
Pengantaran abu hanya akan dilakukan oleh keluarga inti.
Selebihnya masih tetap meunggu di pelataran sambil berjaga-jaga jika ada hal
buruk yang terjadi. Untuk kali ini, yang akan pergi ke ruangan itu adalah
Vallery, Wilson, Nhea, Eun Ji Hae dan juga Bibi Ga Eun tentunya. Ini adalah
pertama kalinya bagi gadis itu untuk memasuki ruangan penyimpanan abu.
Sebenarnya ia sudah hampir setengan bulan berada di sini. Tapi gadis itu sama
sekali belum pernah menjelajahi seluruh tempat di yang ada di sekolah ini.
Selain tempatnya yang memang terlalu luas, rasa malas merupakan faktor utama
nomer dua.
Begitu pintu gerbangnya dibuka, Nhea tertakjub-takjub
melihat isi ruangannya yang bisa dikatakan cukup mewah. Tempat ini berbeda
dengan tempat lain yang juga berada di sekolah ini. Suasananya jauh berebda.
Tempat ini memiliki atmosfir yang paling berbeda dari tempat lain.
Seluruh permukaan dindingnya dilapisi oleh cat putih, yang
membuat kesan mewah sekaligus bersih. Begitu pula dengan beberapa properti lain
yang juga sengaja diletakkan di ruangan ini. Semuanya memiliki nuansa putih.
Bukan warna putih yang terang seperti pada umumnya. Namun warna putih yang
__ADS_1
ditampilkan di sini adalah warna putih gading. Yang memiliki intensitas warna
sedikit lebih gelap dari pada warna putih biasa. Sehingga terlihat nyaman di
lihat.
Konsep ruangannya sebenarnya cukup sederhana. Hanya ada
beberapa properti tambahan. Ruangan ini didominasi oleh susunan rak yang
berjejer rapih. Dengan beberapa guci yang terlihat hampir memenuhi setiap isi
rak nya. Entah milik siapa saja abu-abu itu. Nhea sama sekali tidak pernah
menyangka jika ada begitu banyak orang yang telah tiada dan di makamkan di
sekolah ini. Ia pikir selama ini, Mooneta hanya sekolah sihir biasa. Namun pada
kenyataannya, Mooneta jauh lebih dari apa yang ia pikirkan. Masih ada banyak
begitu banyak misteri di dalamnya. Dan jika ia ingin mengetahui hal itu, maka
Nhea harus mencaritahunya sendiri.
Proses pengantara abu yang tidak berlangsung lama, membuat
mereka tidak menghabiskan banyak waktu di tempat tersebut. Setelah selesai,
para anggota keluarga langsung bergegas keluar untuk kembali ke pelataran utama
dan bergabung bersama para murid lainnya.
Seharusnya setelah ini mereka bisa kembali ke kamarnya
__ADS_1
masing-masing, karena acara telah selesai. Semua orang harus pergi
beristirahat. Meski tidak akan cukup waktunya. Karena besok pagi, mereka harus
kembali bangun di jam normal. Besok adalah hari yang cukup memelahkan. Semua
orang yang berada di sini harus segera membereskan setiap kekacauan yang
ditimbulkan akibat peperangan kemarin. Mungkin kata perkelahian akan lebih
cocok untuk mendeskripsikannya.
“Perhatian semuanya!” seru Eun Ji Hae.
Tak perlu waktu lama untuk mengumpulkan atensi mereka semua.
Kini seluruh mata tertuju kepada Eun Ji Hae dan juga orang-orang yang berada di
sekitarnya.
“Bibi Ga Eun akan menyampaikan sesuatu!” seru gadis itu.
Semua Orang telah bersiap untuk menyimak.
“Terima kasih karena kalian telah ikut serta dalam proses
pemakaman kali ini. Saya harap, ini adalah kabar duka terakhir yang kita terima
pada musim dingin. Semoga musim selanjutnya tidak akan ada kejadian yang sama,”
jelas Bibi Ga Eun dengan panjang lebar.
Ify sudah tiada, kemungkinan besar hal yang sama tidak akan
__ADS_1
terjadi lagi di masa depan.