Mooneta High School

Mooneta High School
Super Late


__ADS_3

Semua orang telah kembali ke kamarnya masing-masing.


Termasuk Bibi Ga Eun dan yang lainnya. Sudah waktunya untuk istirahat. Hari ini


sungguh melelahkan bagi mereka. Tapi, masih ada hari esok yang akan jauh lebih


berat dari hari ini. Jadi sekarang adalah waktunya bagi mereka semua untuk


mempersiapkan diri.


Tapi tidak dengan Eun Ji Hae. Bukannya kembali ke kamarnya


dan beristirahat seperti yang lainnya, gadis itu malah berkeliaran di luar sana


dengan cara mengendap-endap seperti maling. Ia harus melakukan hal ini agar


tidak ketahuan oleh siapapun. Jika sampai ada yang tahu, terlebih lagi para


petinggi sekolah, ia tidak akan mendapatkan ampunan lagi. Karena perbuatannya


saat ini sudah melanggar salah satu aturan sekolah. Memangnya apa yang akan ia


lakukan malam-malam begini, di luar sendirian. Padahal suhu di luar pasti


sedang sangat rendah. Apa ia tidak merasa kedinginan sama sekali.


Sejauh ini Eun Ji Hae masih aman-aman saja. Belum ada


seorangpun yang menyadari hal itu. Bahkan termasuk keluarganya sendiri.


Pasalnya, tadi gadis itu benar-benar pergi ke kamarnya. Persis di hadapan kedua

__ADS_1


orang tuanya. Jadi, mana mungkin mereka menaruh rasa curiga terhadap gadis itu.


Mereka percaya kepada Eun Ji Hae.


Sementara yang lainnya terlelap, Eun Ji Hae mulai


melancarakan aksinya. Dia naik ke menara pengawas. Entah apa tujuannya. Mungkin


ia akan tetap aman-aman saja hingga rencannya selesai. Tidak akan ada


seorangpun yang menyadari hal tersebut. Eun Ji Hae cukup pintar dalam menyusun


taktik. Dia licik, tapi tidak mudah untuk ditipu. Eun Ji Hae pandai dalam


memanfaatkan situasi. Contohnya saja pada saat ini. Ia memilih sekarang sebagai


waktunya untuk beraksi, karena Eun Ji Hae tahu kalau semua orang pasti tengah


tertidur pulas. Mereka pasti kelelahan seharian ini. Tidak akan ada yang


‘TAP! TAP! TAP!’


Langkah kakinya terdengar jelas saat menaiki anak tangga.


Suara tapak sepatu yang beradu dengan lantai batu itu membuat Choi Ara yang


tengah tertidur di dalamnya merasa terusik. Iya, benar. Dia sampai ketiduran


karena seharian terkunci di tempat itu tanpa ada yang menyadarinya. Tampaknya


hari ini gadis itu sedang benar-benar sial. Dewi Fortuna sedang tidak berpihak

__ADS_1


kepadanya kali ini.


Gadis itu tak sengaja tersentak dan malah terbangun dari


tidurnya. Ia mengusap-usap kedua kelopak matanya dengan lembut. Sembari


mengumpulkan kembali kesadarannya. Sepertinya ia tahu jika ada seseorang yang


tengah dalam perjalanan menuju ke tempat ini. Siapa lagi jika bukan Eun Ji Hae.


Gadis itu datang kemari untuk mencari tahu dimana Choi Ara berada. Pasalnya,


sejak tadi siang ia sama skeali belum melihat batang hidung gadis itu.


Tidak perlu khawatir soal langkah kakinyay ang terdengar


jelas, bahkan menggema di panjang lorong yang hanya berisikan anak tangga


tersebut. Tempat ini berada jauh dari kamar asrama. Sehingga ia tidak perlu


khawatir. Hanya ada ruangan bawah tanah dan tempat penyimpanan senjata. Tidak


ada seorangpun di sini. Bahkan kandang hewan saja diletakkan secara terpisah di


sudut sekolah yang lainnya. Area sekolah Mooneta cukup luas. Banyak tempat


kosong yang masih tersisa di sini. Tidak termasuk lahan yang sudah didirikan


bangunan tentunya.


“Hei!” sahut Eun Ji Hae.

__ADS_1


Hal itu semakin meyakinkan Choi Ara jika benar-benar ada


orang yang datang kemari untuk menyelamatkannya.


__ADS_2