Mooneta High School

Mooneta High School
Stayed Up


__ADS_3

 


 


Nhea masih tetap pada pikirannya. Ia sama sekali tidak bisa


menyingkirkan hal tersebut dari pikirannya. Tak peduli sekeras apa pun ia telah


berusaha, hasilnya tetap sama saja. Nihil. Itu adalah kata yang paling tepat


untuk mendeskripsikan semua keadaannya saat ini. Isi pikirannya benar-benar


sudah butuh. Ia bahkan tidak tahu harus mencari jawaban tersebut kemana lagi.


Sebenarnya gadis itu masih belum tidur sejak tadi. Ia masih


sibuk memikirkan tentang bagaimana caranya untuk keluar dari masalah besar yang


sedang menimpa sekolah tercinta mereka. Memangnya apa lagi jika bukan karena


bencana salju abadi yang sudah terlanjut menyelimuti seluruh bangunan sekolah.


Nhea terus memikirkan hal tersebut hingga ia sendiri tidak


bisa mengontrol dirinya. Bahkan ia sampai tidka bisa terlelap dan malah terjaga


sepanjang malam seperti ini. Ia sama sekali tidak mengantuk karena memikirkan


hal tersebut. Kepalanya rasanya telah penuh dan siap untuk pecah.


Belum selesai permasalahan yang satu, sudah datang


permasalahan yang satunya lagi. Memangnya apa lagi permasalahannya jika bukan


tentang pria itu. Nhea masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa pria itu muncul


lagi setelah menghilang bagai di telan bumi. Kini ia telah berani berbuat


lancang dengan masuk ke kamar gadis itu tanpa permisi sama sekali. Tapi bukan


itu bagian yang paling buruknya di sini. Masih ada hal lain yang patut untuk di


jadikan sebagai sorotan. Misalnya saja soal bagaimana nilai tata krama pria itu


yang nol. Ia bahkan sama sekali tidak menghiraukan hal itu.


Chanwo sama sekali tidak merasa bersalah. Ia telah mengambil


sesuatu dari dalam kamarnya dan pergi begitu saja. Pria itu bahkan tidak


meminta izin terlebih dahulu. Sebenarnya tidak ada gunanya juga jika ia memnita


izin kepada Nhea. Karena pada dasarnya, gadis itu tetap tidak akan memberikan


izin kepada pria itu untuk membawa barangnya.


Sepertinya Chanwo memang tidak pernah diajari  soal tata krama sama sekali. Lihat saja


kejadian barusan sebagai bukti nyatanya. Meski pun besar di lingkungan


kerajaan, tidak mungkin jika ia tidak mendapatkan pelajaran tersebut. Paling tidak


dari orang tuanya. Karena sopan santun merupakan pondasi paling dasar yang


harus dimiliki oleh setiap orang.

__ADS_1


Pada dasarnya, semua orang akan mendapatkan pelajaran dasar


yang sama saja. Yang menjadi perbedaannya di sini adalah tentang cara


penerapannya. Mungkin kembali lagi sesuai dengan tempat mereka tinggal. Mereka harus


menyesuaikan dengan situasi dan kondisinya. Lagi-lagi harus ada penyesuaian. Tidak


boleh dipukul sama rata.


Mungkin saja jika sopan santun dan tata krama yang diajarkan


untuk kaum kegelapan dan juga kau manusia memiliki perbedaan yang mencolok. Mereka


tidak akan pernah mengetahui hal itu sebelum saling mengenal satu sama lain. Dan


selama ini seperti yang kita ketahui memang jika kaum kegelapan sangat menutup


diri dari beradaban manusia sejak awal. Mereka enggan keluar dari sarangnya.


Tapi hal tersebut berhasil dipatahkan oleh beberapa klan


yang berhasil keluar dari hutan itu dengan selamat. Salah satunya saja adalah


Wilson dan juga Chanwo. Buktinya mereka masih bisa bertahan hidup hingga hari


ini dan baik-baik saja.


“Sebenarnya siapa dia dan kenapa dia bisa berada di sini?”


gumam Nhea sambil memainkan jemari lentiknya.


Gadis itu mencoba untuk menebak-nebak apakah mereka pernah


saling berkenalan sebelumnya. Kenapa mendadak ia jadi melupakan nama pria itu. Padahal


memang ingatan gadis ini yang cukup payah. Ada terlalu banyak hal yang sedang


menumpuk di dalam kepalanya saat ini.


Sekarang sudah sekitar pukul dua malam. Tidak ada jam di sini.


Di sekolah ini, mereka benar-benar jauh dari keh idupan kota yang terkesan mewah


dan serba canggih. Bahkan alat dengan mesin dan prinsip kerja yang sederhana


seperti jam saja tidak ada di sini. Hanya ada satu di lantai dasar gedung


sekolah. Benar-benar hanya ada satu di sekolah ini. Jam satu-satunya sekaligus


jam paling tua yang sudah berada di tempat ini sejak awal dibangun.


Mereka tidak bisa bolak-balik ke ruangan sekolah hanya untuk


memastikan jam berapa saat ini. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa siswa


diajarkan tentang bagaimana caranya untuk mengetahui waktu. Mereka memiliki


trik sendiri yang sulit untuk dijelaskan.


Semua orang yang berada di sekolah ini bisa menyelesaikan


hampir semua masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari hal besar


hingga hal kecil yang paling tidak berguna sama sekali. Itu adalah salah satu

__ADS_1


faktor mengapa mereka masih bisa bertahan hidup hingga hari ini. Karena kebanyakan


telah diajarkan tentang dasar-dasar kehidupan yang tidak banyak orang ketahui.


Gadis itu masih tetap terjaga di tengah malam hingga menuju


dini hari. Ia bahkan tidak tidur sama sekali. Sibuk berkutat dengan isi


pikirannya sendiri. Nhea mengabaikan sekelilingnya. Termasuk Oliver yang tengah


tertidur pulas. Dia tidak akan pernah bisa seperti gadis itu. Tak peduli


sekeras apa pun ia mencoba, matanya tetap tidak akan bisa mengantuk. Nhea tidak


akan pernah tidur sepulas Oliver. Terutama untuk malam ini.


Nhea membiarkan hawa dingin menyeruak masuk ke dalam


ruangannya melalui celah-celah kecil yang ada di ruangan ini. Gadis itu bahkan


sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi kini. Andai ada sesuatu yang bisa


membuatnya merasa jauh lebih tenang saat ini, ia pasti telah tertidur dengan


pulas. Sama seperti Oliver yang tengah terbaring dengan sembaran pose.


Gadis itu memikirkan dua hal secara sekaligus di dalam


kepalanya yang sempit itu. Otakknya tidak akan sanggup untuk menampung


seluruhnya. Pada akhirnya ia akan merasa lelah sendiri. Nhea adalah


satu-satunya orang yang masih terjaga hingga saat ini. Bahkan sekarang hampir


pagi. Beberapa jam lagi, matahari akan segera keluar dari sarangnya.


Tidak bisa dipungkiri jika ia memang merasa lelah secara


emosional mau pun fisik. Hari ini begitu banyak menguras tenaga baginya. Bukan hanya


untuk gadis ini saja. Tapi juga hampir semua orang yang berada di tempat ini.


Nhea menghabiskan malam harinya bukan untuk tidur. Melainkan


untuk melamun. Ia terjaga semalaman dengan semua isi pikirannya. Otaknya sama


sekal itidak membiarkan Nhea untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Belakangan


ini gadis itu terlalu banyak memaksakan dirinya sendiri. Ia telah melampaui


batas wajar.


“Apakah kami semua akan baik-baik saja selama berada di


tempat ini?” gumamnya pelan.


Nhea tidak terlalu yakin soal hal itu. Sehingga ia banyak


mempertanyakan perihal yang sama. Bahkan ia telah pasrah jika harus berakhir di


sini. sungguh tidak apa-apa jika memang semua hal buruk ini adalah sebuah


bagian dari perjalanan hidupnya. Sepertinya keberuntungan memang tidak pernah


memihak kepadanya sejak ia terlahir sebagai manusia ke muka bumi ini.

__ADS_1


 


__ADS_2