Mooneta High School

Mooneta High School
Berangkat


__ADS_3

Chanwo


sedang sibuk bebers di kamarnya sekarang. Ia melakukan hal yang sama dengan


kebanyakan orang, meski barang-barang miliknya tak terlalu banyak. Sebab pria


itu memang tidak membawa barang sama sekali saat pertama kali pindah ke sini.


Ia hanya membawa dirinya sendiri.


Kali ini ia


tidak sendirian. Melainkan bersama dengan Hwang Ji Na. Gadis itu turun dari


langit-langit kamar Chanwo untuk memastikan jika berita yang baru saja


didengarnya itu benar. Pasalnya ada banyak desas-desus yang mengatakan hal


tersebut. Setiap kali orang lewat dan melintasi koridor ini pasti selalu


mengatakan hal yang sama. Jadi ia memutuskan untuk memastikan hal tersebut


sendiri kepada Chanwo. Dia tahu segalanya soal sekolah ini, karena memang telah


menjadi bagian dari Mooneta. Sekarang orang-orang tidak bisa merahasiakan apa pun


darinya. Ia berhak tahu tentang semua hal yang menyangkut soal sekolah ini.


Gadis itu


duduk di atas tempat tidur Chanwo yang tak lagi bertilam. Ia sudah mengemasi


semuanya. Sementara Chanwo masih sibuk dengan semua pekerjaannya yang tak


kunjung selesai. Ini adalah pertama kalinya bagi pria itu melakukan yang


namanya berkemas dan berpindah. Ia tidak pernah melakukan hal tersebut sebelumnya.


Chanwo selalu berada di istana dengan semua pelayanan yang tersedia.


Sekarang situasinya


telah berbeda. Ia juga sedang tidak berada di dalam istana. Tidak ada yang bisa


diandalkannya di sini. Bahkan jika orang itu adalah Hwang Ji Na sekalipun. Gadis


itu tidak akan suka diperintah. Dia cukup keras kepala. Sama kerasnya dengan


Chanwo.


“Sekarang,


kemana kalian akan pergi?” tanya Hwang Ji Na.


“Mereka


bilang kami akan bergabung bersama Reodal,” jawab pria itu dengan apa adanya.


“Reodal?”


gumam Hwang Ji Na.


Sepertinya ia


belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Selama ini hidupnya hanya sebatas


hutan kegelapan. Dia tidak pernah mengetahui apa pun yang berad di luar sana.


lebih tepatnya ini adalah pertama kalinya bagi Hwang Ji Na untuk melangkahkan


kaki keluar dari hutan. Sama seperti Chanwo. Sebenarnya Hwang Ji Na bisa keluar


kapan saja ia mau. Tidak ada keterikatan khusus. Tapi, gadis itu lebih memilih


untuk tetap berada di dalam hutan meski terkadang terasa membosankan.


“Apakah


keadaan di sana baik-baik saja selama aku tidak ada?” tanya Chanwo tanpa


mengalihkan pandangannya sama sekali.


“Seperti


yang kau tahu jika adikmu cukup berbakat untuk  mengatur semua itu,” kata Hwang Ji Na.

__ADS_1


“Bahkan


lebih berbakat darimu!” tukasnya.


“Apa kau


mencoba untuk mengejekku?” tanya Chanwo lagi.


“Kau cukup


pintar untuk menganalisis hal itu seharusnya,” balas gadis itu secara gamblang.


Chanwo tahu


jika gadis itu hanya sedang bercanda dengannya. Tidak perlu terlalu dipikirkan.


Mereka sudah biasa untuk bersikap seperti ini. Jadi bukan lagi sesuatu yang


mengejutkan bagi keduanya.


***


Semua orang


diminta untuk langsung pergi ke aula utama pada pukul setengan dua belas malam.


Mereka semua akan berkumpul di sana terlabih dahulu sebelum akhirnya pergi. Tidak


mudah untuk melewati tumpukan salju di luar sana. Mereka tak akan selamat jika


tidak menggunakan bantuan. Paling tidak untuk menghindari salju mematikan itu.


Hwang Ji Na


akan ikut bersama Chanwo kali ini. Ia tidak akan bergerak secara


sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya. Lagi pula tidak akan ada seorang pun yang


mencurigainya. Mereka tidak akan pernah tahu jika ada klan alpha yang menyusup


masuk ke sini dan berpura-pura menjadi salah satu bagian dari sekolah.


Keberadaan


Hwang Ji Na tidak akan pernah mengusik siapapun. Dia bukan ancaman bagi


tidak ada yang berusaha untuk membuat masalah.


Sekarang


semua orang telah berkumpul di aula utama telah bersiap untuk berangkat. Menurut


kabar, salju abadi hanya menyebar di sepanjang gedung ini saja. Jadi mereka


tidak boleh menyentuh salju itu sama sekali. Pegasus akan mengantarkannya


sampai melewati pintu gerbang sekolah. Hal tersebut akan menghindari kecelakaan


tak terduga. Kebetulan mala mini salju sedang tidak turun. Jadi setidaknya


mereka bisa merasa jauh lebih aman.


Sementara pegasus


sibuk bekerja untuk mengantarkan semua orang ke tepian, para griffin malah


sibuk mengangkat barang-barang. Mereka benar-benar akan pindah dari sini.


Bersama dengan para pegasus dan juga griffin.


“Sebenarnya


aku bisa saja pergi dari sini terlebih dahulu jika aku mau,” ujar Hwang Ji Na.


“Tapi entah


kenapa aku bersikap terlalu baik sampai enggan untuk meninggalkanmu,” timpalnya


kemudian.


“Apakah aku


juga akan membeku jika menyentuh salju abadi?” tanya Chanwo.


“Mungkin

__ADS_1


tidak,” balas gadis itu.


“Seharusnya


hanya manusia saja yang merasa terancam. Tidak dengan vampir sepertimu!”


tukasnya.


Dengan cepat


pria itu segera membungkam mulut Hwang Ji Na. Bagaimana bisa ia berbicara


dengan begitu tenang. Apakah gadis itu sama sekali tidak tahu jika ia telah


membuat Chanwo nyaris terjebak dalam masalah. Hwang Ji Na melontarkan kalimat


tersebut di tengah-tengah ruangan saat mereka tengah berada di antara ratusan


orang.


Jalan pikirannya


sungguh pendek. Sangat disayangkan. Dia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi


ke depannya jika ia terus bersikap seperti ini.


“Apa kau


berencana ingin membunuhku secara tidak langsung?” ucap Chanwo dengan penuh


penekanan.


“Lepaskan


aku!” seru gadis itu.


Chanwo langsung


menuruti perkataannya. Bukan karena ia tunduk kepada Hwang Ji Na. Melainkan


karena tidak ada pilihan lain. Jika ia terus berusaha untuk menahan gadis itu,


maka mereka akan menjadi pusat perhatian. Masalahnya akan semakin besar nanti.


“Aih!


Lihatlah betapa menyebalkannya dirimu!” umpat Hwang Ji Na.


“Seharusnya


aku yang berkata seperti itu kepadamu!” balas Chanwo yang tak ingin kalah dari


gadis itu.


Hwang Ji Na


memutar bola matanya malas. Menunggu giliran untuk pergi keluar benar-benar


membosankan. Bahkan ia sampai terlibat perkelahian kecil dengan Chanwo. Padahal


ia tak perlu menunggu. Hwang Ji Na bisa langsung keluar tanpa harus takut akan


membeku. Reaksi mengerikan semacam itu tidak akan pernah terjadi kepadanya


selama ia masih memiliki gen dari klan alpha.


Partikel terkecil


dari salju abadi hanya akan menandari dan menyerang sel manusia. Tidak dengan


hewan atau bahkan mahluk dari klan lainnya. Bahkan Eun Ji Hae pun bisa langsung


pergi tanpa perlu menunggu jemputan. Ia akan baik-baik saja. Mengingat jika


sekarang gadis itu bukan lagi seorang manusia biasa. Melainkan memiliki jati


diri sebagai phoenix. Hal tersebut cukup untuk membuktikan jika ia tidak akan


mengalami reaksi serupa.


Ada beberapa


orang yang mendapatkan keistimewaan di sini. Tapi mereka memilih untuk tidak


menggunakannya pada saat genting seperti sekarang. Hal tersebut hanya akan

__ADS_1


mengancam identitasnya.


__ADS_2