
Hwang Ji Na masih tetap memperhatikan gadis itu. Matanya
lekat menyoroti Nhea sejak tadi. Ia sama sekali tidak bisa memalingkan
pandangannya ke arah lain. Entah kenapa dia begitu yakin jika firasatnya yang
satu ini benar. Sedang ada yang tidak baik-baik saja terhadap gadis itu. Hwang
Ji Na bisa mengetahuinya dengan jelas. Gadis itu memiliki insting sebagai
manusia serigala yang cukup kuat. Bahkan ia telah menguasai hal itu sebelum Eun
Ji Hae datang dan memberikan tambahan ilmu kepadanya.
“Sebaiknya kau hampiri gadis itu dan tanyakan tentang
keadaannya,” usul Hwang Ji Na kepada Chanwo.
Lagi-lagi pria itu terpaksa memalingkan pandangannya ke arah
Hwan Ji Na. Apakah tidak ada orang lain yang bisa ia ajak bicara selain
dirinya. Kenapa harus Chanwo yang menjadi sasarannya. Mungkin Hwang Ji Na memang
belum mengenal seperti apa orang-orang yang berada di sekolah ini. Tapi setidaknya,
ia telah mengenal Eun Ji Hae sebelumnya. Bahkan bisa dibilang jika hubungan
mereka cukup dekat. Sangking dekatnya, kedua orang itu sampai dianggap berasal
dari satu garis keturunan yang sama. Semua itu terjadi ketika Eun Ji Hae
memutuskan untuk tinggal bersama gadis itu beberapa waktu.
Chanwo ingin menghela napas panjang kala itu, tapi sayangnya
__ADS_1
ia tidak bernapas. Pria itu baru saja menyadarinya. Selain jantung, beberapa
oragan vital lain yang berada di dalam tubuhnya juga tidak bekerja dengan
maksimal. Akan jauh lebih tepat jika organ-organ tersebut dikatakan memang
tidak pernah bekerja sama sekali. Seperti jantung, paru-paru serta organ
pencernaan lainnya.
“Memangnya ada apa dengan Nhea?” tanya Chanwo.
“Lagi pula ia terlihat baik-baik saja. Tidak ada yang salah
dengannya,” timpalnya.
Sebenarnya ia malas untuk menanggapi perkataan gadis ini
barusan. Sungguh tidak penting sama sekali baginya.
“Tapi, aku yakin jika ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan
Otomatis, kalimat tersebut berhasil menarik perhatian
Chanwo. Pasalnya, sangat tak biasa Hwang Ji Na berbicara seperti ini. Jika dilihat
dari pola penyusunan kalimat serta intonasi bicaranya, ia tak terlihat seperti
sedang bermain-main dengan ucapannya. Hwang Ji Na tampak begitu serius. Hal tersebut
berhasil membuat Chanwo ikut terbawa suasana. Hwang Ji Na tahu betul bagaimana
cara untuk mengendalikan situasi. Dia bisa melakukan apa pun. Gadis itu serba
bisa. Bahkan kemampuannya jauh lebih hebat jika dibandingkan dengan miliki
__ADS_1
Chanwo.
“Nhea kenapa?” tanya Chanwo dengan datar, namun penuh
penekanan.
“Aku tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi di sana,”
ungkapnya.
“Apakah dia masih memiliki kemungkinan untuk terkena efek
samping jangka panjang dari salju abadi?” tanya Hwang Ji Na. Dia harus
memastikan jika semuanya benar terlebih dahulu sebelum mulai untuk
mengungkapkan semua kebenarannya.
Sementara itu, di sisi lain Chanwo tampak tak langsung
menjawab. Ia malah sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri. Mencari jawaban yang paling tepat dengan mengumpulkan
semua data serta fakta yang ada di lapangan.
“Harusnya bisa saja,” jawab Chanwo.
“Nhea masih memiliki gen, bahkan darah manusia yang masih
mengalir di dalam tubuhnya. Ia tidak bisa terlepas dari hal tersebut. Jadi kesimpulannya,
Nhea masih bis adisebut sebagai manusia meski gen lainnya jauh lebih dominan,”
jelas pria itu dengan panjang lebar.
Hwang Ji Na mengangguk paham dengan penjabaran yang
__ADS_1
diberikan oleh Chanwo barusan. Tidak perlu waktu lama baginya untuk segera
memproses semua hal itu di dalam otak.