
Beruntung tidak banyak orang yang memberikan opini serta tanggapannya
pada saat acara evaluasi kecil-kecilan tadi. Bibi Ga Eun menjadi satu-satunya
orang yang berbicara di depan pada saat acara berlangsung. Syukurlah kalau
begitu. Jadi, mereka tidak perlu membuang lebih banyak waktu lagi untuk
mendengarkan nasehat tidak penting dari mereka. Sebenarnya bukan tidak penting
sama sekali. Hanya saja, mereka sedang tidak memiliki minat sama skeali untuk
mendengarkan ocehan mereka secara lebih mendetail.
“Sepertinya hari ini aku akan tertidur sepanjang kelas
berlangsung,” ungkap Oliver secara gamblang.
Tidak bisa dipungkiri jika ia sudah mengantuk. Padahal
sekarang baru sekitar pukul delapan malam. Mereka bahkan belum memulai makan
malamnya sama sekali. Tentu saja karena belum semua orang duduk di tempatnya
masing-masing. Antrean masih mengular panjang. Tapi, beruntung Nhea dan Oliver
mendapatkan giliran paling awal tadi. Jadi, mereka tidak perlu berdiri
lama-lama di sana.
Kelas baru akan dimulai begitu mereka selesai makan malam.
Biasanya ada jeda sekitar dua puluh menit antara makan malam dan kelas pertama.
Mereka bisa menggunakan waktu tersebut untuk bersiap atau bahkan hanya sekdar
bersantai saja. Anak-anak bebas untuk melakukan apa saja. Yang jelas, mereka
harus sudah sampai di kelas pada waktu yang telah ditentukan.
Kebanyakan dari mereka sudah tidak semangat seperti tadi
pagi. Banyak tenaga yang terkuras untuk bertanding tadi. Bahkan bukan hanya itu
saja. Pikiran mereka juga dikuras secara tidak langsung. Tidak jarang yang
merasa tertekan dengan rutinitas barunya sejak beberapa hari belakangan ini
hingga beberapa hari ke depan.
Sulit untuk dipercaya jika mereka akan terus mengalami hal
serupa setiap harinya. Tapi, tenang saja. Hal ini tidak akan berlangsung lama.
Sama seperti mimpi buruk, ia akan hilang ketika kau terbangun. Anggap saja
hanya tersisa beberapa hari lagi menuju kebebasan. Pada di saat yang bersamaan
pula, mereka akan merayakan kemenangan.
Enam hari ke depan, besar kemungkinan akan menjadi hari
penting akademi sihir Mooneta. Jika dalam festival kali ini mereka menduduk
posisi pertama, maka seluruh kota harus mengadakan pesta besar. Bukankah hal
baik patut untuk dirayakan?
Sejauh ini akademi sihir Mooneta masih berada di posisi
pertama. Yang berarti jika mereka lebih unggul dari pada akademi sihir yang
__ADS_1
lain. Untuk hari ini belum ada yang bisa menggeser posisi mereka. Tidak tahu
dengan besok dan hari-hari seterusnya.
“Apa hari ini ada tugas yang akan kita kumpulkan?” tanya
Oliver.
“Ku rasa kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri sampai lupa
akan satu hal penting,” ujar Nhea secara gamblang.
Tak ingin menanggapi ucapa gadis itu secara lebih lanjut,
Oliver hanya bisa mengerutkan dahinya. Pertanda jika ia sedang kebingungan. Oliver
tidak perlu mengucapkan sepatah kata pun untuk menyatakan hal tersebut.
Menyadari reaksi temannya yang tidak sesuai dengan
ekspektasinya, Nhea segera mengalihkan pandangannya. Gadis itu menghela
napasnya dengan kasar. Kemudian kembali memusatkan perhatiannya kepada Oliver. Ia
sama sekali tidak memalingkan pandangannya dari Nhea. Oliver menyoroti gadis
itu dengan lekat sejak tadi. Tidak bisa disimpulkan dengan jelas apa maksud
dari kilau matanya pada saat itu. Satu hal paling jelas yang Nhea tahu adalah,
jika gadis itu tengah menuntut penjelasan darinya. Ia menyadari hal itu tanpa
perlu diberi tahu sama sekali.
Nhea menghela napasnya dengan kasar. Mau tak mau ia terpaksa
harus menjelaskan kembali maksud dari perkataannya tadi. Padahal, ia tidak suka
membuang-buang waktu dan tenaganya. Itu sebabnya kenapa ia benci saat harus
mengulang hal yang sama lagi untuk kesekian kalinya.
“Tampaknya kemarin kau tidak fokus saat jam pelajaran
berlangsung,” cicit Nhea.
“Bisa-bisanya kau lupa jika ada tugas yang akan dikumpulkan
hari ini,” ucapnya secara gamblang.
Sontak, perkataannya barusan berhasil memancing reaksi tidak
biasa dari Oliver. Sebentar lagi kelas akan segera dimulai dan ia bahakn belum
tahu apa tugas yang sempat diberikan kepada mereka. Sepertinya ia sungguh tidak
fokus kemarin.
“Tugas apa memangnya?!” pekik Oliver yang kemudian segera
membungkam mulutnya.
Sedetik kemudian ia baru menyadari jika volume suaranya
terlalu besar. Ia bisa memancing keributan di sini. Satu hal yang harus ia
hindari kini adalah menjadi pusat perhatian.
***
Nhea dan Oliver memilih untuk pergi ke kelas lebih dulu.
__ADS_1
Bahkan mereka berdua adalah orang pertama yang masuk ke kelas di antara seluruh
siswa lainnya. Tidak ada alasan khusus kenapa mereka memilih untuk masuk lebih
cepat, sementara yang lain masih menikmati waktu luangnya. Jangan pikir jika
mereka termasuk siswa rajin yang kecanduan belajar. Tidak sama sekali. Oliver
dan Nhea sama saja dengan siswa lainnya. Mereka masih cukup normal.
Meski termasuk kepada salah satu siswa yang cukup pintar,
mereka tidak pernah yang namanya merasa kecanduan terhadap belajar. Semua orang
pasti akan merasa lelah jika terus dipaksa berpikir selama seharian penuh.
Termasuk mereka juga.
Gadis-gadis itu juga sedang memanfaatkan jeda yang mereka
miliki untuk tidur. Setidaknya biarkan tubuh dan pikiran mereka beristirahat
lebih dulu. Sebelum digunakan kembali. Tampaknya, otak menjadi satu-satunya
organ yang paling sibuk setelah jantung. Bayangkan saja bagaimana ia bisa bertahan
dalam situasi seperti ini.
"Sepertinya benar-benar hanya ada kita berdua di
ruangan ini," ujar Nhea sembari mengedarkan pandangan ke sekitarnya.
Tidak ada siapa pun di kelas kecuali mereka berdua. Para
siswa yang lain sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Hanya Nhea dan Oliver saja yang memilih untuk menghabiskan
waktu luangnya selama jeda dengan bersantai di ruang kelas. Bermalas-malasan
lebih tepatnya. Tidak ada pilihan lain pasalnya. Mereka terlalu malas untuk
kembali ke asrama. Tempat itu cukup jauh dari gedung utama. Akan memakan banyak
waktu tentunya jika sampai mereka harus mondar-mandir dari gedung utama ke
asrama, kemudian kembali ke kelas lagi. Oleh sebab itu, sebaiknya langsung ke
kelas saja.
Nhea meletakkan kepalanya di atas tumpukan buku yang telah
ia susun dengan sedemikian rupa di atas meja. Diposisikan dengan sebaik
mungkin, agar ia nyaman. Hanya buku yang mereka punya di sini. Tidak ada benda
lain yang bisa dimanfaatkan sebagai alas tidur. Jangankan bantal atau sejenisnya.
Tas saja tidak ada.
Masih ada waktu sekitar lima belas menit lagi bagi mereka
untuk istirahat, sebelum pada akhirnya jam pelajaran dimulai. Sekarang Oliver
sudah tidak perlu merasa cemas lagi dengan tugasnya. Karena ternyata Nhea hanya
bercanda tadi. Ia tidak benar-benar serius. Meski tidak lucu sama sekali, tapi
gadisitu berhasil membuat Oliver percaya dengan mudahnya. Gadis itu bahkan
sampai merasa panik sendiri.
__ADS_1