
Chanwo langsung pergi dari sana begitu menyadari jika ada
bahaya yang sedang mengintainya. Pergerakanya secepat cahaya. Sehingga Eun Ji
Hae sekalipun tidak menyadari sama sekali saat pria itu membuka jendela
kamarnya lebar-lebar dan membiarkan angin musim dingin masuk memenuhi tempat
itu.
Wilson mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar Eun Ji Hae.
Dia tidak melanjutkan ketukannya. Sepertinya percuma saja jika membangunkan
gadis itu sekalipun. Seorang klan yang ia cari pasti sudah pergi jauh karena
menyadari kehadirannya di sini. Lagi pula pria itu tidak ingin mengganggu tidur
Eun Ji Hae. Ia tahu jika gadis itu pasti sedang kelelahan. Hari ini adalah hari
yang melelahkan bagi semua orang. Termasuk dirinya sendiri. Jika bukan karena
aroma yang mencurigakan itu, Wilson mungkin tidak akan terjaga dari tidurnya.
Ia akan tetap terlelap sampai pagi.
Begitu mengetahui jika target incarannya kabur begitu saja,
Wilson segera memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.
Tidak ada gunanya juga berlama-lama di luar seperti ini. Udaranya sangat tidak
bersahabat. Lain kali ia harus bergerak lebih cepat jika ingin menangkap klan
itu. Mereka bisa saling mencium aroma sesamanya dari jarak puluhan meter.
Seharusnya Wilson menyadari hal itu sejak awal.
Eun Ji Hae akan baik-baik saja selama berada di sekitar
Wilson. Ia yakin jika anggota dari salah satu klan itu tidak akan berani
mendekat, apa lagi menyakitinya selama ada pria itu di sini. Tidak ada yang
perlu dikhawatirkan. Pria itu akan menjaga Eun Ji Hae dengan sebaik mungkin.
Bahkan ia rela untuk mengorbankan nyawanya jika itu perlu. Meskipun Eun Ji Hae
bukan anak kandungnya, tapi tetap saja tidak ada orang lain yang menyayangi
gadis itu seperti mereka menyayanginya. Sejauh ini Wilson dan Varelly berhasil
merawat dan membesarkan Eun Ji Hae dengan baik. Meski mereka tak bisa selalu
ada di sampingnya.
Tidak seperti Nhea yang telah ditinggalkan sejak ia masih
sangat kecil sekalipun. Ia bahkan belum memiliki persiapan apapun untuk
menghadapi kerasnya dunia. Tidak seperti kakak angkatnya Eun Ji Hae. Rasanya
memang sungguh tidak adil bagi gadis itu. Bagaimana bisa kedua orang tuanya
jauh lebih menyayangi anak yang bahkan bukan darah dagingnya dan malah
__ADS_1
menerlantarkan anak kandungnya sendiri. Nhea sama sekali tidak habis pikir soal
itu.
Selama ini Nhea telah menganggap jika kedua orang tuanye
telah tiada. Bukan Bibi Ga Eun yang menceritakan omong kosong tersebut untuk
mempengaruhi pikiran polosnya. Tapi Nhea sendirilah yang membuat kesimpulan
tersebut. Selama bertahun-tahun ia hanya percaya kepada hal itu. Kenapa baru
sekarang mereka mematahkan asumsinya. Sudah terlambat. Nhea bahkan sudah tidak
memiliki keinginan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya lagi saat ini.
Mungkin ia memang benar-benar tidak akan bertemu dengan mereka lagi setelah
malam itu , jika Bibi Ga Eun tidak mengajaknya untuk pindah ke sini. Bahkan
wanita itu tidak menjelaskan alasan kepindahan mereka ke sini. Nhea
meninggalkan rumah yang ditinggalinya bersama Bibi Ga Eun selama bertahun-tahun
itu dengan begitu saja. Tempat itu dibiarkan kosong begitu saja. Padahal rumah
itu masih layak untuk ditinggali. Tidak terlalu buruk meski sudah termakan
usia. Bangunanya masih berdiri kokoh dan tidak memiliki potensi untuk rubuh
sedikitpun. Perabotannya juga masih bagus.
Beberapa hal yang terjadi di dunia ini memang hanya terjadi
begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Tapi beberapa di antaranya memang
memiliki fakta yang sedang berusaha untuk disembunyikan dengan sengaja.
menjadi pusat dari semesta pada saat ini.
Dulu Nhea selalu mempertanyakan kenapa kedua orang tuanya
mendadak pergi dari rumah setelah hujan lebat itu. Kemudian Bibi Ga Eun
berusaha untuk mengambil alih posisi tersebut. Wanita itu berhasil melakukan
tugasnya dengan baik. Ia menjadi orang tua yang baik bagi gadis itu dan
membesarkannya dengan baik.
Kini Nhea mendapatkan semua jawaban yang ia cari selama ini.
Tidak ada seorangpun yang memberitahu Nhea apa alasannya. Ia cukup pandai dalam
menangkap situasi apa yang sedang terjadi saat itu. Kemudian membuat kesimpulan
dengan segera. Selama ini begitulah caranya menjalani hidup.
Terkadang kita tidak bisa terlalu mempercayai manusia.
Mereka bukan mahluk yang dapat dipercaya begitu saja. Mungkin beberapa berkata
dengan jujur. Tapi kita itdak tahu kebenaran macam apa yang sedang
disembunyikan oleh sebagian lalinnya. Manusia memiliki sikap yang sulit untuk
ditebak. Hal tersebut akan menjadi topik pembahasan yang cukup menarik jika
dijabarkan lebih jauh. Namun Nhea adalah sorotan utamanya di sini. Bukan yang
__ADS_1
lain.
***
Chanwo pergi ke kandang para ternak. Ia tidak akan menghisap
darah mereka dan membuat para hewan-hewan ternak itu mati secara sia-sia. Melainkan
Chanwo hanya akan menumpang tidur di sana. Di luar terlalu dingin baginya. Ia
tidak yakin bisa bertahan sepanjang malam jika berada di luar. Chanwo butuh
sedikit rasa hangat untuk membuat dirinya tetap hidup. Meskipun pada dasarnya,
ia adalah mahluk yang tidak bisa mati kecuali terbakar sinar matahari.
Belakangan ini dia tidak begitu memiliki ketertarikan yang
tinggi lagi untuk mengonsumsi darah. Ia lebih suka untuk memakan daging yang
telah diolah. Siapa lagi jika bukan gadis dari klan serigala itu yang
mengajarinya. Katanya itu adalah gaya hidup terbaru yang bisa membuatnya jauh
lebih sehat. Jadi Chanwo memutuskan untuk mencobanya. Meski diawal terasa
terasa sangat aneh baginya, tapi kini Ia mulai terbiasa dengan semua itu.
Mungkin Chanwo tidak akan bertahan lama dengan gaya hidup barunya.
Pada dasarnya, Chanwo tetaplah seorang vampir yang juga
merupakan bagian dari sebuah klan. Ia berasal dari hutan terkutuk yang cukup
terkenal itu. Kisahnya bahkan sudah menyebar hingga ke penjuru negeri. Cerita
itu bukan sekedar mitos belaka yang diciptakan untuk tujuan menakut-nakuti. Keberadaan
mereka benar ada.
“Sampai kapan aku bisa bertahan di tempat ini?” gumamnya.
Chanwo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat
ini. Kandang tidak terlalu buruk baginya. Meskipun ia belum pernah mencoba
untuk tinggal di kandang sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya bagi pria itu. Dia
tidak terlalu mempermasalahkan kondisi tempat ini. Menurutnya ia masih bisa
memakainya sebagai tempat persembunyian sementara selama masih berada di sini. Ia
sendiri bahkan tidak tahu kapan akan kembali ke kerajaan. Semua orang pasti
telah menunggunya di sana. Termasuk adik laki-lakinya.
“Apa dia berhasil memimpin kerajaan dengan baik?” tanyanya
pada dirinya sendiri.
“Ku harap begitu. Aku tahu jika ia bisa melakukannya dengan
baik,” lanjutnya.
Bagaimanapun juga, pria itu harus belajar bagaimana caranya
memimpin sebuah kerajaan. Untuk berjaga-jaga jika suatu hari nanti terjadi
sesuatu yang buruk kepada Chanwo. Maka ia bisa segera menggantikannya. Tidak
__ADS_1
boleh sampai terjadi kekosongan kekuasaan di sana. Jika tidak kekacauan akan
terjadi.