Mooneta High School

Mooneta High School
Redo


__ADS_3

Setelah berdiri di depan sana selama beberapa saat, mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu. Keluar masuk melalui jendela sama sekali bukan cara yang baik dan terhormat untuk berada di dalam sana. Lagipula jendela tidak digunakan untuk akses keluar masuk sang penghuni. Hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan jendela untuk mengakses jalan masuk dan keluar. Dan kebanyakan dair mereka tergolong kepada orang yang tidak baik. Jika tidak, untuk apa mereka masuk ke tempat orang lain dengan cara mengendap-endap seperti maling. Pasti ada hal yang tidak beres.


“Bagaimana jika kau mencairkan saljunya untuk kami?” tanya Vallery.


“Akan jauh lebih baik jika salju ini tak menumpuk dan menghalangi jalan masuk kita,” lanjutnya.


Eun Ji Hae mengangguk setuju. Ia akan langsung mewujudkan keinginan wanita itu. Selama ini Vallery tidak pernah membantah jika Vallery yang memberikan perintah kepadanya. Gadis itu hanya bisa menurut. Tidak peduli apakah ia suka atau tidak dengan perintah tersebut. Di mata wanita tu, Eun Ji Hae merupakan anak yang penurut dan berbaik hati. Berbeda dengan Wilson dan Bibi Ga Eun. Gadis itu bisa bersikap baik sekali, atau malah sebaliknya. Tergantung dengan suasana hatinya dan dengan siapa ia berhadapan pada saat itu. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Vallery. Ia termasuk ke dalam pengecualian.


Menurutnya, kali ini tidak ada salahnya untuk menurut kepada Vallery seperti biasanya. Lagi pula itu sama saja dengan menolong banyak orang. Termasuk membantu dirinya sendiri juga. Akademi ini pasti akan merasa sangat berterima kasih kepada Eun Ji Hae.


“Tapi, sepertinya aku tidak yakin jika aku bisa menangani semua ini sendiri,” ungkap Eun Ji Hae.


“Ada terlalu banyak salju yang harus kucairkan. Kalian tahu sendiri seberapa luas Mooneta.” Lanjut gadis itu.


“Lalu, apa yang bisa kami lakukan?” tanya Bibi Ga Eun.

__ADS_1


“Persiapkan obor kalian masing-masing. Aku akan membuka jalan utamanya dulu, setelah itu kalian baru boleh masuk. Tapi, tetap hati-hati saat melakukannya. Kalian tidak boleh menyentuh salju tersebut,” jelasnya dengan panjang lebar.


Mereka semua mengangguk paham. Pertama-tama Eun Ji Hae akan memberikan api pertama kepada obor milik Bibi Ga Eun. Ia akan membaginya dengan yang lain. Tenang saja, apinya tidak akan habis.


Dengan perasaan ragu, Eun Ji Hae mulai membuka pintu gerbang utama. Kebetulan semua kunci berada padanya. Melihat kondisi di depannya saat ini, sepertinya salju sama sekali tidak bertambah sejak beberapa hari yang lalu. Sungguh aneh. Biasanya salju abadi akan turun minimal sekali dalam sehari. Yang berarti, setiap hari adalah hujan salju abadi. Mereka telah meninggalkan tempat ini tepat empat hari yang lalu. Tapi, sama sekali tidak ada penambahan volume salju di pelataran sekolah ini.


Hal tersebut berhasil menarik atensi Eun Ji Hae. Gadis itu merasa jika ada sesuatu yang aneh di sini. Beberapa hal terasa sangat janggal. Tidak terjadi seperti yang seharusnya. Mungkin Eun Ji Hae berhasil mencium bau-bau campur tangan Do Yen Sae dan keluarganya terhadap peristiwa besar yang tengah menimpa mereka akhir-akhir ini.


Eun Ji Hae mulai merasa curiga. Kedepannya ia akan lebih waspada lagi. Mungkin gadis itu akan berubah menjadi elang dalam seketika. Meninggalkan jiwa seekor phoenix yang melekat pada dirinya.


“Kita akan menyelesaikan semuanya sebelum salju turun kembali,” ujar Eun Ji Hae memberikan instruksi.


“Jika salah satu dari kalian melihat adanya tanda-tanda salju akan segera turun, naiklah ke menara pengawas dan bunyikan loncengnya,” jelasnya dengan panjang lebar.


Para siswa mengangguk paham dengan pemaparan dari gadis itu barusan. Hari ini mereka akan membersihkan segalanya. Membuat Mooneta menjadi tempat yang paling nyaman bagi mereka.

__ADS_1


“Apakah ada pertanyaan lagi?” tanya Eun Ji Hae.


“Jika tidak ada, segera lakukan tugas kalian masing-masing,” lanjutnya.


Eun Ji Hae sudah membuka akses ke pintu masuk utama. Mereka tinggal membereskan sisanya. Gadis itu akan membantu sebisanya. Tidak hanya membersihkan salju saja. Mereka juga menetralisir energi sekitar dari aura-aura negatif yang muncul. Selain itu beberapa di antaranya juga sengaja menempatkan para hewan griffin untuk kembali berjaga di pintu masuk dan sekitarnya. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi masalah.


Do Yen Sae pasti tidak akan tinggal diam setelah semua kejadian ini. Harga dirinya mendadak hancur di depan mereka semua. Kemungkinan besar jika gadis itu akan kembali dengan pembalasan dendam yang cukup kejam. Ia tidak takut untuk bertindak brutal. Bukan sesuatu yang mengejutkan lagi jika Do Yen Sae akan menyerang secara membabi-buta. Selama ini mereka semua juga tahu kalau Do Yen Sae selalu bersikap seperti itu. Bisa dibilang jika hal tersebut telah menjadi kebiasaan buruk yang tidak bisa dihilangkan saat ia marah.


Do Yen Sae mungkin akan kembali dengan versi yang jauh lebih kejam dari sebelumnya. Tapi, untuk saat ini mereka tidak ingin ambil pusing sama sekali. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya agar mereka bisa mengembalikan keadaan kembat ini seperti semula. Memperbaiki situasi memang hal tidak mudah. Tapi, tidak ada salahnya mencoba.


Persoalan Do Yen Sae adalah yang masalah yang nomer dua. Mereka yakin bisa menangani gadis itu. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, jika Do Yen Sae sama sekali bukan lawan yang sebanding dengan dirinya. Bisa-bisa ia kalah telak jika disandingkan dengan Mooneta sebagai lawannya.


Eun Ji Hae dan yang lainnya yakin betul jika mereka bisa membereskan masalah dengan Do Yen Sae dengan mudah. Sama seperti membalikkan telapak tangan. Setidaknya, untuk saat ini mereka telah menempatkan penjagaan yang cukup ketat di luar sana. Sebagai antisipasi jika terjadi hal buruk yang tak diinginkan. Memangnya siapa yang mau hal buruk terjadi. Tidak ada.


Semua orang kembali fokus kepada pekerjaannya. Telepas dari semua hal yang sudah terjadi sejauh ini. Meskipun ancamannya nyata, setidaknya mereka harus tenang agar bisa berpikir dengan jernih. Tidak akan ada solusi yang ditemukan jika mereka semua dalam keadaan panik dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Kuncinya adalah tetap tenang. Dengan begitu, setidaknya masalah akan berkurang. Memang tidak akan selesai semua.

__ADS_1


__ADS_2