Mooneta High School

Mooneta High School
Change Department


__ADS_3

Seperti biasanya, mereka selalu punya jadwal kosong setiap


harinya. Lebih tepatnya setelah jamuan makan pagi. Tidak ada jadwal khusus yang


telah ditetapkan dari akademi sihir Mooneta untuk setiap siswanya setelah jam


itu. Sehingga mereka bisa bebas melakukan apa saja setidaknya sampai jam makan


siang nanti.


Namun, beberapa hari ini berbeda dengan biasanya. Jadwal


kosong mereka digunakan untuk latihan rutin. Sehingga anak-anak itu tidak


memiliki waktu luang lagi selain malam hari setelah kelas selesai. Mereka harus


memaksimalkan waktu yang ada untuk latihan, karena  hari perlombaan sudah semakin dekat.


Mereka harus melakukan yang  terbaik. Setidaknya usaha mereka selama ini tidak boleh sampai


mengecewakan.


“Aku akan mencuci tangan lebih dulu. Kau pergilah lebih dulu


ke luar jika tidak ingin menunggu,” ujar Nhea kepada Oliver.


“Baiklah. Aku akan menunggu di luar kalau begitu,” balas


Oliver.


Tak lama kemudian, gadis itu langsung beranjak pergi


meninggalkan ruangan begitu merapihkan peralatan makannya. Sementara di sisi


lain Nhea masih berada di ruangan yang sama. Dia pergi ke sisi lain dari


ruangan tersebut untuk membasuh tangannya. Tidak kotor memang. Tapi, menurutnya


memang perlu dibasuh saja.


Satu-persatu orang-orang mulai meninggalkan ruangan hingga


hanya menyisakan para petugas dapur saja. Mereka yang akan bertanggung jawab


untuk membereskan semua kekacauan ini. Bibi Ga Eun sudah mempercayai mereka.


Bahkan orang-orang itu sudah bekerja di sini lebih dari sepuluh tahun yang


lalu.


Nhea bukan orang yang terakhir keluar dari ruang jamuan


makan. Tapi, ia termasuk kepada sekelompok siswa yang meninggalkan tempat itu


belakangan. Gadis itu langsung berjalan menuju ujung koridor. Tadi, dia meminta


Oliver untuk menunggunya di sana. Mereka akan pergi ke kamar asramanya terlabih


dahulu untuk bersiap. Sebelum pada akhirnya beralih ke lapangan belakang untuk


mulai berlatih.


“Ku dengar hari ini Jang Eunbi resmi dipindahkan ke


departemen panahan,” ungkap Oliver secara tiba-tiba.


Sontak Nhea langsung mengalihkan pandangannya. Kedua bola


matanya membulat dengan sempurna. Dia tidak terkejut. Hanya tak habis pikir


saja. Bagaimana bisa gadis itu mendadak dipindahkan ke departemen yang sama


dengannya. Padahal sebelumnya Jang Eunbi berada di departemen yang sama dengan


Jongdae. Yaitu departemen sihir tingkat lanjutan.

__ADS_1


Nhea sibuk menerka-nerka sendiri. Kepalanya terlalu berisik


saat ini. Ada banyak asumsi yang mendadak muncul begitu saja. Dia lebih memilih


untuk memecahkan semuua pertanyaan itu sendiri terlebih dahulu sebelum bertanya


lebih lanjut kepada Oliver. Ia tidak langsung memberikan reaksi secara spontan


terhadap perkataan Oliver barusan.


Pada akhirnya ia memilih untuk menyerah. Ternyata otaknya


tidak sehebat itu untuk memecahkan semua masalah itu. Nhea tidak ingin ambil


pusing sendirian. Jadi, ia lebih memilih untuk bertanya saja kepada Oliver.


Tidak ada salahnya. Lagipula ia yakin jika gadis itu tidak akan merasa


keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.


“Jang Eunbi dipindahkan ke departemen yang sama denganku?”


tanya Nhea untuk memastikan.


Sosok yang diajak bicara hanya bisa mengangguk-anggukkan


kepalanya untuk mengiyakan perkataan gadis itu.


“Kenapa begitu mendadak?” tanya Nhea sekali lagi.


“Padahal sebelumnya dia berada di departemen yang sama


dengan Jongdae,” lanjutnya kemudian.


“Sebenarnya, aku juga tidak tahu apa alasan pastinya yang


membuat Jang Eunbi sampai harus dipindahkan ke departemen panahan,” aku Oliver


secara terang-terangan. Jujur saja, dia memang tidak tahu jika ditanya soal


Nhea yakin jika Jang Eunbi sudah banyak berlatih selama ini.


Lantas, mengapa ia harus dipndahkan ke departemen lain pada satu minggu


menjelang hari perlombaan. Jang Eunbi tidak akan mmampu mengejar ketertinggalan


yang ia lewatkan dari latihan departemen lain selama ini. Kecuali jika ia


memang cukup hebat.


“Yang kudengar, dia telah menandatangani surat pemindahan ke


departemen lain. Eun Ji Hae yang memberikannya saran untuk pertama kali.


Kemudian Bibi Ga Eun setuju dengannya. Nyonya kepala sekolah sudah mengesahkan


kepindahan Jang Eunbi kemarin,” jelas Oliver dengan panjang lebar.


Nhea tidak langsung menjawab perkataan gadis itu barusan.


Otaknya masih menolak untuk percaya. Bukannya ia tidak suka jika Jang Eunbi


berada di departemen yang sama dengannya. Hanya saja, ia masih tidak habis


pikir. Bagaimana pihak akademi bisa membuat keputusan seperti itu di saat-saat


terakhir menjelang pertandingan. Menurutnya, tidak ada alasan yang cukup kuat


untuk mendasari kepindahan Jang Eunbi ke departemen lain. Sejauh ini bagian


panahan sudah memiliki orang yang cukup. Tidak ada kendala sama sekali.


“Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka,” gumamnya


pelan. Tapi, ternyata masih belum cukup pelan. Sehingga Oliver yang berada di

__ADS_1


sebelahnya masih bisa menangkap kalimat tersebut dengan jelas.


Oliver menoleh. Memperhatikan gadis itu sejenak. Kemudian


menghela napas dengan kasar.


“Kau harus banyak mengajari Jang Eunbi mulai hari ini,” ujar


Oliver tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali. Gadis itu terlalu sibuk


untuk memperhatikan jalanan di depannya.


“Selama ini dia sudah menghabiskan waktu untuk berlatih


secara sia-sia di departemen ilmu sihir tingkat lanjut,” lanjut gadis itu


kemudian.


“Sepertinya aku bukan orang yang tepat untuk mengajarinya


dari awal lagi,” ungkap Nhea secara gamblang.


“Kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah selama ini kau


cukup hebat?” balas Oliver sembari mengerutkan dahinya.


Lagi-lagi Nhea tidak langsung menjawab. Dia memilih untuk


memberikan jeda setiap kali sedang menjalin sebuah dialog baru dengan orang


lain. Dengan alasan agar energinya tidak cepat terkuras.


“Siapa bilang? Jika kau melihatku selama latihan


berlangsung, aku akan menjamin jika kau pasti menarik lagi kata-katamu


barusan,” ucap Nhea secara gamblang.


Mungkin beberapa manusia memang tidak mau meninggikan


dirinya sendiri. Hanya ada dua alasan. Yang pertama, agar dia tidak terlihat


sombong di mata orang lain. Yang kedua, atau memang dia adalah tipikal orang


yang suka merendahkan dirinya sendiri. Tidak percaya diri. Dalam kondisi yang


tengah terjadi kali ini, Nhea termasuk kepada opsi nomer dua. Gadis itu sungguh


tidak percaya diri dalam beberapa hal. Namun, ia malah bisa bersikap sebaliknya


juga dalam beberapa hal lain.


“Jang Eunbi pasti bisa mengejar ketertinggalannya selama


ini,” ujar Oliver.


“Dia bukan gadis yang mudah menyerah bahkan sebelum


mencoba,” lanjutnya.


Kali ini Nhea setuju. Dia sependapat dengan Oliver. Siapa


yang tidak tahu soal kegigihan Jang Eunbi selama ini. Tidak perlu diragukan


lagi. Mereka yakin jika pihak akademi telah melakukan berbagai pertimbangan


secara matang-matang. Semuanya sudah dipikirkan. Kepindahan Jang Eunbi ke


departemen panahan adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat sama


sekali oleh orang lain.


Mereka semua akan menerima


keputusan tersebut. Apa pun itu. Selama masih memiliki tujuan baik yang

__ADS_1


terarah, Nhea tidak akan berusaha untuk menghentikannya.


__ADS_2