
Seperti biasanya, mereka selalu punya jadwal kosong setiap
harinya. Lebih tepatnya setelah jamuan makan pagi. Tidak ada jadwal khusus yang
telah ditetapkan dari akademi sihir Mooneta untuk setiap siswanya setelah jam
itu. Sehingga mereka bisa bebas melakukan apa saja setidaknya sampai jam makan
siang nanti.
Namun, beberapa hari ini berbeda dengan biasanya. Jadwal
kosong mereka digunakan untuk latihan rutin. Sehingga anak-anak itu tidak
memiliki waktu luang lagi selain malam hari setelah kelas selesai. Mereka harus
memaksimalkan waktu yang ada untuk latihan, karena hari perlombaan sudah semakin dekat.
Mereka harus melakukan yang terbaik. Setidaknya usaha mereka selama ini tidak boleh sampai
mengecewakan.
“Aku akan mencuci tangan lebih dulu. Kau pergilah lebih dulu
ke luar jika tidak ingin menunggu,” ujar Nhea kepada Oliver.
“Baiklah. Aku akan menunggu di luar kalau begitu,” balas
Oliver.
Tak lama kemudian, gadis itu langsung beranjak pergi
meninggalkan ruangan begitu merapihkan peralatan makannya. Sementara di sisi
lain Nhea masih berada di ruangan yang sama. Dia pergi ke sisi lain dari
ruangan tersebut untuk membasuh tangannya. Tidak kotor memang. Tapi, menurutnya
memang perlu dibasuh saja.
Satu-persatu orang-orang mulai meninggalkan ruangan hingga
hanya menyisakan para petugas dapur saja. Mereka yang akan bertanggung jawab
untuk membereskan semua kekacauan ini. Bibi Ga Eun sudah mempercayai mereka.
Bahkan orang-orang itu sudah bekerja di sini lebih dari sepuluh tahun yang
lalu.
Nhea bukan orang yang terakhir keluar dari ruang jamuan
makan. Tapi, ia termasuk kepada sekelompok siswa yang meninggalkan tempat itu
belakangan. Gadis itu langsung berjalan menuju ujung koridor. Tadi, dia meminta
Oliver untuk menunggunya di sana. Mereka akan pergi ke kamar asramanya terlabih
dahulu untuk bersiap. Sebelum pada akhirnya beralih ke lapangan belakang untuk
mulai berlatih.
“Ku dengar hari ini Jang Eunbi resmi dipindahkan ke
departemen panahan,” ungkap Oliver secara tiba-tiba.
Sontak Nhea langsung mengalihkan pandangannya. Kedua bola
matanya membulat dengan sempurna. Dia tidak terkejut. Hanya tak habis pikir
saja. Bagaimana bisa gadis itu mendadak dipindahkan ke departemen yang sama
dengannya. Padahal sebelumnya Jang Eunbi berada di departemen yang sama dengan
Jongdae. Yaitu departemen sihir tingkat lanjutan.
__ADS_1
Nhea sibuk menerka-nerka sendiri. Kepalanya terlalu berisik
saat ini. Ada banyak asumsi yang mendadak muncul begitu saja. Dia lebih memilih
untuk memecahkan semuua pertanyaan itu sendiri terlebih dahulu sebelum bertanya
lebih lanjut kepada Oliver. Ia tidak langsung memberikan reaksi secara spontan
terhadap perkataan Oliver barusan.
Pada akhirnya ia memilih untuk menyerah. Ternyata otaknya
tidak sehebat itu untuk memecahkan semua masalah itu. Nhea tidak ingin ambil
pusing sendirian. Jadi, ia lebih memilih untuk bertanya saja kepada Oliver.
Tidak ada salahnya. Lagipula ia yakin jika gadis itu tidak akan merasa
keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
“Jang Eunbi dipindahkan ke departemen yang sama denganku?”
tanya Nhea untuk memastikan.
Sosok yang diajak bicara hanya bisa mengangguk-anggukkan
kepalanya untuk mengiyakan perkataan gadis itu.
“Kenapa begitu mendadak?” tanya Nhea sekali lagi.
“Padahal sebelumnya dia berada di departemen yang sama
dengan Jongdae,” lanjutnya kemudian.
“Sebenarnya, aku juga tidak tahu apa alasan pastinya yang
membuat Jang Eunbi sampai harus dipindahkan ke departemen panahan,” aku Oliver
secara terang-terangan. Jujur saja, dia memang tidak tahu jika ditanya soal
Nhea yakin jika Jang Eunbi sudah banyak berlatih selama ini.
Lantas, mengapa ia harus dipndahkan ke departemen lain pada satu minggu
menjelang hari perlombaan. Jang Eunbi tidak akan mmampu mengejar ketertinggalan
yang ia lewatkan dari latihan departemen lain selama ini. Kecuali jika ia
memang cukup hebat.
“Yang kudengar, dia telah menandatangani surat pemindahan ke
departemen lain. Eun Ji Hae yang memberikannya saran untuk pertama kali.
Kemudian Bibi Ga Eun setuju dengannya. Nyonya kepala sekolah sudah mengesahkan
kepindahan Jang Eunbi kemarin,” jelas Oliver dengan panjang lebar.
Nhea tidak langsung menjawab perkataan gadis itu barusan.
Otaknya masih menolak untuk percaya. Bukannya ia tidak suka jika Jang Eunbi
berada di departemen yang sama dengannya. Hanya saja, ia masih tidak habis
pikir. Bagaimana pihak akademi bisa membuat keputusan seperti itu di saat-saat
terakhir menjelang pertandingan. Menurutnya, tidak ada alasan yang cukup kuat
untuk mendasari kepindahan Jang Eunbi ke departemen lain. Sejauh ini bagian
panahan sudah memiliki orang yang cukup. Tidak ada kendala sama sekali.
“Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka,” gumamnya
pelan. Tapi, ternyata masih belum cukup pelan. Sehingga Oliver yang berada di
__ADS_1
sebelahnya masih bisa menangkap kalimat tersebut dengan jelas.
Oliver menoleh. Memperhatikan gadis itu sejenak. Kemudian
menghela napas dengan kasar.
“Kau harus banyak mengajari Jang Eunbi mulai hari ini,” ujar
Oliver tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali. Gadis itu terlalu sibuk
untuk memperhatikan jalanan di depannya.
“Selama ini dia sudah menghabiskan waktu untuk berlatih
secara sia-sia di departemen ilmu sihir tingkat lanjut,” lanjut gadis itu
kemudian.
“Sepertinya aku bukan orang yang tepat untuk mengajarinya
dari awal lagi,” ungkap Nhea secara gamblang.
“Kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah selama ini kau
cukup hebat?” balas Oliver sembari mengerutkan dahinya.
Lagi-lagi Nhea tidak langsung menjawab. Dia memilih untuk
memberikan jeda setiap kali sedang menjalin sebuah dialog baru dengan orang
lain. Dengan alasan agar energinya tidak cepat terkuras.
“Siapa bilang? Jika kau melihatku selama latihan
berlangsung, aku akan menjamin jika kau pasti menarik lagi kata-katamu
barusan,” ucap Nhea secara gamblang.
Mungkin beberapa manusia memang tidak mau meninggikan
dirinya sendiri. Hanya ada dua alasan. Yang pertama, agar dia tidak terlihat
sombong di mata orang lain. Yang kedua, atau memang dia adalah tipikal orang
yang suka merendahkan dirinya sendiri. Tidak percaya diri. Dalam kondisi yang
tengah terjadi kali ini, Nhea termasuk kepada opsi nomer dua. Gadis itu sungguh
tidak percaya diri dalam beberapa hal. Namun, ia malah bisa bersikap sebaliknya
juga dalam beberapa hal lain.
“Jang Eunbi pasti bisa mengejar ketertinggalannya selama
ini,” ujar Oliver.
“Dia bukan gadis yang mudah menyerah bahkan sebelum
mencoba,” lanjutnya.
Kali ini Nhea setuju. Dia sependapat dengan Oliver. Siapa
yang tidak tahu soal kegigihan Jang Eunbi selama ini. Tidak perlu diragukan
lagi. Mereka yakin jika pihak akademi telah melakukan berbagai pertimbangan
secara matang-matang. Semuanya sudah dipikirkan. Kepindahan Jang Eunbi ke
departemen panahan adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat sama
sekali oleh orang lain.
Mereka semua akan menerima
keputusan tersebut. Apa pun itu. Selama masih memiliki tujuan baik yang
__ADS_1
terarah, Nhea tidak akan berusaha untuk menghentikannya.