Mooneta High School

Mooneta High School
Dimensi


__ADS_3

Baru pertama kalinya bagi Eun Ji Hae masuk ke dalam dimensi


lain yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya. Tapi, di saat yang bersamaan


pula Hwang Ji Na berhasil membuka koneksi ke alam tersebut tanpa pernah ia


sadari sama sekali. Hwang Ji Na bahkan tidak pernah memiliki keberanian sama


sekali sebelumnya. semua hal tersebut terjadi begitu saja di luar


ekspektasinya.


Sungguh tidak masuk akal saat Hwang Ji Na berhasil melakukan


sesuatu yang luar biasa. Tidak sembarang orang bisa membuka koneksi seperti


itu. Bahkan orang sekelas Eun Ji Hae saja belum tentu bisa. Tapi, Hwang Ji Na


melakukannya dengan mudah. Seolah tidak ada beban sama sekali. Padahal ia tidak


memiliki latar belakang yang berkaitan dengan ilmu sihir. Gadis itu benar-benar


murni terlahir dari rahim seorang kaum werewolf. Lebih tepatnya klan alpha. Tidak


ada satu pun orang dari anggota keluarganya yang merupakan penyihir. Hwang Ji


Na yakin akan hal itu meskipun belum pernah bertemu dengan keluarga seumur


hidup.


Secara tiba-tiba, hal mengejutkan terjadi. Lagi-lagi,


semuanya berada di luar perkiraan mereka. Baik Eun Ji Hae mau pun Hwang Ji Na


sama sekali tidak menduga jika hal seperti ini akan terjadi. Keduanya panik.


Ikut bereaksi sesuai dengan keadaan pada saat itu.


Panik, takut, sedih, terkejut dan berbagai macam perasaan


lainnya muncul dengan begitu saja. Semua hal itu bercampur aduk menjadi satu


memenuhi relung hati keduanya. Sehingga sulit untuk dideskripsikan dengan


kata-kata. Namun, pada saat ini ada dua hal yang paling mendominasi. Yaitu rasa


panik dan takut. Keduanya hampir menguasai diri gadis-gadis ini. Sehingga


mereka kesulitan setengah mati untuk mengendalikan dirinya sendiri.


Bagaimana tidak panik, saat mendadak terjadi kesalahan tak


terduga. Jauh di luar ekspektasi mereka selama ini. Mendadak koneksinya nyaris


terputus. Hal tersebut membuat Eun Ji Hae tidak bisa melihat sosok Hwang Ji Na


lagi. Begitu pula sebaliknya.


Koneksi yang terputus bukan satu-satunya permasalahan di


sini. Ada hal lain yang jauh lebih genting dan bahkan sampai mengancam nyawa


mereka. Jika situasinya semakin memburuk, hal itu tidak menutup kemungkinan


bagi mereka untuk terjebak di dalamnya. Jiwa keduanya tidak akan pernah kembali

__ADS_1


lagi ke raganya. Mereka belum mati pada posisi tersebut.


“Tahan portalnya!” perintah


Eun Ji Hae.


Dengan  cepat Hwang Ji


Na mengangguk, kemudian menuruti perintah gadis itu. Hanya ia yang memiliki


akses sepenuhnya pada setiap hal yang berada di tempat ini. Sebab, Hwang Ji Na


adalah orang pertama yang berhasil menciptakan koneksinya serta ikut membawa Eun


Ji Hae masuk ke dalam dimensi ini. Itu artinya, kekuatan Hwang Ji Na cukup


besar. Ia telah lebih dari mampu untuk melakukan hal tersebut.


Dengan kata lain, Hwang Ji Na adalah satu-satunya orang yang


paling berhak atas tempat ini. Ia bisa melakukan apa pun yang ia mau. Semua hal


berada di bawah kendalinya. Jika saja Hwang Ji Na memiliki pemahaman yang lebih


soal dunia sihir, maka ia mungkin bisa mengoptimalkan kekuatan spiritualnya


menjadi jauh lebih baik lagi. Bahkan tidak menutup kemungkinan bagi gadis itu


untuk mencapai puncak tertinggi dari kekuatan spiritualnya jika ia terus


berlatih. Hwang Ji Na terbilang cukup berpotensi untuk menjadi penyihir handal,


meski ia sama sekali tidak memiliki latar belakang terkait hal tersebut.


Beruntung Hwang Ji Na tahu aa yang harus ia lakukan dan bergerak


dalam raganya masing-masing dengan selamat. Ini adalah percobaan pertama bagi


Hwang Ji Na untuk melakukan telepati. Tapi sayangnya malah tidak berjalan


dengan mulus. Sebenarnya sudah berhasil. Hanya saja ada beberapa kesalahan


kecil yang temlah mengacaukan siswa acaranya.


Dengan napas yang tersengal-sengal, Hwang Ji Na berusaha


untuk menegakkan kepalanya. Ia menyoroti Eun Ji Hae yang duduk di seberang sana


dengan keadaan serupa. Mereka tak jauh berbeda. Kecelakaan tadi memiliki dampak


besar kepada keduanya. Mungkin setelah ini Hwang Ji Na tidak akan pernah


melakukan hal seperti itu lagi. tentu rasa trauma dan takut ada di dalam


dirinya.


Untuk beberapa saat mereka aling melempar pandangan satu


sama lain. Sulit untuk ditebak apa makna dari sorot mata Eun Ji Hae yang tampak


mengkilap. Ia tak terlalu baik dalam hal menelisik ekspresi orang lain. Selang


beberapa detik kemudian, ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Suatu


objek yang berada di dekat Hwang Ji Na berhasil menyita seluruh perhatiannya.

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan Chanwo. Sudah jelas jika keberadaannya akan diketahui


oleh Eun Ji Hae pada akhirnya. Pria itu tak bisa mengelak.


“Temui aku di luar setelah konferensi selesai,” ucap Eun Ji


Hae tanpa bersuara sama sekali. Gadis itu hanya menggerakkan bibirnya saja.


beruntung Hwang Ji Na langsung mengerti dengan ucapannya.


Hwang Ji Na mengangguk cepat untuk mengiyakan perkataan


gadis itu. sepertinya kalimat barusan tidak hanya berlaku bagi dirinya seorang.


Tapi, juga bagi Chanwo. Eun Ji Hae pasti akan menuntut penjelasan kepada


keduanya. Kenapa bisa mereka sampai ada di sini bersama yang lainnya. Terlebih,


Chanwo terlihat memakai seragam seperti siswa Mooneta lainnya di sini.


“Apa semua orang sudah berkumpul?” tanya seorang siswa yang akan


menjadi moderator rapat kali ini. Tampaknya posisi gadis itu cukup penting,


sampai ia dilibatkan dalam acara besar.


Sejauh ini tidak ada sangkalan atau jawaban sama sekali. Hal


tersebut membuatnya berpikir jika semua orang yang bersangkutan sudah berada di


dalam aula saat ini. Ia langsung memerintahkan para penjaga untuk menutup pintu


ruangannya. Kemudian kembali duduk.


Semua orang sudah duduk di tempatnya masing-masing. Suasana berubah


menjadi hening seketika. Mereka terlihat begitu serius. Hal tersebut dapat


dilihat dari ekspresinya.


“Baiklah, kalau begitu tanpa membuang lebih banyak waktuu


lagi, rapat akan segera kita mulai!” sahutnya dari depan. Masih dengan orang


yang sama.


Beberapa detik setelahnya terdengar suara palu yang diketuk


tiga kali dengan tempo sedang. Pertanda rapat telah dibuka. Atmosfirnya sudah


berbeda lagi saat ini. Mereka tampak tegang sekaligus antusias. Sepertinya


orang-orang yang berada di sini sedang terbawa suasana.


Gadis yang bertugas sebagai moderator untuk sementara waktu


tadi langsung memberikan hak bicaranya kepada pemimpin konferensi. Tentu saja Do


Yen Sae selaku pemimpin akademi sihir juga. Dia berhak atas segalanya. Tidak


ada yang bisa melarang apa lagi mencegah wanita itu.


Mereka hanya berhak berbicara atau bertindak setelah


diberikan izin oleh Do Yen Sae. Sekali lagi harus diingatkan jika semua hal

__ADS_1


berada di bawah kekuasannya selama masih termasuk ke dalam wilayah Reodal.


__ADS_2