Mooneta High School

Mooneta High School
Memorial


__ADS_3

Semua hal buruk itu sudah terlintas di dalam kepalanya sejak


awal. Sehingga, Wilson telah menyiapkan beberapa rencana dengan sedemikian


rupa. Untuk saat ini mereka akan menjalankan rencana utama terlebih dahulu.


Kemudian jika gagal, maka mau tak mau mereka harus memakai opsi lainnya.


Wilson telah memikirkan semua hal ini matang-matang.


Termasuk resiko dan tingkat keberhasilannya. Sebab, dia telah memprediksi semua


kejadian ini sejak awal. Wilson adalah orang yang paling siap untuk menghadapi


situasi terburuk seperti sekarang.


Singkat cerita, mereka pergi meninggalkan Eren malam itu


sendirian di kamarnya. Padahal seharusnya mereka berada di sana. Menemani anak


itu sampai fajar tiba. Tidak bisa dipungkiri jika sebenarnya mereka ingin


melakukan hal tersebut. Setidaknya untuk sekali saja sebelum benar-benar


berpisah. Tapi, tidak bisa. Mereka harus segera pergi dari tempat ini sebelum


pasukan kaum kegelapan datang.


Mereka telah menerima kabar jika Wilson dan Vallery tengah


berada di dimensi lain yang kerap disebut sebagai bumi. Sehingga, raja telah


mengirim pasukan khusus untuk memburu mereka. Kaum kegelapan sengaja bergerak


pada malam hari seperti ini untuk menghindari paparan sinar matahari yang bisa


membunuhnya kapan saja jika ia lengah.


Tapi, untungnya belum ada yang tahu jika mereka telah


memiliki seorang anak bernama Eren. Tidak ada yang tahu. Itu menjadi suatu


keuntungan bagi mereka berdua. Setidaknya anak itu akan tetap aman untuk


beberapa saat ke depan sampai Bibi Ga Eun datang untuk melindunginya. Dia bisa


saja bertahan hidup lebih lama.


“Ayo!” ajak Wilson sembari mengulurkan tangannya.


Vallery masih tampak ragu. Sesekali ia memandangi wajah


putrinya dari kejauhan. Berharap mereka bisa bertemu lagi dalam waktu dekat. Malam


itu adalah hari yang paling ia benci dalam seumur hidupnya. Vallery sama sekali


tidak pernah membayangkan jika ia akan dihadapkan pada situasi seperti ini


sebelumnya. Tidak ada opsi lain yang bisa dipilih.


“Cepatlah!” sahut Wilson sekali lagi.


Kali ini suaranya berhasil membuyarkan isi pikiran wanita


itu. Masih dengan posisi yang sama, Wilson selalu bersiap untuk menerima


balasan dari Vallery. Tidak banyak waktu yang tersisa bagi mereka.

__ADS_1


Vallery menghela napasnya dengan berat. Bukan ini yang ia


inginkan. Lantas, apakah dirinya tak berhak untuk bahagia? Bahkan hanya sekali


saja. Dengan langkah yang berat, ia terpaksa harus meninggalkan tempat ini


tanpa Eren. Setelah cukup memantapkan diri, Vallery membalas uluran tangan pria


itu. Yang kemudian membawanya masuk ke dalam sebuah portal penghubung. Sudah


sejak tadi portal itu terbuka. Namun, langsung tertutup dan enyah begitu saja


ketika mereka masuk ke dalamnya.


Eren sama sekali tidak menyadari jika malam itu adalah malam


terakhirnya bersama Vallery dan Wilson. Jika ia tahu kalau mereka akan pergi


malam itu, mungkin anak ini rela untuk tetap terjaga semalaman demi mencegah


mereka pergi. Atau setidaknya bawa juga anak ini. Entah kemana pun mereka akan


pergi.


***


Seperti yang sudah dikatakan oleh Wilson sejak awal, mereka


akan mengganti nama Eren setelah mereka pergi. Ini merupakan tahap akhir untuk


menyempurnakan rencana mereka. Bibi Ga Eun yang akan melaksanakan tugasnya kali


ini.


Wanita itu diminta datang tepat setelah mereka pergi.


Berpura-pura menjadi Ibu dari anak ini jika sewaktu-waktu kaum kegelapan datang


ini, Bibi Ga Eun berencana untuk mencuci isi pikiran Eren. Tenang saja, dia


tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Ia juga masih memiliki rasa kasih sayang


kepada keponakannya yang satu ini.


Bibi Ga Eun hanya akan menghilangkan memori soal namanya.


Mungkin selama ini ia mengenali dirinya sendiri sebagai Eren. Tapi, mulai mala


mini semuanya akan berubah. Dia bukan lagi Eren, melainkan Nhea. Nhearsya


Clastisia. Sesuai dengan permintaan Wilson sebelumnya.


Rencana mereka untuk menghindari dari kaum kegelapan


berhasil. Eren tetap hidup hingga beranjak remaja dengan nama Nhea. Berkat


rencana Wilson malam itu, dirinya dan keluarga kecilnya berhasil selamat. Tidak


ada korban jiwa.


Ia mendengar jika kaum kegelapan kembali ke hutan setelah


kurang lebih seminggu tidak menemukan jejak Wilson sama sekali. Mereka diminta


kembali saat malam bulan purnama. Kabarnya akan mengadakan penyusunan rencana


ulang untuk menangkap Wilson. Namun, semua itu tidak pernah terlaksanakan

__ADS_1


dengan baik sejak kematian raja.


Chanwo sendiri tidak mau ambil pusing soal salah satu dari


klan bayangan yang memutuskan untuk kabur dari hutan. Menurutnya, anggota klan


itu tidak akan bertahan lama. Dia pasti sudah mati akibat kecerobohannya


sendiri. Itu sebabnya Chanwo tidak pernah melanjutkan rencana tersebut sejak


kenaikan tahtanya. Tapi ternyata tidak sama sekali. Dia salah besar. Dugaannya


selama ini salah.


Tidak ada seorang pun yang tahu siapa Nhea dan Wilson


sebenarnya. Hanya beberapa orang di akademi yang tahu soal rahasia besar ini.


Mereka harus tetap menjaganya dan menjadikannya rahasia jika ingin tetap hidup.


Tidak ada cara lain.


Itu sebabnya kenapa Wilson merasa begitu terancam saat


mengetahui kalau ada anggota klan lain di akademi ini. Yang tak lain dan tak


bukan adalah Chanwo. Tak masalah jika dirinya harus tiada. Dia juga sama sekali


tidak berkeinginan untuk hidup abadi sama seperti yang lainnya. Untuk apa dia


tetap hidup jika tanpa Vallery di sisinya. Mengingat suatu hari nanti Vallery


pasti akan mati. Karena ia hanya manusia biasa.


Chanwo sama sekali bukan suatu ancaman baginya. Tapi, bagi


putrinya. Nhea. Pria itu beranggapan jika Chanwo adalah salah satu anggota klan


yang diutus oleh sang raja untuk memata-matai keluarga mereka. Bertindak


sebagai pengirim informasi. Nhea bisa mendapatkan serangan kapan saja jika hal


itu benar dilakukan. Nyawanya terancam. Bahaya selalu mengintai kapan saja.


Namun, alih-alih menyerang, ia malah berbalik melindungi


gadis itu dari segala bahaya yang datang. Bahkan Chanwo pula yang menyelamatkan


gadis ini di kala terakhir napasnya memburu. Beruntung dia adalah sang raja dan


bisa berbuat apa saja. Tidak ada seorang pun yang berhak untuk menentangnya.


Posisi tertinggi dan terkuat di hutan kegelapan dipegang oleh dirinya.


Tidak masalah jika ingin melindungi Nhea dan keluarganya.


Tapi, jika para tetua di hutan itu tahu, mungkin dia akan dianggap sebagai


pengkhianat karena telah memihak kepada musuh. Siapa pun yang keluar melewati


batas hutan kegelapan akan dianggap melepaskan diri dari kaum. Mereka bukan


lagi salah satu bagian dari kaum kegelapan. Seperti pada prinsip awalnya, mereka


hanya akan melindungi sesamanya. Tidak lebih.


Jika raja dan ratu masih hidup sampai saat ini, mungkin

__ADS_1


mereka tidak akan membenarkan perbuatan putra tertuanya ini. Terlepas dari


Chanwo merupakan anak merkea atau tidak. Yang salah tetap saja salah.


__ADS_2