Mooneta High School

Mooneta High School
Escape


__ADS_3

“Hei!” sapa Eun Ji Hae sekali lagi.


Gadis itu mendadak tersentak dari tidurnya, karena


kedatangan Eun Ji Hae. Dengan susah payah ia berusaha untuk mengumpulkan


kembali kesadarannya. Choi Ara bangkit dari posisinya. Dia terlalu memaksakan


diri untuk bangun. Bahkan menjaga keseimbangannya saja tidak bisa. Dengan


bermodalkan berpegangan pada jeruji besi yang membatasi langkahnya.


“Kenapa kau bisa sampai ketiduran di sini?” interupsi Eun Ji


Hae begitu gadis itu bangkit.


Butuh waktu beberapa detik bagi Choi Ara untuk mencernanya


perkataan gadis itu, sampai ia benar-benar paham.


“Kakak Ji….” lirih Choi Ara.


Dari nada bicaranya, Eun Ji Hae menyadari jika ada yang


salah dengan gadis itu. Pasalnya kodisinya terlihat tidak baik-baik saja.


Batang hidungnya juga tidak terlihat sepanjang hari. Choi Ara seolah menghilang


ditelan bumi. Ia enyah begitu saja.


“Ada apa denganmu?” tanya En Ji Hae.


Seseorang yang diajak bicara hanya menggeleng pasrah. Ia


tidak sanggup berkata-kata lagi. Sejak tadi pagi ia belum sarapan sama sekali.

__ADS_1


Mereka langsung bersiap untuk perang begitu bangun tidur. Tidak ada waktu lagi


untuk menikmati sarapan seperti biasanya. Keadaan sedang genting pada saat itu.


Nyaris sudah tidak ada tenaga lagi yang tersisa pada diri


gadis itu saat ini. Dia benar-benar lemas. Hampi pingsan. Terlebih lagi, Chanwo


membuatnya terkurung seharian di sini. Ia tidak bisa meminta tolong kepda


siapapun. Karena memang tidak ada yang melewati tempat ini. Jalanan menuju


menara pengawas selealu sepi dan jarang dilalui. Hal itu membuat harapan Choi


Ara pupus begitu saja. Bahkan ia sudah pasrah jika dirinya harus berakhir di


sini dengan kondisi kelaparan. Tidak lucu memang, jika ia harus meregang nyawa


dengan cara paling konyol seperti ini. Tapi untungnya, Eun Ji Hae datang di


saat yang tepat. Ketikan ia hampir sekarat. Gadis itu berhasil menyelamatkan


“Kakak Ji, tolong keluarkan aku dari sini,” pintanya dengan


suara memelas.


Eun Ji Hae semkain heran, keningnya terlihat berkerut. Namun


hal itu tidak berlangsung lama. Karena ia langsung membebaskan gadis tersebut


dari dalam sana tanpa pikir panjang lagi.


“Jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi di sini! Dan


bagaimana bisa kau terkurung di tempat ini?!” desak Eun Ji Hae tampak menuntut

__ADS_1


jawaban dari gadis itu.


“Seseorang telah mengurungku di sini,” ungkap Choi Ara.


“Siapa?” balas Eun Ji Hae.


Gadis itu semakin tidak mengerti dengan maksud dari


perkataan gadis itu barusan. Tidak ada yang masuk akal baginya.


“Seorang pria telah mengunciku dengan sengaja di sini,”


beber gadis itu.


“Sepertinya ia telah mengetahui rencana kita untuk


mencelakai Nhea, kak,” jelasnya.


Eun Ji Hae mendengus kesal begitu mendengar penjelasan dari


Choi Ara. Dia tidak habis pikir jika ada seorang siswa yang berani bermain-main


dengannya seperti ini. Orang itu belum tahu siapa Eun Ji Hae sebenarnya. Dia


bisa melakukan apa saja. Jika sampai Eun Ji Hae mengetahui orang itu, pasti ia


telah habis di tangan gadis itu.


“Sekarang kembali lah ke kamarmu!” perintahnya.


“Ini sudah malam,” timpalnya.


Sosok yang diajak bicara hanya mengangguk pasrah. Choi Ara


sudah tidak memiliki sedikit tenaga lagi. Bahkan hanya untuk mengatakans epatah

__ADS_1


kata saja ia tidak mampu. Sesulit itu memang. Tidak bisa dipungkiri, jika ia


perlu istirahat.


__ADS_2