
Hari menjadi semakin gelap, sebab matahari sudah tenggelam
di ujung barat. Seluruh kota sudah diselimuti oleh warna hitam. Benda-benda
langit bertaburan di atas sana menghiasi langit malam pada musim dingin. Namun
di balik semua keindahan itu, ada rasa takut yang tak kunjung hilang. Hal
tersebut terus menghantui seisi sekolah sepanjang hari. Memangnya apa lagi jika
bukan soal salju abadi. Ini adalah ketakutan terbesar mereka untuk saat ini dan
beberapa hari yang akan datang. Tidak bisa dipungkiri jika salju abadi
merupakan ancaman terbesar.
Di luar sana salju semakin menebal. Membuat akses keluar
masuk menjadi sulit untuk di dapatkan. Bahkan tumpukan serbuk es putih itu
telah memenuhi seluruh pelataran sekolah. Membuat tempat ini terasa sesak.
Mereka benar-benar terkurung di dalam sini tanpa memiliki akses keluar sama
sekali. Tapi untungnya, setiap bangunan yang berdiri di tempat ini saling
terhubung satu sama lain melalui sebuah koridor kecil.
Setidaknya dengan begitu mereka tetap bisa saling terhubung
satu sama lain. Mengingat jika komunikasi dan koordinasi itu sangat penting. Terutama
pada saat seperti ini. Mereka tidak boleh sampai kehilangan apa lagi putus
komunikasi. Justru pada saat seperti inilah mereka harus saling mendukung satu
sama lain. Bekerja sama adalah salah satu jalan keluarnya.
Di saat semua orang sedang panik-paniknya, hal tersebut sama
sekali tidak berlaku bagi Chanwo. Pria itu tetap bersikap tenang dalam situasi
seperti apa pun. Karena segala permasalahan memang harus dihadapi dengan kepala
dingin.
Sebenarnya ia bersikap tenang seperti ini bukan karena
apa-apa. Hanya saja, pria ini sebenarnya memang belum tahu apa yang sedang
terjadi di tempat ini. Ia berpikir jika semua orang masuk ke dalam asramanya
masing-masing dan menghindari aktivitas di luar ruangan karena badai salju. Chanwo
menganggap jika yang terjadi hari ini hanya fenomena alam biasa berupa badai
salju. Esok pasti akan reda. Ia sama sekali tidak bisa menemukan kejanggalan
yang terjadi di sini. Sehingga pria itu menganggap semuanya akan baik-baik
saja. Tidak ada yang perlu dicemaskan.
Sampai tengah malam pun, ia masih merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Pria itu sama sekali tidak merasa aneh, curiga atau apa pun itu. Lagi pula
memang tidak ada sesuatu yang pantas untuk dicurigainya. Semua terasa baik-baik
saja bagi pria ini. Hari yang berjalan normal seperti biasanya. Tidak ada yang
luar biasa kecuali badai salju yang kini diduga sebagai salju abadi itu.
Selama satu harian ini, Chanwo sama sekali tidak keluar dari
kandang para pegasus. Hanya di sana ia bisa tinggal dengan aman tanpa perlu
khawatir akan ketahuan. Tidak ada siapa pun yang datang ke sini sejak tadi
pagi. Eun Ji Hae juga hanya pergi ke kandang para griffin yang terletak di
sudut lain sekolah ini. Jadi, tidak ada yang menghampiri Chanwo hari ini. Setidaknya
untuk satu hari ia bisa tenang.
Pria itu tidak keluar sama sekali sejak tadi pagi. Meski awalnya
ia sempat berencana untuk berkeliling tempat ini. Sekolah Mooneta terlalu luas
baginya. Sehingga ia tidak bisa menjelajahinya dalam satu hari. Chanwo masih
perlu tahu beberapa tempat lagi di sini. Ada beberapa titik yang belum pernah
ia datangi sama sekali. Dan kini ia sungguh penasaran. Sepertinya, waktu pria
ini dihabiskan hanya untuk berkeliling dan mengamati seluruh penjeuru sekolah. Memangnya
apa lagi yang bisa ia lakukan.
pun yang berjalan sesuai dengan rencana pada awalnya. Semua ini akibat badai
salju yang terus turun dnegan lebat tanpa henti. Hal tersebut membuat suhu
udara semakin turun. Bisa-bisa Chanwo akan membeku dan mati kedinginan jika
keluar dari tempat persembunyiannya pada saat seperti ini.
Sekarang sudah jauh lebih baik. Ini hampir tengah malam. Badai
sudah mulai mereda. Tidak seburuk tadi.
“Kenapa aku tidak membawa baju hangat milikku saat pergi. Padahal
aku tahu persis jika sebentar lagi akan memasuki musim dingin,” gerutu pria
itu.
“Aku juga tidak pernah menduga jika akan berakhir di tempat
seperti ini!”
“Lagi pula kenapa aku bisa melangkah sampai sejauh ini.”
Pria itu terus saja mendumal sejak tadi. Ia menggeram kesal.
Chanwo merutuki kebodohannya sendiri. Tapi hanya satu hal yang tidak ia lakukan
pada saat kesal. Yaitu mengumpat atau bersumpah. Menurutnya hal itu sangat
__ADS_1
tidak sopan. Ia tetap tidak pantas untuk mengatakannya. Tidak peduli seberapa
emosi dirinya pada saat itu. Jika sekali dilarang, tetap saja tidak boleh
dilanggar untuk selamanya. Itu adalah prinsip mereka.
Chanwo masih tak habis pikir, bagaimana bisa ia melewatkan
hal sepenting itu. Sekarang, dimana ia bisa mendapatkan baju hangat. Dirinya tidak
akan bisa bertahan tanpa benda yang satu itu. Ia benar-benar membutuhkannya
sekarang. Terlahir sebagai seorang vampir, bukan berarti ia menjadi kebal akan
segalanya. Chanwo tetap saja merasa kedinginan jika musim dingin telah tiba. Bukan
hanya pria ini saja. Semua anggota kaum kegelapan juga selalu seperti itu saat
salju turun. Dan hal itu benar-benar normal bagi mereka. Tidak ada yang perlu
dipertanyakan lagi.
Pria itu tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama jika
hanya mengandalkan kehangatan dari tumpukan jerami itu saja. Semua itu tidak
akan cukup untuk menghalau hawa dingin agar tidak merasuki tubuhnya. Dia perlu
menemukan sesuatu yang lebih tepat untuk menggantikan tumpukan jerami yang
bahkan sudah bau itu.
Malam ini ia sudah memutuskan untuk kembali keluar dari
kandang dan berkeliaran di gedung sekolah. Dia akan menemukan baju hangat yang
cocok untuknya. Harus malam ini juga. Chanwo tidak akan bisa bertahan lebih
lama lagi. Saat ini saja tubuhnya sudah menggigil.
Ia tidak tahu apakah perbuatan yang satu ini termasuk ke
dalam kebaikan atau malah sebaliknya. Mungkin caranya terkesan memaksa, sampai
harus merebut barang orang lain tanpa izin sama sekali. Namun di sisi lain ia
juga sangat membutuhkannya untuk kelangsungan hidupnya. Ia sama sekali belum
siap jika harus meregang nyawa sekarang. Usianya masih terlalu muda untuk mati.
Jika ia bisa hidup abadi, kenapa tidak.
Padahal kemarin ia baru saja berbuat satu kebaikan yang
telah membantunya untuk membuat jantung mungil itu kembali berdetak. Organ yang
satu itu telah lama mati. Bahkan sejak ia lahir, jantungnya tidak pernah
berfungsi sama sekali. Namun ia tetap bisa hidup dengan normal. Karena hidup
kaum kegelapan tidak bergantung kepada cara kerja jantungnya. Bukan masalah
besar jika organ yang satu itu tidak berfungsi dengan baik. Berbanding terbalik
__ADS_1
dengan cara manusia menjalani hidupnya.