
Semua orang telah kembali ke kamarnya masing-masing.
Termasuk Bibi Ga Eun dan yang lainnya. Sudah waktunya untuk istirahat. Hari ini
sungguh melelahkan bagi mereka. Tapi, masih ada hari esok yang akan jauh lebih
berat dari hari ini. Jadi sekarang adalah waktunya bagi mereka semua untuk
mempersiapkan diri.
Tapi tidak dengan Eun Ji Hae. Bukannya kembali ke kamarnya
dan beristirahat seperti yang lainnya, gadis itu malah berkeliaran di luar sana
dengan cara mengendap-endap seperti maling. Ia harus melakukan hal ini agar
tidak ketahuan oleh siapapun. Jika sampai ada yang tahu, terlebih lagi para
petinggi sekolah, ia tidak akan mendapatkan ampunan lagi. Karena perbuatannya
saat ini sudah melanggar salah satu aturan sekolah. Memangnya apa yang akan ia
lakukan malam-malam begini, di luar sendirian. Padahal suhu di luar pasti
sedang sangat rendah. Apa ia tidak merasa kedinginan sama sekali.
Sejauh ini Eun Ji Hae masih aman-aman saja. Belum ada
seorangpun yang menyadari hal itu. Bahkan termasuk keluarganya sendiri.
Pasalnya, tadi gadis itu benar-benar pergi ke kamarnya. Persis di hadapan kedua
__ADS_1
orang tuanya. Jadi, mana mungkin mereka menaruh rasa curiga terhadap gadis itu.
Mereka percaya kepada Eun Ji Hae.
Sementara yang lainnya terlelap, Eun Ji Hae mulai
melancarakan aksinya. Dia naik ke menara pengawas. Entah apa tujuannya. Mungkin
ia akan tetap aman-aman saja hingga rencannya selesai. Tidak akan ada
seorangpun yang menyadari hal tersebut. Eun Ji Hae cukup pintar dalam menyusun
taktik. Dia licik, tapi tidak mudah untuk ditipu. Eun Ji Hae pandai dalam
memanfaatkan situasi. Contohnya saja pada saat ini. Ia memilih sekarang sebagai
waktunya untuk beraksi, karena Eun Ji Hae tahu kalau semua orang pasti tengah
tertidur pulas. Mereka pasti kelelahan seharian ini. Tidak akan ada yang
‘TAP! TAP! TAP!’
Langkah kakinya terdengar jelas saat menaiki anak tangga.
Suara tapak sepatu yang beradu dengan lantai batu itu membuat Choi Ara yang
tengah tertidur di dalamnya merasa terusik. Iya, benar. Dia sampai ketiduran
karena seharian terkunci di tempat itu tanpa ada yang menyadarinya. Tampaknya
hari ini gadis itu sedang benar-benar sial. Dewi Fortuna sedang tidak berpihak
__ADS_1
kepadanya kali ini.
Gadis itu tak sengaja tersentak dan malah terbangun dari
tidurnya. Ia mengusap-usap kedua kelopak matanya dengan lembut. Sembari
mengumpulkan kembali kesadarannya. Sepertinya ia tahu jika ada seseorang yang
tengah dalam perjalanan menuju ke tempat ini. Siapa lagi jika bukan Eun Ji Hae.
Gadis itu datang kemari untuk mencari tahu dimana Choi Ara berada. Pasalnya,
sejak tadi siang ia sama skeali belum melihat batang hidung gadis itu.
Tidak perlu khawatir soal langkah kakinyay ang terdengar
jelas, bahkan menggema di panjang lorong yang hanya berisikan anak tangga
tersebut. Tempat ini berada jauh dari kamar asrama. Sehingga ia tidak perlu
khawatir. Hanya ada ruangan bawah tanah dan tempat penyimpanan senjata. Tidak
ada seorangpun di sini. Bahkan kandang hewan saja diletakkan secara terpisah di
sudut sekolah yang lainnya. Area sekolah Mooneta cukup luas. Banyak tempat
kosong yang masih tersisa di sini. Tidak termasuk lahan yang sudah didirikan
bangunan tentunya.
“Hei!” sahut Eun Ji Hae.
__ADS_1
Hal itu semakin meyakinkan Choi Ara jika benar-benar ada
orang yang datang kemari untuk menyelamatkannya.