
Entah rencana macam apa lagi yang ada di dalam kepalanya.
Yang jelas, Eun Ji Hae yakin jika gadis itu sedang merencanakan sesuatu yang
tidak baik. Meski ia sama sekali tidak bisa membaca isi pikiran Do Yen Sae.
Eun Ji Hae tahu jika setiap orang memiliki sifat serta
perilaku yang berbeda-beda. Oleh sebab itu mereka tidak bisa disama-ratakan.
Termasuk setiap orang yang berada di Reodal. Meski para penghuni Reodal
terkenal akan kelicikannya, bukan berarti jika tidak ada dari mereka yang
bersikap sebaliknya. Paling tidak sebagian kecil saja. Satu atau dua orang.
Tapi, sayangnya sikap Do Yen Sae sama sekali tidak termasuk kategori orang yang
hanya sebagian kecil itu. Sehingga ia tidak bisa disebut sebagai orang baik.
Sebagai manusia normal, seharusnya kita bisa membedakan mana
yang benar ada dan mana yang tidak ada. Termasuk orang yang benar bersikap baik
dan yang hanya berpura-pura baik. Setidaknya ada satu perbedaan di antara
mereka meski tidak terlalu mencolok.
Eun Ji Hae menghela napasnya. Dia mulai merasa bosan dengan
perbincangan mereka yang sama sekali tidak jelas arah dan tujuannya. Do Yen Sae
hanya membuang waktunya secara sia-sia.
“Jadi bagaimana?” tanya gadis itu tiba-tiba.
Eun Ji Hae terkesiap mendengar pertanyaan tersebut. Isi
pikirannya mendadak buyar seketika.
“Apa kau bisa mengulangi pertanyaanmu yang barusan?” tanya
Eun Ji Hae balik.
“Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas tadi. Sepertinya telingaku
sedang bermasalah tadi,” tambahnya.
“Bagaimana jika nama akademi sihir baru kita disebut dengan Petal?”
Do Yen Sae kembali mengulangi pertanyaan yang sama persis
untuk kedua kalinya. Jika bukan karena Eun Ji Hae yang memintanya, mana mungkin
ia melakukan hal tersebut. Sekali lagi, ia harus bersikap baik untuk
menciptakan kesan pertama yang baik pula. Setidaknya sampai Do Yen Sae berhasil
mendapatkan simpati warga Mooneta. Terutama anggota keluarga besar. Karena,
bagaimana pun anggota keluarga adalah penggerak utama akademi sihir itu. Semua
orang tampak hormat kepada mereka.
Jika ingin menguasai sesuatu yang besar, maka pengaruhi
__ADS_1
lebih dulu pemimpinnya. Nanti pemimpin itu sendiri yang akan mempengaruhi anak
buahnya. Mungkin seperti itu juga cara berpikir Do Yen Sae selama ini. Gadis
itu belum tahu saja betapa sulitnya mereka untuk ditaklukkan. Terlebih setelah
semua hal yang mereka alami selama ini, warga Mooneta diminta untuk selalu
bersikap hati-hati. Tetap waspada akan membuat mereka aman. Jangan harap jika
anggota keluarga Mooneta akan mudah terpengaruh dengan Reodal. Mereka bahkan
sampai saat ini sudah tidak memiliki rasa percaya lagi kepada Reodal.
Eun Ji Hae tidak langsung menjawab setelah Do Yen Sae
mengulang pertanyaannya sesuai dengan permintaan gadis itu. Ia perlu berpikir
terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu. Apa lagi jika yang harus diambil
adalah sebuah keputusan besar. Ia tidak boleh bertindak dengan gegabah.
Semuanya harus dipikirkan matang-matang. Termasuk presentase kegagalan dan
keberhasilannya. Tidak lupa menimbang resiko yang akan diikutsertakan juga.
Eun Ji Hae tampak sibuk dengan pikirannya sendiri untuk
beberapa saat. Do Yen Sae paham betul jika ia sedang mempertimbangkan sesuatu
di dalam sana. Jadi, gadis itu tidak ingin mengganggu. Ia memilih untuk
memberikan ruang dan waktu kepada Eun Ji Hae.
Do Yen Sae melipat kedua tangannya di depan dada.
jawaban dari gadis itu. Tak lama kemudian Eun Ji Hae menegakkan kepalanya. Pertanda
ia sudah selesai berpikir dan sudah mendapatkan keputusan. Sebentar lagi Eun Ji
Hae akan segera menyampaikan jawaban dari hasil perundingannya dengan otaknya
sendiri.
“Bagaimana?” tanya Do Yen Sae.
Gadis yang satu itu tampaknya sudah tidak sabar untuk
menunggu. Do Yen Sae adalah orang yang paling antusias dengan jawaban Eun Ji
Hae. Ia berharap agar gadis itu segera mengungkapkan jawabannya. Tentu saja
jangan sampai mengecewakan Do Yen Sae. Ia sudah cukup sabar untuk menunggunya
selama ini.
Sorot mata Do Yen Sae seolah mengatakan cepat beritahu aku apa keputusanmu! Air muka gadis itu telah
menggambarkan semuanya dengan cukup jelas. Do Yen Sae tidak bisa menutupi rasa
yang tengah bergejolak di dalam dirinya.
Sementara Eun Ji Hae sendiri memang sengaja mengulur waktu
untuk melihat bagaimana reaksi gadis itu. Terutama saat ia telah menjawab
__ADS_1
pertanyaannya tadi. Do Yen Sae pasti cukup terkejut. Siapa bilang jika Eun Ji
Hae tidak mengawasinya. Ia telah melakukan hal tersebut sejak pertama kali ia
masuk ke dalam ruangan ini.
Mereka sudah sama-sama tidak sabaran. Baik Eun Ji Hae mau
pun Do Yen Sae. Namun, Eun Ji Hae masih bisa menahan dirinya. Berbeda dengan
seorang gadis yang tengah duduk tepat di depannya saat ini. Sepertinya sekarang
adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan segalanya.
"Sebaiknya kita juga meminta pendapat para petinggi
lainnya juga,” ujar Eun Ji Hae secara gamblang.
“Mereka juga berhak untuk menyampaikan opininya,” lanjut
gadis itu.
“Kita tidak bisa membuat keputusan secara sepihak ini.
Mengingat jika hal ini menyangkut semua orang juga. Kita harus memikirkannya
secara matang-matang,” jelas Eun Ji Hae dengan panjang lebar.
Mendengar jawaban dari gadis itu barusan berhasil membuat Do
Yen Sae merasa kesal. Ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Bahkan apa yang
dikatakan oleh Eun Ji Hae barusan sudah sangat jauh berbeda dengan apa yang ia
harapkan selama ini. Eun Ji Hae adalah orang pertama yang berhasil mematahkan
pendapat orang-orang jika Do Yen Sae bisa mendapatkan semua yang ia mau. Pada
faktanya, semesta tak selalu harus bekerja sesuai dengan keinginannya. Ia bukan
pusat dari alam semesta.
Do Yen Sae membalas kalimat tersebut dengan seulas senyum
tipis. Bisa dipastikan jika ia terlalu memaksakan untuk tersenyum.
“Benar, kita juga harus menanyai pendapat mereka bukan?”
ucap Do Yen Sae. Ia harus pura-pura sependapat dengan Eun Ji Hae demi
kelancaran misinya.
Eun Ji Haae mengangguk,
mengiyakan perkataan gadis itu barusan. Kali ini EUn Ji Hae yang memimpin
permainannya. Posisi gadis itu telah jauh lebih unggul dari pada Do Yen Sae
untuk sementara waktu. Tapi, meski begitu ia tidak boleh merasa puas terlebih
dahulu. Do Yen Sae bisa saja merencanakan hal yang lebih buruk dari semua ini. Gadis
itu tidak terduga. Sekali lagi perlu diingatkan jika ia akan melakukan segala
cara untuk mendapatkan keinginannya. Tidak ada yang bisa menghalangi langkah
__ADS_1
gadis itu. Eun Ji Hae sedang melakukan hal itu sekarang. Do Yen Sae hampir
terjatuh karenanya. Namun, gadis itu hanya terseok sedikit saja.