Mooneta High School

Mooneta High School
Fate


__ADS_3

 


 


Chanwo langsung pergi dari sana begitu menyadari jika ada


bahaya yang sedang mengintainya. Pergerakanya secepat cahaya. Sehingga Eun Ji


Hae sekalipun tidak menyadari sama sekali saat pria itu membuka jendela


kamarnya lebar-lebar dan membiarkan angin musim dingin masuk memenuhi tempat


itu.


Wilson mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar Eun Ji Hae.


Dia tidak melanjutkan ketukannya. Sepertinya percuma saja jika membangunkan


gadis itu sekalipun. Seorang klan yang ia cari pasti sudah pergi jauh karena


menyadari kehadirannya di sini. Lagi pula pria itu tidak ingin mengganggu tidur


Eun Ji Hae. Ia tahu jika gadis itu pasti sedang kelelahan. Hari ini adalah hari


yang melelahkan bagi semua orang. Termasuk dirinya sendiri. Jika bukan karena


aroma yang mencurigakan itu, Wilson mungkin tidak akan terjaga dari tidurnya.


Ia akan tetap terlelap sampai pagi.


Begitu mengetahui jika target incarannya kabur begitu saja,


Wilson segera memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.


Tidak ada gunanya juga berlama-lama di luar seperti ini. Udaranya sangat tidak


bersahabat. Lain kali ia harus bergerak lebih cepat jika ingin menangkap klan


itu. Mereka bisa saling mencium aroma sesamanya dari jarak puluhan meter.


Seharusnya Wilson menyadari hal itu sejak awal.


Eun Ji Hae akan baik-baik saja selama berada di sekitar


Wilson. Ia yakin jika anggota dari salah satu klan itu tidak akan berani


mendekat, apa lagi menyakitinya selama ada pria itu di sini. Tidak ada yang


perlu dikhawatirkan. Pria itu akan menjaga Eun Ji Hae dengan sebaik mungkin.


Bahkan ia rela untuk mengorbankan nyawanya jika itu perlu. Meskipun Eun Ji Hae


bukan anak kandungnya, tapi tetap saja tidak ada orang lain yang menyayangi


gadis itu seperti mereka menyayanginya. Sejauh ini Wilson dan Varelly berhasil


merawat dan membesarkan Eun Ji Hae dengan baik. Meski mereka tak bisa selalu


ada di sampingnya.


Tidak seperti Nhea yang telah ditinggalkan sejak ia masih


sangat kecil sekalipun. Ia bahkan belum memiliki persiapan apapun untuk


menghadapi kerasnya dunia. Tidak seperti kakak angkatnya Eun Ji Hae. Rasanya


memang sungguh tidak adil bagi gadis itu. Bagaimana bisa kedua orang tuanya


jauh lebih menyayangi anak yang bahkan bukan darah dagingnya dan malah

__ADS_1


menerlantarkan anak kandungnya sendiri. Nhea sama sekali tidak habis pikir soal


itu.


Selama ini Nhea telah menganggap jika kedua orang tuanye


telah tiada. Bukan Bibi Ga Eun yang menceritakan omong kosong tersebut untuk


mempengaruhi pikiran polosnya. Tapi Nhea sendirilah yang membuat kesimpulan


tersebut. Selama bertahun-tahun ia hanya percaya kepada hal itu. Kenapa baru


sekarang mereka mematahkan asumsinya. Sudah terlambat. Nhea bahkan sudah tidak


memiliki keinginan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya lagi saat ini.


Mungkin ia memang benar-benar tidak akan bertemu dengan mereka lagi setelah


malam itu , jika Bibi Ga Eun tidak mengajaknya untuk pindah ke sini. Bahkan


wanita itu tidak menjelaskan alasan kepindahan mereka ke sini. Nhea


meninggalkan rumah yang ditinggalinya bersama Bibi Ga Eun selama bertahun-tahun


itu dengan begitu saja. Tempat itu dibiarkan kosong begitu saja. Padahal rumah


itu masih layak untuk ditinggali. Tidak terlalu buruk meski sudah termakan


usia. Bangunanya masih berdiri kokoh dan tidak memiliki potensi untuk rubuh


sedikitpun. Perabotannya juga masih bagus.


Beberapa hal yang terjadi di dunia ini memang hanya terjadi


begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Tapi beberapa di antaranya memang


memiliki fakta yang sedang berusaha untuk disembunyikan dengan sengaja.


menjadi pusat dari semesta pada saat ini.


Dulu Nhea selalu mempertanyakan kenapa kedua orang tuanya


mendadak pergi dari rumah setelah hujan lebat itu. Kemudian Bibi Ga Eun


berusaha untuk mengambil alih posisi tersebut. Wanita itu berhasil melakukan


tugasnya dengan baik. Ia menjadi orang tua yang baik bagi gadis itu dan


membesarkannya dengan baik.


Kini Nhea mendapatkan semua jawaban yang ia cari selama ini.


Tidak ada seorangpun yang memberitahu Nhea apa alasannya. Ia cukup pandai dalam


menangkap situasi apa yang sedang terjadi saat itu. Kemudian membuat kesimpulan


dengan segera. Selama ini begitulah caranya menjalani hidup.


Terkadang kita tidak bisa terlalu mempercayai manusia.


Mereka bukan mahluk yang dapat dipercaya begitu saja. Mungkin beberapa berkata


dengan jujur. Tapi kita itdak tahu kebenaran macam apa yang sedang


disembunyikan oleh sebagian lalinnya. Manusia memiliki sikap yang sulit untuk


ditebak. Hal tersebut akan menjadi topik pembahasan yang cukup menarik jika


dijabarkan lebih jauh. Namun Nhea adalah sorotan utamanya di sini. Bukan yang

__ADS_1


lain.


***


Chanwo pergi ke kandang para ternak. Ia tidak akan menghisap


darah mereka dan membuat para hewan-hewan ternak itu mati secara sia-sia. Melainkan


Chanwo hanya akan menumpang tidur di sana. Di luar terlalu dingin baginya. Ia


tidak yakin bisa bertahan sepanjang malam jika berada di luar. Chanwo butuh


sedikit rasa hangat untuk membuat dirinya tetap hidup. Meskipun pada dasarnya,


ia adalah mahluk yang tidak bisa mati kecuali terbakar sinar matahari.


Belakangan ini dia tidak begitu memiliki ketertarikan yang


tinggi lagi untuk mengonsumsi darah. Ia lebih suka untuk memakan daging yang


telah diolah. Siapa lagi jika bukan gadis dari klan serigala itu yang


mengajarinya. Katanya itu adalah gaya hidup terbaru yang bisa membuatnya jauh


lebih sehat. Jadi Chanwo memutuskan untuk mencobanya. Meski diawal terasa


terasa sangat aneh baginya, tapi kini Ia mulai terbiasa dengan semua itu.


Mungkin Chanwo tidak akan bertahan lama dengan gaya hidup barunya.


Pada dasarnya, Chanwo tetaplah seorang vampir yang juga


merupakan bagian dari sebuah klan. Ia berasal dari hutan terkutuk yang cukup


terkenal itu. Kisahnya bahkan sudah menyebar hingga ke penjuru negeri. Cerita


itu bukan sekedar mitos belaka yang diciptakan untuk tujuan menakut-nakuti. Keberadaan


mereka benar ada.


“Sampai kapan aku bisa bertahan di tempat ini?” gumamnya.


Chanwo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat


ini. Kandang tidak terlalu buruk baginya. Meskipun ia belum pernah mencoba


untuk tinggal di kandang sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya bagi pria itu. Dia


tidak terlalu mempermasalahkan kondisi tempat ini. Menurutnya ia masih bisa


memakainya sebagai tempat persembunyian sementara selama masih berada di sini. Ia


sendiri bahkan tidak tahu kapan akan kembali ke kerajaan. Semua orang pasti


telah menunggunya di sana. Termasuk adik laki-lakinya.


“Apa dia berhasil memimpin kerajaan dengan baik?” tanyanya


pada dirinya sendiri.


“Ku harap begitu. Aku tahu jika ia bisa melakukannya dengan


baik,” lanjutnya.


Bagaimanapun juga, pria itu harus belajar bagaimana caranya


memimpin sebuah kerajaan. Untuk berjaga-jaga jika suatu hari nanti terjadi


sesuatu yang buruk kepada Chanwo. Maka ia bisa segera menggantikannya. Tidak

__ADS_1


boleh sampai terjadi kekosongan kekuasaan di sana. Jika tidak kekacauan akan


terjadi.


__ADS_2