
Nhea sempat menyesal karena pernah percaya pada awalnya.
Gadis itu telah termakan oleh asumsi yang disimpulkannya sendiri. Padahal
kebenarannya saja ia belum tahu. Nhea banyak membayangkan dan bertanya-tanya
seperti apa sekolah barunya kelak. Tentu saja yang ia maksud di sini adalah
Sekolah Mooneta.
Ekspektasinya selama ini soal Mooneta selalu lebih tinggi
dari fakta yang ia terima. Pada kenyataannya, mau tak mau ia harus mulai
terbiasa dengan semua ini. Dia tidak bisa hidup sendirian di kota. Ia tak ingin
berakhir dengan sebatang kara. Oleh sebab itu, satu-satunya cara yang bisa ia
lakukan agar bisa tetap bertahun hidup adalah dengan ikut Bibi Ga Eun ke
sekolah.
Dia menerima segalanya yang ia perlukan selama berada di
sekolah. Termasuk ayah dan ibunya yang sudah lama menghilang tanpa kabar,
seperti ditelan bumi. Hanya di tempat ini ia mendapatkan segalanya. Bahkan
sesuatu yang tidak ia perlukan sekalipun.
Berada di Sekolah Mooneta sama saja seperti kembali ke zaman
era Victoria. Dimana semua hal serba kuno, tapi memiliki nilai estetikan yang
begitu tinggi. Ia seperti diajak melintasi lorong waktu untuk sampai ke tempat
ini. Bukan hanya bangunannya saja yang berbeda. Cara mereka hidup sehari-hari, hingga
suasana serta atmosfir di sekitar ikut terasa berbeda. Rasanya ia seperti
tengah terjebak pada abad pertengahan.
Sebenarnya sekolah ini sudah lama dibangun. Hal tersebut
bisa dilihat dari penampakan bangunan ini. Bahkan orang awam pun tahu jika
bangunan ini sudah tua. Satu-satunya alasan kenapa sekolah tersebut mengangkat
tema daratan eropa, bahkan tempat ini sangat kental dengan gaya arsitektur
eropa. Satu-satunya hal yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah nenek dan
kakek Nhea.
Ada banyak fakta yang tidak diketahui ole orang-orang di
sini. Bahkan tidak semua anggota keluarga mengetahu hal tersebut. Jika pada
kenyataannya, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah satu sama lain.
Yang selama ini mereka sebut sebagai keluarga inti, pada dasarnya tidak
memiliki hubungan darah.
Nenek dan kakek gadis itu merupakan bangsawan asli eropa.
__ADS_1
Lebih tepatnya berasal dari Jerman. Mereka pindah ke Korea karena harus
melakukan misi penting kala itu. Bukan singkat waktu yang diperlukan. Butuh
lebih dari tujuh tahun untuk
menyelesaikannya. Bukan tanpa alasan pula mereka memilih untuk tetap menetap
dan pada akhirnya tetap tinggal di tempat ini. Jangan salah, mereka berdua juga
bukan manusia biasa. Lebih tepatnya, mereka adalah pendiri sekolah ini. Yang
berarti jika mereka berdua jauh lebih hebat dari pada Vallery, Bibi Ga Eun atau
bahkan Wilson sekalipun. Kemampuan mereka berdua telah berada jauh di atas
rata-rata. Bukan hal yang mudah untuk mengontrol serta menguasai kekuatan
tersebut. Tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama meski kelihatannya
sepele. Memang begitulah cara bekerjanya.
Secara tidak langsung, Vallery memang bukan anak kandung
dari kedua pasangan itu. Vallery dan Bibi Ga Eun sama-sama anak angkat mereka
yang ditemukan tepat di depan sekolah ini. Sejak hari itu lah mereka mulai
diangkat serta diasuh oleh keduanya. Tepat setelah kejadian itu pula, mulai
banyak orang yang meninggalkan anak-anak mereka di depan sekolahan ini hingga
sekarang. Tidak ada yang tahu apa alasan pastinya. Semua terjadi begitu saja.
Ada banyak anak yang sengaja diterlantarkan oleh orang
tuanya sendiri di sini. Bahkan Termasuk Eun Ji Hae. Satu-satunya orang yang
memiliki hubungan kekerabatan secara ikatan darah adalah keluarga Vallery dan
Wilson. Mereka berdua menikah dan dikaruniai sseorang putri bernama Nhea. Gadis
itu adalah pewaris sesungguhnya.
Vallery dan Bibi Ga Eun sendiri tahu jika mereka bukan anak
kangdung dari pasangan tersebut. Apa lagi sampai memiliki hubungan darah. Keduanya
bukan saudara kandung sama sekali. Tapi sikap kemanusiaannya lah yang berhasil
membuat bereka berdua hidup rukun selama bertahun-tahun. bahkan sampai mereka
menua bersama seperti ini.
Semua orang yang berada di sini tahu betul soal posisi
mereka. Bahkan Vallery, Bibi Ga Eun dan Eun Ji Hae sekalipun tahu jika mereka
memang bukan anak kandung. Mereka menerima hal tersebut dengan lapang dada. Tidak
ada seorang pun yang mempermasalahkan hal tersebut.
Fakta jika mereka bukan saudar akandung dan tidak memiliki
hubungan darah bukanlah sesuatu yag pantas untuk diperdebatkan. Bukannya protes,
__ADS_1
mereka seharusnya merasa lebih bersyukur. Dan itulah yang dilakukan selama ini.
Orang asing yang bahkan bukan berasal dari keluarganya
sendiri relah mengorbankan waktu dan jiwa untuk mengurus orang lain. Mereka bahkan
tidak memiliki hubungan apa pun sebelumnya. Tidak ada garus keturunan yang
jelas di sini. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak hasil adopsi. Hampir setiap
tahunnya selalu ada saja bayi yang diletakkan tepat di depan gerbang. Entah apa
salah bayi-bayi itu sehingga mereka harus diusir dari rumah dengan cara yang begitu kasar. Bahkan kehadirannya yang
pertama kali di muka bumi ini saja tidak dianggap.
Sekolah Mooneta bukan lagi hanya sekedar akademi sihir
biasa. Melainkan lebih dari itu. Rasa kekeluargaan di sini tidak bisa diukur
lagi seberapa besar jumlahnya. Bahkan yang satu itu telah menjadi ciri khas
sekolah ini.
Mereka sudah tinggal dan besar di tempat ini selama
berhatun-tahun. Nyaris menghabiskan separuh dari umur mereka. Terlebih lagi
kepada mereka yang memang sudah sejak bayi tinggal dan dirawat di sini dengan
penuh kasih sayang. Jadi wajar saja jika mereka merasa keberatan saat harus
meninggalkan tempat tersebut. Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi di ini. Rasanya
semua orang pasti paham tentang alasan utama mereka yang otomatis hampir
terlihat sama karena mengacu pada satu tujuan.
“Kalian pikir aku juga
tidak merasa sedih saat harus meninggalkan tempat ini?”
Perkataan Eun Ji Hae tadi masih membekas di hati Nhea.
Terlihat jelas dari kata-katanya, jika gadis itu sendiri juga merasakan hal
yang tak jauh berbeda dengan apa yang mereka rasakan selama ini. Mereka semua
memiliki hubungan batin yang kuat. Eun Ji Hae sendiri juga merasa keberatan
sebenarnya jika harus pergi meninggalkan Sekolah Mooneta. Ia bahkan telah tinggal
lebih lama di tempat ini. Eun Ji Hae paham betul seluk beluk Mooneta. Gadis itu
dibesarkan di sini. dengan kasih sayang yang bahkan tak bisa ia dapatkan dari
kedua orang tuanya.
Tapi kembali lagi. Ini adalah keputusan yang paling benar
dan tepat. Tidak ada opsi lain yang jauh lebih baik lagi selain menerima
tawaran dari Sekolah Reodal. Lagi pula mereka menawarkannya secara percuma,
tanpa harus terikat pada suatu kesepakatan tertentu.
__ADS_1