
Sepanjang perjalanan kembali menuju kamarnya, Nhea tidak
merasa jika ada yang aneh sama sekali. Selepas kejadian tadi, ia tidak ingin
ambil pusing. Nhea bukan orang yang suka mempermasalahkan suatu hal yang tidak
penting. Terlebih hal mistis seperti itu.
Gadis itu bersikap biasa saja. Seolah tidak ada hal yang
terjadi barusan. Entah bagaimana ia bisa bersikap sesantai ini. Sampai pada
akhirnya ia merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada angin yang berhembus
bergelayut menyisir surai hitamnya.
Mendadak gadis itu menghentikan langkahnya begitu mencapai
anak tangga pertama. Otaknya berusaha untuk mencerna sesuatu yang tidak pernah
bisa ia pahami sebelumnya. Nhea masih tetap bergeming. Darahnya berdesir pelan.
Entah rasa macam apa yang sedang ia rasakan saat ini. Takut,
panik dan sekian banyak rasa lainnya telah bercampur menjadi satu. Sehingga
menjadi sulit untuk di deskripsikan.
Gadis itu masih tetap mematung di tempat. Otaknya tidak bisa
berpikir jernih di saat seperti ini. Terlebih jika ada suatu perasaan yang
tengah mendominasi di dalam dirinya. Akan sulit bagi Nhea untuk mengendalikan
dirinya sendiri.
Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dirinya tengah dilanda
rasa panik yang berlebih. Asumsinya selama ini ternyata tak selamanya benar.
Memang tidak ada salahnya jika ia jauh lebih mendengarkan isi hatinya sendiri.
Tapi, akan jauh lebih baik jika Nhea mendengarkan pendapat dari orang lain
juga. Sepertinya memang benar apa kata orang-orang. Tidak baik berkeliaran di
tegah malam sendirian seperti ini. Jika dilihat, Nhea memang telah menyalahi
aturan yang berlaku.
“Kau tahu soal
pembagian zona waktu?”
Lagi-lagi kalimat itu kembali terlintas di dalam kepalanya
secara mendadak. Ia tak tahu kenapa. Tidak ada alasan yang kelas. Entah kenapa
tidak semua hal yang terjadi bisa dijelaskan dengan logika. Padahal, tipikal orang
seperti Nhea butuh penjelasan yang lebih.
Gadis itu kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri. Meski
ia tidak tahu kemana semua ini akan berujung. Untuk yang kesekian kalinya Nhea
kembali memikirkan perkataan Oliver yang sempat disampaikanya beberapa waktu
yang lalu.
“Zona waktu apa
maksudmu?” tanya Nhea yang tampaknya mulai terasa penasaran.
“Kau tahu, dalam
pelajaran ilmu sihir kita juga akan belajar soal pembagian zona waktu,” jelasnya
dengan singkat.
“Bahkan juga pembagian
zona tempat!” tukasnya.
Pelajaran ilmu sihir terbagi atas beberapa tingkatan.
Dimulai dari yang paling dasar hingga ilmu sihir yang paling tinggi
tingkatannya. Untuk saat ini Nhea dan Oliver sudah sampai di tahun tingkat ke
tiga akademi sihir Mooneta. Meski Nhea belum genap satu tahun di sini, namun
menurut keputusan komite sekolah ia sudah setara dengan anak-anak pada tahun
angkatan ke tiga.
__ADS_1
Untuk ilmu sihir dasar ini seharusnya sudah sempat mereka
pelajari sewaktu masih berada di tahun pertama masuk sekolah. Oliver tentu tahu
banyak soal dasar-sadar ilmu sihr. Semua siswa akademi sihir Mooneta seharusnya
sudah paham betul dan menguasai hal tersebut. Sebagai salah satu murid yang bersekolah
di akademi sihir, pengetahuan dasar soal sihir memang sudah sepatutnya mereka
kuasai. Lagipula akademi sihir Mooneta sudah menjadi akademi terbaik speanjang
masa. Belum ada yang bisa menandinginya sampai saat ini. Mereka yang berada di
dalamnya memang bukan sembarang orang biasa. Mereka adalah orang-orang
terpilih. Yang terbaik di antara yang paling baik.
“Ilmu dasar sihir,” gumam Nhea.
Gadis itu kembali memusatkan pikirannya kepada titik awal
permasalahannya tadi. Yaitu soal pembagian zona waktu. Kalau tidak salah, ia
memang sudah pernah tahu soal hal tersebut sebelumnya dari Oliver. Gadis itu
diminta secara khusus untuk mengajarkan Nhea. Terutama tentang
pelajaran-pelajaran penting yang telah ia lewatkan selama dua tahun terakhir.
Bibi Ga Eun memang sengaja meminta Oliver untuk mengajari
keponakannya yang satu itu. Ia berspekulasi jika mereka berdua akan cocok untuk
dipasangkan dalam bentuk kelompok seperti ini. Oliver merupakan salah satu
siswa terbaik di akademi sihir Mooneta. Semua orang mengakui soal hal tersebut.
Bahkan termasuk para staff khusus akademi sekalipun. Tidak bisa dipungkiri. Ia
memang cukup cerdas.
Namun, jangan salah sangka dulu. Nhea ternyata tidak mau
kalah dengannya. Gadis itu bisa jauh lebih cerdas dari apa yang pernah mereka
bayangkan selama ini. Nhea mampu menyerap semua pelajaran dengan begitu cepat.
Bayangkan saja. Ia mampu menyerap pelajaran selama dua tahun penuh dengan
sangat mudah.
bekerja sama. Namun, hal yang sebaliknya juga mungkin saja untuk terjadi.
“Zona waktu,” gumamnya sekali lagi.
Kali ini kening gadis itu berkerut. Kedua alisnya tampak
saling bertautan satu sama lain. Nhea tidak sedang kebingungan saat ini.
Melainkan, gadis itu tengaj berusaja untuk mengingat sesuatu. Dia perlu memastikan
kembali apakah dugaannya benar atau tidak. Satu-satunya hal yang bisa ia
andalakan saat ini adalah isi kepalanya sendiri.
Nhea tengah berusaha keras untuk memutar otak. Mencari
kembali informasi yang sudah lama tidak ia buka kembali. Nyaris lupa. Itu
adalah ungkapan yang paling tepat untuk mewakili kondisinya saat ini. Gadis itu
tengah berkutat dengan isi kepalanya sendiri. Benar-benar sebuah bencana jika
ia sampai tidak bisa mengingat kembali hal tersebut. Beberapa hari setelah
festival selesai, ujian harian akan dimulai.
Sampai pada akhirnya gadis itu kembali menegakkan kepalanya
sembari menjetikkan jari. Sebuah pertanda bagus. Pada akhirnya ia berhasil
mendapatkan apa yang ia mau.
Bukan hanya pembagian dimensi yang meliputi tempat saja yang
ada. Teryata masih banyak sisi dari dunia ini yang belum mereka ketahui. Lebih
tepatnya belum sempat dijelajahi. Namun, manusia adalah mahluk yang penuh akan
tanda tanya. Mereka akan selalu penasaran. Setiap waktu selalu muncul
pertanyaan baru. Karena memang pada dasarnya, hakikat manusia sejak awal sudah
seperti itu.
__ADS_1
Nhea ingat betul sekarang soal pembagian zona waktu itu.
Oliver pernah menyinggungnya beberapa saat yang lalu. Katanya, dimensi ini
terbagi atas dua zona waktu. Yaitu siang dan malam. Cara melihatnya juga cukup
mudah. Hanya tinggal mengikuti pergerakan matahari saja. Benda langit memang
selalu menjadi indikator pa;ing efektif sejak zaman dahulu.
Anak-anak Mooneta masih memegang teguh prinsip itu sekarang.
Mereka hidup jauh ddari kecanggihan dunia. Jika berada di sini, kau seperti
sedang dibawa untuk menjelajahi kehidupan Era Victoria.
“Zona waktu terbagi
atas dua bagian. Dan setiap bagian, akan selalu ada mahluk hidup yang paling
dominan.”
Untuk yang kesekian kalinya ia berhasil memunculkan kalimat
tersebut di dalam kepalanya. Kini gadis itu tidak perlu merasa ragu lagi.
Semuanya mulai terasa jelas. Sebentar lagi kebenaran akan segera terungkap.
Menurut yang ia tahu sejauh ini berdasarkan penuturan
Oliver, manusia adalah mahluk yang paling berkuasa ketika siklus harian
matahari. Mereka menempati posisi terkuat di antara klan lainnya yang tersebar
di seluruh penjuru muka bumi.
Sedangkan, ketika rembulan sudah mulai menampakkan dirinya
di angkasa bersama jutaan benda langit lainnya, itu artinya jika posisi manusia
mulai melemah. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika mereka akan sampai pada
titik tak berdaya sekali pun.
Hal tersebut dikarenakan mahluk malam lebih mendominasi kala
gulita menyebar. Bukan hanya ada satu atau dua mahluk saja yang berkuasa di
tengah kegelapan malam. Banyak sekali. Itu sebabnya, manusia dilarang untuk
beraktifitas ketika malam hari. Jika tidak terlalu penting, sebaiknya jangan
melangkah keluar rumah. Setidaknya kau akan tetap aman selama masih berada di
dalam sana.
Menurut buku yang pernah mereka baca di perpustakaan
akademi, mereka menjelaskan jika ada beberapa mahluk dari berbagai klan yang
telah mencapai posisi tertingginya pada saat malam hari. Misalnya saja kaum kegelapan
serta klan neptunus. Klan bayangan, klan vampir, serta kaln neptunus yang
merupakan penguasa lautan. Terdiri atas para putri duyung yang tengah berenang
bebas di tengah laut kala gulita mencekam. Mereka tidak menghiraukan hal itu
sama sekali. Karena memang pada saat seperti inilah puncak kejayaan dalam
siklus satu hari yang mereka miliki.
Sebenarnya masih ada banyak klan lainnya yang juga berkuasa
dan menjadi lebih dominan pada saat malam hari. Namun, seperti biasanya. Hanya
mereka yang berkuasa yang mendapatkan tempat di dunia ini. Ketiga klan tersebut
sengaja disebutkan dalam buku karena mereka yang paling terkenal. Selain itu
klan tersebut juga memang di kenal sebagai penguasa yang paling tinggi di
tengah gulita.
Sama halnya seperti siang hari. Bukan hanya manusia saja
yang berkuasa. Tapi, ia aalah mahluk yang paling kuat dan mendominasi di antara
mahluk dari klan lainnya.
Hanya ada dua kemungkinan yang bisa ia pastikan untuk malam
ini. Sepertinya dugaan Nhea memang benar. Ada orang lain selain dirinya yang
tengah berkeliaran di akademi, dan ia tidak suka itu. Nhea sangat tidak bisa
__ADS_1
mentoleransi orang lain yang tengah mencoba untuk mengusik hidupnya. Baik
secara langsung mau pun tidak.