Mooneta High School

Mooneta High School
Clan


__ADS_3

Gadis itu masih merasa jika perlakuan yang akan ia dapatkan


nanti akan tidak sesuai dengan harapannya. Semua orang pasit akan menganggpnya


salah. Termasuk Eun Ji Hae. Gadis itu pasti akan memanfaatkan situasi ini untuk


menjebak Nhea. Membuat adik nya berada di dalam masalah.


Belakangan ini bukan hanya Bibi Ga Eun yang sedang merasa


sedih. Tapi seluruh sekolah juga merasakan hal yang sama. Bahkan Nhea merasa


bersalah sekalipun ia telah melakukan hal yang benar. Kemarin ia nyaris tak


bisa tidur. Isi kepalanya begitu berisik dan tidak membiarkannya tidur dengan


tenang pada saat itu. Nhea baru terlelap saat menjelang pagi.


Seperti musim dingin pada umumnya, matahari akan sedikit


lebih lambat untuk naik. Mungkin derajat kemiringan bumi juga berpengaruh


kepada hal tersebut. Salju yang turun hari ini sedikit lebi banyak dari pada


kemarin. Setidaknya cukup untuk memenuhi seluruh pelataran sekolah dengan kapas


putih yang kian menebal.


Suhu udaranya juga beberapa derajat lebih rendah dari pada


sebelumnya. Mungkin ini adalah lonjakan yang pertama kalinya. Pasalnya selama


ini, suhu di sekitar tempat ini selalu terasa stabil. Portal yang  mereka ciptakan kemarin berhasil menjadi


salah satu penyumbang faktor terbesar.


Tepat pada akhir pertarungan kemaring, Ify berhasil menembus


masuk ke portal dan menghancurkannya begitu saja. Jadi wajar saja jika suhu


terasa kebih dingin dari pada sebelumnya. Bukankah selama ini portal tersebut


selalu menahan segalanya. Tidak ada hal yang perlu dicemaskan di sini. Semuanya


terjadi karena alasan tersendiri. Bukan sesuatu yang mengejutkan lagi.


Begitu selesai, seluruhnya berkumpul di dalam ruangan


khusus. Mereka akan melaksanakan acara jamuan makan. Hari ini dinyalakan


beberapa penghangat ruangan tambahan. Yang berarti akan menggunakan kayu bakar


tambahan pula. Mereka harus bisa mengatur stok kayu bakar agar bisa bertahan


sampai akhir musim dingin.


Semua orang duduk pada tempatnya masing-masing,. Menunggu


acara ini dimulai dengan perasaan tidak sabaran. Mereka tadi bahkan langsung


mulai bekerja tanpa sempat memakan apapun terlebih dahulu.


“Kenapa kau tidak duduk di meja


yang sama dengan mereka?” tanya Oliver.


“Ku rasa kau pasti tahu apa alasannya,” balas Nhea.


Yang dimaksud oleh gadis itu adalah keluarga Nhea sendiri.


Mereka semua berada barisan paling depan. Hanya gadis itu sendiri yang


menjauhkan diri dari keluarganya. Sebenarnya meja yang sedang mereka pakai saat


ini hanya ada satu. Bentuknya yang memanjang, memungkinkan semua orang untuk


berada di dalamnya.


Ini bukan pertama kalinya. Tapi gadis itu memang tidak


pernahbergabung bersama keluarganya sendiri pada saat acara jamuan makan. Dia


lebih memilih untuk duduk bersama Jang Eunbi, Jongdae dan juga Oliver di sini.


Suasananya akan terasa jauh lebih hidup jika berada di sekitar mereka. Jauh


lebih baik dari pada duduk bersama keluarganya sendiri.


Sejauh ini ia masih merasa canggung hebat dengan kedua orang


tuanya sendiri. Bukan hanya mereka. Eun Ji Hae juga. Tapi, Bibi Ga Eun telah


dikecualikan dari semua itu. Pasalnya Bibi Ga Eun memang selalu mejadi orang


terdekat Nhea. Berbeda dengan anggota keluarga yang lainnya.


Vallery, Wilson bahkan Eun Ji Hae bukan lagi orang yang sama

__ADS_1


baginya. Kepribadian mereka sungguh berbeda jauh dengan yang sempat ia ketahui


sebelumnya. Nhea bahkan dibuat tak habis pikir dengan perubahan sikap tersebut.


Meski gadis itu belum pernah bertemu dengan Eun Ji Hae secara langsung, lebih


tepatnya mereka belum pernah saling berkenalan sama sekali. Namun Nhea sudah


sering menerima berita soal Eun Ji Hae selama masih tinggal di rumah lama. Bibi


Ga Eun sering menceritakan gadis itu. Ia bahkan tak mengenalnya selama ini dan


hanya bertinda sebagai penikmat cerita Bibi Ga Eun.


Keluarga Nhea tampaknya tidak memepermasalahkan sama sekali


soal hal tersbut. Tidak masalah jika gadis itu memilih untuk duduk bersama


teman-temannya dari pada keluarganya sendiri. Tidak ada sesuatu yang serius di


sini. Nhea baru pindah kemari beberapa hari yang lalu. Jadi wajar saja jika


saat ini ia ingin menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Vallery dan Wilson


telah memahami hal itu tanpa perlu dijelaskan sama sekali.


Jamuan makan pagi berlangsung dengan khidmat, meski dalam


suasana dingin yang mencekam. Tapi hawa dingin yang menyeruak tajam ke dalam


ruangan sama sekali tidak memiliki arti apapun bagi mereka semua. Berkumpul


dalam posisi yang hanya berjarak skurang dari satu meter, membuat tubuh mereka


terasa lebih hangat. Bukan hanya itu.  Semua orang telah memakai mantel tambahan dan juga ada penghangat


ruangan tambanhan yang sengaja dinyalakan khusus untuk hari ini.


Semua orang tampak begitu menikmati makanannya. Tidak sampai


Wilson kembali mencium bau yang menjadi pertanda jika mereka sedang kedatangan


tamu yang tak diundang kali ini. Pria itu masih tetap diam di tempat duduknya.


Namun ia menghentikan sarapannya begitu saja. Kini fokusnya teralihkan pada


salah satu anggota klan yang tak kunjung menampakkan sosoknya itu. Hal tersebut


membuat Wilson merasa geram.


“Ada apa?” tanya Vallery begitu menyadari ada sesuatu yang


“Bukan sesuatu yang serius,” bohong pria itu.


Wilson kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda


selama beberapa saat. Tapi kali ini ia masih tetap tidak bisa fokus. Keberadaan


anggota klan di wilayah kekuasaannya telah berhasil mengusik dirinya. Meski ia


tahu jika mereka masih memiliki hubungan kekerabatan. Tapi garis keluarga dan


hubungan darah tersbut tidak ada artinya sama sekali di sini. Mereka terlabih


dahulu yang memutuskan hubungan itu. Dengan cara mengusir paksa Wilson dari


hutan terlarang. Membuangnya keluar dengan harapan ia akan mati karena terbakar


sinar matahari. Tapi buktinya ia malah bisa bertahan sampai dengan hari ini.


Bahkan sinar matahari bukan lagi sebuah masalah baginya.


“Sebenarnya siapa dia?” batinnya di dalam hati.


Wilson curiga jika raja telah mengirimkan salah satu anggota


klan kemari dengan sengaja. Untuk apa lagi memangnya jika bukan untuk


memata-matainya. Selama ini mereka sama sekali belum tahu jika Wilson masih


hidup. Pria itu yakin jika para anggota klan sedang mencarinya untuk memastikan


kebenaran berita tersebut. Seseorang pasti telah membocorkan semua rencana


besarnya selama ini.


Wilson sengaja memalsukan berita kematianya, agar ia tidak


lagi menjadi buruan para anggota klan. Jika mereka sampai tahu kalau pria ini


masih hidup, maka mereka akan terus memburunya. Untuk memastikan jika Wilson


benar-benar mati di tangannya sendiri. Menyaksikan Wilson sekarat di depan mata


kepalanya sendiri sudah cukup untuk menjadi bukti jika ia telah benar-benar


mati dan tidak akan hidup kembali.

__ADS_1


Sementara Wilson sendiri belum tahu jika raja dan ratu telah


tiada. Kini posisinya telah digantikan oleh putra pertama mereka. Entah apa yang


membuat sinar matahari sampai menembus lebatnya dedaunan di hutan itu. Seseorang


pasti telah melakukannya dengan sengaja, sebagai rencana pembunuhan terhadap


raja dan ratu. Sampai saat ini tidak ada yang tahu dengan jelas kenapa mereka


bisa meninggal. Meskipun seluruh orang tahu jika sengatan sinar matahari adalah


penyebab utamanya.


Sengatan sinar matahari tidak mampu untuk menjelaskan


semuanya. Ada terlalu banyak pertanyaan yang muncul. Peristiwa ini agak terasa


sedikit ganjil dan tidak masuk akal. Tapi sampai saat ini juga tidak ada


seorangpun yang ingin mencari tahu kebenarannya. Termasuk para penerus tahta


mereka sekalipun.


Seseorang seolah telah menutup kasus itu dengan sengaja dan


tidak membiarkan seorangpun tahu. Siapapun orang itu, yang jelas ia telah


berhasil mengalihkan perhatian semua anggota klan. Membuat permasalahan raja


dan ratu ini tidak lagi jadi pusat perhatian.


“Kenapa baunya masih terasa cukup jelas? Apa ia masih berada


di sekitar sini?” batin Wilson.


Ia tidak akan tenang sampai anggota klan itu benar-benar


pergi dari tempat ini dan tidak pernah kembali lagi. Akan terasa jauh lebih


baik jika mereka tetap berada di hutan itu. Tidak perlu mengusik kehidupan


orang lain yang bahkan sudah mereka buang secara paksa. Untuk apa memangnya mempedulikan


orang seperti Wilson. Dia bahkan tidak memiliki apapun untuk direbut.


Dugaan pria itu benar. Chanwo berada di sekitar sini untuk


mengawasinya. Bukan hanya Wilson saja. Tapi bahkan Eun Ji Hae dan juga Nhea. Ia


akan terus mengawasi setiap orang yang berada di tempat ini. Mereka akan tetap


berada di bawah pengawasan Chanwo.


Wilson semakin merasa tak nyaman dengan kehadiran salah satu


anggota klan tersebut. Ia berhasil mengusik ketentraman pria ini. Wilson


mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan untuk mencari keberadaaan


anggota klan. Ia tidak tahu jika selama ini para anggota klan memiliki sifat


yang pengecut. Ia kira selama ini mereka cukup berani. Persis seperti seorang pemberontak.


Wilson harus mencari cara untuk mengusir Chanwo yang


diketahu sebagai salah satu klan itu. Selama ini Chanwo adalah sosok yang ia


cari. Tapi Wilson sama sekali belum mengetahui kebenarannya seperti apa. Jika


ia mencoba untuk menghabisi Chanwo begitu tertangkap olehnya, maka itu sama


saja dengan membawa dirinya ke dalam bahaya. Seluruh anggota klan akan marah


besar begitu mengetahui pemimpinnya diserang secara brutal. Mereka akan


melakukan pembalasan yang setimpal, atau bahkan lebih dari itu. Yang lebih


berbahaya adalah jika mereka bertindak secara membabi-buta.


“Jadi, dia adalah anggot klan itu?” gumam Chanwo sambil


tetap memperhatikan Wilson dengan lekat.


“Aku pernah mendengar jika ada seseorang yang dibuang dari


hutan? Apakah itu dia orangnya?” batinnya.


“Lantas bagaimana bisa ia tetap bertahan hidup?” simpul


Chanwo.


Entah kenapa Wilson begitu menyita perhatian pemuda ini.


Rasanya ia ingin mendekat ke arah Wilson, namun ia sadar jika pria itu akan


segera menyadari semuanya. Saat ini Chanwo bahkan sangat yakin jika Wilson

__ADS_1


sudah mulai merasa curiga dengan keberadaannya.


__ADS_2