Mooneta High School

Mooneta High School
Go Ahead


__ADS_3

Di saat yang bersamaan dengan Eun Ji Hae berubah ke wujud aslinya, saat itu pula Hwang Ji Na ikut berubah. Sontak hal tersebut berhasil mengejutkan semua orang. Ternyata yang ada di hadapan mereka saat ini buukan serigala biasa. Melainkan mahluk dari kaum werewolf.


Kejutannya tidak hanya sampai di situ saja. Bahkan para kawanan serigala itu pun ikut berubah juga. Termasuk Daren. Beberapa di antaranya sudah tidak sadarkan diri lagi. Daren tentu sudah menjadi salah satunya. Ia terluka parah dan tidak mampu berkutik.


Eun Ji Hae langsung menghampiri gadis itu begitu melihat Hwang Ji Na berada di sana. Dugaannya benar. Memilih untuk keluat dari portal dan membantu gadis itu menghadapi kawanan serigala adalah keputusan yang tepat. Dari awal, dia sudah sangat yakin jika yang berada di hadapannya adalah Hwang Ji Na. Ia bahkan sama sekali tidak merasakan ancaman dari gadis itu. Eun Ji Hae seperti pernah melihat sosok serigala putih itu sebelumnya. Pantas saja terasa tidak asing lagi.


“Kenapa kau bisa berada di sini?” tanya Eun Ji Hae begitu sampai di hadapan gadis itu.


Jika dilihat dari wajahnya, ia terlihat sangat kebingungan. Semua yang terjadi di sini barusan seperti sebuah mimpi. Tidak ada yang terasa masuk akal baginya. Sungguh rumit untuk diselesaikan hanya dengan satu otak.


Sementara itu, Hwang Ji Na tidak langsung menjawab pertanyaan dari Eun Ji Hae. Ia perlu jeda selama beberapa saat untuk mengambil napas dalam-dalam sebelum mulai menjelaskan. Kelihatannya bukan hanaya Eun Ji Hae satu-satunya orang yang merasa kelelahan di sini. Bahkan Hwang Ji Na sendiri mengalami yang lebih parah dari itu. Keringat tampak mengucur dengan jelas membasahi wajahnya. Padahal ini adalah musim dingin. Tidak bisa dipungkiri jika pertarungan yang tadi itu telah menguras tenaganya habis-habisan. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk tetap bertahan dari Daren.


“Hey!” sahut Eun Ji Hae.


Untuk yang kesekian kalinya, Hwang Ji Na tidak langsung menjawwab. Dia hanya menoleh sekilas ke arah gadis itu. Meminta Eun Ji Hae untuk menunggu sebentar lagi.


“Aku akan menjelaskannya nanti begitu kalian sampai di Reodal,” ujar Hwang Ji Na masih dengan napas yang memburu.


“Bagaimana kau bisa tahu jika kami akan pergi ke Reodal?” tanya Eun Ji Hae lagi.

__ADS_1


“Sudah ku katakan jika aku akan menjelaskannya nanti begitu situasi sudah aman!” seru Hwang Ji Na yang merasa geram karena Eun Ji Hae tak kunjung paham.


Bukannya mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia mau, Eun J iHae malah dibuat semakin kebingungan dengan semua jawaban gadis itu. Hwang Ji Na sama sekali tidak mau menjelaskan sedikit pun soal apa yang terjadi di sini. dia terus menghindar di balik setiap jawaban yang diberikannya sebagai alasan.


“Sebaiknya kalian segera pergi dari tempat ini sekarang juga,” ungkap Hwang Ji Na.


“Bawa dan arahkan mereka untuk keluar dari portal dan meninggalkan tempat ini dalam waktu kurang dari lima belas menit. Setelah itu pastikan jika tidak ada yang tertinggal lagi. Aku akan membereskan para serigala brengsek ini,” jelas gadis itu dengan panjang lebar.


“Tapi…” balas Eun Ji Hae.


“Tidak ada waktu lagi!” tegas gadis itu sekali lagi.


Hwang Ji Na telah memotong kalimat Eun Ji Hae, bahkan sebelum ia sempat menyelesaikannya. Apa yang dikatakan oleh Hwang Ji Na ada benarnya juga. Mereka tidak memiliki banyak sisa waktu lagi. jika tidak dimanfaatkan dengan baik, mungkin kesempatannya akan hilang.


Eun Ji Ha mengangguk dengan cepat untuk mengiyakan perkataannya barusan. Ia paham betul seperti apa situasinya sekarang. Selama ini ia tutup mata dan menolak untuk percaya.


Tanpa pikir panjang lagi, Eun Ji Hae segera berpaling dari Hwang Ji Na. Ia beranjak dari tempanya berdiri semula dan kembali berlari masuk ke dalam portal untuk memberitahu semua orang jika situasinya sudah aman. Mereka bisa membuka portalnya sekarang. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk segera pergi dan menyelamatkan diri. Tersisa beberapa menit sebelum para klan beta dan omega selesai mengumpulkan kekuatannya kembali. Daren sudah tidak sadarkan diri, dia tak lagi termasuk ke dalam ancaman.


“Kita harus segera pergi dari sini!” celetuk gadis itu begitu sampai.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” tanya Bibi Ga Eun.


“Bagaimana kita bisa pergi jika masih ada satu serigala yang baik-baik saja di sana. Dia bisa menyerang kita kapan saja ia mau,” jelas wanita itu dengan panjang lebar.


Sudah tidak ada waktu lagi bagi Eun Ji Hae untuk menjelaskan semuanya. Lagi pula, mereka tidak akan mengerti dengan mudah. Terutama bagi para anggota keluarga. Mereka tidak pernah sependapat sebelumnya. Pasti akan terasa sulit bagi Eun Ji Hae untuk meyakinkan mereka semua pada waktu yang bersamaan. Orang-orang ini terlalu keras kepala.


Eun Ji Hae hanya bisa berdecak sebal untuk melampiaskan emosinya. Tanpa sepatah kata pun, ia segera membatalkan mantra pembentuk portal ini. Otomatis, portal tersebut lenyap begitu saja. Para anggota keluarga tentu tidak setuju dengan keputusan Eun Ji Hae yang terkesan gegabah. Secara tidak langsung, gadis ini telah menempatkan semua orang dalam bahaya yang cukup serius.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?!” cerca Bibi Ga Eun.


“Cepat kembalikan portalnya!” perintah wanita itu.


Jika dilihat dari kalimatnya, sudah jelas jika Bibi Ga Eun sama sekali tidak setuju dengan rencana Eun Ji Hae. Menurutnya itu terlalu berbahaya. Akan banyak kecelakaan yang terjadi jika hal itu dilakukan.


“Perhatian semuanya!” sahut Eun Ji Hae dari barisan paling depan.


“Cepat pergi ke tepi hutan ini sebelum para kawanan serigala itu kembali bangun!” serunya.


“Hal ini hanya berlaku bagi kalian yang ingin sampai di Reodal dengan selamat!” tukasnya sembari menatap Bibi Ga Eun sekilas.

__ADS_1


Alih-alih sebuah peringatan, kalimat yang terakhir kali keluar dari mulutnya lebih terdengar seperti sebuah sindiran bagi wanita itu. Namun, ia tidak bisa asal menyimpulkan. Karena belum tentu jika Eun Ji Hae memang memiliki maksud untuk menyindir Bibi Ga Eun secara tidak langsung.


Terlepas dari semua itu, ternyata ada cukup banyak siswa yang memilih untuk percaya dengan Eun Ji Hae. Hampir seluruh siswa meninggalkan tempat tersebut dan lebih memilih untk menepi di luar dari perbatasan hutan. Hal tersebut benar-benar terjadi di luar perkiraan mereka sebelumnya. Termasuk Bibi Ga Eun. Dia pasti sama sekali tidak akan pernah mendugajika akan seperti ini pada akhirnya.


__ADS_2