
Keadaan di pusat kota saat ini benar-benar ramai. Bahkan
jalanannya saja terasa sesak. Sulit untuk lewat. Tampaknya mereka benar-benar
ingin menyaksikan upacara pembukaan yang diadakan di alun-alun kota.
Kabarnya, Reodal tetap ikut dalam kompetisi tahun ini. Jadi,
formasi akademi sihir tiga besar masih tetap lengkap. Terlepas dari pertikaian
yang sempat terjadi beberapa bulan lalu, mereka akan bertanding secara sportif.
Semoga saja begitu. Pasalnya, besar kemungkinan jika pihak Reodal akan
melakukan balas dendam. Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk melakukan
hal tersebut. Semua orang tahu itu.
“Menurutmu, apakah kita akan tetap aman selama berada di
sekitar orang-orang Reodal?” tanya Oliver dengan nada sedikit berbisik.
“Mereka tidak akan bertidak yang aneh-aneh di tempat umum
seperti ini. Tenang saja,” balas Nhea dengan santai.
“Jangan salah paham dulu! Kau belum mengenal bagaimana
Reodal,” ucap Oliver dengan penih penekanan.
Mendengar kalimat tersebut, sontak Nhea langsung mengerutkan
dahinya. Pandangannya yang semula terfokus ke depan, kini berhasil dialihkan
oleh gadis itu. Oliver sukses mencuri atensinya dalam sekejap.
“Apa maksudmu?” tanya Nhea menuntut penjelasan.
Bukannya langsung menjawab pertanyaan dari gadis itu, Oliver
malah menghela napasnya dengan kasar. Kemudian melipat kedua tangannya di depan
dada.
“Mereka bisa melakukan apa saja, kapan saja, dan dimana
saja,” ungkapnya secara mengejutkan.
“Kau tahu jika Do Yen Sae bukan tipikal orang yang mudah
menyerah. Dia akan melakukan cara apa pun untuk mendapatkan tujuannya. Baik itu
dengan cara yang benar atau salah. Do Yen Sae sama sekali tidak peduli tentang
hal itu. Baginya, hasil akhir adalah yang terpenting,” jelas Oliver dengan
panjang lebar.
Ternyata hidup selama lebih dari lima tahun di akademi sihir
tidak berujung sia-sia baginya. Gadis itu mampu memprediksi hal macam apa yang
memiliki potensi paling besar. Ternyata ia tahu banyak soal musuh-musuhnya.
Selama ini anggap saja Oliver sebagai mata-mata. Dia menyimpan segudang
informasi yang bahkan belum tentu diketahui oleh para petinggi akademi juga.
“Kita harus tetap berhati-hati,” peringati Oliver.
“Mereka adalah ancaman paling nyata bagi kita untuk saat ini,”
__ADS_1
lanjutnya kemudian.
Nhea tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Membisu seribu
bahasa. Gadis itu tetap bergeming selama beberapa detik. Ia tidak mengangguk,
atau bahkan menggeleng. Tidak ada yang bisa ia mengerti di sini. Semuanya
terasa begitu membingungkan.
“Sudahlah, tidak perlu terlalu diambil pusing!” celetuk
gadis itu ketika melihat temannya diam tanpa reaksi.
Oliver tidak bermaksud untuk menambah beban pikiran gadis
itu. Mengingat selama beberapa hari ke depan mereka akan terus berhadapan
dengan anak-anak dari Reodal, tidak ada salahnya untuk selalu berhati-hati.
Waspada akan membuatmu tetap aman.
“Pakai topimu! Sebentar lagi acaranya akan resmi dibuka,”
titah Oliver.
Tanpa pikir panjang lagi, Nhea segera mengikuti saran
Oliver. Ia hampir saja lupa jika saat ini mereka tengah menghadiri acara
pembukaan festival sihir tahunan. Jujur, Nhea memang tidak tahu apa-apa saja
yang harus dan tidak boleh dilakukan. Karena ini adalah pertama kalinya bagi
gadis itu untuk menghadiri acara semacam ini. Sebelumnya tidak pernah.
Sudah hampir enam bulan Nhea berada di sini. Tinggal di
tempat tinggalnya selama ini. Ia rasa waktu yang ia habiskan selama ini sudah
cukup membuat dirinya terbiasa dengan dimensi baru. Tetapi ternyata itu bukan
apa-apa. Nhea masih harus terus beradaptasi dengan hal-hal baru yang terus
bermunculan di dalam hidupnya.
Harus ia akui jika dirinya tidak bisa menyesuaikan diri
secepat itu. Beradaptasi bukan pekara yang mudah baginya. Meski sulit, Nhea
tidak pernah berhenti untuk mencoba. Karena, hanya dengan cara itu dia bisa
bertahan hidup. Bukan makanan yang utama. Tapi koneksi.
“Mari kita sambut Tuan Venerald!” seru seorang pemandu acara
dari depan sana.
Sedetik kemudian suasan kembali riuh. Ada banyak suara tepuk
tangan serta sorakan yang memenuhi rongga telinga gadis ini. Nyaris saja ia
tuli jika tidak menutup sebagian dari telinganya.
Venerald adalah pemimpin konferensi sihir terbesar di negeri
ini. Semua orang mengenalnya. Bisa dikatakan jika ia merupakan salah satu orang
yang paling berpengaruh dalam perkembangan setiap akademi yang berdiri. Termasuk
Mooneta. Ia memulai kerja samanya dengan berbagai akademi sejak lebih dari
__ADS_1
sepuluh tahun yang lalu. Sejak saat itu mereka mulai sering melakukan
konferensi setiap tahunnya.
Semua orang begitu menghormati Tuan Venerald. Bahkan
anak-anak Mooneta sendiri lebih menganggap penting dirinya daripada Bibi Ga Eun
serta jajaran keluarga inti lainnya.
Sejauh ini belum ada yang bisa menggantikan posisinya dari
jabatan tersebut. Kabarnya ia memiliki seorang anak lelaki dan perempuan. Saat
ini mereka juga tengah disekolahkan pada salah satu akademi sihir tingkat
dasar. Sebelum masuk ke akademi sihir besar seperti Mooneta, Reodal dan Orton,
mereka perlu setidaknya memiliki kemampuan dasar terlebih dahulu. Atau paling
tidak tahu sedikit soal sihir.
Berbeda ceritanya dengan Nhea. Gadis itu terlahir dari garis
keturunan seorang penyihir sejak awal. Meski Vallery bukan anak kandung dari
kakek dan neneknya Nhea, tapi tetap saja ia sudah banyak menguasai ilmu sihir. Menurut
fakta juga mengatakan jika gadis ini sebenarnya adalah keturunan dari generasi
pertama. Yang dengan kata lain, kekuatannya jauh lebihbesar dari pada Eun Ji
Hae dan bahkan Ify sekali pun.
Mungkin orang bertanya-tanya kenapa Nhea dikatakan sebagai
generasi pertama. Padahal sebelum ia lahir ada Ibu dan kakek neneknya. Seharusnya
gadis ini adalah generasi ketiga. Tidak hanya sampai di situ saja. Bahkan Eun
Ji Hae dan Ify telah lahir lebih dulu sebelum gadis ini ada.
Ternyata ada satu hal yang mendasari semua prinsip itu
terjadi. Berhubung Vallery bukan anak kandung dari sepasang suami istri yang
mendirikan akademi sihir Mooneta ini, jadi ia tidak bisa dikatakan sebagai
generasi murni. Bahkan mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah.
Begitu pula dengan Bibi Ga Eun. Posisinya di keluarga ini
kurang lebih memiliki kedudukan yang sama dengan Vallery. Mereka tidak jauh berbeda.
Ify memang lahir dari rahim seorang wanita yang bernama Ga
Eun. Tapi, tetap saja ia tidak bisa dikatakan sebagai generasi pertama dalam
tatanan keluarga ini. Terlepas dari ia anak kandung atau bukan. Memiliki hubungan
darah atau tidak.
Dalam susunan keluarga inti pada saat itu, Vallery adalah
anak pertama. Yang berarti jika dirinya berpihak sebagai kakak dari Bibi Ga
Eun. Vallery jauh lebih dituakan di sini. tidak ada yang bisa menggeser
posisinya sampai kapan pun. Gadis itu tetap akan menjadi anak pertama, bahkan
jika ia telah mati nanti. Karena seseorang berusaha untuk menyingkirkannya.
__ADS_1