Mooneta High School

Mooneta High School
The Untold Story


__ADS_3

Nhea sempat menyesal karena pernah percaya pada awalnya.


Gadis itu telah termakan oleh asumsi yang disimpulkannya sendiri. Padahal


kebenarannya saja ia belum tahu. Nhea banyak membayangkan dan bertanya-tanya


seperti apa sekolah barunya kelak. Tentu saja yang ia maksud di sini adalah


Sekolah Mooneta.


Ekspektasinya selama ini soal Mooneta selalu lebih tinggi


dari fakta yang ia terima. Pada kenyataannya, mau tak mau ia harus mulai


terbiasa dengan semua ini. Dia tidak bisa hidup sendirian di kota. Ia tak ingin


berakhir dengan sebatang kara. Oleh sebab itu, satu-satunya cara yang bisa ia


lakukan agar bisa tetap bertahun hidup adalah dengan ikut Bibi Ga Eun ke


sekolah.


Dia menerima segalanya yang ia perlukan selama berada di


sekolah. Termasuk ayah dan ibunya yang sudah lama menghilang tanpa kabar,


seperti ditelan bumi. Hanya di tempat ini ia mendapatkan segalanya. Bahkan


sesuatu yang tidak ia perlukan sekalipun.


Berada di Sekolah Mooneta sama saja seperti kembali ke zaman


era Victoria. Dimana semua hal serba kuno, tapi memiliki nilai estetikan yang


begitu tinggi. Ia seperti diajak melintasi lorong waktu untuk sampai ke tempat


ini. Bukan hanya bangunannya saja yang berbeda. Cara mereka hidup sehari-hari, hingga


suasana serta atmosfir di sekitar ikut terasa berbeda. Rasanya ia seperti


tengah terjebak pada abad pertengahan.


Sebenarnya sekolah ini sudah lama dibangun. Hal tersebut


bisa dilihat dari penampakan bangunan ini. Bahkan orang awam pun tahu jika


bangunan ini sudah tua. Satu-satunya alasan kenapa sekolah tersebut mengangkat


tema daratan eropa, bahkan tempat ini sangat kental dengan gaya arsitektur


eropa. Satu-satunya hal yang bisa menjawab pertanyaan tersebut adalah nenek dan


kakek Nhea.


Ada banyak fakta yang tidak diketahui ole orang-orang di


sini. Bahkan tidak semua anggota keluarga mengetahu hal tersebut. Jika pada


kenyataannya, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah satu sama lain.


Yang selama ini mereka sebut sebagai keluarga inti, pada dasarnya tidak


memiliki hubungan darah.


Nenek dan kakek gadis itu merupakan bangsawan asli eropa.

__ADS_1


Lebih tepatnya berasal dari Jerman. Mereka pindah ke Korea karena harus


melakukan misi penting kala itu. Bukan singkat waktu yang diperlukan. Butuh


lebih dari  tujuh tahun untuk


menyelesaikannya. Bukan tanpa alasan pula mereka memilih untuk tetap menetap


dan pada akhirnya tetap tinggal di tempat ini. Jangan salah, mereka berdua juga


bukan manusia biasa. Lebih tepatnya, mereka adalah pendiri sekolah ini. Yang


berarti jika mereka berdua jauh lebih hebat dari pada Vallery, Bibi Ga Eun atau


bahkan Wilson sekalipun. Kemampuan mereka berdua telah berada jauh di atas


rata-rata. Bukan hal yang mudah untuk mengontrol serta menguasai kekuatan


tersebut. Tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama meski kelihatannya


sepele. Memang begitulah cara bekerjanya.


Secara tidak langsung, Vallery memang bukan anak kandung


dari kedua pasangan itu. Vallery dan Bibi Ga Eun sama-sama anak angkat mereka


yang ditemukan tepat di depan sekolah ini. Sejak hari itu lah mereka mulai


diangkat serta diasuh oleh keduanya. Tepat setelah kejadian itu pula, mulai


banyak orang yang meninggalkan anak-anak mereka di depan sekolahan ini hingga


sekarang. Tidak ada yang tahu apa alasan pastinya. Semua terjadi begitu saja.


Ada banyak anak yang sengaja diterlantarkan oleh orang


tuanya sendiri di sini. Bahkan Termasuk Eun Ji Hae. Satu-satunya orang yang


memiliki hubungan kekerabatan secara ikatan darah adalah keluarga Vallery dan


Wilson. Mereka berdua menikah dan dikaruniai sseorang putri bernama Nhea. Gadis


itu adalah pewaris sesungguhnya.


Vallery dan Bibi Ga Eun sendiri tahu jika mereka bukan anak


kangdung dari pasangan tersebut. Apa lagi sampai memiliki hubungan darah. Keduanya


bukan saudara kandung sama sekali. Tapi sikap kemanusiaannya lah yang berhasil


membuat bereka berdua hidup rukun selama bertahun-tahun. bahkan sampai mereka


menua bersama seperti ini.


Semua orang yang berada di sini tahu betul soal posisi


mereka. Bahkan Vallery, Bibi Ga Eun dan Eun Ji Hae sekalipun tahu jika mereka


memang bukan anak kandung. Mereka menerima hal tersebut dengan lapang dada. Tidak


ada seorang pun yang mempermasalahkan hal tersebut.


Fakta jika mereka bukan saudar akandung dan tidak memiliki


hubungan darah bukanlah sesuatu yag pantas untuk diperdebatkan. Bukannya protes,

__ADS_1


mereka seharusnya merasa lebih bersyukur. Dan itulah yang dilakukan selama ini.


Orang asing yang bahkan bukan berasal dari keluarganya


sendiri relah mengorbankan waktu dan jiwa untuk mengurus orang lain. Mereka bahkan


tidak memiliki hubungan apa pun sebelumnya. Tidak ada garus keturunan yang


jelas di sini. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak hasil adopsi. Hampir setiap


tahunnya selalu ada saja bayi yang diletakkan tepat di depan gerbang. Entah apa


salah bayi-bayi itu sehingga mereka harus diusir dari rumah dengan cara  yang begitu kasar. Bahkan kehadirannya yang


pertama kali di muka bumi ini saja tidak dianggap.


Sekolah Mooneta bukan lagi hanya sekedar akademi sihir


biasa. Melainkan lebih dari itu. Rasa kekeluargaan di sini tidak bisa diukur


lagi seberapa besar jumlahnya. Bahkan yang satu itu telah menjadi ciri khas


sekolah ini.


Mereka sudah tinggal dan besar di tempat ini selama


berhatun-tahun. Nyaris menghabiskan separuh dari umur mereka. Terlebih lagi


kepada mereka yang memang sudah sejak bayi tinggal dan dirawat di sini dengan


penuh kasih sayang. Jadi wajar saja jika mereka merasa keberatan saat harus


meninggalkan tempat tersebut. Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi di ini. Rasanya


semua orang pasti paham tentang alasan utama mereka yang otomatis hampir


terlihat sama karena mengacu pada satu tujuan.


“Kalian pikir aku juga


tidak merasa sedih saat harus meninggalkan tempat ini?”


Perkataan Eun Ji Hae tadi masih membekas di hati Nhea.


Terlihat jelas dari kata-katanya, jika gadis itu sendiri juga merasakan hal


yang tak jauh berbeda dengan apa yang mereka rasakan selama ini. Mereka semua


memiliki hubungan batin yang kuat. Eun Ji Hae sendiri juga merasa keberatan


sebenarnya jika harus pergi meninggalkan Sekolah Mooneta. Ia bahkan telah tinggal


lebih lama di tempat ini. Eun Ji Hae paham betul seluk beluk Mooneta. Gadis itu


dibesarkan di sini. dengan kasih sayang yang bahkan tak bisa ia dapatkan dari


kedua orang tuanya.


Tapi kembali lagi. Ini adalah keputusan yang paling benar


dan tepat. Tidak ada opsi lain yang jauh lebih baik lagi selain menerima


tawaran dari Sekolah Reodal. Lagi pula mereka menawarkannya secara percuma,


tanpa harus terikat pada suatu kesepakatan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2