
Sekarang sudah lebih dari lima belas menit. Saatnya beranjak pergi dan kembali melanjutkan perjalanan. Tinggal sedikit lagi saja. mereka hampir sampai. Eun Ji Hae berusaha untuk membuktikan kepada semua orang termasuk Vallery. Selama ini mereka berpikir jika Eun Ji Hae telah menunjukkan jalan yang salah. Padahal tidak. Setelah menyelesaikan perjalanan singkat dan kembali ke Mooneta dengan selamat, maka semua orang akan tahu jika Eun Ji Hae tidak mengatakan omong kosong.
“Apa kau yakin jika ini jalan yang benar?” tanya Jang Eunbi kepada salah satu anggota keluarga.
“Kita tidak akan pernah tahu ada apa di ujung jalan sana,” balasnya acuh tak acuh.
Tentu saja Nhea. Gadis itu adalah salah satu anggota keluarga yang tidak ingin disebut sebagai keluarga. Ia bahkan berinisiatif untuk memisahkan dirinya dengan mereka semua. Nhea telah membuat batas-batas tertentu terhadap keluarganya sendiri. Terlebih, kemarin Eun Ji Hae meminta gadis ini untuk tetap merahasiakan tentang jati dirinya sendiri.
Nhea masih belum bisa menerima fakta jika Ayah dan Ibunya tega meninggalkan Nhea sendirian tepat pada malam itu. Padahal sedang hujan deras di sana. Mereka menghilang bagai ditelan bumi. Lenyap entah kemana. Nhea tidak pernah melihat batang hidung mereka lagi setelahnya. Vallery dan Wilson sungguh menghilang dengan cara yang misterius.
Tidak ada yang benar-benar tahu kemana mereka pergi. Bibi Ga Eun juga tidak pernah memberitahu Nhea bagaimana cerita lengkapnya. Gadis itu masih terlalu kecil. Dia tidak akan mengerti apa-apa. selama bertahun-tahun lamanya merkea sepakat untuk menyembunyikan kebenaran tersebut. Dan baru sekarang semua diungkapkan.
Bahkan Nhea sudah tidak penasaran lagi dengan hal itu sekarang. Ia telah merelakan Ayah dan Ibunya. Sampai sekarang Nhea masih menganggap jika mereka telah meninggal. Tepat setelah kejadian di malam itu, sosok Wilson dan Vallery sudah menghilang dari ingatannya. Bukan hanya sampai di situ. Ada yang lebih parah lagi. Nama mereka berdua sudah tidak ada lagi di dalam hati Nhea. Waktu bisa mengubah segalanya.
Tidak ada hal yang ia sesali selama Vallery dan Wilson pergi. Ia bahkan tidak berharap agar mereka kembali. Harapannya telah pupus. Dia sudah menunggu terlalu lama untuk hal itu. Sampai ia menganggap jika semuanya terlalu mustahil untuk terjadi. Luka masa lalunya masih sulit untuk dilupakan begitu saja.
“Kenapa kesan dari pertemuan terakhir kita harus seburuk itu?”
***
__ADS_1
Sekarang mereka hampir sampai di ujung jalan. Dari kejauhan sudah terlihat jika di depan mereka saat ini berdiri sebuah bangunan yang bergaya seperti kebanyakan bagunan pada era victoria dulu. Mereka tidak salah lihat lagi. Saat ini semuanya sudah sampai tepat di depan bangunan akademi sihir Mooneta.
Sebagian besar dari mereka tentu tidak percaya jika jalanan rahasia ini telah membawa mereka kembali ke tempat ini. Tidak perlu menghabiskan waktu selama berhari-hari seperti kemari. Kini mereka bisa melaluinya kurang dari satu hari. Bahkan hanya daam hitungan jam. Eun Ji Hae dan yang lainnya berhasil sampai di sini sebelum matahari terbenam. Karena mereka memang berangkat jauh lebih awal tadi. Bahkan mereka sudah meninggalkan kota itu sebelum matahari terbit.
“Bagaimana? Apa kau percaya kepadaku sekarang?” tanya Eun Ji Hae kepada Ibunya.
Di sisi lain, Vallery tidak bisa berkata-kata sama sekali. Ia hanya diam seribu bahasa. Tak tahu harus bereaksi bagaimana.
Semua orang tampak tercengang kecuali Eun Ji Hae. Ia sudah tahu jika akan seperti ini pada akhirnya. Tentu mereka tak percaya. Bagaimana bisa jalan setapak itu bisa membawa mereka kembali ke Mooneta hanya dalam hitungan jam. Sungguh tidak masuk akal. Jangan bilang jika semua ini merupakan ilusi. Apalagi sihir. Siapa yang mampu menciptakan sihir sehebat ini. Tentu tidak ada. Bibi Ga Eun sendiri tidak mampu melakukan hal tersebut.
"Dari mana kau mengetahui rute ini?" tanya Wilson.
Lagi pula bukan urusan Wilson. Dia tidak berhak tahu dari mana Eun Ji Hae bisa mendapatkan informasi tersebut. Harusnya ia berterima kasih kepada gadis itu.
"Wah! Bagaimana bisa aku tidak mengetahui ada jalan alternatif di sini?" ujar Bibi Ga Eun dengan ekspresi terkagum-kagum.
"Seumur hidupku selama aku tinggal di sini, baru pertama kali aku tahu jika ada jalanan ini di sekitar bagunan sekolah," timpal Vallery yang tak ingin kalah.
"Bagaimana bisa aku baru menyadari semua ini sekarang?" lanjutnya.
__ADS_1
Mereka sungguh tak habis pikir. Semua orang tengah menatap bagunan akademi sihir di depan mereka dengan perasaan setengah sadar. Mereka mematung di tempat. Seperti sedang tersihir.
Bibi Ga Eun dan yang lainnya tetap bergeming. Mereka kehabisan kata-kata. Suasana menjadi hening seketika. Sampai Eun Ji Hae berdeham dengan sengaja untuk mencairkan suasana. Sampai kapan mereka mau melongo seperti ini.
"Apa kalian tidak ingin kembali ke sana?" tanya Eun Ji Hae.
"Kenapa kalian hanya berdiri mematung seperti ini?" lanjutnya.
Eun Ji Hae memutuskan untuk melangkah lebih dulu seperti biasanya. Dia adalah pemimpinya. Kemudian sisanya mengikuti langkah gadis itu dari belakang. Sejauh ini Eun Ji Hae berperan sebagai pengarah jalan kepada mereka semua. Entah apa jadinya jika gadis itu tidak ada di sini.
Tanpa disadari, Eun Ji Hae merupakan orang yang cukup penting. Tidak bisa dipungkiri jika ia memegang peran yang cukup besar di dalamnya. Kelangsungan akademi sihir Mooneta sebagian besar berada di tangannya. Meski sudah bisa dipastikan jika ia tidak akan menjadi pemimpinnya nanti. Bagaimanapun juga, secara sistematis seluruh hak serta kekuasaan atas akademi ini akan jatuh kepada Nhea. Dia adalah satu-satunya orang yang paling berhak untuk menerima semua itu.
Langkah mereka kembali terhenti tepat di depan pintu gerbang utama sekolah. Akses masuknya masih tertutup. Mereka sengaja mengunci tempat itu agar tidak disinggahi oleh siapa pun.
Sejujurnya, masih ada keraguan yang terselip di dalam hati Eun Ji Hae. Bukan hanya gadis itu. Ia yakin jika semua orang yang berada di sini juga merasakan hal yang sama.
Bukan keraguan. Lebih tepatnya rasa cemas dan takut. Sekolah yang semula menjadi tempat paling aman dan damai, kini berubah seratus persen. Mooneta sudah berubah menjadi tempat yang terkutuk. Hal itu membuat mereka ragu untuk kembali ke sini. Takut jika masalah-masalah itu akan muncul lagi. Takut jika teror kembali berlanjut. Mereka terlalu takut untuk memulai lembaran baru di tempat yang sama.
Saat ini ketebalan salju di sana sudah semakin banyak. Tapi tidak jauh lebih tinggi dengan yang terakhir kali mereka lihat. Tidak banyak yang berubah selama mereka pergi. Jangan-jangan saljunya sudah tidak turun lagi begitu mereka meninggalkan tempat ini.
__ADS_1