Mooneta High School

Mooneta High School
Rumor


__ADS_3

Kini semua mata tertuju kepada gadis itu. Dia merasakan desakan yang luar biasa. Sulit untuk dijelaskan bagaimana rasanya. Sesekali ia menjadi lebih sering mengerjap untuk menetralisir keadaan. Emosi di dalam dirinya sulit terkontrol.


Nhea tidak langsung menjawab pertanyaan dari Oliver yang telah mewakilkan pertanyaan dari semua teman-temannya. Bagaimana bisa Oliver menyerangnya tanpa peringatan seperti ini. Nhea sama sekali tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Bahkan ia tak tahu harus berkata apa. Lidahnya mendadak kelu. Isi pikirannya buyar begitu saja.


“Hey!” sahut Jang Eunbi karena gadis itu tak kunjung menjawab.


Nhea hanya menoleh sekilas. Tenang saja. Ia tidak akan melamun. Gadis itu hanya sedang memikirkan jawaban yang tepat.


“Apa semua berita yang kami dengar itu benar?” tegas Jongdae sekali lagi.


Nhea menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk mengurangi rasa gugup. Entah kenapa mendadak ia menjadi seperti ini. Padahal tidak pernah.


“Hey, mana mungkin! Itu cuma omong kosong,” ucap Nhea secara gamblang.


Dia mengatakan apa yang ada di dalam kepalanya saat itu. Padahal, diam-diam dia juga bertanya kepada dirinya sendiri. Apakah yang dikatakan oleh teman-temannya barusan benar?

__ADS_1


“Lantas, kenapa kau disebut sebagai generasi pertama? Kenapa bukan Kakak Ji?” tanya Jang Eunbi.


“Benar! Aku juga masih ingat saat kau pertama kali datang kemari,” timpal Jongdae dengan antusias.


“Nyonya kepala sekolah juga mengatakan jika kau akan menjadi pemimpin kedua asrama nantinya,” sambungnya.


“Aku heran, kenapa posisimu bisa jauh lebih terlihat kuat dari pada Kakak Ji,” ungkap Oliver.


Apa-apaan ini. Kenapa semuanya mendadak menjadi di luar kendali. Nhea benci jika harus terjebak pada situasi seperti ini. Ia mulai tidak nyaman. Menurutnya, teman-temannya sengaja menyudutkan Nhea untuk mengorek suatu informasi. Mendesak dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak masuk akal.


“Kenapa kalian tidak bertanya langsung kepada Vallery jika memang ingin tahu?!” sarkas Nhea.


Untuk pertama kalinya kesabaran gadis ini habis. Bukan karena orang lain. Melainkan karena ulah sahabatnya sendiri. Tunggu dulu. Sepertinya orang-orang menyebalkan tadi tidak pantas untuk disebut sebagai sahabat.


Nhea pergi begitu saja meninggalkan tempat itu. Melesat ke ruangan kelas adalah pilihan terakhirnya. Die benar-benar merasa kesal setelah kejadian tadi. Mereka sudah bertindak lancang dengan tidak mengetahui batasan-batasan tertentu. Itu sama saja dengan tidak menghargai privasi orang lain. Nhea yakin jika orang-orang itu tadi berada di posisinya, pasti akan merasakan hal yang sama. Mustahil jika mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut.

__ADS_1


Siapa yang berani-beraninya ikut campur dalam kehidupan pribadi orang lain. Apalagi sampai mencari tahu hubungan darah di keluarga tersebut. Pertanyaannya, untuk apa mereka tahu?


Untuk pertama kalinya Nhea duduk di bangku paling belakang. Biasanya dia selalu berada di tengah-tengah. Tidak di barisan paling depan atau pun barisan paling belakang. Dia selalu menghindari keduanya. Namun, kali ini sepertinya hal tersebut tidak berlaku sama sekali. Nhea telah melanggar aturan yang dibuatnya sendiri.


Tidak ada alasan khusus untuk melakukannya. Ia hanya sedang kesal dan butuh waktu untuk sendiri. Gadis itu perlu menenangkan dirinya sendiri. Sepertinya, Nhea tidak akan bisa fokus pada pelajaran kali ini jika isi kepalanya saja masih kacau. Semua ini karena Oliver, Jongdae dan juga Jang Eunbi.


Selama ini Nhea mengira jika mereka adalah yang terbaik. Ternyata tidak sama sekali. Rupanya benar apa kata orang-orang. Jangan terlalu mempercayai orang lain. Kiat tidak bisa menilai sesuatu dari apa yang tampak saja. Pasalnya, ada banyak rahasia yang tidak orang lain ketahui. Dan semua itu disembunyikan pemiliknya pada sisi lain dari jiwanya.


Mau bagaimanapun juga, ini tetap kesalahan Nhea. Dia tidak bisa menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi kepadanya hari ini. Seharusnya gadis itu lebih berhati-hati lagi. Ini bukan yang pertama kalinya ia dibuat kecewa oleh orang lain. Bertahun-tahun sebelumnya, kesalahan yang sama terjadi. Bahkan jauh lebih parah. Kesalahan yang dilakukan oleh Wilson dan Vallery harusnya cukup untuk membuatnya kapok percaya kepada orang lain. Tapi ternyata kejadian waktu itu belum cukup untuk menamparnya.


“Apa aku benar-benar tidak bisa mempercayai siapa pun di dunia ini?” gumamnya.


“Padahal aku sudah berada pada dimensi yang berbeda saat ini. Aku tidak tahu ada dimana. Semuanya berbeda jauh dengan kehidupan di dunia nyata. Ada banyak kisah tentang klan dan hal tidak masuk akal lainnya. Tapi, manusianya tetap sama,” celoteh gadis itu dengan panjang lebar.


Nhea telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan teman-temannya sementara waktu. Entah sampai kapan. Sampai batas waktu yang tidak ditentukan, atau mungkin sampai ia bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Bukan hanya Nhea. Mereka juga perlu menyadari hal tersebut.

__ADS_1


Meski keadaan di akademi sihir Mooneta baik-baik saja, tapi ada beberapa hal yang sedang bermasalah sebenarnya. Banyak hubungan yang mulai merenggang. Semuanya terjadi begitu saja. Yang tidak terlihat belum tentu tidak terjadi.


“Terkadang beberapa hal memang terjadi di luar akal sehat manusia. Terdengar tidak masuk akal, tapi benar adanya. Itu adalah posisi paling nyata dari cuplikan kisah hidup anak-anak manusia,” ucap Chanwo yang ternyata telah mengetahui semuanya.


__ADS_2