adalah yang pertama kalinya. Yang jelas, ia pasti bukan salah satu bagian
dari akademi sihir Mooneta. Pasalnya, wajah gadis itu cukup asing di mata
mereka.
“Akademi mereka pasti kalah dan tidak masuk ke babak final. Itu
sebabnya ia merasa kesal,” cicit Oliver dengan suara pelan.
Ia yakin jika volume suaranya sudah cukup pelan. Sehingga frekuensinya
pasti tidak cukup untuk sampai ke telinga gadis itu. Setidaknya tidak akan ada masalah
baru yang tercipta hanya karena Oliver mengucapkan kalimat tersebut. Lagipula itu
haknya untuk mengutarakan pendapat. Meski terkadang malah terkesan sarkas. Tapi,
“Ayo pergi ke belakang panggung!” ajak Oliver yang kemudian
turut diangguki oleh semua orang.
Mereka harus bergegas pergi ke sana untuk bersiap. Setidaknya
dengan begitu mereka tidak akan terlambat. Jika pekerjaannya selesai lebih
cepat, maka mereka juga tidak perlu terbuuru-buru dalam melakukan setiap hal. Masih
banyak waktu luang.
Kali ini pertandingan antara kelima akademi sihir hanya akan
__ADS_1
dilangsungkan selama satu hari saja. Mengingat jumlah peserta yang semakin
sedikit setiap harinya. Mereka berkurang akibat penyisihan. Jadi, waktu yang diperlukan
untuk bertanding juga tidak sebanyak babak awal. Lebih tepatnya pada saat babak
penyisihan.
Menang dan kalah sudah hal menjadi sesuatu yang biasa dalam
suatu pertandingan. Bukan hal yang mengejutkan lagi. Tidak semua orang bisa
berada di posisi teratas dan menyandang gelar sebagai pemenang. Namun, mereka
yang kalah juga tidak bisa dikatakan sebagai seorang pengecut. Mereka adalah
pejuang. Hanya saja yang membedakannya adalah waktu. Mereka telah kalah lebih
dulu. Entah karena memang menyerah, atau malah sebaliknya. Sudah berjuang, tapi
tetap saja tidak bisa melawan takdir.
Begitu sampai di belakang panggung, mereka segera merapat. Ternyata
sudah ada beberapa orang dari akademi sihir Mooneta yang sudah sampai di sana
lebih dulu. Sepertinya mereka akan mendiskusikan sesuatu yang baru. Entah itu
rencana atau taktik lain untuk menang. Atau mungkin, kali ini mereka hanya
sedang menunggu arahan dari Eun Ji Hae seperti biasanya.
Apa pun yang akan terjadi di sana nanti, mereka tidak peduli.
__ADS_1
Yang jelas, kelimanya tidak akan melewatkan sedikit pun informasi. Pekrumpulan
tersebut sudah menjadi tanda akan adanya informasi baru.