Mooneta High School

Mooneta High School
End of War


__ADS_3

Eun Ji Hae adalah orang yang pintar memanipulasi keadaan. Ia mampu memainkan taktik berupa tipuan mata yang tidak semua orang bisa mengetahuinya dengan mudah. Sejauh ini sudah terbukti jika cara itu lebih efektif dan tidak banyak memakan tenaga. Mereka hanya perlu memutar otak dengan cepat dan mengambil keputusan yang tepat. Kuncinya ada dua, yaitu ketenangan juga ketangkasan.


Aksi nekat Eun Ji Hae tidak hanya menarik perhatian para siswa saja. Melainkan juga para kawanan serigala itu. sepertinya Eun Ji Hae memang berbakat dalam mencuri perhatian. Apa pun yang dilakukan olehnya, sudah pasti akan menajdi pusat perhatian. Bukan hal yang sulit baginya jika hanya sebatas menarik perhatian saja. Buktinya, sekarang semua mata tengah tertuju kepada gadis itu. Ia menunjukkan keahliannya dengan terbang di angkasa untuk menghindari serangan para werewolf yang terjadi secara mendadak. Pasalnya, tidak ada yang bisa memprediksi kapan mereka akan menyerang. Yang jelas, serangan tersebut pasti tanpa aba-aba.


Untuk yang kedua kalinya dalam hari ini, masih di hutan yang sama, terlihat seekor burung phoenix terbang di angkasa. Hal ini tentu akan menjadi bahan pembicaraan para kaum yang tinggal di hutan tersebut. Terutama kaum werewolf. Bisa dipastikan jika siang ini mereka akan habis ditangan Eun Ji Hae.


“Eun Ji Hae?” gumam Hwang Ji Na.


Semua orang tercengang melihat kemunculan seekor phoenix secara tiba-tiba. Tidak ada yang menyangka sama sekali.


“Ada apa lagi ini?!” gerutu Daren kesal.


Mendengar kalimat tersebut, Hwang Ji Na lantas mengalihkan pandangannya kepada pria itu sambil tersenyum miring.


“Ini adalah sebuah pertanda,” ucap Hwang Ji Na.


“Pertanda kekalahan kalian semua!” tukasnya.

__ADS_1


Gadis itu bahkan telah menjelaskan semuanya sebelum mereka sempat bertanya. Dia tidak ingin memperlambat kerja apa lagi sampai mengulur waktu. Melihat pertahanan mereka yang mulai melemah sedikit saja, telah membuat jiwanya bangkit. Ini adlaah kesempatan yang tepat untuk menyerang. Tanpa buang-buang waktu lagi, Hwang Ji Na segera menerkam sang alpha selain dirinya. Bagaimana pun juga, Hwang Ji Na harus menjadi satu-satunya alpha yang lebih dominan di sini. Ia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan hal tersebut.


Hwang Ji Na berhasil menyerang bagian leher sang alpha. Mencengkramnya dengan erat. Kekuatan rahangnya bahkan cukup untuk mematahkan tulang leher sang alpha. Ia tidak akan memberi ampun sama sekali bagi pria itu. Hwang Ji Na sudah meminta baik-baik kepada mereka semua untuk menyingkir dari jalanan. Tapi, kawanan serigala itu sama sekali tidak mengindahkan perintah tersebut. Ini adalah akibat yang pantas untuk mereka terima.


Serigala lain yang berasal dari klan yang lebih rendah, langsung bergerak dengan sigap. Mereka berusaha untuk menolong Daren, namun sayangnya tidak semudah itu. Eun Ji Hae segera menghalangi mereka. Itu adalah urusan Hwang Ji Na dengan Daren. Mereka tengah terlibat dalam pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan. Serigala dari klan beta dan omega tidak boleh ikut campur. Sementara Hwang Ji Na berhadapan dengan Daren, Eun Ji Hae lantas yang bertugas untuk menyelesaikan sisanya.


Jangan salah paham dulu. Chanwo tidak pergi kemana-mana. Ia masih tetap berada di sana untuk membantu. Hanya saja, pria itu menyerang secara diam-diam. Tak lama lagi, energi para serigala akan habis. Sebab Chanwo telah menyerapnya. Dengan begitu, mereka tidak akan terlalu agresif seperti di awal. Akan jauh lebih mudah bagi Hwang Ji Na untuk mengendalikan mereka.


Daren meraung kesakitan karena taring Hwang Ji Na sudah menancap di lehernya. Bergerak sedikit saja, maka ia bisa merobek danging pria ini. Hwang Ji Na menyerang dengan membabi buta. Menjadi seorang aplha sejati. Chanwo tampak tercengang. Ia bahkan sampai kehabisan kata-kata untuk diucapkan. Ini adalah pertama kalinya bagi Chanwo melihat Hwang Ji Na menjadi jati dirinya seperti ini. Tidak banyak hal yang ia ketahui soal Hwang Ji Na selama ini ternyata. Gadis itu bisa menjadi sangat kejam dan ganas jika waktunya telah tiba.


Merasa puas dan cukup dengan hasil kerja kerasnya, Hwang Ji Na segera menghentikan kegiatannya. Ia berhenti untuk menyerang Daren. Pria itu tampak kacau. Jauh lebih buruk dari pada yang pernah ia bayangkan sebelumnya.


Tumpukan salju yang semula berwarna putih bersih, kini tampak dioenuhi bercak noda merah yang berasal dari darah. Daren terkulai lemas di atas hamparan bunga es. Ia tidak bisa berkutik sama sekali. Begitu pula dengan anak buahnya. Eun Ji Hae telah mengurus semuanya dengan cepat.


Tidak hanya Hwang Ji Na dengan Chanwo saja yang merasa terkejut. Bahkan para siswa yang masih berlindung di dalam portal pun ikut merasa terkejut. Semua orang tampak tercengang. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka melihat pertarungan sekejam ini.


“Apa serigala putih itu tengah mencoba untuk melawan mereka?” gumam Oliver tanpa mengalihkan pandangannya dari kawanan serigala yang telah kalah telak itu.

__ADS_1


“Sepertinya begitu,” jawab Jang Eunbi.


Mereka saling berbicara tanpa melihat satu sama lain. Semua orang tengah sibuk memperhatikan pemandangan yang ada di depan sana. Kekalahan ini jauh lebih menarik perhatian dari pada yang lain.


“Tapi, kenapa ia menyerang serigala-serigala itu?” tanya Nhea.


“Ku kira mereka berada dalam tim yang sama sebelumnya. Tapi, malah sebaliknya yang terjadi,” timpal gadis itu kemudian.


“Aku juga berpikir begitu,” balas Oliver.


Alur cerita yang sempat mereka pikirkan sebelumnya ternyata sama sekali tidak benar. Semua hal tak harus melulu sesuai dengan keinginan mereka. Selalu ada hal tak terduga yang terjadi di sini.


“Apa serigala putih itu tengah mencoba untuk melindungi kita?” tanya Jongdae. Kini giliran pria itu untuk buka suara.


“Mustahil!” balas Jang Eunbi dengan yakin.


Gadis itu menganggap jika mereka berdua hanya sedang memperbutkan mangsa, yang tak lain adalah para siswa.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai dan kondisi tampak aman, Eun Ji Hae memberanikan diri untuk terbang dengan rendah lalu mendarat. Napasnya tampak memburu. Ia langsung berubah kembali menjadi sesosok gadis cantik yang dikenal dengan nama Eun Ji Hae begitu kakinya menyentuh permukaan tanah. Ia baik-baik saja. Hanya kehilangan terlalu banyak tenaga untuk menghadapi klan beta dan omega.


__ADS_2