
Lagi pula apa yang baru saja dikatakan oleh Eun Ji Hae ada
benarnya juga. Kenapa mereka tidak merundingkan hal ini bersama-sama terlebih
dahulu. Eun Ji Hae bukan tipikal orang yang suka mengambil keputusan sendiri
jika itu bukan kepentingan pribadi. Setidaknya ia memiliki rasa kepedulian satu
sama lain. Ia tidak mau hanya mementingkan dirinya sendiri.
Bukan hanya Eun Ji Hae yang memiliki kekuasaan atas Mooneta
di sini. Ia hanya termasuk kepada anggota keluarga saja. Ada banyak orang yang
jauh lebih berhak atas Mooneta. Misalnya Bibi Ga Eun atau kedua orang tua
angkatnya. Mereka adalah pengurus sekaligus pemilik akademi sihir yang telah
diwariskan oleh orang tuanya terdahulu. Kenapa mereka tidak diminta datang
juga. Kenapa Do Yen Sae memutuskan untuk hanya memanggil Eun Ji Hae saja.
Apakah ini keputusan yang hanya diambil secara sepihak dan bersifat rahasia?
Eun Ji Hae merasa jika semua orang berhak tahu tentang hal ini juga. Bukan
hanya sebatas mereka saja.
Kenapa Do Yen Sae seolah-olah ingin merahasiakan semua ini
dari setiap orang kecuali Eun Ji Hae. Pada akhirnya semua orang juga akan tahu
nama terbaru dari gabungan kedua akademi ini. Bahkan termasuk orang non-akademi
hingga akedemi lain. Namanya akan begitu menyita perhatian semua orang begitu diresmikan
nanti. Jangankan itu. Kepindahan Mooneta yang dikabarkan akan bergabung dengan
Reodal saja sudah menyebar hingga ke seluruh penjuru negeri.
Eun Ji Hae sama sekali tidak bisa menebak apa isi pikiran
gadis ini. Apa yang sedang ia rencanakan sekarang. Kenapa ia tampak begitu
terburu-buru dalam melakukan segala hal. Apa pun yang sedang ia rencanakan saat
__ADS_1
ini, semuanya tidak akan berlangsung dengan baik. Ia tidak bisa melakukan
sebuah rencana tanpa rencana yang matang. Cara Eun Ji Hae dan Do Yen Sae dalam
bertindak bisa dibilang berbeda jauh. Eun Ji Hae melakuakn setiap hal dengan tenang.
Bahkan nyaris tidak ada yang mengetahui jika sedang beraksi. Sementara Do Yen
Sae adalah kebalikannya.
Kedua gadis ini akan menjadi pemimoin yang hebat nantinya. Jika
tahta dan kekuasaan Reodal sudah dipastikan akan jatuh ke tangan Do Yen Sae,
maka berbeda dengan Mooneta. Eun Ji Hae dan Nhea adalah dua kandidat utama yang
mereka miliki sejauh ini. Namun, lupakan saja soal hal itu. Mooneta tidak akan
memiliki calon pemimpin akademi. Karena selama beberapa tahun ke depan, Do Yen
Sae yang akan memimpin akademi gabungan nanti. Itu pun kalau ia berhasil dalam
melaksanakan aksinya. Berbeda lagi ceritanya jika ia gagal di tengah jalan. Ada
banyak fakor yang memungkinkan.
situasi. Ia tetap akan kalah dengan yang namanya takdir. Gadis itu tidak bisa
merubah apa pun yang telah digariskan dalam takdir. Ia bahkan tidak bisa
menulis ulang takdirnya. Do Yen Sae sama seperti manusia lainnya. Ia tidak
termasuk ke dalam salah satu jenis klan. Yang berarti jika gadis itu murni
manusia biasa.
Bahkan anggota klan sendiri belum tentu dapat mengendalikan
setiap hal yang berada di luar kekuasaan mereka. Setiap mahluk memiliki
batasannya sendiri. Mereka tidak bisa memaksa mau bagaimana pun caranya.
Eun Ji Hae hanya perlu melakukan usaha sebisanya. Tidak
peduli jika hubungannya dengan para anggota keluarga sudah rusak. Ia hanya
__ADS_1
ingin menolong Mooneta. Eun Ji Hae tidak ingin nama itu menghilang begitu saja.
Selama ini ia dibesarkan di bawah naungan nama tersebut.
Semakin ke sini, Eun Ji Hae semakin menaruh rasa curiga yang
cukup besar kepada gadis itu. Pasalnya, sikap Do Yen Sae begitu aneh. Dia tidak
terlihat seperti manusia pada umumnya. Belakangan ini Eun Ji Hae memang selalu
mengawasi setiap gerak-gerik gadis itu. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu
tindakannya sudah melewati batas wajar.
***
Di sisi lain, para penghuni asrama sedang beristirahat.
Sebagian besar telah masuk ke dunia bawah sadarnya. Sementara sisanya hanya
memilih untuk meluruskan tulang pinggang mereka sambil memandangai
langit-langit ruangan ini. Nhea dan Oliver termasuk ke dalam orang-orang dari
golongan kedua. Mereka tidak pergi tidur sama sekali. Siang menjelang sore
bukan waktu yang tepat untuk terlelap. Pasalnya, bangun di malam hari akan
membuat suasana hati mereka berbeda. Seolah mereka telah melewatkan begitu
banyak hal. Padahal juha tidak banyak-banyak amat hal yang terjadi ketika
mereka pergi tidur.
Lagi-lagi Nhea dan Oliver menjadi teman sekamar. Mungkin
akan tetap begitu selama mereka masih berada di sini. Sementara itu, Jang Eunbi
berada di ruangan lain bersama salah satu temannya. Pada dasarnya, setiap
ruangan yang ada di sini bisa menampung hingga dua orang dalam satu kamar.
Meski tidak seluas kamar asrama Mooneta, tapi setidaknya mereka bisa menggunakannya
untuk beristirahat. Jauh lebih baik dari pada harus tidur di gua seperti
__ADS_1
kemarin.