Mooneta High School

Mooneta High School
Out Of The Box


__ADS_3

Singkat cerita, konferensi tadi tidak membahas banyak hal. Waktu


yang dihabiskan bahkan tidak lebih dari satu jam. Kurang lebuh, mereka hanya


membahas tentang rencana kerja sama yang telah disinggung oleh keduanya


beberapa saat yang lalu. Dalam surat terakhir yang mereka kirimkan, tertulis


dengan jelas jika Reodal ingin Mooneta bergabung bersama mereka. Sehingga tidak


ada lagi yang namanya Reodal dan Mooneta. Sulit untuk dipercaya oleh akal sehat


jika kedua musuh bebuyutan ini akan bersatu. Padahal, semua orang juga tahu


jika selama ini mereka terlibat dalam perang dingin.


Reodal berhasil menjatuhkan Mooneta dan membuat mereka mau


tak mau harus terpaksa tunduk kepada peraturan yang Reodal buat. Bisa dibilang


jika saat ini pihak Mooneta sudah masuk ke dalam perangkap Reodal. Akan sulit


untuk melepaskan diri jika begini caranya.


Do Yen Sae mangatakan jika mereka akan segera melakukan


upacara peresmian akademi sihir baru yang merupakan gabungan antara Reodal dan


juga Mooneta. Untuk saat ini mereka hanya akan melakukan administrasi ulang


untuk mendata kembali berapa jumlah siswa dan juga tenaga pengajar yang


tersedia. Tidak lupa juga mereka akan melakukan pemilihan pengurus akademi. Tapi,


Do Yen Sae tidak akan lengser dari jabatannya. Ia akan tetap menjadi pemimpin


akademi sihir yang baru setelah diresmikan.


Kembali lagi ke awal jika mereka saat ini sedang berada di


tanah orang. Tidak ada satu pun orang dari Mooneta yang berhak untuk menentang


keputusan Do Yen Sae.


Dengan bergabungnya Mooneta dengan Reodal, maka berita ini


akan menyebar sampai kemana-mana. Andai saja waktu itu Orton menawarkan bantuan


serupa dengan lebih cepat, maka mereka tidak perlu mengambil keputusan yang


salah ini. Orton jelas jauh lebih baik dari pada Reodal. Mereka berdua memiliki


kepribadian yang berbeda jauh antara satu sama lain di mata Mooneta.


“Ikuti Jin Hae In. Dia akan menunjukkan kepada kalian semua


dimana letak asramanya,” ujar Bibi Ga Eun kepada Eun Ji Hae.


Gadis itu hanya bisa mengangguk untuk mengiyakan perkataan


Bibi Ga Eun. Dia memang benar-benar menjaga jarak dengan wanita itu sekarang. Bukan


hanya Bibi Ga Eun saja. Bahkan ia juga menjadi tidak terlalu banyak bicara


kepada orang lain seperti biasanya. Semua orang menjadi terkena imbas akibat

__ADS_1


emosinya yang hanya bersifat sesaat ini. Tidak bisa dipungkiri jika Eun Ji Hae


memang sempat naik pitam karena keluarganya sendiri.


“Semuanya ikuti aku!” seru Eun Ji Hae dari depan sana


membuat semua mata kembali tertuju kepadanya.


Anak-anak Mooneta tidak pernah saling berpisah dari


rombongan sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan sampai detik ini juga. Mereka terlalu


takut untuk kehilangan satu sama lain. Karena, selama ini mereka memang selalu


mengandalkan. Ada rasa saling ketergantungan pada diri mereka.


“Aku akan menunjukkan jalan ke asrama,” ujar Jin Hae In.


“Kalian pasti merasa begitu kelelahan setelah perjalanan


panjang,” lanjutnya.


Eun Ji Hae hanya membalasnya dengan seulas senyuman tipis. Tidak


ada hal lain yang terlintas di dalam pikirannya pada saar itu. Eun Ji Hae tak


tahu harus bereaksi bagaimana.


“Omong-omong, berapa lama waktu yang kalian habiskan untuk


sampai ke sini?” tanya gadis itu secara tiba-tiba.


“Sekitar dua hari mungkin?” balas Eun Ji Hae.


sedang tidak bisa diandalkan. Ada banyak hal yang menumpuk di kepalanya


sehingga ia pusing. Eun Ji Hae tidak fokus pada satu hal saja. kepalanya serasa


akan pecah dalam waktu dekat ini.


Mereka berjalan beriringan menyusuri setiap lorong yang ada


di sekolah ini. Sementara itu, puluhan siswa Mooneta lainnya mengikuti langkah


mereka berdua dari belakang. Hingga mereka semua berhenti tepat di depan sebuah


bangunan yang tampaknya tidak terlalu besar. Hanya ada empat lantai. Bahkan bangunannya


tampak lebih kecil dari satu gedung asrama yang ada di Mooneta.


“Apakah kita akan tinggal di sini?” bisik Oliver.


Nhea menggidikkan bahunya pertanda tak tahu. Ia memang tidak


pernah tahu apa-apa soal tempat ini. Jangankan Reodal. Segala hal yang


menyangkut soal Mooneta saja ia tak tahu. Bagaimana Nhea tahu jika ia baru


tinggal beberapa bulan di sana. Kemudian ada banyak kejadian mengejutkan yang


pada akhirnya memaksa merka untuk pindah.


Nhea adalah seorang keturunan klan bayangan dan juga


berlatar belakang dari keluarga besar penyihir. Darahnya sangat kompleks. Ia mewarisi

__ADS_1


segala sifat dari semua orang yang berada di dalam keluarganya. Tanpa disadari


sama sekali, ia memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi penyihir hebat.


Bahkan jauh lebih besar dari pada nenek dan kakenya yang sudah tiada itu.


“Bagunan itu tidak akan cukup untuk kita semua!” celetuk


Jang Eunbi dengan volume rendah.


Ia tidak ingin jika Eun Ji Hae dan Jin Hae In sampai


mendengar umpatannya. Bisa habis gadis itu di tengan mereka berdua. Bersyukur


masih ada yang mau memberikan mereka tempat tinggal.


“Ini adalah asrama yang akan kalian pakai,” ujar Jin Hae In.


Dugaan mereka semua benar. Bagaimana bisa mereka kepikiran


akan hal itu. Tidak bisakah ia melihat seberapa banyak orang yang berada di


sini sekarang? Tempat itu tidak akan muat. Bahkan untuk menampung mereka saja


tidak bisa. Apa lagi jika barang-barangnya harus dimasukkan.


“Apa asrama pria dan wanita digabungkan?” tanya Eun Ji Hae


untuk memastikan kembali.


Jin Hae In mengangguk dengan antusias untuk menanggapi


pertanyaan gadis itu barusan. Berbeda dengan Eun Ji Hae, ia malah terperanjat


kaget. Yang benar saja. Bagaimana bisa asrama mereka disatukan dalam satu gedung.


Bukan hanya sampai di situ saja masalahnya.


“Apakah kau yakin jika gedung itu akan cukup untuk menampung


kami semua?” tanya Eun Ji Hae sekali lagi.


Gadis itu masih dengan jawaban yang sama. Entah kenapa ia


tampak begitu yakin. Mungkin indera pengelihatannya masih kurang baik. Sehingga


ia tidak bisa melihat ada berapa banyak orang yang berada di belakang mereka


saat ini.


Eun Ji Hae hanya bisa tersenyum canggung sambil menggaruk


kepalanya yang tidak gatal. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis itu


kehabisan ide. Jin Hae In berhasil membuatnya menjadi tampak bodoh di hadapan


semua orang. Memang sejak awal seharusnya mereka tidak pernah menerika tawaran


tersebut. Lebih baik mati konyol akibat terkubur salju abadi dari pada harus


diperbudak seperti ini. Mereka yang berasal dari Mooneta seperti tidak ada


harga dirinya di sini. Reodal telah merendahkan mereka secara tidak langsung


dan itu sama sekali tidak menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2