
Semua orang tengah sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Lebih tepatnya bersantai sekaligus mengumpulkan energi untuk melanjutkan perjalanan kembali. Ini belum apa-apa. Masih ada lebih dari tiga perempat dari jarak total yang harus mereka selesaikan dalam waktu dekat. Padahal, ini adalah rute yang paling singkat dari beberapa pilihan lainnya. Itu sebabnya mereka memutuskan untuk melewati jalur utara, karena dirasa lebih singkat. Tapi ternyata tidak semudah itu. Terkadang sesuatu terjadi di luar dari prediksi kita. Semua belum tentu akan sesuai dengan kemauan kita. Lebih tepatnya, kita tidak bisa menentukan apa pun di dunia ini.
Beberapa orang tampak tenggelam dalam pikirannya masing-masing. mereka terus terlarut dalam dunianya sendiri tanpa disadari sama sekali. Ada berbagai macam suasana yang terjadi di sana kala itu. Mulai dari emosi negatif hingga positif. Namun, lebih didominasi oleh keheningan.
“Apakah bibi tidak berencana untuk melarungkan abu Ify?” tanya Eun Ji Hae.
__ADS_1
Sebenarnya, gadis itu juga menanyakan hal tersebut tanpa ada alasan yang jelas. Kalimat itu mendadak keluar dari mulutnya begitu saja. Tidak ada dasar yang digunakan sebagai landasan di sini. Semuanya terjadi secara spontan dan tak terduga sama sekali.
Bibi Ga Eun sendiri juga tidak langsung menanggapi perkataan Eun Ji Hae. Melainkan berpikir dulu sejenak untuk mencerna semuanya.
Jujur, ini memang terasa begitu mendadak. Tidak seharusnya Eun Ji Hae menanyakan hal seperti itu kepada Bibi Ga Eun. Mengingat jika ia baru saja kehilangan anak semata wayangnya. Lagi pula, dari awal mereka sudah merencanakan untuk tetap menyimpan abu miliki Ify di ruangan khusus. Sama seperti abu lainnya yang diletakkan dalam ruangan serupa.
__ADS_1
“Sebenarnya bukan hanya abu Ify saja. Tapi juga dengan abu yang lainnya,” ujar Eun Ji Hae.
Kali ini topik pembicaraannya terasa jauh lebih berat dari pada yang sebelumnya. Eun Ji Hae juga mukai terbawa suasana. Keduanya menjadi begitu serius. Bahkan atmosfir di sekitar mulai terasa berbeda.
Eun Ji Hae merasa tak terima karena Bibi Ga Eun hanya membawa serta menyelamatkan abu milik Ify saja. Dia meninggalkan abu yang lainnya di ruangan itu begitu saja. Membiarkan mereka ikut terkubur bersama salju abadi.
__ADS_1
Padahal, ada beberapa orang yang jauh lebih penting dari pada Ify. Para pendahulu yang telah terabadikan dalam sejarah sekolah ini. Mereka lebih dianggap sebagai salah satu bagian paling penting dari Sekolah Mooneta itu sendiri. Dianggap lebih berjasa dari pada Ify. Gadis itu hanya bisa membuat kekacauan dimana-mana.
Semua orang pasti merasa setuju dengan hal tersebut. Bahkan termasuk Eun Ji Hae sendiri. Menjadi sahabat masa kecil Ify sekaligus saudaranya, tidak membuat Eun Ji Hae memperlakukan gadis itu secara istimewa. Bahkan setelah Ify tiada sekalipun. Yang salah tetap harus dihukum. Ia tahu betul bagaimana harus menyikapinya. Eun Ji Hae sama sekali tidak bisa memungkiri, jika Ify memang memiliki perilaku yang tidak baik. Namun, entah kenapa Bibi Ga Eun seolah menolak untuk percaya akan hal tersebut. Rasa sayangnya terhadap gadis itu sudah terlalu berlebihan. Sampai-sampai ia tak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ify adalah segalanya bagi wanita itu. Tak oeduli seburuk apa Ify. Dimata Bibi Ga Eun, ia selalu menjadi yang paling benar sejak dulu.