
Pertandingan kali ini tidak lagi menjadi sesuatu yang
terlalu menegangkan. Mereka sudah pernah melewati hal serupa sebelumnya. Meski
tetap saja pertandingan di babak ini tidak bisa dianggap remeh sama sekali.
Mereka juga harus berjuang ekstra sebenarnya. Karena bagaimanapun juga, lawan yang
mereka hadapi kali ini pasti jauh lebih kuat dari pada yang sebelumnya. Jika
tidak bisa mengalahkan mereka, setidaknya Mooneta harus bisa mempertahankan
posisinya.
Tentu saja mereka jauh lebih hebat dari pada babak
sebelumnya. Jika tidak, bagaimana bisa para juri memutuskan mereka untuk tetap
berlanjut ke babak berikutnya. Jadi, wajar saja sebenarnya. Tidak ada yang
perlu dipermasalahkan di sini.
Keahlian mereka memang bisa diandalkan. Tapi, bukan berarti
mereka bisa menganggp remeh anak-anak lainnya. Bisa saja tim dari akademi lain
jauh lebih hebat dari pada mereka kali ini. Tidak peduli dari manapun asal
sekolahnya. Mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bintang.
Sama sepperti yang orang-orang bilang. Emas akan tetap menjadi emas, dimana pun
ia berada.
Sekarang tergantung kepada setiap orang masing-masing. Ini
bukan bisacara soal seberapa besar dan terkenal nama akademi mereka. Tapi, soal
seberapa hebat potensi yang mereka miliki.
“Kita akan melakukan serangan setelah mereka menyerang lebih
dulu. Untuk pertama-tama, usahakan untuk selalu menghindar. Dengan begitu, kita
bisa menghemat lebih banyak energi. Selain itu, ada banyak cadangan energi juga
yang bisa kita gunakan untuk menyerang mereka balik di saat-saat terakhir,”
jelas ketua tim dengan panjang lebar.
“Pastikan jika kalian sudah mengingat rencananya. Kita akan
melakukan yang satu itu sesuai dengan rencana,” timpalnya kemudian.
Semua orang yang sedang berkumpul di sana tampak begitu
serius. Tidak ada yang bermain-main sama sekali. Sepertinya mereka sudah
terbawa suasana untuk saat ini.
Mereka sengaja melakukan taktik yang satu ini. Sudah banyak
pertimbangan yang dihadapi sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan rencana
yang satu ini. Jadi, bisa dikatakan jika dalam proses pengambilan keputusannya
saja tidak mudah.
“Kita pasti bisa!” seru sang kapten.
Tak lama kemudian ia seger mengacungkan tangan kanannya ke
__ADS_1
depan. Sebagai isyarat bagi para anggota tim yang lain untuk melakukan hal
serupa. Mereka perlu mengumpulkan semangat para anggota dengan cara membuat
yel-yel. Meski bukan berarti jika dengan begitu mereka akan tetap merasa
semangat hingga akhir. Tapi, tetap saja mereka perlu membakar semangat di awal.
***
Sekarang seluruh anggota tim sedang bersiap dibelakang
panggung. Sebenarnya mereka sudah siap sejak beberapa jam sebelumnya. Hanya
saja, sekarang mereka tidak bisa pergi kemana-aman lagi selain menunggu di
belakang panggung.
Seharusnya mereka akan memulai pertandingannya setelah ini.
Tepat setelah para pemain sebelumnya menyelesaikan urusan mereka di arena
pertandingan. Begitu pemenangnya ditentukan oleh juri dan penonton, maka tim
dari akademi sihir Mooneta akan menggantikan posisi mereka dan menghadapi lawan
yang telah ditentukan oleh pihak juri.
Kali ini lawan mereka tidak berasal dari sekolah yang
terkenal seeperti Orton dan juga Reodal. Serta beberapa sekolah ternama
lainnya. Mereka hanya akademi biasa. Tidak mempunyai nama, itu artinya mereka
harus siap untuk dipandang sebelah mata oleh orang lain. Memang begitu
prinsipnya sejak awal. Mooneta juga pernag mengalami fase tersebut. Jauh
Tidak mudah memang untuk tetap bertahan. Membuat prestasi
memang tidak sesulit itu, tapi juga tidak bisa dikatakan mudah. Setiap hal dan
keputusan memiliki resiko dan tantangannya masing-masing.
Sorakan para penonton sudah menggema di seluruh penjuru
arena pertandingan. Bahkan Nea merasa jika mereka semua jauh lebih bersemangat
daripada dirinya sendiri. Ia menghela napas dengan panjang sebelum melangkah
masuk ke dalam arena pertandingan. Kali ini tidak ada tahap pertama, kedua dan
seterusnya. Mereka akan langsung menggunakan pegasus begitu sampai di sana.
Sudah pernah dikatakan jika pertandingan kali ini kalan
terasa lebih memacu adrenalin. Sebab bahaya dan resiko yang ditawarkan jauh
lebih besar. Mereka mungkin saja terluka sewaktu bertanding. Tapi, anak-anak
itu tetap maju untuk mengharumkan nama akademinya masing-masing.
Kemarin Nhea sudah terluka lebih dulu. Tapi, tidak terlalu
parah memang. Kali ini ia harus lebih berhati-hati. Gadis itu tidak boleh
terluka lebih banyak lagi. Jika ia kehilangan terlalu banyak darah, maka
kesempatannya untuk menjadi manusia seutuhnya tidak lagi sama. Nhea mungkin
akan berpikir jika semua itu tidak apa-apa sekarang. Tapi, biasanya penyesalan
__ADS_1
selalu datang di akhir.
Kedua matanya mengedar ke seluruh penjuru ruangan. Ada
ribuan mata yang sedang menyaksikan mereka nanti. Mereka semua akan menjadi
saksi. Pertandingan ini cukup adil. Tidak ada kecurangan yang terjadi, sehingga
saksi tidak diperlukan. Tapi, tidak ada salahnya hanya untuk sekedar
berjaga-jaga. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan saksi diperlukan.
Sebelum mulai bertanding, mereka harus memberikan salam
hormat terlebih dahulu kepada semua orang. Anak-anak itu saling bergandengan
tangan satu sama lain. Kemudian membungkukkan tubuhnya hingga membentuk sudut
sembilan puluh derajat. Atau paling tidak empat puluh lima derajat.
Itu hanya bentuk formalitas saja. Mereka tidak akan terlalu
mementingkan yang satu itu sebenarnya. Satu-satunya hal yang menjadi sorotan
semua orang di sini adalah proses pertandingan mereka untuk memperebutkan
posisi tertinggi. Dari awal sudah bisa ditebak, siapa yang akan menjadi
pemenangnya. Sebab, anak-anak dari akademi sihir Mooneta mendapatkan lawan yang
tidak seimbang dengan mereka.
Meski beberapa orang sudah membuat kesimpulan sendiri di
dalam kepala mereka, tapi tetap saja pertandingan selalu menjadi saat yang
ditunggu-tunggu. Kebanyakan orang tidak sabar untuk melihat bagaimana mereka
akan saling mengintimidasi satu sama lain dalam waktu yang bersamaan.
Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa
depan. Termasuk siapa pemenangnya. Mungkin akademi sihir Mooneta memiliki
potensi yang paling besar untuk memimpin pertandingan kali ini. Tapi, siapa
yang bisa menjamin hal tersebut? Bisa saja yang terjadi malah sebaliknya.
Mungkin saja Dewi Fortuna sedang memihak pihak lawan kala itu dan bukannya
mereka.
Dalam pertandingan, menang atau kalah itu adalah persoalan
biasa. Tidak perlu terlalu dipusingkan. Sebab, pencapaian tidak akan menentukan
segalanya dalan hidup kita. Dari awal, pelatih mereka juga sudah menekankan
jika mereka tidak harus menang. Tapi, mereka harus menunjukkan sisi terbaik
mereka pada saat latihan. Sehingga tidak aka nada rasa penyesalan kemudian.
Menang atau kalah bukan lagi
menjadi hak mereka. Keputusan, murni juri yang menentukan. Mereka bisa menilai
dari berbagai sudut pandang. Tugas kedua tim hanya menunggu dan menerima hasil
dari keputusan juri dengan lapang dada apa pun hasilnya nanti. Ikhlas adalah
sesuatu yang tidak pernah benar-benar terjadi.
__ADS_1