Mooneta High School

Mooneta High School
Take Action


__ADS_3

Aksi mereka akan segera dimulai sebentar lagi. Begitu semuanya selesai, Mooneta akan langsung pergi meninggalkan Reodal. Mereka juga akan memutuskan semua hubungan kerja sama. Tidak akan ada lagi urusan antara kedua akademi sihir itu.


“Kalian semprotkan ramuan itu ke setiap jendela agar mereka tetap terlelap!” titah Bibi Ga Eun.


“Pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang bangun pada saat ini!” tegasnya sekali lagi.


Dengan persiapan yang serba seadanya ini, mungkin kemungkinan mereka untuk berhasil sangat sedikit. Tapi, mereka tidak akan pernah tahu apa hasilnya nanti jika tidak dicoba. Jadi, tidak ada salahnya untuk sekedar mencoba. Berhasil atau gagal itu urusan kedua.


Do Yen Sae pasti telah mempersiapkan segalanya lebih awal. Ia telah memprediksi kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika rencananya gagal. Dengan kata lain, Do Yen Sae telah membuat rencana cadangan. Seperti biasanya, ia tidak akan melibatkan siapa pun kali ini. Do Yen Sae akan kembali bergerak sendiri.


Tidak ada yang bisa menghentikan gadis itu. Sekarang memang belum. Tapi entah bagaimana dengan nanti. Bisa saja Mooneta yang menang. Jika Do Yen Sae bergerak sendiri untuk melawan seluruh Mooneta, maka jelas ia akan kalah.


Kekuatan satu orang tidak akan pernah seimbang dengan kekuatan beratus orang. Seperti yang diketahui oleh banyak orang jika kekeluargaan Mooneta tidak bisa diragukan lagi. Mereka akan tetap bersama sejak awal hingga akhir untuk menghimpun kekuatan. Tidak peduli sesulit apa situasi yang sedang dihadapi.

__ADS_1


Sementara yang lain tengah melakukan tugasnya masing-masing, Eun Ji Hae tengah sibuk mengatur pasukan. Lebih tepatnya siswa Mooneta. Sebab para petinggi dan tetua sedang sibuk melakukan tugasnya masing-masing. Begitu pula dengan Eun Ji Hae serta beberapa siswa lainnya yang dipercaya untuk ikut serta dalam misi ini. Tidak sembarang orang yang ditunjuk.


Eun Ji Hae sendiri baru mendapatkan kabar tadi pagi. Sekitar pukul lima mungkin. Beruntung ia bukan orang yang suka lambat dalam melakukan sesuatu. Eun Ji Hae terkenal sebagai orang yang praktis.


“Pastikan semua teman kalian sudah berada di sini!” seru Eun Ji Hae dari depan sana.


Ia akan tetap berada di sini sambil berjaga-jaga. Mereka sudah berkumpul di depan pintu gerbang utama. Eun Ji Hae bahkan sudah membukanya. Hanya tinggal menunggu semua orang kembali setelah melaksanakan misinya. Setelah itu mereka bisa langsung pergi.


Tak lama kemudian, satu-persatu orang yang semula pergi untuk menjalankan tugasnya masing-masing mulai kembali. Lagi-lagi Eun Ji Hae perlu memastikan apakah mereka sudah lengkap. Jangan sampai ada yang tertinggal, apa lagi terpisah dari rombongan. Akan sulit bagu satu orang yang terpisah itu untuk bertahan hidup. Dia tidak akan bisa bertahan dalam desakan Reodal. Saat ini mereka tengah terjebak di tempat yang tidak tepat. Beruntung mereka segera mengambil keputusan.


Tanpa pikir panjang lagi, Jongdae segera menyodorkan benda tersebut. Kemarin malam ia berhasil mencuri kunci pintu gerbang yang tersimpan di ruang bawah tanah. Ia bahkan mengambil kesempatan untuk mengunci Do Yen Sae di ruang diskusi. Akibatnya, sampai sekarang ia masih terjebak di sana dan tidak bisa kemana-mana. Setidaknya ada sisi baik yang bisa mereka peroleh. Do Yen Sae dan segala rencananya tidak akan berguna kali ini. Mooneta berhasil melumpuhkan mereka semua dalam seketika. Sudah terbukti jika Mooneta jauh lebih baik dari Reodal dalam segala hal. Mereka bahkan tengah selangkah di depan memimpin permainan yang dimulai oleh Reodal.


***

__ADS_1


Pada dasarnya Do Yen Sae tidak bisa melakukan semuanya sedirian. Toh, selama ini Ayah dan Ibunya selalu iut andil dalam setiap rencana. Secara tidak langsung ia telah menerima bantuan dari kedua orang tuanya. Tapi, kali ini Do Yen Sae tidak bisa melakukan hal itu lagi. sekarang ia benar-benar sendiri. Tidak ada yang bisa diandalkan kecuali dirinya sendiri. Bahkan Ayah dan Ibunya sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk saat ini.


Mereka semua pergi di saat gadis malang ini sedang membutuhan bantuan. Dia tidak akan pernah bisa melawan serta menangani pemberontakan Mooneta dengan seorang diri. Ada terlalu banyak orang di sana. Dia pasti akan kalah pada akhirnya. Bagaimana pun juga Do Yen Sae sudah jelas-jelas kalah jika dilihat dari kekuatannya.


Saat ini seluruh siswa, serta orang-orang dari akademi sihir Mooneta telah berhasil keluar dari tempat terkutuk itu. Seluruh kota masih terlelap. Belum ada satu pun yang terlihat berkeliaran. Kelihatannya mereka mendadak menjadi manusia pemalas pada musim dingin seperti ini. Berlindung di balik selimut pasti jauh lebih menarik dari pada harus keluar satt embun bahkan nyaris membeku.


Bukan hanya seisi kota saja yang sedang tidur. Bahkan akademi sihir Reodal juga ikut tertidur dengan pulas. Bibi Ga Eun, Wilson dan Vallery berhasil melancarkan aksinya tanpa ada gangguan sama sekali. Sejauh ini semuanya baik-baik saja. Tidak ada hal serius yang perlu dicemaskan.


Ketiga orang itu telah berhasil membuat ramuan yang membuat siapa saja yang menghirupnya akan terlelap. Setidaknya efek itu akan bertahan selama kurang lebih tiga jam lamanya. Kurang lebih cara kerjanya sama seperti obat bius. Dengan begitu, merkea akan tetap terjebak di dalam alam bawah sadarnya untuk beberapa jam ke depan.


Dalam waktu tiga jam ke depan, seharusnya mereka sudah bisa keluar dari kota ini. Jaraknya juga sudah cukup jauh dari kota. Tidak akan sempat bagi Do Yen Sae untuk menyusul Eun Ji Hae dan yang lainnya. Ia sudah tertinggal jauh. Lagi pula Do Yen Sae masih terkurung di dalam ruangan itu sejak kemarin. Padahal para rombongan siswa Mooneta sudah hampir mencapai gerbang kota.


Jongdae telah menangani semuanya. Ia yang bertanggung jawab untuk memastikan keamanan ruangan tersebut. Selain telah menguncinya secara manual, pria itu juga telah membuat portal pembatas. Kalau pun Do Yen Sae berhasil melepaskan kunci tersebut, setidaknya ia tidak akan bisa melewati portal. Jongdae melengkapi tempat tu dengan sistem keamanan ganda.

__ADS_1


Seperti yang mereka tahu jika portal tidak akan bisa ditembus jika si pembuatnya tidak membatalkan mantra. Berbeda dengan situasi Eun Ji Hae pada waktu itu. Posisinya yang berada di luar portal memungkinkan gadis itu untuk membuat portal lain yang menutupi portal utama. Mereka bisa membuat portal dari luar, tapi tidak bisa menciptakan portal baru di dalam portal. Sejak awal memang begitu prinsip kerjanya. Praktisnya, Do Yen Sae tidak akan bisa keluar sebelum seseorang dari luar membantunya. Jondae tentu tidak akan mau membatalkan mantranya sebelum mereka sampai di tempat tujuannya.


__ADS_2