Mooneta High School

Mooneta High School
Break The Vision


__ADS_3

Pada akhirnya Eun Ji Hae sudah menetapkan keputusannya. Kali


ini tidak bisa diganggu gugat lagi. Itu adalah keputusan final yang telah ia


ambil. Eun Ji Hae memutuskan untuk tetap mencoba usul yang telah diberikan oleh


kepalanya. Tidak ada salahnya. Mereka tidak akan tahu hasilnya sebelum mencoba.


Kalau pun gagal masih bisa dilakukan lagi.


Tanpa pikir panjang lagi, Eun Ji Hae segera menarik tangan


Hwang Ji Na yang kebetulan tengah berdiri di sebelahnya pada saat itu. Ia tidak


mau sampai gadis itu terpisah darinya. Mereka akan masuk ke dalam portal secara


bersamaan. Dengan begitu, kemungkinan Chanwo untuk menang akan semakin benar.


“Apa yang kau lakukan?!”


Hwang Ji Na memekik kesakitan ketika gadis itu menariknya


secara paksa.


“Kita akan masuk ke dalam sana dan membantu Chanwo,” ujar


Eun Ji Hae sambil menghela napas dengan kasar.


“Apa kau yakin?” tany Hwang Ji Na sekali lagi.


Gadis itu perlu memastikan segalanya sebelum mereka mulai


beraksi.  Terutama soal kesiapan mental


serta jiwa Eun Ji Hae. Mereka harus mempersiapkan segalanya dengan baik.


Sementara itu, sosok yang ditanya hanya bisa menganggukkan


kepalanya untuk menanggapi pertanyaan dari gadis serigala itu barusan. Meskipun


sebenarnya masih ada sedikit keraguan yang terbesit di dalam relung hatinya.


Tapi sungguh hanya sedikit. Lebih kecil dari pada sebutir pasir. Eun Ji Hae


bisa memastikan hal tersebut.


Pada dasarnya, keraguan gadis itu hampir sirna. Tapi belum


benar-benar enyah. Hanya saja tertutupi oleh rasa yakin yang jelas jauh lebih


besar. Keyakinan Eun Ji Hae telah mendominasi kali ini. Ia begitu optimis jika


rencananya akan berjalan mulus. Padahal dia sama sekali tidak memiliki


kemampuan untuk melihat masa depan. Eun Ji Hae tidak bsia memastikan apa pun di


dalam hidupnya.


Tak ingin buang-buang waktu, mereka pun mulai kembali


serius. Eun Ji Hae memejamkan matanya. Menarik napas dalam-dalam, kemudian


membuangnya secara perlahan. Kunci dari berhasil atau tidaknya sebuah mantra


adalah tingkat kefokusan seseorang. Seberapa bisa ia dalam menjaga ruang lingkup

__ADS_1


pikirannya. Oleh sebab itu, konsentrasi adalah hal paling mendasar dari setiap


hal yang mereka pelajari. Percuma saja jika kau bisa merapalkan suatu mantra


paling sulit jika tidak memusatkan pikiran. Semuanya tidak akan berhasil. Karena


kembali kagi ke awal. Kuncinya hanya satu, yaitu keahlian dalam mengendalikan


pikiran.


Dengan mengandalkan segenap kemampuan yang ia miliki, Eun Ji


Hae muali membuka sebuah portal baru. Ia sengaja menciptakan portal yang jauh


lebih besar dari pada milik Wilson sebelumnya. Energi dari kedua portal


tersebut akans aling beradu. Kemudian salah satunya akan kalah dan hancur.


Sudah jelas jika yang akan hancur adalah portal dengan energi paling kecil.


Perlahan namun pasti, portalnya mulai terbentuk. Wilson sama


sekali tidak menyadari jika ia sedang diserang secara diam-diam. Mungkin pria


itu berpikir jika portal yang ia buat bisa melindunginya. Ia akan aman selama


berada di dalam sana. Padahal tidak sama sekali. Sebentar lagi Eun Ji Hae akan


mematahkan semua asumsinya.


“Bagus, kau hampir berhasil!” gumam Hwang Ji Na.


Gadis itu sengaja mengecilkan volume suaranya. Ia tidak mau sampai


membuyarkan konsentrasi Eun Ji Hae. Ia sudah bersusah payah sejauh ini. Tidak


dikeluarkan. Terlebih jika portalnya cukup besar. Pasti energi yang terbuang


juga tidak main-main.


Hwang Ji Na terus menggenggam tangan gadis itu dengan erat.


Saat ini hanya Eun Ji Hae harapan mereka. Tidak ada lagi yang bisa membantu


Chanwo pada saat seperti ini. Meskipun sebenarnya Eun Ji Hae masih menyimpan


rasa kesal pada pria itu, tapi untuk sekarang ia mengesampingkan perasaannya. Eun


Ji Hae bisa saja bersikap egois. Namun, entah kenapa kali ini ia tidak memilih


untuk berbuat demikian. Ada suatu dorongan tersendiri di dalam dirinya untuk


berbuat kebaikan yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Entah dari mana semua


itu berasal. Tidak ada yang thau pasti. Bahkan sang empunya badan sekali pun.


Wilson terlalu sibuk bertarung. Ambisinya untuk menghabisi


Chanwo malamm ini juga tampaknya begitu besar sehingga ia menggebu-gebu. Wilson


bahkan menyerang pria itu secara brutal. Ia tak kenal ampun. Pria dari klan


bayangan itu terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai ia mengacuhkan


sekitarnya. Padahal bahaya sedang menuju ke arahnya tanpa ia sadari.

__ADS_1


Portal yang dibuat Eun Ji Hae hampir selesai. Sebentar lagi


semuanya akan rampung. Hanya tinggal sedikit lagi saja. Ini adalah detik-detik


terakhir bagi Wilson untuk tetap pada ambisinya itu. Setelahnya, pria itu akan


diserang oleh rasa kepanikan.


Eun Ji Hae yang selama ini ia besarkan dengan penuh kasih


sayang, ternyata malah berbalik menyerangnya. Ia tahu jika tidak begitu cara


untuk balas budi yang baik. Tapi, hatinya sudah terlalu hancur dibuat oleh


Wilson. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tetap memberikan pembelaan kepada


pria itu. Dia tidak berhak untuk menerimanya. Satu-satunya pilihan yang


tersedia untuk pria itu adalah hukuman. Wilson harus membayar suatu harga yang


setimpal atas setiap perbuatannya selama ini.


‘PRANG!!!’


Sebuah suara yang nyaring mendadak menusuk gendang telinga


mereka. Cukup besar untuk memekakkan indera pendengarannya. Suara tersebut


sekaligus menjadi tanda awal dari sebuah kesialan yang akan berakhir pada


kekalahan. Setelah ini Wilson akan menjadi satu-satunya pihak yang tertindas di


sini. Tidak ada seorang pun yang akan memihak kepadanya. Bahkan ia telah


menghancurkan rasa percaya anak angkatnya sendiri. Akan sulit bagi Wilson untuk


mengembalikan keadaan seperti semula. Ia sudah terlanjur mengacak-acak setiap


hal yang seharusnya sejak awal tak perlu disentuh. Pria itu sudah bertindak


terlalu jauh kali ini. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan termasuk


dirinya sendiri.


Prediksi Eun Ji Hae benar. Semuanya terjadi seperti apa yang


telah ia duga sebelumnya. Kali ini rencana gadis itu berjalan dengan lancar


seperti apa yang ia harapkan. Setidaknya kini ia dan juga Hwang Ji Na bisa


bernapas lega. Semua kekhawatiran yang selama ini menghantui keduanya telah


sirna seketika.


Portal buatan Wilson hancur. Semua ini karena perbuatan Eun


Ji Hae. Bahkan pria itu masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa Eun Ji Hae


menghancurkannya. Padahal yang selama ini ia tahu adalah dengan membatalkan


mantranya. Dan satu-satunya orang yang bisa melakukan hal tersebut adalah sang


perapal mantra.


Pertarungan mereka berhenti untuk sesaat. Suara berisik itu

__ADS_1


jauh lebih menarik perhatian mereka. Bahkan Wilson sampai melupakan ambisinya


sendiri. Padahal sebelumnya ia begitu bersemangat.


__ADS_2