
Singkat cerita, konferensi tadi tidak membahas banyak hal. Waktu
yang dihabiskan bahkan tidak lebih dari satu jam. Kurang lebuh, mereka hanya
membahas tentang rencana kerja sama yang telah disinggung oleh keduanya
beberapa saat yang lalu. Dalam surat terakhir yang mereka kirimkan, tertulis
dengan jelas jika Reodal ingin Mooneta bergabung bersama mereka. Sehingga tidak
ada lagi yang namanya Reodal dan Mooneta. Sulit untuk dipercaya oleh akal sehat
jika kedua musuh bebuyutan ini akan bersatu. Padahal, semua orang juga tahu
jika selama ini mereka terlibat dalam perang dingin.
Reodal berhasil menjatuhkan Mooneta dan membuat mereka mau
tak mau harus terpaksa tunduk kepada peraturan yang Reodal buat. Bisa dibilang
jika saat ini pihak Mooneta sudah masuk ke dalam perangkap Reodal. Akan sulit
untuk melepaskan diri jika begini caranya.
Do Yen Sae mangatakan jika mereka akan segera melakukan
upacara peresmian akademi sihir baru yang merupakan gabungan antara Reodal dan
juga Mooneta. Untuk saat ini mereka hanya akan melakukan administrasi ulang
untuk mendata kembali berapa jumlah siswa dan juga tenaga pengajar yang
tersedia. Tidak lupa juga mereka akan melakukan pemilihan pengurus akademi. Tapi,
Do Yen Sae tidak akan lengser dari jabatannya. Ia akan tetap menjadi pemimpin
akademi sihir yang baru setelah diresmikan.
Kembali lagi ke awal jika mereka saat ini sedang berada di
tanah orang. Tidak ada satu pun orang dari Mooneta yang berhak untuk menentang
keputusan Do Yen Sae.
Dengan bergabungnya Mooneta dengan Reodal, maka berita ini
akan menyebar sampai kemana-mana. Andai saja waktu itu Orton menawarkan bantuan
serupa dengan lebih cepat, maka mereka tidak perlu mengambil keputusan yang
salah ini. Orton jelas jauh lebih baik dari pada Reodal. Mereka berdua memiliki
kepribadian yang berbeda jauh antara satu sama lain di mata Mooneta.
“Ikuti Jin Hae In. Dia akan menunjukkan kepada kalian semua
dimana letak asramanya,” ujar Bibi Ga Eun kepada Eun Ji Hae.
Gadis itu hanya bisa mengangguk untuk mengiyakan perkataan
Bibi Ga Eun. Dia memang benar-benar menjaga jarak dengan wanita itu sekarang.
Bukan hanya Bibi Ga Eun saja. Bahkan ia juga menjadi tidak terlalu banyak
bicara kepada orang lain seperti biasanya. Semua orang menjadi terkena imbas
akibat emosinya yang hanya bersifat sesaat ini. Tidak bisa dipungkiri jika Eun
__ADS_1
Ji Hae memang sempat naik pitam karena keluarganya sendiri.
“Semuanya ikuti aku!” seru Eun Ji Hae dari depan sana
membuat semua mata kembali tertuju kepadanya.
Anak-anak Mooneta tidak pernah saling berpisah dari
rombongan sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan sampai detik ini juga. Mereka
terlalu takut untuk kehilangan satu sama lain. Karena, selama ini mereka memang
selalu mengandalkan. Ada rasa saling ketergantungan pada diri mereka.
“Aku akan menunjukkan jalan ke
asrama,” ujar Jin Hae In.
“Kalian pasti merasa begitu kelelahan setelah perjalanan
panjang,” lanjutnya.
Eun Ji Hae hanya membalasnya dengan seulas senyuman tipis.
Tidak ada hal lain yang terlintas di dalam pikirannya pada saar itu. Eun Ji Hae
tak tahu harus bereaksi bagaimana.
“Omong-omong, berapa lama waktu yang kalian habiskan untuk
sampai ke sini?” tanya gadis itu secara tiba-tiba.
“Sekitar dua hari mungkin?” balas Eun Ji Hae.
Sejujurnya, ia tak terlalu yakin dengan jawabannya sendiri. Ingatannya
sehingga ia pusing. Eun Ji Hae tidak fokus pada satu hal saja. kepalanya serasa
akan pecah dalam waktu dekat ini.
Mereka berjalan beriringan menyusuri setiap lorong yang ada
di sekolah ini. Sementara itu, puluhan siswa Mooneta lainnya mengikuti langkah
mereka berdua dari belakang. Hingga mereka semua berhenti tepat di depan sebuah
bangunan yang tampaknya tidak terlalu besar. Hanya ada empat lantai. Bahkan
bangunannya tampak lebih kecil dari satu gedung asrama yang ada di Mooneta.
“Apakah kita akan tinggal di sini?” bisik Oliver.
Nhea menggidikkan bahunya pertanda tak tahu. Ia memang tidak
pernah tahu apa-apa soal tempat ini. Jangankan Reodal. Segala hal yang
menyangkut soal Mooneta saja ia tak tahu. Bagaimana Nhea tahu jika ia baru
tinggal beberapa bulan di sana. Kemudian ada banyak kejadian mengejutkan yang
pada akhirnya memaksa merka untuk pindah.
Nhea adalah seorang keturunan klan bayangan dan juga
berlatar belakang dari keluarga besar penyihir. Darahnya sangat kompleks. Ia
mewarisi segala sifat dari semua orang yang berada di dalam keluarganya. Tanpa
__ADS_1
disadari sama sekali, ia memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi
penyihir hebat. Bahkan jauh lebih besar dari pada nenek dan kakenya yang sudah
tiada itu.
“Bagunan itu tidak akan cukup untuk kita semua!” celetuk
Jang Eunbi dengan volume rendah.
Ia tidak ingin jika Eun Ji Hae dan Jin Hae In sampai
mendengar umpatannya. Bisa habis gadis itu di tengan mereka berdua. Bersyukur
masih ada yang mau memberikan mereka tempat tinggal.
“Ini adalah asrama yang akan kalian pakai,” ujar Jin Hae In.
Dugaan mereka semua benar. Bagaimana bisa mereka kepikiran
akan hal itu. Tidak bisakah ia melihat seberapa banyak orang yang berada di
sini sekarang? Tempat itu tidak akan muat. Bahkan untuk menampung mereka saja
tidak bisa. Apa lagi jika barang-barangnya harus dimasukkan.
“Apa asrama pria dan wanita digabungkan?” tanya Eun Ji Hae
untuk memastikan kembali.
Jin Hae In mengangguk dengan antusias untuk menanggapi
pertanyaan gadis itu barusan. Berbeda dengan Eun Ji Hae, ia malah terperanjat
kaget. Yang benar saja. Bagaimana bisa asrama mereka disatukan dalam satu
gedung. Bukan hanya sampai di situ saja masalahnya.
“Apakah kau yakin jika gedung itu akan cukup untuk menampung
kami semua?” tanya Eun Ji Hae sekali lagi.
Gadis itu masih dengan jawaban yang sama. Entah kenapa ia
tampak begitu yakin. Mungkin indera pengelihatannya masih kurang baik. Sehingga
ia tidak bisa melihat ada berapa banyak orang yang berada di belakang mereka
saat ini.
Eun Ji Hae hanya bisa tersenyum
canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tak tahu harus
melakukan apa lagi. Gadis itu kehabisan ide. Jin Hae In berhasil membuatnya
menjadi tampak bodoh di hadapan semua orang. Memang sejak awal seharusnya
mereka tidak pernah menerika tawaran tersebut. Lebih baik mati konyol akibat
terkubur salju abadi dari pada harus diperbudak seperti ini. Mereka yang
berasal dari Mooneta seperti tidak ada harga dirinya di sini. Reodal telah
merendahkan mereka secara tidak langsung dan itu sama sekali tidak
menyenangkan.
__ADS_1