Mooneta High School

Mooneta High School
Action


__ADS_3

Chanwo pasti berpikir jika gadis ini benar-benar payah dan


tidak bisa diandalkan. Hwang Ji Na selalu menjadi yang paling hebat saat berada


di dalam hutan kegelapan bersama dengan para klan vampir dan juga klan


bayangan. Mereka akan tampak kuat jika bersama dan menghimpun kekuatan seperti


itu. Tapi, siapa kira jika Hwang Ji Na malah akan berperilaku sebaliknya saat


bertemu dengan kaumnya sendiri.


“Apa kau sungguh tidak bisa menyelamatkan mereka dari


situasi ini?” tanya Chanwo sekali lagi untuk memastikan.


Hwang Ji Na tidak bisa menjawab pertanyaan itu sekarang.


Lidahnya terasa kelu. Perlu usaha lebih baginya untuk berbicara. Gadis itu kini


tampak seperti seorang pengecut yang akan menyerah pada akhirnya.


Dengan susah payah ia menelan salivanya sendiri. Hwang Ji Na


masih belum mnyerah. Ia tengah berusaha untuk mengumpulkan keberanian yang ia


miliki serta segenap sisa tenaga. Menyerah tidak pernah ada di dalam kamusnya


selama ini. Ia akan tetap maju, meski tidak tahu harus berbuat apa. Setidaknya,


ia tak menyerah tanpa isyarat.


“Kita bisa saja menyelesaikan masalah ini jika hanya berdua


saja!” celetuk Chanwo secara tiba-tiba.


Hwang Ji Na lantas memalingkan pandangannya ke  arah pria itu. Ia tampak mengerutkan dahinya.


Menatap wajah pria itu dengan seksama. Menelisik setiap inchi raut wajahnya.


Hwang Ji Na tengah berusaha untuk menerka apa yang sedan ia pikirkan saat ini.


“Apa maksudmu?” tanya Hwang Ji Na. Ia memilih untuk menyerah


dengan usahanya sendiri.


Chanwo berdecak sebal, karena lagi-lagi ia harus menjelaskan


setiap detail permasalahannya kepada gadis itu. Sepertinya cuaca yang tidak


bersahabat seperti ini akan mengganggu kinerja otaknya, sehingga ia tidak bisa


memproses apa pun.


“Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk menghadapi mereka?”


usul Chanwo.


“Tapi, bagaimana caranya?” tanya


gadis itu balik.


“Kau hanya perlu berubah menjadi seekor serigala seperti


biasanya, ambil alih mereka. Sementara aku akan mengurus sisanya,” jelas Chanwo


dengan panjang lebar.


Tampak jelas keraguan tergambar di raut wajah gadis itu. Ia


tak benar-benar yakin soal rencana yang diusulkan oleh sang raja. Mereka berdua


sama-sama pemimpin. Harusnya, semua ini bisa berada di dalam kendali mereka


hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

__ADS_1


“Kau adalah pemimpinnya,” ujar pria itu.


“Kau terlahir sebagai seekor serigala alpha. Klan yang


memiliki kasta tertinggi dalam sejarah werewolf,” paparnya kemudian.


Hwang Ji Na dan Chanwo saling melempar pandangan satu sama


lain untuk beberapa saat. Chanwo akan melakukan segala cara untuk meyakinkan


gadis itu. Pasalnya, hanya Hwang Ji Na sat-satunya orang yang bisa mengatasi


semua ini. Dia adalah orangnya. Tidak ada yang lain lagi. Chanwo paham betul


jika mereka tidak bisa mengandalkan siapa pun selain Hwang Ji Na pada situasi


genting seperti ini.


Chanwo mungkin bisa membantu, tapi ia tidak bisa berbuat


banyak. Ia hanya bisa mencegah keadaan agar tidak semakin memburuk. Pria itu


tidak bisa mengatasinya. Berbeda lagi ceritanya jika Hwang Ji Na yang bertindak


dan turun tangan secara langsung.


“Kau terlahir sebagai seorang pemimpin,” ucap Chanwo dengan


penuh penekanan.


Hwang Ji Na mengangguk, mengiyakan perkataan pria itu. Tak


bisa dipungkiri, jika kali ini mereka sependapat. Hwang Ji Na setuju dengan apa


yang baru saja dikatakan oleh pria itu.


“Aku percaya jika kita bisa melakukannya,” ujar Hwang Ji Na


dengan penuh keyakinan.


Semangat yang ada di dalam dirinya kembali membara karena


“Sebaiknya kau mulai bersiap dari sekarang, karena kita akan


segera memulai permainannya,” ungkap Chanwo.


Tanpa pikir panjang lagi, sosok pria bertubuh jenjang yang


semula berdiri di sebelah Hwang Ji Na mendadak menghilang. Ia pergi ke barisan


paling depan untuk menghadapi para serigala menyebalkan itu. Chanwo tidak akan


ketahuan oleh siapa pun jika ia terlibat kali ini. Mereka akan bermain secara


elegan kali ini. Kemudian membuat kemenagan dengan kejam.


Chanwo menggunakan kemampuannya untuk berkamuflase di balik


bayangan orang lain, bahkan benda sekalipun. Pria itu bertugas untuk menyerap


tenaga dari para serigala dengan bersembunyi di balik bayangan mereka. Dengan


begitu, tentu tenaganya akan terkuras. Kawanan serigala itu tidak akan banyak


melakukan perlawanan saat Hwang Ji Na maju nanti.


“Buat portal untuk melindungi kita semua!” seru Vallery dari


barisan paling depan.


Semua orang langsung melakukan perintah darinya dengan


segera. Tidak ada pilihan lain lagi. Untuk sementara waktu, setidaknya mereka


bisa berlindung di balik portal buatan sampai menemukan jalan keluarnya. Dengan

__ADS_1


begitu, mereka akan tetap aman. Kawanan serigala tidak bisa menembus portal


tersebut. Hal tersebut terlalu mustahil untuk mereka lakukan.


“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Bibi Ga Eun kepada


Wilson selaku pemimpin rombongan.


“Kita harus mencari jalan keluarnya,” jawab Wilson.


Mereka tidak bisa terus-terusan berlindung di baliknya.


Portal akan memudar seiring dengan melemahnya energi yang menyokongnya. Cepat


atau lambat, portal buatan ini pasti akan lenyap juga. Tidak akan bertahan


lama. Mereka tidak bisa mengandalkan yang satu ini sebagai senjata utama.


Mau tak mau, mereka harus memutar otak untuk menemukan calan


keluarnya. Saat ini semua orang tengah berpacu dengan waktu. Jika sampai


terlambat dalam mengambil langkah sedetik saja, pasti nyawa yang akan menjadi


taruhannya.


“Kita harus maju dan mulai menghadapi mereka!” celetuk Eun


Ji Hae.


Kini semua mata kembali tertuju kepadanya. Entah sejak kapan


ia datang dan menyimak semua percakapan Wilson dengan wanita itu.


“Apa kau sudah gila?!” sarkas Bibi Ga Eun.


“Sama seperti naga yang ada di danau itu tadi, kita juga


harus menghadapi mereka,” ujar Eun Ji Hae.


“Kalian tidak akan selamat jika hanya diam seperti ini,”


lanjutnya.


“Lebih baik mati saat bertarung dari pada harus berakhir


sia-sia sebagai pengecut!” tukas gadis itu.


Ia terlihat begitu serius dengan ucapannya barusan. Eun Ji


Hae tidak sedang main-main. Gadis itu memang tidak pernah bercanda dalam


situasi yang tidak tepat.


“Jika kalian terlalu takut untuk menghadapinya, maka aku


yang akan membereskan mereka semua sendirian!” cicit Eun Ji Hae.


Mereka hanya membuang-buang waktu dengan terlalu banyak


berpikir seperti ini. Semakin tipis sisa waktu yang dimiliki. Bagaimana bisa


seorang pemimpin seperti Bibi Ga Eun dan juga Wilson terlalu takut dalam


mengambil keputusan.


“Aaaauuuuumm!!!”


Jarak beberapa langkah setelah


Eun Ji Hae beranjak dari tempat ia berdiri semula, tiba-tiba terdengar suara


lolongan serigala. Tapi, kali ini bukan dari salah satu kawanan serigala yang


berada di depan. Mereka sangat yakin soal hal tersebut. Jika diperhatikan

__ADS_1


dengan baik-baik, sepertinya berasal dari arah yang berlawanan dengan pandangan


mereka saat ini.


__ADS_2