Mooneta High School

Mooneta High School
Break The Space


__ADS_3

Beruntung tidak banyak orang yang memberikan opini serta tanggapannya


pada saat acara evaluasi kecil-kecilan tadi. Bibi Ga Eun menjadi satu-satunya


orang yang berbicara di depan pada saat acara berlangsung. Syukurlah kalau


begitu. Jadi, mereka tidak perlu membuang lebih banyak waktu lagi untuk


mendengarkan nasehat tidak penting dari mereka. Sebenarnya bukan tidak penting


sama sekali. Hanya saja, mereka sedang tidak memiliki minat sama skeali untuk


mendengarkan ocehan mereka secara lebih mendetail.


“Sepertinya hari ini aku akan tertidur sepanjang kelas


berlangsung,” ungkap Oliver secara gamblang.


Tidak bisa dipungkiri jika ia sudah mengantuk. Padahal


sekarang baru sekitar pukul delapan malam. Mereka bahkan belum memulai makan


malamnya sama sekali. Tentu saja karena belum semua orang duduk di tempatnya


masing-masing. Antrean masih mengular panjang. Tapi, beruntung Nhea dan Oliver


mendapatkan giliran paling awal tadi. Jadi, mereka tidak perlu berdiri


lama-lama di sana.


Kelas baru akan dimulai begitu mereka selesai makan malam.


Biasanya ada jeda sekitar dua puluh menit antara makan malam dan kelas pertama.


Mereka bisa menggunakan waktu tersebut untuk bersiap atau bahkan hanya sekdar


bersantai saja. Anak-anak bebas untuk melakukan apa saja. Yang jelas, mereka


harus sudah sampai di kelas pada waktu yang telah ditentukan.


Kebanyakan dari mereka sudah tidak semangat seperti tadi


pagi. Banyak tenaga yang terkuras untuk bertanding tadi. Bahkan bukan hanya itu


saja. Pikiran mereka juga dikuras secara tidak langsung. Tidak jarang yang


merasa tertekan dengan rutinitas barunya sejak beberapa hari belakangan ini


hingga beberapa hari ke depan.


Sulit untuk dipercaya jika mereka akan terus mengalami hal


serupa setiap harinya. Tapi, tenang saja. Hal ini tidak akan berlangsung lama.


Sama seperti mimpi buruk, ia akan hilang ketika kau terbangun. Anggap saja


hanya tersisa beberapa hari lagi menuju kebebasan. Pada di saat yang bersamaan


pula, mereka akan merayakan kemenangan.


Enam hari ke depan, besar kemungkinan akan menjadi hari


penting akademi sihir Mooneta. Jika dalam festival kali ini mereka menduduk


posisi pertama, maka seluruh kota harus mengadakan pesta besar. Bukankah hal


baik patut untuk dirayakan?


Sejauh ini akademi sihir Mooneta masih berada di posisi


pertama. Yang berarti jika mereka lebih unggul dari pada akademi sihir yang

__ADS_1


lain. Untuk hari ini belum ada yang bisa menggeser posisi mereka. Tidak tahu


dengan besok dan hari-hari seterusnya.


“Apa hari ini ada tugas yang akan kita kumpulkan?” tanya


Oliver.


“Ku rasa kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri sampai lupa


akan satu hal penting,” ujar Nhea secara gamblang.


Tak ingin menanggapi ucapa gadis itu secara lebih lanjut,


Oliver hanya bisa mengerutkan dahinya. Pertanda jika ia sedang kebingungan. Oliver


tidak perlu mengucapkan sepatah kata pun untuk menyatakan hal tersebut.


Menyadari reaksi temannya yang tidak sesuai dengan


ekspektasinya, Nhea segera mengalihkan pandangannya. Gadis itu menghela


napasnya dengan kasar. Kemudian kembali memusatkan perhatiannya kepada Oliver. Ia


sama sekali tidak memalingkan pandangannya dari Nhea. Oliver menyoroti gadis


itu dengan lekat sejak tadi. Tidak bisa disimpulkan dengan jelas apa maksud


dari kilau matanya pada saat itu. Satu hal paling jelas yang Nhea tahu adalah,


jika gadis itu tengah menuntut penjelasan darinya. Ia menyadari hal itu tanpa


perlu diberi tahu sama sekali.


Nhea menghela napasnya dengan kasar. Mau tak mau ia terpaksa


harus menjelaskan kembali maksud dari perkataannya tadi. Padahal, ia tidak suka


membuang-buang waktu dan tenaganya. Itu sebabnya kenapa ia benci saat harus


mengulang hal yang sama lagi untuk kesekian kalinya.


“Tampaknya kemarin kau tidak fokus saat jam pelajaran


berlangsung,” cicit Nhea.


“Bisa-bisanya kau lupa jika ada tugas yang akan dikumpulkan


hari ini,” ucapnya secara gamblang.


Sontak, perkataannya barusan berhasil memancing reaksi tidak


biasa dari Oliver. Sebentar lagi kelas akan segera dimulai dan ia bahakn belum


tahu apa tugas yang sempat diberikan kepada mereka. Sepertinya ia sungguh tidak


fokus kemarin.


“Tugas apa memangnya?!” pekik Oliver yang kemudian segera


membungkam mulutnya.


Sedetik kemudian ia baru menyadari jika volume suaranya


terlalu besar. Ia bisa memancing keributan di sini. Satu hal yang harus ia


hindari kini adalah menjadi pusat perhatian.


***


Nhea dan Oliver memilih untuk pergi ke kelas lebih dulu.

__ADS_1


Bahkan mereka berdua adalah orang pertama yang masuk ke kelas di antara seluruh


siswa lainnya. Tidak ada alasan khusus kenapa mereka memilih untuk masuk lebih


cepat, sementara yang lain masih menikmati waktu luangnya. Jangan pikir jika


mereka termasuk siswa rajin yang kecanduan belajar. Tidak sama sekali. Oliver


dan Nhea sama saja dengan siswa lainnya. Mereka masih cukup normal.


Meski termasuk kepada salah satu siswa yang cukup pintar,


mereka tidak pernah yang namanya merasa kecanduan terhadap belajar. Semua orang


pasti akan merasa lelah jika terus dipaksa berpikir selama seharian penuh.


Termasuk mereka juga.


Gadis-gadis itu juga sedang memanfaatkan jeda yang mereka


miliki untuk tidur. Setidaknya biarkan tubuh dan pikiran mereka beristirahat


lebih dulu. Sebelum digunakan kembali. Tampaknya, otak menjadi satu-satunya


organ yang paling sibuk setelah jantung. Bayangkan saja bagaimana ia bisa bertahan


dalam situasi seperti ini.


"Sepertinya benar-benar hanya ada kita berdua di


ruangan ini," ujar Nhea sembari mengedarkan pandangan ke sekitarnya.


Tidak ada siapa pun di kelas kecuali mereka berdua. Para


siswa yang lain sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.


Hanya Nhea dan Oliver saja yang memilih untuk menghabiskan


waktu luangnya selama jeda dengan bersantai di ruang kelas. Bermalas-malasan


lebih tepatnya. Tidak ada pilihan lain pasalnya. Mereka terlalu malas untuk


kembali ke asrama. Tempat itu cukup jauh dari gedung utama. Akan memakan banyak


waktu tentunya jika sampai mereka harus mondar-mandir dari gedung utama ke


asrama, kemudian kembali ke kelas lagi. Oleh sebab itu, sebaiknya langsung ke


kelas saja.


Nhea meletakkan kepalanya di atas tumpukan buku yang telah


ia susun dengan sedemikian rupa di atas meja. Diposisikan dengan sebaik


mungkin, agar ia nyaman. Hanya buku yang mereka punya di sini. Tidak ada benda


lain yang bisa dimanfaatkan sebagai alas tidur. Jangankan bantal atau sejenisnya.


Tas saja tidak ada.


Masih ada waktu sekitar lima belas menit lagi bagi mereka


untuk istirahat, sebelum pada akhirnya jam pelajaran dimulai. Sekarang Oliver


sudah tidak perlu merasa cemas lagi dengan tugasnya. Karena ternyata Nhea hanya


bercanda tadi. Ia tidak benar-benar serius. Meski tidak lucu sama sekali, tapi


gadisitu berhasil membuat Oliver percaya dengan mudahnya. Gadis itu bahkan


sampai merasa panik sendiri.

__ADS_1


__ADS_2