Mooneta High School

Mooneta High School
War's Clan


__ADS_3

Pertarungan antar klan adalah sesuatu yang tidak bisa


dielakkan lagi kali ini. Wilson sengaja membawa ketiganya untuk pergi keluar.


Tepat di belakang bangunan ini ada sebuah bukit tak berpenghuni. Cocok untuk


dijadikan sebagai tempat mengadu kekuatan mereka. Lagi pula Wilson dan yang


lainnya memang tidak ingin membuat kekacauan di dalam sana. Jika tadinya Chanwo


tertangkap sewaktu mereka masih berada di Mooneta, maka ia mungkin tidak perlu


berpikir dua kali untuk menghabisi pria itu.


Sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan. Chanwo akan


menghadapi Wilson tanpa dibantu siapa pun. Anggap saja jika mereka sedang


bertengkar seperti biasa. Padahal, kemungkinan besar ini adalah sebuah awal


dari peristiwa besar.


Jika Chanwo berhasil menang melawan pria itu pada akhirnya,


maka ia akan dilepaskan. Chanwo bisa kembali ke hutan terkutu itu tanpa perlu


khawatir akan ancaman Wilson. Begitu pula sebaliknya. Jika Chanwo kalah, maka


jangan harap jika ia bisa kembali ke sana dengan selamat. Mungkin Wilson sudah


menghabisinya lebih dulu sebelum ia sempat beranjak dari tempat ini. Arwah pria


itu akan menjadi satu-satunya penunggu di bukit tak berpenghuni. Akademi sihir


Reodal pasti akan berubah menjadi angker setelah kabar kematian Chanwo


menyebar.


Eun Ji Hae dan Hwang Ji Na tetap ikut bersama mereka ke


bukit tak berpenghuni tersebut. Meskipun keduanya tidak terlibat dalam


pertarungan ini, tetap saja mereka harus berjaga-jaga. Entah mendadak ada


sesuatu yang tak diinginkan terjadi di luar kendali mereka. Baik Eun Ji Hae mau


pun Hwang Ji Na sama sekali tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam urusan


kedua pria itu. Mereka hanya bisa menyaksikan pertarungannya yang pasti akan


sengit. Mereka semua harus mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama jika


ingin semuanya berjalan baik-baik saja. Lagi pula Wilson tidak ingin ambil


resiko.


Untuk pertama kalinya terjadi pertarungan antara dua klan.


Padahal selama ini klan bayangan serta klan vampir hidup berdampingan di dalam


satu hutan yang sama. Mereka saling melindungi satu sama lain. Mungkin,


sebentar lagi peristiwa ini akan tercatat di dalam sejarah peradaban kaum


kegelapan.


Sebelum punak acara dimulai, Wilson berinisiatif untuk


membuat sebuah portal yang akan membatasi pergerakan mereka. Dengan begitu Eun


Ji Hae dan Hwang Ji Na tidak akan bisa ikut campur apa pun ceritanya.


“Sial! Dia membuat portal pelindung!” geram Eun Ji Hae.

__ADS_1


Gadis itu mengepal tangannya kuat-kuat untuk menahan


amarahnya yang hampir memuncak.


“Apa yang akan terjadi?” tanya Hwang Ji Na secara spontan.


Gadis itu sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi di


sini. Sihir dan kekuatan supranatural lain bukan ranahnya. Jadi wajar saja jika


ia kebingungan. Sepertinya buukan hanya Hwang Ji Na saja yang merasa


kebingungan di sini. Tapi Chanwo juga. Ekspresi pria itu menyiratkan hal


demikian. Semua orang juga tahu jika ia sedang waspada sekaligus kebingungan.


“Wilson berusaha untuk membuat ruang pembatas antara dirinya


dengan kita. Sehingga kita tidak bisa ikut campur jika semisal terjadi sesuatu


dengan mereka di dalam sana,” jelas Eun Ji Hae dengan panjang lebar.


“Lantas bagaimana kita akan menolong Chanwo nanti?” tanya


Hwang Ji Na.


Suaranya terdengar sedikit lebih tinggi dari pada sebelumnya


karena ia merasa kaget.


“Kita tidak bisa berbuat apa-apa sampai portalnya


menghilang,” ungkap Eun Ji Hae dengan berat hati.


“Apa maksudmu kita tidak bisa berbuat apa-apa?!” pekik gadis


itu.


“Apa kita harus diam saja saat Chanwo berada di dalam posisi


“Tentu saja tidak!” seru Eun Ji Hae dengan suara yang tidak


kalah besar.


Jika kedua pria itu sedang beradu kekuatan mereka sebagai


dua klan yang berbeda, maka Eun Ji Hae dan Hwang Ji Na harus beradu mulut


karena jalan pikiran mereka yang berbeda.  Padahal keduanya sama-sama memiliki tujuan


yang sama. Yaitu untuk menyelamatkan Chanwo jika sewaktu-waktu kondisinya


sedang tidak baik-baik saja. Tapi, portal yang dibuat oleh Wilson beberapa saat


lalu berhasil menghalangi niat keduanya.


Terasa tidak memungkinkan bagi mereka untuk menembus masuk


ke dalam portal tersebut di tengah-tengah pertarungan. Eun Ji Hae sendiri tidak


bisa menemukan jalan keluarnya. Satu-satunya cara untuk menghilangkan portal


tersebut adalah Wilson. Ya, kuncinya ada di tangan pria itu. Portal hanya bisa


dihancurkan jika yang menciptakannya telah mematahkan mantranya.


Mustahil bagi mereka untuk membujuk Wilson melakukan hal


tersebut. Terlebih saat ini hubungan keduanya sedang tidak baik-baik saja.


Beberapa saat yang lalu Eun Ji Hae memutuskan ikatan kekerabatan di antara


mereka berdua.

__ADS_1


Tapi meskipun begitu, Eun Ji Hae sama sekali tak menyerah.


Ia terus memutar otak untuk mendapatkan jalan keluar yang paling aman. Mereka


berdua sama sekali tidak mengurungkan niatnya untuk menyelamatkan Chanwo.


Padahal sudah tidak ada harapan untuk berhasil. Eun Ji Hae dan Hwang Ji Na


memang keras kepala. Tapi terkadang hal itu ternyata dibutuhkan pada saat


seperti ini.


“Kau adalah seorang ahli sihir. Tidak bisakah kau memikirkan


bagaimana jalan keluarnya?!” pekik Hwang Ji Na.


“Tidak semudah yang kau pikirkan!” balas gadis itu.


Mereka kembali hening sambil harap-harap cemas. Pertarungan


antar klan tersebut belum dimulai. Mereka masih berusaha untuk saling


mengintimidasi. Berharap salah satu di antaranya mulai melemah. Kemudian di


situlah saat yang tepat bagi satunya lagi untuk menyerang. Pertarungan yang


sesungguhnya akan dimulai sebentar lagi.


“Apakah ada cara lain untuk menghancurkan portalnya selain


membatalkan mantra?” gumam Eun Ji Hae.


Ia menggigit kuku jarinya sembari berjalan ke sana-ke mari. Kecemasannya


mulai tak terkendali. Ia nyaris gila karena memikirkan hal tersebut. Terlebih


otaknya sedang tidak bisa diajak untuk bekerja sama.


“Portal ganda?” gumamnya.


Eun Ji Hae menghentikan kegiatannya seketika. Sepertinya ia


mulai mendapatkan ide. Tapi Eun Ji Hae tidak terlalu yakin dengan salah satu


masukan yang tiba-tiba muncul di otaknya kali ini.


“Jika aku membuat portal yang sedikit lebih besar dari pada


portal pria itu, maka kemungkinan besar jika portal yang berada di dalamnya


akan hancur,” ujar gadis itu dengan volume suara yang sedikit lebih tinggi dari


pada sebelumnya.


“Akan terjadi bentrokan energi nantinya. Jelas portalku yang


akan bertahan karena energinya jauh lebih besar,” lanjutnya.


Eun Ji Hae sibuk berbicara dengan dirinya sendiri. Sementara


itu Hwang Ji Na terlihat tidak ingin ambil pusing sama sekali. Lagi pula dari


awal ia memang tidak tahu menahu soal dunia sihir. Ia bahkan dibesarkan dalam


keluarga klan vampir seumur hidupnya.


“Haruskah aku mencobanya?” tanya Eun Ji Hae kepada dirinya


sendiri.


Keraguan kembali terbesit di


dalam hatinya. Ia merasakan kegaduhan yang sedang menyerang batinnya

__ADS_1


habis-habisan. Eun Ji Hae tidak bisa memutuskan.


__ADS_2