
Semua hal buruk itu sudah terlintas di dalam kepalanya sejak
awal. Sehingga, Wilson telah menyiapkan beberapa rencana dengan sedemikian
rupa. Untuk saat ini mereka akan menjalankan rencana utama terlebih dahulu.
Kemudian jika gagal, maka mau tak mau mereka harus memakai opsi lainnya.
Wilson telah memikirkan semua hal ini matang-matang.
Termasuk resiko dan tingkat keberhasilannya. Sebab, dia telah memprediksi semua
kejadian ini sejak awal. Wilson adalah orang yang paling siap untuk menghadapi
situasi terburuk seperti sekarang.
Singkat cerita, mereka pergi meninggalkan Eren malam itu
sendirian di kamarnya. Padahal seharusnya mereka berada di sana. Menemani anak
itu sampai fajar tiba. Tidak bisa dipungkiri jika sebenarnya mereka ingin
melakukan hal tersebut. Setidaknya untuk sekali saja sebelum benar-benar
berpisah. Tapi, tidak bisa. Mereka harus segera pergi dari tempat ini sebelum
pasukan kaum kegelapan datang.
Mereka telah menerima kabar jika Wilson dan Vallery tengah
berada di dimensi lain yang kerap disebut sebagai bumi. Sehingga, raja telah
mengirim pasukan khusus untuk memburu mereka. Kaum kegelapan sengaja bergerak
pada malam hari seperti ini untuk menghindari paparan sinar matahari yang bisa
membunuhnya kapan saja jika ia lengah.
Tapi, untungnya belum ada yang tahu jika mereka telah
memiliki seorang anak bernama Eren. Tidak ada yang tahu. Itu menjadi suatu
keuntungan bagi mereka berdua. Setidaknya anak itu akan tetap aman untuk
beberapa saat ke depan sampai Bibi Ga Eun datang untuk melindunginya. Dia bisa
saja bertahan hidup lebih lama.
“Ayo!” ajak Wilson sembari mengulurkan tangannya.
Vallery masih tampak ragu. Sesekali ia memandangi wajah
putrinya dari kejauhan. Berharap mereka bisa bertemu lagi dalam waktu dekat. Malam
itu adalah hari yang paling ia benci dalam seumur hidupnya. Vallery sama sekali
tidak pernah membayangkan jika ia akan dihadapkan pada situasi seperti ini
sebelumnya. Tidak ada opsi lain yang bisa dipilih.
“Cepatlah!” sahut Wilson sekali lagi.
Kali ini suaranya berhasil membuyarkan isi pikiran wanita
itu. Masih dengan posisi yang sama, Wilson selalu bersiap untuk menerima
balasan dari Vallery. Tidak banyak waktu yang tersisa bagi mereka.
__ADS_1
Vallery menghela napasnya dengan berat. Bukan ini yang ia
inginkan. Lantas, apakah dirinya tak berhak untuk bahagia? Bahkan hanya sekali
saja. Dengan langkah yang berat, ia terpaksa harus meninggalkan tempat ini
tanpa Eren. Setelah cukup memantapkan diri, Vallery membalas uluran tangan pria
itu. Yang kemudian membawanya masuk ke dalam sebuah portal penghubung. Sudah
sejak tadi portal itu terbuka. Namun, langsung tertutup dan enyah begitu saja
ketika mereka masuk ke dalamnya.
Eren sama sekali tidak menyadari jika malam itu adalah malam
terakhirnya bersama Vallery dan Wilson. Jika ia tahu kalau mereka akan pergi
malam itu, mungkin anak ini rela untuk tetap terjaga semalaman demi mencegah
mereka pergi. Atau setidaknya bawa juga anak ini. Entah kemana pun mereka akan
pergi.
***
Seperti yang sudah dikatakan oleh Wilson sejak awal, mereka
akan mengganti nama Eren setelah mereka pergi. Ini merupakan tahap akhir untuk
menyempurnakan rencana mereka. Bibi Ga Eun yang akan melaksanakan tugasnya kali
ini.
Wanita itu diminta datang tepat setelah mereka pergi.
Berpura-pura menjadi Ibu dari anak ini jika sewaktu-waktu kaum kegelapan datang
ini, Bibi Ga Eun berencana untuk mencuci isi pikiran Eren. Tenang saja, dia
tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Ia juga masih memiliki rasa kasih sayang
kepada keponakannya yang satu ini.
Bibi Ga Eun hanya akan menghilangkan memori soal namanya.
Mungkin selama ini ia mengenali dirinya sendiri sebagai Eren. Tapi, mulai mala
mini semuanya akan berubah. Dia bukan lagi Eren, melainkan Nhea. Nhearsya
Clastisia. Sesuai dengan permintaan Wilson sebelumnya.
Rencana mereka untuk menghindari dari kaum kegelapan
berhasil. Eren tetap hidup hingga beranjak remaja dengan nama Nhea. Berkat
rencana Wilson malam itu, dirinya dan keluarga kecilnya berhasil selamat. Tidak
ada korban jiwa.
Ia mendengar jika kaum kegelapan kembali ke hutan setelah
kurang lebih seminggu tidak menemukan jejak Wilson sama sekali. Mereka diminta
kembali saat malam bulan purnama. Kabarnya akan mengadakan penyusunan rencana
ulang untuk menangkap Wilson. Namun, semua itu tidak pernah terlaksanakan
__ADS_1
dengan baik sejak kematian raja.
Chanwo sendiri tidak mau ambil pusing soal salah satu dari
klan bayangan yang memutuskan untuk kabur dari hutan. Menurutnya, anggota klan
itu tidak akan bertahan lama. Dia pasti sudah mati akibat kecerobohannya
sendiri. Itu sebabnya Chanwo tidak pernah melanjutkan rencana tersebut sejak
kenaikan tahtanya. Tapi ternyata tidak sama sekali. Dia salah besar. Dugaannya
selama ini salah.
Tidak ada seorang pun yang tahu siapa Nhea dan Wilson
sebenarnya. Hanya beberapa orang di akademi yang tahu soal rahasia besar ini.
Mereka harus tetap menjaganya dan menjadikannya rahasia jika ingin tetap hidup.
Tidak ada cara lain.
Itu sebabnya kenapa Wilson merasa begitu terancam saat
mengetahui kalau ada anggota klan lain di akademi ini. Yang tak lain dan tak
bukan adalah Chanwo. Tak masalah jika dirinya harus tiada. Dia juga sama sekali
tidak berkeinginan untuk hidup abadi sama seperti yang lainnya. Untuk apa dia
tetap hidup jika tanpa Vallery di sisinya. Mengingat suatu hari nanti Vallery
pasti akan mati. Karena ia hanya manusia biasa.
Chanwo sama sekali bukan suatu ancaman baginya. Tapi, bagi
putrinya. Nhea. Pria itu beranggapan jika Chanwo adalah salah satu anggota klan
yang diutus oleh sang raja untuk memata-matai keluarga mereka. Bertindak
sebagai pengirim informasi. Nhea bisa mendapatkan serangan kapan saja jika hal
itu benar dilakukan. Nyawanya terancam. Bahaya selalu mengintai kapan saja.
Namun, alih-alih menyerang, ia malah berbalik melindungi
gadis itu dari segala bahaya yang datang. Bahkan Chanwo pula yang menyelamatkan
gadis ini di kala terakhir napasnya memburu. Beruntung dia adalah sang raja dan
bisa berbuat apa saja. Tidak ada seorang pun yang berhak untuk menentangnya.
Posisi tertinggi dan terkuat di hutan kegelapan dipegang oleh dirinya.
Tidak masalah jika ingin melindungi Nhea dan keluarganya.
Tapi, jika para tetua di hutan itu tahu, mungkin dia akan dianggap sebagai
pengkhianat karena telah memihak kepada musuh. Siapa pun yang keluar melewati
batas hutan kegelapan akan dianggap melepaskan diri dari kaum. Mereka bukan
lagi salah satu bagian dari kaum kegelapan. Seperti pada prinsip awalnya, mereka
hanya akan melindungi sesamanya. Tidak lebih.
Jika raja dan ratu masih hidup sampai saat ini, mungkin
__ADS_1
mereka tidak akan membenarkan perbuatan putra tertuanya ini. Terlepas dari
Chanwo merupakan anak merkea atau tidak. Yang salah tetap saja salah.