
Gadis itu masih merasa jika perlakuan yang akan ia dapatkan
nanti akan tidak sesuai dengan harapannya. Semua orang pasit akan menganggpnya
salah. Termasuk Eun Ji Hae. Gadis itu pasti akan memanfaatkan situasi ini untuk
menjebak Nhea. Membuat adik nya berada di dalam masalah.
Belakangan ini bukan hanya Bibi Ga Eun yang sedang merasa
sedih. Tapi seluruh sekolah juga merasakan hal yang sama. Bahkan Nhea merasa
bersalah sekalipun ia telah melakukan hal yang benar. Kemarin ia nyaris tak
bisa tidur. Isi kepalanya begitu berisik dan tidak membiarkannya tidur dengan
tenang pada saat itu. Nhea baru terlelap saat menjelang pagi.
Seperti musim dingin pada umumnya, matahari akan sedikit
lebih lambat untuk naik. Mungkin derajat kemiringan bumi juga berpengaruh
kepada hal tersebut. Salju yang turun hari ini sedikit lebi banyak dari pada
kemarin. Setidaknya cukup untuk memenuhi seluruh pelataran sekolah dengan kapas
putih yang kian menebal.
Suhu udaranya juga beberapa derajat lebih rendah dari pada
sebelumnya. Mungkin ini adalah lonjakan yang pertama kalinya. Pasalnya selama
ini, suhu di sekitar tempat ini selalu terasa stabil. Portal yang mereka ciptakan kemarin berhasil menjadi
salah satu penyumbang faktor terbesar.
Tepat pada akhir pertarungan kemaring, Ify berhasil menembus
masuk ke portal dan menghancurkannya begitu saja. Jadi wajar saja jika suhu
terasa kebih dingin dari pada sebelumnya. Bukankah selama ini portal tersebut
selalu menahan segalanya. Tidak ada hal yang perlu dicemaskan di sini. Semuanya
terjadi karena alasan tersendiri. Bukan sesuatu yang mengejutkan lagi.
Begitu selesai, seluruhnya berkumpul di dalam ruangan
khusus. Mereka akan melaksanakan acara jamuan makan. Hari ini dinyalakan
beberapa penghangat ruangan tambahan. Yang berarti akan menggunakan kayu bakar
tambahan pula. Mereka harus bisa mengatur stok kayu bakar agar bisa bertahan
sampai akhir musim dingin.
Semua orang duduk pada tempatnya masing-masing,. Menunggu
acara ini dimulai dengan perasaan tidak sabaran. Mereka tadi bahkan langsung
mulai bekerja tanpa sempat memakan apapun terlebih dahulu.
“Kenapa kau tidak duduk di meja
yang sama dengan mereka?” tanya Oliver.
“Ku rasa kau pasti tahu apa alasannya,” balas Nhea.
Yang dimaksud oleh gadis itu adalah keluarga Nhea sendiri.
Mereka semua berada barisan paling depan. Hanya gadis itu sendiri yang
menjauhkan diri dari keluarganya. Sebenarnya meja yang sedang mereka pakai saat
ini hanya ada satu. Bentuknya yang memanjang, memungkinkan semua orang untuk
berada di dalamnya.
Ini bukan pertama kalinya. Tapi gadis itu memang tidak
pernahbergabung bersama keluarganya sendiri pada saat acara jamuan makan. Dia
lebih memilih untuk duduk bersama Jang Eunbi, Jongdae dan juga Oliver di sini.
Suasananya akan terasa jauh lebih hidup jika berada di sekitar mereka. Jauh
lebih baik dari pada duduk bersama keluarganya sendiri.
Sejauh ini ia masih merasa canggung hebat dengan kedua orang
tuanya sendiri. Bukan hanya mereka. Eun Ji Hae juga. Tapi, Bibi Ga Eun telah
dikecualikan dari semua itu. Pasalnya Bibi Ga Eun memang selalu mejadi orang
terdekat Nhea. Berbeda dengan anggota keluarga yang lainnya.
Vallery, Wilson bahkan Eun Ji Hae bukan lagi orang yang sama
__ADS_1
baginya. Kepribadian mereka sungguh berbeda jauh dengan yang sempat ia ketahui
sebelumnya. Nhea bahkan dibuat tak habis pikir dengan perubahan sikap tersebut.
Meski gadis itu belum pernah bertemu dengan Eun Ji Hae secara langsung, lebih
tepatnya mereka belum pernah saling berkenalan sama sekali. Namun Nhea sudah
sering menerima berita soal Eun Ji Hae selama masih tinggal di rumah lama. Bibi
Ga Eun sering menceritakan gadis itu. Ia bahkan tak mengenalnya selama ini dan
hanya bertinda sebagai penikmat cerita Bibi Ga Eun.
Keluarga Nhea tampaknya tidak memepermasalahkan sama sekali
soal hal tersbut. Tidak masalah jika gadis itu memilih untuk duduk bersama
teman-temannya dari pada keluarganya sendiri. Tidak ada sesuatu yang serius di
sini. Nhea baru pindah kemari beberapa hari yang lalu. Jadi wajar saja jika
saat ini ia ingin menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Vallery dan Wilson
telah memahami hal itu tanpa perlu dijelaskan sama sekali.
Jamuan makan pagi berlangsung dengan khidmat, meski dalam
suasana dingin yang mencekam. Tapi hawa dingin yang menyeruak tajam ke dalam
ruangan sama sekali tidak memiliki arti apapun bagi mereka semua. Berkumpul
dalam posisi yang hanya berjarak skurang dari satu meter, membuat tubuh mereka
terasa lebih hangat. Bukan hanya itu. Semua orang telah memakai mantel tambahan dan juga ada penghangat
ruangan tambanhan yang sengaja dinyalakan khusus untuk hari ini.
Semua orang tampak begitu menikmati makanannya. Tidak sampai
Wilson kembali mencium bau yang menjadi pertanda jika mereka sedang kedatangan
tamu yang tak diundang kali ini. Pria itu masih tetap diam di tempat duduknya.
Namun ia menghentikan sarapannya begitu saja. Kini fokusnya teralihkan pada
salah satu anggota klan yang tak kunjung menampakkan sosoknya itu. Hal tersebut
membuat Wilson merasa geram.
“Ada apa?” tanya Vallery begitu menyadari ada sesuatu yang
“Bukan sesuatu yang serius,” bohong pria itu.
Wilson kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda
selama beberapa saat. Tapi kali ini ia masih tetap tidak bisa fokus. Keberadaan
anggota klan di wilayah kekuasaannya telah berhasil mengusik dirinya. Meski ia
tahu jika mereka masih memiliki hubungan kekerabatan. Tapi garis keluarga dan
hubungan darah tersbut tidak ada artinya sama sekali di sini. Mereka terlabih
dahulu yang memutuskan hubungan itu. Dengan cara mengusir paksa Wilson dari
hutan terlarang. Membuangnya keluar dengan harapan ia akan mati karena terbakar
sinar matahari. Tapi buktinya ia malah bisa bertahan sampai dengan hari ini.
Bahkan sinar matahari bukan lagi sebuah masalah baginya.
“Sebenarnya siapa dia?” batinnya di dalam hati.
Wilson curiga jika raja telah mengirimkan salah satu anggota
klan kemari dengan sengaja. Untuk apa lagi memangnya jika bukan untuk
memata-matainya. Selama ini mereka sama sekali belum tahu jika Wilson masih
hidup. Pria itu yakin jika para anggota klan sedang mencarinya untuk memastikan
kebenaran berita tersebut. Seseorang pasti telah membocorkan semua rencana
besarnya selama ini.
Wilson sengaja memalsukan berita kematianya, agar ia tidak
lagi menjadi buruan para anggota klan. Jika mereka sampai tahu kalau pria ini
masih hidup, maka mereka akan terus memburunya. Untuk memastikan jika Wilson
benar-benar mati di tangannya sendiri. Menyaksikan Wilson sekarat di depan mata
kepalanya sendiri sudah cukup untuk menjadi bukti jika ia telah benar-benar
mati dan tidak akan hidup kembali.
__ADS_1
Sementara Wilson sendiri belum tahu jika raja dan ratu telah
tiada. Kini posisinya telah digantikan oleh putra pertama mereka. Entah apa yang
membuat sinar matahari sampai menembus lebatnya dedaunan di hutan itu. Seseorang
pasti telah melakukannya dengan sengaja, sebagai rencana pembunuhan terhadap
raja dan ratu. Sampai saat ini tidak ada yang tahu dengan jelas kenapa mereka
bisa meninggal. Meskipun seluruh orang tahu jika sengatan sinar matahari adalah
penyebab utamanya.
Sengatan sinar matahari tidak mampu untuk menjelaskan
semuanya. Ada terlalu banyak pertanyaan yang muncul. Peristiwa ini agak terasa
sedikit ganjil dan tidak masuk akal. Tapi sampai saat ini juga tidak ada
seorangpun yang ingin mencari tahu kebenarannya. Termasuk para penerus tahta
mereka sekalipun.
Seseorang seolah telah menutup kasus itu dengan sengaja dan
tidak membiarkan seorangpun tahu. Siapapun orang itu, yang jelas ia telah
berhasil mengalihkan perhatian semua anggota klan. Membuat permasalahan raja
dan ratu ini tidak lagi jadi pusat perhatian.
“Kenapa baunya masih terasa cukup jelas? Apa ia masih berada
di sekitar sini?” batin Wilson.
Ia tidak akan tenang sampai anggota klan itu benar-benar
pergi dari tempat ini dan tidak pernah kembali lagi. Akan terasa jauh lebih
baik jika mereka tetap berada di hutan itu. Tidak perlu mengusik kehidupan
orang lain yang bahkan sudah mereka buang secara paksa. Untuk apa memangnya mempedulikan
orang seperti Wilson. Dia bahkan tidak memiliki apapun untuk direbut.
Dugaan pria itu benar. Chanwo berada di sekitar sini untuk
mengawasinya. Bukan hanya Wilson saja. Tapi bahkan Eun Ji Hae dan juga Nhea. Ia
akan terus mengawasi setiap orang yang berada di tempat ini. Mereka akan tetap
berada di bawah pengawasan Chanwo.
Wilson semakin merasa tak nyaman dengan kehadiran salah satu
anggota klan tersebut. Ia berhasil mengusik ketentraman pria ini. Wilson
mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan untuk mencari keberadaaan
anggota klan. Ia tidak tahu jika selama ini para anggota klan memiliki sifat
yang pengecut. Ia kira selama ini mereka cukup berani. Persis seperti seorang pemberontak.
Wilson harus mencari cara untuk mengusir Chanwo yang
diketahu sebagai salah satu klan itu. Selama ini Chanwo adalah sosok yang ia
cari. Tapi Wilson sama sekali belum mengetahui kebenarannya seperti apa. Jika
ia mencoba untuk menghabisi Chanwo begitu tertangkap olehnya, maka itu sama
saja dengan membawa dirinya ke dalam bahaya. Seluruh anggota klan akan marah
besar begitu mengetahui pemimpinnya diserang secara brutal. Mereka akan
melakukan pembalasan yang setimpal, atau bahkan lebih dari itu. Yang lebih
berbahaya adalah jika mereka bertindak secara membabi-buta.
“Jadi, dia adalah anggot klan itu?” gumam Chanwo sambil
tetap memperhatikan Wilson dengan lekat.
“Aku pernah mendengar jika ada seseorang yang dibuang dari
hutan? Apakah itu dia orangnya?” batinnya.
“Lantas bagaimana bisa ia tetap bertahan hidup?” simpul
Chanwo.
Entah kenapa Wilson begitu menyita perhatian pemuda ini.
Rasanya ia ingin mendekat ke arah Wilson, namun ia sadar jika pria itu akan
segera menyadari semuanya. Saat ini Chanwo bahkan sangat yakin jika Wilson
__ADS_1
sudah mulai merasa curiga dengan keberadaannya.