
Pada akhirnya Eun Ji Hae sudah menetapkan keputusannya. Kali
ini tidak bisa diganggu gugat lagi. Itu adalah keputusan final yang telah ia
ambil. Eun Ji Hae memutuskan untuk tetap mencoba usul yang telah diberikan oleh
kepalanya. Tidak ada salahnya. Mereka tidak akan tahu hasilnya sebelum mencoba.
Kalau pun gagal masih bisa dilakukan lagi.
Tanpa pikir panjang lagi, Eun Ji Hae segera menarik tangan
Hwang Ji Na yang kebetulan tengah berdiri di sebelahnya pada saat itu. Ia tidak
mau sampai gadis itu terpisah darinya. Mereka akan masuk ke dalam portal secara
bersamaan. Dengan begitu, kemungkinan Chanwo untuk menang akan semakin benar.
“Apa yang kau lakukan?!”
Hwang Ji Na memekik kesakitan ketika gadis itu menariknya
secara paksa.
“Kita akan masuk ke dalam sana dan membantu Chanwo,” ujar
Eun Ji Hae sambil menghela napas dengan kasar.
“Apa kau yakin?” tany Hwang Ji Na sekali lagi.
Gadis itu perlu memastikan segalanya sebelum mereka mulai
beraksi. Terutama soal kesiapan mental
serta jiwa Eun Ji Hae. Mereka harus mempersiapkan segalanya dengan baik.
Sementara itu, sosok yang ditanya hanya bisa menganggukkan
kepalanya untuk menanggapi pertanyaan dari gadis serigala itu barusan. Meskipun
sebenarnya masih ada sedikit keraguan yang terbesit di dalam relung hatinya.
Tapi sungguh hanya sedikit. Lebih kecil dari pada sebutir pasir. Eun Ji Hae
bisa memastikan hal tersebut.
Pada dasarnya, keraguan gadis itu hampir sirna. Tapi belum
benar-benar enyah. Hanya saja tertutupi oleh rasa yakin yang jelas jauh lebih
besar. Keyakinan Eun Ji Hae telah mendominasi kali ini. Ia begitu optimis jika
rencananya akan berjalan mulus. Padahal dia sama sekali tidak memiliki
kemampuan untuk melihat masa depan. Eun Ji Hae tidak bsia memastikan apa pun di
dalam hidupnya.
Tak ingin buang-buang waktu, mereka pun mulai kembali
serius. Eun Ji Hae memejamkan matanya. Menarik napas dalam-dalam, kemudian
membuangnya secara perlahan. Kunci dari berhasil atau tidaknya sebuah mantra
adalah tingkat kefokusan seseorang. Seberapa bisa ia dalam menjaga ruang lingkup
__ADS_1
pikirannya. Oleh sebab itu, konsentrasi adalah hal paling mendasar dari setiap
hal yang mereka pelajari. Percuma saja jika kau bisa merapalkan suatu mantra
paling sulit jika tidak memusatkan pikiran. Semuanya tidak akan berhasil. Karena
kembali kagi ke awal. Kuncinya hanya satu, yaitu keahlian dalam mengendalikan
pikiran.
Dengan mengandalkan segenap kemampuan yang ia miliki, Eun Ji
Hae muali membuka sebuah portal baru. Ia sengaja menciptakan portal yang jauh
lebih besar dari pada milik Wilson sebelumnya. Energi dari kedua portal
tersebut akans aling beradu. Kemudian salah satunya akan kalah dan hancur.
Sudah jelas jika yang akan hancur adalah portal dengan energi paling kecil.
Perlahan namun pasti, portalnya mulai terbentuk. Wilson sama
sekali tidak menyadari jika ia sedang diserang secara diam-diam. Mungkin pria
itu berpikir jika portal yang ia buat bisa melindunginya. Ia akan aman selama
berada di dalam sana. Padahal tidak sama sekali. Sebentar lagi Eun Ji Hae akan
mematahkan semua asumsinya.
“Bagus, kau hampir berhasil!” gumam Hwang Ji Na.
Gadis itu sengaja mengecilkan volume suaranya. Ia tidak mau sampai
membuyarkan konsentrasi Eun Ji Hae. Ia sudah bersusah payah sejauh ini. Tidak
dikeluarkan. Terlebih jika portalnya cukup besar. Pasti energi yang terbuang
juga tidak main-main.
Hwang Ji Na terus menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
Saat ini hanya Eun Ji Hae harapan mereka. Tidak ada lagi yang bisa membantu
Chanwo pada saat seperti ini. Meskipun sebenarnya Eun Ji Hae masih menyimpan
rasa kesal pada pria itu, tapi untuk sekarang ia mengesampingkan perasaannya. Eun
Ji Hae bisa saja bersikap egois. Namun, entah kenapa kali ini ia tidak memilih
untuk berbuat demikian. Ada suatu dorongan tersendiri di dalam dirinya untuk
berbuat kebaikan yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Entah dari mana semua
itu berasal. Tidak ada yang thau pasti. Bahkan sang empunya badan sekali pun.
Wilson terlalu sibuk bertarung. Ambisinya untuk menghabisi
Chanwo malamm ini juga tampaknya begitu besar sehingga ia menggebu-gebu. Wilson
bahkan menyerang pria itu secara brutal. Ia tak kenal ampun. Pria dari klan
bayangan itu terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai ia mengacuhkan
sekitarnya. Padahal bahaya sedang menuju ke arahnya tanpa ia sadari.
__ADS_1
Portal yang dibuat Eun Ji Hae hampir selesai. Sebentar lagi
semuanya akan rampung. Hanya tinggal sedikit lagi saja. Ini adalah detik-detik
terakhir bagi Wilson untuk tetap pada ambisinya itu. Setelahnya, pria itu akan
diserang oleh rasa kepanikan.
Eun Ji Hae yang selama ini ia besarkan dengan penuh kasih
sayang, ternyata malah berbalik menyerangnya. Ia tahu jika tidak begitu cara
untuk balas budi yang baik. Tapi, hatinya sudah terlalu hancur dibuat oleh
Wilson. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tetap memberikan pembelaan kepada
pria itu. Dia tidak berhak untuk menerimanya. Satu-satunya pilihan yang
tersedia untuk pria itu adalah hukuman. Wilson harus membayar suatu harga yang
setimpal atas setiap perbuatannya selama ini.
‘PRANG!!!’
Sebuah suara yang nyaring mendadak menusuk gendang telinga
mereka. Cukup besar untuk memekakkan indera pendengarannya. Suara tersebut
sekaligus menjadi tanda awal dari sebuah kesialan yang akan berakhir pada
kekalahan. Setelah ini Wilson akan menjadi satu-satunya pihak yang tertindas di
sini. Tidak ada seorang pun yang akan memihak kepadanya. Bahkan ia telah
menghancurkan rasa percaya anak angkatnya sendiri. Akan sulit bagi Wilson untuk
mengembalikan keadaan seperti semula. Ia sudah terlanjur mengacak-acak setiap
hal yang seharusnya sejak awal tak perlu disentuh. Pria itu sudah bertindak
terlalu jauh kali ini. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan termasuk
dirinya sendiri.
Prediksi Eun Ji Hae benar. Semuanya terjadi seperti apa yang
telah ia duga sebelumnya. Kali ini rencana gadis itu berjalan dengan lancar
seperti apa yang ia harapkan. Setidaknya kini ia dan juga Hwang Ji Na bisa
bernapas lega. Semua kekhawatiran yang selama ini menghantui keduanya telah
sirna seketika.
Portal buatan Wilson hancur. Semua ini karena perbuatan Eun
Ji Hae. Bahkan pria itu masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa Eun Ji Hae
menghancurkannya. Padahal yang selama ini ia tahu adalah dengan membatalkan
mantranya. Dan satu-satunya orang yang bisa melakukan hal tersebut adalah sang
perapal mantra.
Pertarungan mereka berhenti untuk sesaat. Suara berisik itu
__ADS_1
jauh lebih menarik perhatian mereka. Bahkan Wilson sampai melupakan ambisinya
sendiri. Padahal sebelumnya ia begitu bersemangat.