Mooneta High School

Mooneta High School
Dragon


__ADS_3

 


 


Semua orang terkesiap. Mereka kini mulai waspada. Bahkan


bukan hanya para tetua yang sedang terjebak di atas bongkahan es saja. Tapi, Eun


Ji Hae dan yang lainnya juga melakukan hal serupa. Mereka harus lebih ekstra


berhati-hati pada situasi seperti ini. Tidak ada yang tahu apa masalahnya,


kenapa mendadak retakan tersebut kembali melebar. Seolah-olah ada sesuatu yang


sedang bergerak di bawahnya dan mengganggu kestabilan permukaan es.


Dan yang benar saja. Secara mengejutkan, tiba-tiba seekor naga


menunjukkan eksistensinya. Tampak dari kejauhan jika kepala naga menyembul


keluar dari dalam air, kemudian diikuti dengan tubuh panjangnya yang bersisik.


Tidak pernah ada yang tahu jika ternyata ada seekor naga yang berjaga di sini.


Bahkan mungkin lebih. Pasalnya, tidak ada satupun legenda yang menceritakan


sesuatu soal danau ini. Selama berabad-abad sejak kehidupan manusia dimulai,


hal tersebut berhassil dirahasiakan dan menjadi misteri. Tapi kini, ia telah


mengungkap jati dirinya sendiri.


Kemunculan naga dengan ukuran yang tak main-main itu sukses


membuat bulu kuduk mereka meremang. Refleks mereka melangkah mundur. Berusaha


untuk menjaga jarak dengan mahluk itu. Bibi Ga Eun dan yang lainnya tetap


tenang meski nasibnya tengah dipertaruhkan saat ini.


Retakan semakin melebar dan menjalar hingga kemana-mana. Air


yang berada di danau tampak berombak seolah tengah berada di tengah laut.


Gelombang tersebut mengakibatkan lapisan es yang tengah berada di sekitarnya


menjadi ikut terombang-ambing. Semua orang tengah berusaha sekuat tenaga untuk


menjaga keseimbangannya agar tidak tergelincir dari permukaan es yang licin


ini. Tidak ada yang tahu apa jadinya jika sampai ada yang jatuh ke dalam danau.


Kemungkinan besar, ia tak akan mampu bertahan lama karena suhu yang berada di


bawah rata-rata.


“Apa itu seekor naga?” tanya Hwang Ji Na tanpa mengalihkan


pandangannya dari sosok tersebut.


Chanwo sama sekali tidak berniat untuk menanggapi perkataan


gadis itu barusan. Dengan susah payah ia menelan salivanya sendiri. Untuk pertama


kalinya Chanwo melihat naga dengan mata kepalanya sendiri. Begitu pula dengan


Hwang Ji Na. Ternyata sosok mahluk mitologi itu benar nyata adanya. Bukan hanya


sekedar omong kosong belaka.

__ADS_1


Hwang Ji Na sama sekali tidak menyangka jika naga akan sebesar


dan semenakutkan ini. Ia sungguh tak habis pikir. Nyali gadis itu berhasil ciut


seketika. Begitu pula dengan Chanwo yang tampak merasakan hal serupa. Tinggal


di dalam hutan selama hampir seumur hidup, membuat mereka tidak mengetahui apa


pun soal dunia luar. Mereka terlalu mengisolasi diri.


‘PIWIT!!!’


Tanpa pikir panjang lagi, Eun Ji Hae segera bersiul dengan


lantang untuk memanggil para griffin dan juga pegasus. Mereka harus


menyelamatkan nyawa para tetua terlebih dahulu dengan membawanya ke tepian dan bergabung


bersama yang lainnya. Menghadapi mahluk itu adalah urusan belakangan. Mereka


bisa menyelesaikannya kapan saja asal bersama. Dengan begitu, semua orang bisa


menghimpun kekuatan dalam jumlah yang cukup besar untuk membiasakan mahluk


tersebut.


Beruntungnya para hewan cerdas itu tahu harus melakukan apa


di saat seperti ini. Semua orang seperti sedang terkoneksi satu sama lain.


Mereka tahu harus melakukan apa. Ini yang dinamakan dengan kerja sama.


Untuk mempermudah proses evakuasi yang dilakukan oleh para


griffin dari tengah perairan, Eun Ji Hae berusaha untuk mengalihkan perhatian


sang naga. Gadis itu berubah menjadi seekor phoenix dan melayang bebas di


Padahal belum tentu.


Kekuatan mereka berasal dari satu sumber yang sama, yaitu


unsur api. Akan sulit untuk menentukan siapa yang akan menang kali ini. Lagi


pula, Eun Ji Hae sama sekali tidak berniat untuk menyerangnya habis-habisan. Ia


hanya akan memainkan beberapa permainan yang bersifat manipulatif untuk


mengelabui lawan.


“Kita harus melakukan apa?” tanya Nhea.


Jang Eunbi hanya bisa menggeleng pasrah. Ia sendiri tidak


tahu harus berbuat apa. Bagaimana lagi dengan Nhea.


Gadis itu mulai tampak panik. Hal tersebut tergambar dengan


jelas melalui ekspresi wajahnya. Tak bisa dipungkiri jika memang keadaan saat


ini sungguh menegangkan. Di sisi lain, ia juga tengah dalam kondisi yang tidak


baik-baik saja. Nhea tak bisa berbuat banyak dalam situasi seperti ini. Ia tak


bisa terlalu diharapkan untuk mengatasi semuanya.


Di tengah keriuhan suasana yang terjadi. Hwang Ji Na


berhasil mendapatkan kembali ketenangannya. Meskipun yang lain tampak panik, ia

__ADS_1


tidak akan pernah membiarkan dirinya kalah oleh emosinya sendiri. Hwang Ji Na


tak pernah lepas kendali. Dia cukup handal dalam melakukan hal tersebut.


Hwang Ji Na tengah berusaha untuk memutar otak agar


mendapatkan solusi yang tepat. Tapi sayangnya hasilnya tetap saja nihil.


Otaknya tak bisa bekerja dengan baik, seolah tengah membeku. Meskipun bukan


salah satu bagian dari Mooneta, ia tetap harus membantu orang lain jika sedang


dalam kesulitan. Sama halnya ketika ia membantu Eun Ji Hae untuk pertama


kalinya.


“Sial!” umpat Hwang Ji Na sebal.


“Apa yang terjadi?” tanya Chanwo sembari mengerutkan


dahinya. Selain panik, ia juga tampak bingung.


“Lakukan sesuatu untuk membantu mereka!” perintah Hwang Ji


Na.


“Apakah seorang pemimpin hanya akan diam seperti


pecundang?!” sarkasnya.


Untuk beberapa detik pertama, Chanwo memang sempat


terpancing emosi. Bagaimana bisa Hwang Ji Na berkomentar kasar seperti itu


terhadap Chanwo. Ia mungkin bisa saja habis di tangan pria itu jika mamang


kelakuannya sudah kelewatan batas. Tapi, beberapa detik kemudian ia segera


tersadar. Apa yang dikatakan oleh Hwang Ji Na barusan ada benarnya juga. Ia


hanya akan tampak seperti seorang pengecut jika tetap diam seperti ini. Tentu


hal tersebut akan jauh lebih menodai harga dirinya sebagai seorang raja.


“Jika aku tahu harus melakukan sesuatu, maka aku akan


melakukannya!” seru Chanwo.


“Tapi, pikiranku benar-benar sudah buntu! Aku sudah tidak


bisa berpikir lebih jauh lagi kali ini!” ucapnya dengan penuh penekanan.


Hwang Ji Na hanya bisa berdecak sebal karena tidak mendapati


hal yang sesuai dengan keinginannya. Ia kira Chanwo akan memberikan solusi. Tapi


ternyata tidak sama sekali. Ia malah hanya akan mempersullit keadaan. Pria itu


sungguh tidak bisa dimanfaatkan pada saat genting seperti ini.


Kini semua orang telah berada di tempat yang aman dan


seharusnya. Tapi, tidak dengan Eun Ji Hae. Gadis itu masih berada di angkasa. Urusannya


dengan sang naga belum juga selesai. Berniat untuk mengalihkan perhatian, ia


malah menjadi sasaran empuk bagi sang naga untuk melampiaskan amarahnya. Hal tersebut


tidak bisa dihindari sama sekali. Ini termasuk kepada salah satu resiko tak

__ADS_1


terduga yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa pernah disadari atau diprediksi


sebelumnya.


__ADS_2