Mooneta High School

Mooneta High School
Zone


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kembali menuju kamarnya, Nhea tidak


merasa jika ada yang aneh sama sekali. Selepas kejadian tadi, ia tidak ingin


ambil pusing. Nhea bukan orang yang suka mempermasalahkan suatu hal yang tidak


penting. Terlebih hal mistis seperti itu.


Gadis itu bersikap biasa saja. Seolah tidak ada hal yang


terjadi barusan. Entah bagaimana ia bisa bersikap sesantai ini. Sampai pada


akhirnya ia merasakan sesuatu yang aneh. Seperti ada angin yang berhembus


bergelayut menyisir surai hitamnya.


Mendadak gadis itu menghentikan langkahnya begitu mencapai


anak tangga pertama. Otaknya berusaha untuk mencerna sesuatu yang tidak pernah


bisa ia pahami sebelumnya. Nhea masih tetap bergeming. Darahnya berdesir pelan.


Entah rasa macam apa yang sedang ia rasakan saat ini. Takut,


panik dan sekian banyak rasa lainnya telah bercampur menjadi satu. Sehingga


menjadi sulit untuk di deskripsikan.


Gadis itu masih tetap mematung di tempat. Otaknya tidak bisa


berpikir jernih di saat seperti ini. Terlebih jika ada suatu perasaan yang


tengah mendominasi di dalam dirinya. Akan sulit bagi Nhea untuk mengendalikan


dirinya sendiri.


Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dirinya tengah dilanda


rasa panik yang berlebih. Asumsinya selama ini ternyata tak selamanya benar.


Memang tidak ada salahnya jika ia jauh lebih mendengarkan isi hatinya sendiri.


Tapi, akan jauh lebih baik jika Nhea mendengarkan pendapat dari orang lain


juga. Sepertinya memang benar apa kata orang-orang. Tidak baik berkeliaran di


tegah malam sendirian seperti ini. Jika dilihat, Nhea memang telah menyalahi


aturan yang berlaku.


“Kau tahu soal


pembagian zona waktu?”


Lagi-lagi kalimat itu kembali terlintas di dalam kepalanya


secara mendadak. Ia tak tahu kenapa. Tidak ada alasan yang kelas. Entah kenapa


tidak semua hal yang terjadi bisa dijelaskan dengan logika. Padahal, tipikal orang


seperti Nhea butuh penjelasan yang lebih.


Gadis itu kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri. Meski


ia tidak tahu kemana semua ini akan berujung. Untuk yang kesekian kalinya Nhea


kembali memikirkan perkataan Oliver yang sempat disampaikanya beberapa waktu


yang lalu.


“Zona waktu apa


maksudmu?” tanya Nhea yang tampaknya mulai terasa penasaran.


“Kau tahu, dalam


pelajaran ilmu sihir kita juga akan belajar soal pembagian zona waktu,” jelasnya


dengan singkat.


“Bahkan juga pembagian


zona tempat!” tukasnya.


Pelajaran ilmu sihir terbagi atas beberapa tingkatan.


Dimulai dari yang paling dasar hingga ilmu sihir yang paling tinggi


tingkatannya. Untuk saat ini Nhea dan Oliver sudah sampai di tahun tingkat ke


tiga akademi sihir Mooneta. Meski Nhea belum genap satu tahun di sini, namun


menurut keputusan komite sekolah ia sudah setara dengan anak-anak pada tahun


angkatan ke tiga.

__ADS_1


Untuk ilmu sihir dasar ini seharusnya sudah sempat mereka


pelajari sewaktu masih berada di tahun pertama masuk sekolah. Oliver tentu tahu


banyak soal dasar-sadar ilmu sihr. Semua siswa akademi sihir Mooneta seharusnya


sudah paham betul dan menguasai hal tersebut. Sebagai salah satu murid yang bersekolah


di akademi sihir, pengetahuan dasar soal sihir memang sudah sepatutnya mereka


kuasai. Lagipula akademi sihir Mooneta sudah menjadi akademi terbaik speanjang


masa. Belum ada yang bisa menandinginya sampai saat ini. Mereka yang berada di


dalamnya memang bukan sembarang orang biasa. Mereka adalah orang-orang


terpilih. Yang terbaik di antara yang paling baik.


“Ilmu dasar sihir,” gumam Nhea.


Gadis itu kembali memusatkan pikirannya kepada titik awal


permasalahannya tadi. Yaitu soal pembagian zona waktu. Kalau tidak salah, ia


memang sudah pernah tahu soal hal tersebut sebelumnya dari Oliver. Gadis itu


diminta secara khusus untuk mengajarkan Nhea. Terutama tentang


pelajaran-pelajaran penting yang telah ia lewatkan selama dua tahun terakhir.


Bibi Ga Eun memang sengaja meminta Oliver untuk mengajari


keponakannya yang satu itu. Ia berspekulasi jika mereka berdua akan cocok untuk


dipasangkan dalam bentuk kelompok seperti ini. Oliver merupakan salah satu


siswa terbaik di akademi sihir Mooneta. Semua orang mengakui soal hal tersebut.


Bahkan termasuk para staff khusus akademi sekalipun. Tidak bisa dipungkiri. Ia


memang cukup cerdas.


Namun, jangan salah sangka dulu. Nhea ternyata tidak mau


kalah dengannya. Gadis itu bisa jauh lebih cerdas dari apa yang pernah mereka


bayangkan selama ini. Nhea mampu menyerap semua pelajaran dengan begitu cepat.


Bayangkan saja. Ia mampu menyerap pelajaran selama dua tahun penuh dengan


sangat mudah.


bekerja sama. Namun, hal yang sebaliknya juga mungkin saja untuk terjadi.


“Zona waktu,” gumamnya sekali lagi.


Kali ini kening gadis itu berkerut. Kedua alisnya tampak


saling bertautan satu sama lain. Nhea tidak sedang kebingungan saat ini.


Melainkan, gadis itu tengaj berusaja untuk mengingat sesuatu. Dia perlu memastikan


kembali apakah dugaannya benar atau tidak. Satu-satunya hal yang bisa ia


andalakan saat ini adalah isi kepalanya sendiri.


Nhea tengah berusaha keras untuk memutar otak. Mencari


kembali informasi yang sudah lama tidak ia buka kembali. Nyaris lupa. Itu


adalah ungkapan yang paling tepat untuk mewakili kondisinya saat ini. Gadis itu


tengah berkutat dengan isi kepalanya sendiri. Benar-benar sebuah bencana jika


ia sampai tidak bisa mengingat kembali hal tersebut. Beberapa hari setelah


festival selesai, ujian harian akan dimulai.


Sampai pada akhirnya gadis itu kembali menegakkan kepalanya


sembari menjetikkan jari. Sebuah pertanda bagus. Pada akhirnya ia berhasil


mendapatkan apa yang ia mau.


Bukan hanya pembagian dimensi yang meliputi tempat saja yang


ada. Teryata masih banyak sisi dari dunia ini yang belum mereka ketahui. Lebih


tepatnya belum sempat dijelajahi. Namun, manusia adalah mahluk yang penuh akan


tanda tanya. Mereka akan selalu penasaran. Setiap waktu selalu muncul


pertanyaan baru. Karena memang pada dasarnya, hakikat manusia sejak awal sudah


seperti itu.

__ADS_1


Nhea ingat betul sekarang soal pembagian zona waktu itu.


Oliver pernah menyinggungnya beberapa saat yang lalu. Katanya, dimensi ini


terbagi atas dua zona waktu. Yaitu siang dan malam. Cara melihatnya juga cukup


mudah. Hanya tinggal mengikuti pergerakan matahari saja. Benda langit memang


selalu menjadi indikator pa;ing efektif sejak zaman dahulu.


Anak-anak Mooneta masih memegang teguh prinsip itu sekarang.


Mereka hidup jauh ddari kecanggihan dunia. Jika berada di sini, kau seperti


sedang dibawa untuk menjelajahi kehidupan Era Victoria.


“Zona waktu terbagi


atas dua bagian. Dan setiap bagian, akan selalu ada mahluk hidup yang paling


dominan.”


Untuk yang kesekian kalinya ia berhasil memunculkan kalimat


tersebut di dalam kepalanya. Kini gadis itu tidak perlu merasa ragu lagi.


Semuanya mulai terasa jelas. Sebentar lagi kebenaran akan segera terungkap.


Menurut yang ia tahu sejauh ini berdasarkan penuturan


Oliver, manusia adalah mahluk yang paling berkuasa ketika siklus harian


matahari. Mereka menempati posisi terkuat di antara klan lainnya yang tersebar


di seluruh penjuru muka bumi.


Sedangkan, ketika rembulan sudah mulai menampakkan dirinya


di angkasa bersama jutaan benda langit lainnya, itu artinya jika posisi manusia


mulai melemah. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika mereka akan sampai pada


titik tak berdaya sekali pun.


Hal tersebut dikarenakan mahluk malam lebih mendominasi kala


gulita menyebar. Bukan hanya ada satu atau dua mahluk saja yang berkuasa di


tengah kegelapan malam. Banyak sekali. Itu sebabnya, manusia dilarang untuk


beraktifitas ketika malam hari. Jika tidak terlalu penting, sebaiknya jangan


melangkah keluar rumah. Setidaknya kau akan tetap aman selama masih berada di


dalam sana.


Menurut buku yang pernah mereka baca di perpustakaan


akademi, mereka menjelaskan jika ada beberapa mahluk dari berbagai klan yang


telah mencapai posisi tertingginya pada saat malam hari. Misalnya saja kaum kegelapan


serta klan neptunus. Klan bayangan, klan vampir, serta kaln neptunus yang


merupakan penguasa lautan. Terdiri atas para putri duyung yang tengah berenang


bebas di tengah laut kala gulita mencekam. Mereka tidak menghiraukan hal itu


sama sekali. Karena memang pada saat seperti inilah puncak kejayaan dalam


siklus satu hari yang mereka miliki.


Sebenarnya masih ada banyak klan lainnya yang juga berkuasa


dan menjadi lebih dominan pada saat malam hari. Namun, seperti biasanya. Hanya


mereka yang berkuasa yang mendapatkan tempat di dunia ini. Ketiga klan tersebut


sengaja disebutkan dalam buku karena mereka yang paling terkenal. Selain itu


klan tersebut juga memang di kenal sebagai penguasa yang paling tinggi di


tengah gulita.


Sama halnya seperti siang hari. Bukan hanya manusia saja


yang berkuasa. Tapi, ia aalah mahluk yang paling kuat dan mendominasi di antara


mahluk dari klan lainnya.


Hanya ada dua kemungkinan yang bisa ia pastikan untuk malam


ini. Sepertinya dugaan Nhea memang benar. Ada orang lain selain dirinya yang


tengah berkeliaran di akademi, dan ia tidak suka itu. Nhea sangat tidak bisa

__ADS_1


mentoleransi orang lain yang tengah mencoba untuk mengusik hidupnya. Baik


secara langsung mau pun tidak.


__ADS_2