Mooneta High School

Mooneta High School
Family


__ADS_3

“Nhearsya telah kembali ke sekolah atas perintah Bibi Ga Eun,” ujar Eun Ji Hae.


“Ia mengambil alih untuk melindungi sekolah dari serangan tahunan Ify,” Lanjutnya.


“Apa yang ia lakukan memangnya? Bukankah hal itu terlalu berbahaya baginya, Nhea baru saja mulai mengenal dunia sihir,” jelas Vallery dengan raut wajah cemas.


“Itu dia masalahnya. Meskipun dia tau soal bahaya itu, anak itu terlalu keras kepala,” ucap Eun Ji Hae.


“Anak itu memang benar-benar nekat, sama seperti ibunya. Sifat itu pasti di turunkan darimu,” Sambung Wilson yang menambahi ucapan anak angkatnya itu.


Vallery langsum terbungkam dan tak bisa berkutik sedikitpun atas pernyataan suaminya barusan. Wanita ini telah di buat kehabisan kata-kata oleh pria itu. Ia tak bisa mengelak atas tuduhan barusan, karena memang benar seperti itulah kenyataannya. Vallery memanglah seorang wanita kuat yang berjiwa pemimpin. Terkadang hal itu juga lah yang membuatnya tak jarang untuk mengambil resiko yang terlalu berat. Ia nyaris membahayakan dirinya sendiri.


“Nhea membuat portal perlindungan untuk melindungi suhu di sekitar sekolah agar tetap stabil. Dengan melakukan hal itu, maka kekuatan seluruh sekolah akan tetap terjaga,” jelasnya.


“Ia melakukan hal itu dengan bantuan seluruh orang di sekolah, termasuk Bibi Ga Eun,” lanjutnya.


“Apa wanita itu gila?! Bagaimana bisa dia membiarkan Nhea melakukan hal berbahaya seperti itu? Padahal ku kira ia pasti tahu persis bagaimana resikonya,” protes Vallery.


Wanita ini kelihatannya tak setuju dengan perlakuan Ga Eun terhadap anak kandung semata wayang nya itu. Harusnya Ga Eun tahu jika Nhea bwlum terlalu siap untuk sebuah sihir luar biasa seperti itu. Ibu dari anak itu, lantas protes tak terima ketika Eun Ji Hae mulai menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana.


“Sabarlah….” ucap Wilson sambil berusaha untuk menenangkan emosi istri nya tersebut.

__ADS_1


“Bagaimana aku bisa sabar!” balas wanita itu dengan emosi yang sudah berada di puncak ubun-ubunnya.


“Ada satu hal lagi yang perlu kalian ketahui, dan ini adalah bagian terburuknya,” ujar Eun Ji Hae dengan agak ragu-ragu.


Sementara itu di sisi lain, Wilson dan Vallery terlihat tak sabar menunggu hal itu. Meskipun itu adalah hal buruk yang harus mereka terima, jadi siap tak siap mereka harus bisa menerimanya.


“Nhea tak sadarkan diri selama berhari-hari karena ini,” ujar Eun Ji Hae dengan hati-hati.


Gadis itu bisa melihat dengan jelas ekspresi keduanya yang langsung berubah dengan drastis. Sebuah raut wajah yang tak menyanangkan kelihatannya. Namun meskipun di dalam dirinya sedang ada emosi yang meledak-ledak, keduanya tak mengatakan sepatah katapun untuk itu. Para penyihir memang tak terbiasa untuk mengutarakan isi hatinya. Mereka tak pandai untuk megekspresikan semua yang sedang mereka rasakan dan para penyihir itu memang tak ingin melakukannya. Sekelompok manusia dengan kekuatan dan bakat istimewa itu, memang di kenal sebagai orang yang terkesan agak kaku.


“Karena itulah aku datang ke sini, aku ingin kalian kembali untuk Nhea,” ujarnya dengan nada sedikit memelas.


“Tapi kami sedang mengadakan rapat besar di sini. Orton sedang berusaha membantu kita untuk menghadapi serangan tahunan Ify.” jelas Vallery dengan perasaan kecewa.


Kecewa karena ia tak bisa bersama dengan putri tercintanya itu. Sudah bertahun-tahun mereka berpisah, tanpa pernah bertemu sedikitpun.


“Aku mohon, kembali lah,” ujar Eun Ji Hae yang masih terus memohon.


“Demi Nhea anak kalian, dan demi sekolah itu,” lanjutnya.


“Dia butuh kalian, sebelum nyawanya menghilang. Kita bukanlah vampir yang hidup abadi, kita hanya seorang penyihir,” ujarnya sekali lagi.

__ADS_1


Eun Ji Hae masih terus berusaha untuk meyakinkan dan mmembujuk oranng tuanya. Kali ini kondisi Nhea benar-benar sedang dalam masa kritis dan membutuhkan pertolongan kedua orang tuanya sendiri dengan segera.


“Aku mohon, jika kalian kembali ke Mooneta maka Nhea akan baik-baik saja dan aku juga akan di bebaskan oleh Bibi Ga Eun,” jelas Eun Ji Hae.


“Di bebaskan bagaimana maksudmu?” tanya Vallery.


“Apa kalian tak tahu, jika aku di hukum dan terkurung selama bertahun-tahun di dalam patung Phoeenix itu. Dan sekarang aku adalah seorang manusia penyihir setegah Phoenix, kurang lebih begitu. Bahkan aku sendiri tak tahu harus menyabut diriku sendiri dengann sebutan apa,” Jelas Eun Ji Hae yang mulai menceritakan semua kisahnya selama ini.


Vallery dan Wilson di buat terkejut bukan main oleh pengakuan anak angkatnya yang bernama Eun Ji Hae tersebut. Mereka tak menyangka jika selama ini Ga Eun orang yang mereka percaya, malah  mengkhianati mereka seperti ini. Mereka pikir Ga Eun akan menjaga anak-anaknya dengan begitu baik, tapi ternyata malah sebaliknya. Wilson dan Vallery justru di buat takut jika Nhea juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan Eun Ji Hae. Mereka curiga jika anak kandungnya itu terjebak dalam kondisi sulit seperi ini, karena wanita berhati busuk itu.


Tapi wajah Ga Eun tak menggambarkan sifatnya yang licik itu. Siapa sangka jika wanita itu menyembunyikan sisi iblisnya di balik sosok malaikatnya. Satu hal yang selalu di ajarkan kepada setiap orang, adalah agar kita tak menilai seseorang dari wajahnya saja. Sebuah isi buku tak bisa di nilai hanya dari sampulnya saja, kau harus membacanya agar tahu jalan cerita yang sebenarnya.


“Baiklah, kami akan ikut denganmu untuk pulang ke Mooneta. Bukan begitu Wilson?” ujar Vallery yang turut di angguki oleh satu-satunya pria yang sedang berada di sini.


“Kita akan pergi ke sana dan kembali ke tempat itu. Perjalanan itu akan di mulai besok,” ucap Wilson sambil tersenyum kecil.


“Kalian serius?” tanya Eun Ji Hae yang terperanjat kaget.


Kedua sosok yang menjadi sasaran dari pertanyaan nya itu, hanya mengagguk dengan antusias. Kini giliran Vallery dan Wilson yang mencoba meyakinkan putri nya itu.


“Kita akan kembali untuk mereka semua,” Ujar Wilson dengan begitu yakin.

__ADS_1


“Aku tak sabar untuk menemui gadis kecil yang satu itu. Sudah lama aku tak menemuinya, pasti sekarang Nhea telah banyak berubah. Ia pasti menjelma menjadi seorang wanita yang cantik, dengan bantuan kekuatan waktu. Terakhir kali aku melihatnya saat usianya baru  menginjak lima tahun,” jelas wanita itu dengan mengungkapkan segala perasaan sedihnya yang tertahan.


Kini Eun Ji Hae mengerti dan paham dengan situasi yang selama ini selalu menjadi sasaran atas kemarahanya. Ia sering kali mengeluh kenapa semesta bersikap tak adil terhadap dirinya. Namun sekarang ia menjadi merasa lebih brsyukur atas kehidupan yang di jalaninya saat ini. Ia dan Nhea merasakan hal yang sama ternyata, malah jauh lebih buruk nasibnya Nhea. Sekarang ia sadar, jika tak seharusnya jika dirinya membenci adiknya sendiri yang jauh lebih menderita daripada dirinya.


__ADS_2