Mooneta High School

Mooneta High School
Make Sense


__ADS_3

Lagi pula apa yang baru saja dikatakan oleh Eun Ji Hae ada


benarnya juga. Kenapa mereka tidak merundingkan hal ini bersama-sama terlebih


dahulu. Eun Ji Hae bukan tipikal orang yang suka mengambil keputusan sendiri


jika itu bukan kepentingan pribadi. Setidaknya ia memiliki rasa kepedulian satu


sama lain. Ia tidak mau hanya mementingkan dirinya sendiri.


Bukan hanya Eun Ji Hae yang memiliki kekuasaan atas Mooneta


di sini. Ia hanya termasuk kepada anggota keluarga saja. Ada banyak orang yang


jauh lebih berhak atas Mooneta. Misalnya Bibi Ga Eun atau kedua orang tua


angkatnya. Mereka adalah pengurus sekaligus pemilik akademi sihir yang telah


diwariskan oleh orang tuanya terdahulu. Kenapa mereka tidak diminta datang


juga. Kenapa Do Yen Sae memutuskan untuk hanya memanggil Eun Ji Hae saja.


Apakah ini keputusan yang hanya diambil secara sepihak dan bersifat rahasia?


Eun Ji Hae merasa jika semua orang berhak tahu tentang hal ini juga. Bukan


hanya sebatas mereka saja.


Kenapa Do Yen Sae seolah-olah ingin merahasiakan semua ini


dari setiap orang kecuali Eun Ji Hae. Pada akhirnya semua orang juga akan tahu


nama terbaru dari gabungan kedua akademi ini. Bahkan termasuk orang non-akademi


hingga akedemi lain. Namanya akan begitu menyita perhatian semua orang begitu diresmikan


nanti. Jangankan itu. Kepindahan Mooneta yang dikabarkan akan bergabung dengan


Reodal saja sudah menyebar hingga ke seluruh penjuru negeri.


Eun Ji Hae sama sekali tidak bisa menebak apa isi pikiran


gadis ini. Apa yang sedang ia rencanakan sekarang. Kenapa ia tampak begitu


terburu-buru dalam melakukan segala hal. Apa pun yang sedang ia rencanakan saat

__ADS_1


ini, semuanya tidak akan berlangsung dengan baik. Ia tidak bisa melakukan


sebuah rencana tanpa rencana yang matang. Cara Eun Ji Hae dan Do Yen Sae dalam


bertindak bisa dibilang berbeda jauh. Eun Ji Hae melakuakn setiap hal dengan tenang.


Bahkan nyaris tidak ada yang mengetahui jika sedang beraksi. Sementara Do Yen


Sae adalah kebalikannya.


Kedua gadis ini akan menjadi pemimoin yang hebat nantinya. Jika


tahta dan kekuasaan Reodal sudah dipastikan akan jatuh ke tangan Do Yen Sae,


maka berbeda dengan Mooneta. Eun Ji Hae dan Nhea adalah dua kandidat utama yang


mereka miliki sejauh ini. Namun, lupakan saja soal hal itu. Mooneta tidak akan


memiliki calon pemimpin akademi. Karena selama beberapa tahun ke depan, Do Yen


Sae yang akan memimpin akademi gabungan nanti. Itu pun kalau ia berhasil dalam


melaksanakan aksinya. Berbeda lagi ceritanya jika ia gagal di tengah jalan. Ada


banyak fakor yang memungkinkan.


situasi. Ia tetap akan kalah dengan yang namanya takdir. Gadis itu tidak bisa


merubah apa pun yang telah digariskan dalam takdir. Ia bahkan tidak bisa


menulis ulang takdirnya. Do Yen Sae sama seperti manusia lainnya. Ia tidak


termasuk ke dalam salah satu jenis klan. Yang berarti jika gadis itu murni


manusia biasa.


Bahkan anggota klan sendiri belum tentu dapat mengendalikan


setiap hal yang berada di luar kekuasaan mereka. Setiap mahluk memiliki


batasannya sendiri. Mereka tidak bisa memaksa mau bagaimana pun caranya.


Eun Ji Hae hanya perlu melakukan usaha sebisanya. Tidak


peduli jika hubungannya dengan para anggota keluarga sudah rusak. Ia hanya

__ADS_1


ingin menolong Mooneta. Eun Ji Hae tidak ingin nama itu menghilang begitu saja.


Selama ini ia dibesarkan di bawah naungan nama tersebut.


Semakin ke sini, Eun Ji Hae semakin menaruh rasa curiga yang


cukup besar kepada gadis itu. Pasalnya, sikap Do Yen Sae begitu aneh. Dia tidak


terlihat seperti manusia pada umumnya. Belakangan ini Eun Ji Hae memang selalu


mengawasi setiap gerak-gerik gadis itu. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu


tindakannya sudah melewati batas wajar.


***


Di sisi lain, para penghuni asrama sedang beristirahat.


Sebagian besar telah masuk ke dunia bawah sadarnya. Sementara sisanya hanya


memilih untuk meluruskan tulang pinggang mereka sambil memandangai


langit-langit ruangan ini. Nhea dan Oliver termasuk ke dalam orang-orang dari


golongan kedua. Mereka tidak pergi tidur sama sekali. Siang menjelang sore


bukan waktu yang tepat untuk terlelap. Pasalnya, bangun di malam hari akan


membuat suasana hati mereka berbeda. Seolah mereka telah melewatkan begitu


banyak hal. Padahal juha tidak banyak-banyak amat hal yang terjadi ketika


mereka pergi tidur.


Lagi-lagi Nhea dan Oliver menjadi teman sekamar. Mungkin


akan tetap begitu selama mereka masih berada di sini. Sementara itu, Jang Eunbi


berada di ruangan lain bersama salah satu temannya. Pada dasarnya, setiap


ruangan yang ada di sini bisa menampung hingga dua orang dalam satu kamar.


Meski tidak seluas kamar asrama Mooneta, tapi setidaknya mereka bisa menggunakannya


untuk beristirahat. Jauh lebih baik dari pada harus tidur di gua seperti

__ADS_1


kemarin.


__ADS_2