
Pertarungan antar klan adalah sesuatu yang tidak bisa
dielakkan lagi kali ini. Wilson sengaja membawa ketiganya untuk pergi keluar.
Tepat di belakang bangunan ini ada sebuah bukit tak berpenghuni. Cocok untuk
dijadikan sebagai tempat mengadu kekuatan mereka. Lagi pula Wilson dan yang
lainnya memang tidak ingin membuat kekacauan di dalam sana. Jika tadinya Chanwo
tertangkap sewaktu mereka masih berada di Mooneta, maka ia mungkin tidak perlu
berpikir dua kali untuk menghabisi pria itu.
Sebelumnya mereka sudah membuat kesepakatan. Chanwo akan
menghadapi Wilson tanpa dibantu siapa pun. Anggap saja jika mereka sedang
bertengkar seperti biasa. Padahal, kemungkinan besar ini adalah sebuah awal
dari peristiwa besar.
Jika Chanwo berhasil menang melawan pria itu pada akhirnya,
maka ia akan dilepaskan. Chanwo bisa kembali ke hutan terkutu itu tanpa perlu
khawatir akan ancaman Wilson. Begitu pula sebaliknya. Jika Chanwo kalah, maka
jangan harap jika ia bisa kembali ke sana dengan selamat. Mungkin Wilson sudah
menghabisinya lebih dulu sebelum ia sempat beranjak dari tempat ini. Arwah pria
itu akan menjadi satu-satunya penunggu di bukit tak berpenghuni. Akademi sihir
Reodal pasti akan berubah menjadi angker setelah kabar kematian Chanwo
menyebar.
Eun Ji Hae dan Hwang Ji Na tetap ikut bersama mereka ke
bukit tak berpenghuni tersebut. Meskipun keduanya tidak terlibat dalam
pertarungan ini, tetap saja mereka harus berjaga-jaga. Entah mendadak ada
sesuatu yang tak diinginkan terjadi di luar kendali mereka. Baik Eun Ji Hae mau
pun Hwang Ji Na sama sekali tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam urusan
kedua pria itu. Mereka hanya bisa menyaksikan pertarungannya yang pasti akan
sengit. Mereka semua harus mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama jika
ingin semuanya berjalan baik-baik saja. Lagi pula Wilson tidak ingin ambil
resiko.
Untuk pertama kalinya terjadi pertarungan antara dua klan.
Padahal selama ini klan bayangan serta klan vampir hidup berdampingan di dalam
satu hutan yang sama. Mereka saling melindungi satu sama lain. Mungkin,
sebentar lagi peristiwa ini akan tercatat di dalam sejarah peradaban kaum
kegelapan.
Sebelum punak acara dimulai, Wilson berinisiatif untuk
membuat sebuah portal yang akan membatasi pergerakan mereka. Dengan begitu Eun
Ji Hae dan Hwang Ji Na tidak akan bisa ikut campur apa pun ceritanya.
“Sial! Dia membuat portal pelindung!” geram Eun Ji Hae.
__ADS_1
Gadis itu mengepal tangannya kuat-kuat untuk menahan
amarahnya yang hampir memuncak.
“Apa yang akan terjadi?” tanya Hwang Ji Na secara spontan.
Gadis itu sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi di
sini. Sihir dan kekuatan supranatural lain bukan ranahnya. Jadi wajar saja jika
ia kebingungan. Sepertinya buukan hanya Hwang Ji Na saja yang merasa
kebingungan di sini. Tapi Chanwo juga. Ekspresi pria itu menyiratkan hal
demikian. Semua orang juga tahu jika ia sedang waspada sekaligus kebingungan.
“Wilson berusaha untuk membuat ruang pembatas antara dirinya
dengan kita. Sehingga kita tidak bisa ikut campur jika semisal terjadi sesuatu
dengan mereka di dalam sana,” jelas Eun Ji Hae dengan panjang lebar.
“Lantas bagaimana kita akan menolong Chanwo nanti?” tanya
Hwang Ji Na.
Suaranya terdengar sedikit lebih tinggi dari pada sebelumnya
karena ia merasa kaget.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa sampai portalnya
menghilang,” ungkap Eun Ji Hae dengan berat hati.
“Apa maksudmu kita tidak bisa berbuat apa-apa?!” pekik gadis
itu.
“Apa kita harus diam saja saat Chanwo berada di dalam posisi
“Tentu saja tidak!” seru Eun Ji Hae dengan suara yang tidak
kalah besar.
Jika kedua pria itu sedang beradu kekuatan mereka sebagai
dua klan yang berbeda, maka Eun Ji Hae dan Hwang Ji Na harus beradu mulut
karena jalan pikiran mereka yang berbeda. Padahal keduanya sama-sama memiliki tujuan
yang sama. Yaitu untuk menyelamatkan Chanwo jika sewaktu-waktu kondisinya
sedang tidak baik-baik saja. Tapi, portal yang dibuat oleh Wilson beberapa saat
lalu berhasil menghalangi niat keduanya.
Terasa tidak memungkinkan bagi mereka untuk menembus masuk
ke dalam portal tersebut di tengah-tengah pertarungan. Eun Ji Hae sendiri tidak
bisa menemukan jalan keluarnya. Satu-satunya cara untuk menghilangkan portal
tersebut adalah Wilson. Ya, kuncinya ada di tangan pria itu. Portal hanya bisa
dihancurkan jika yang menciptakannya telah mematahkan mantranya.
Mustahil bagi mereka untuk membujuk Wilson melakukan hal
tersebut. Terlebih saat ini hubungan keduanya sedang tidak baik-baik saja.
Beberapa saat yang lalu Eun Ji Hae memutuskan ikatan kekerabatan di antara
mereka berdua.
__ADS_1
Tapi meskipun begitu, Eun Ji Hae sama sekali tak menyerah.
Ia terus memutar otak untuk mendapatkan jalan keluar yang paling aman. Mereka
berdua sama sekali tidak mengurungkan niatnya untuk menyelamatkan Chanwo.
Padahal sudah tidak ada harapan untuk berhasil. Eun Ji Hae dan Hwang Ji Na
memang keras kepala. Tapi terkadang hal itu ternyata dibutuhkan pada saat
seperti ini.
“Kau adalah seorang ahli sihir. Tidak bisakah kau memikirkan
bagaimana jalan keluarnya?!” pekik Hwang Ji Na.
“Tidak semudah yang kau pikirkan!” balas gadis itu.
Mereka kembali hening sambil harap-harap cemas. Pertarungan
antar klan tersebut belum dimulai. Mereka masih berusaha untuk saling
mengintimidasi. Berharap salah satu di antaranya mulai melemah. Kemudian di
situlah saat yang tepat bagi satunya lagi untuk menyerang. Pertarungan yang
sesungguhnya akan dimulai sebentar lagi.
“Apakah ada cara lain untuk menghancurkan portalnya selain
membatalkan mantra?” gumam Eun Ji Hae.
Ia menggigit kuku jarinya sembari berjalan ke sana-ke mari. Kecemasannya
mulai tak terkendali. Ia nyaris gila karena memikirkan hal tersebut. Terlebih
otaknya sedang tidak bisa diajak untuk bekerja sama.
“Portal ganda?” gumamnya.
Eun Ji Hae menghentikan kegiatannya seketika. Sepertinya ia
mulai mendapatkan ide. Tapi Eun Ji Hae tidak terlalu yakin dengan salah satu
masukan yang tiba-tiba muncul di otaknya kali ini.
“Jika aku membuat portal yang sedikit lebih besar dari pada
portal pria itu, maka kemungkinan besar jika portal yang berada di dalamnya
akan hancur,” ujar gadis itu dengan volume suara yang sedikit lebih tinggi dari
pada sebelumnya.
“Akan terjadi bentrokan energi nantinya. Jelas portalku yang
akan bertahan karena energinya jauh lebih besar,” lanjutnya.
Eun Ji Hae sibuk berbicara dengan dirinya sendiri. Sementara
itu Hwang Ji Na terlihat tidak ingin ambil pusing sama sekali. Lagi pula dari
awal ia memang tidak tahu menahu soal dunia sihir. Ia bahkan dibesarkan dalam
keluarga klan vampir seumur hidupnya.
“Haruskah aku mencobanya?” tanya Eun Ji Hae kepada dirinya
sendiri.
Keraguan kembali terbesit di
dalam hatinya. Ia merasakan kegaduhan yang sedang menyerang batinnya
__ADS_1
habis-habisan. Eun Ji Hae tidak bisa memutuskan.