
“Hei!” sapa Eun Ji Hae sekali lagi.
Gadis itu mendadak tersentak dari tidurnya, karena
kedatangan Eun Ji Hae. Dengan susah payah ia berusaha untuk mengumpulkan
kembali kesadarannya. Choi Ara bangkit dari posisinya. Dia terlalu memaksakan
diri untuk bangun. Bahkan menjaga keseimbangannya saja tidak bisa. Dengan
bermodalkan berpegangan pada jeruji besi yang membatasi langkahnya.
“Kenapa kau bisa sampai ketiduran di sini?” interupsi Eun Ji
Hae begitu gadis itu bangkit.
Butuh waktu beberapa detik bagi Choi Ara untuk mencernanya
perkataan gadis itu, sampai ia benar-benar paham.
“Kakak Ji….” lirih Choi Ara.
Dari nada bicaranya, Eun Ji Hae menyadari jika ada yang
salah dengan gadis itu. Pasalnya kodisinya terlihat tidak baik-baik saja.
Batang hidungnya juga tidak terlihat sepanjang hari. Choi Ara seolah menghilang
ditelan bumi. Ia enyah begitu saja.
“Ada apa denganmu?” tanya En Ji Hae.
Seseorang yang diajak bicara hanya menggeleng pasrah. Ia
tidak sanggup berkata-kata lagi. Sejak tadi pagi ia belum sarapan sama sekali.
__ADS_1
Mereka langsung bersiap untuk perang begitu bangun tidur. Tidak ada waktu lagi
untuk menikmati sarapan seperti biasanya. Keadaan sedang genting pada saat itu.
Nyaris sudah tidak ada tenaga lagi yang tersisa pada diri
gadis itu saat ini. Dia benar-benar lemas. Hampi pingsan. Terlebih lagi, Chanwo
membuatnya terkurung seharian di sini. Ia tidak bisa meminta tolong kepda
siapapun. Karena memang tidak ada yang melewati tempat ini. Jalanan menuju
menara pengawas selealu sepi dan jarang dilalui. Hal itu membuat harapan Choi
Ara pupus begitu saja. Bahkan ia sudah pasrah jika dirinya harus berakhir di
sini dengan kondisi kelaparan. Tidak lucu memang, jika ia harus meregang nyawa
dengan cara paling konyol seperti ini. Tapi untungnya, Eun Ji Hae datang di
saat yang tepat. Ketikan ia hampir sekarat. Gadis itu berhasil menyelamatkan
“Kakak Ji, tolong keluarkan aku dari sini,” pintanya dengan
suara memelas.
Eun Ji Hae semkain heran, keningnya terlihat berkerut. Namun
hal itu tidak berlangsung lama. Karena ia langsung membebaskan gadis tersebut
dari dalam sana tanpa pikir panjang lagi.
“Jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi di sini! Dan
bagaimana bisa kau terkurung di tempat ini?!” desak Eun Ji Hae tampak menuntut
__ADS_1
jawaban dari gadis itu.
“Seseorang telah mengurungku di sini,” ungkap Choi Ara.
“Siapa?” balas Eun Ji Hae.
Gadis itu semakin tidak mengerti dengan maksud dari
perkataan gadis itu barusan. Tidak ada yang masuk akal baginya.
“Seorang pria telah mengunciku dengan sengaja di sini,”
beber gadis itu.
“Sepertinya ia telah mengetahui rencana kita untuk
mencelakai Nhea, kak,” jelasnya.
Eun Ji Hae mendengus kesal begitu mendengar penjelasan dari
Choi Ara. Dia tidak habis pikir jika ada seorang siswa yang berani bermain-main
dengannya seperti ini. Orang itu belum tahu siapa Eun Ji Hae sebenarnya. Dia
bisa melakukan apa saja. Jika sampai Eun Ji Hae mengetahui orang itu, pasti ia
telah habis di tangan gadis itu.
“Sekarang kembali lah ke kamarmu!” perintahnya.
“Ini sudah malam,” timpalnya.
Sosok yang diajak bicara hanya mengangguk pasrah. Choi Ara
sudah tidak memiliki sedikit tenaga lagi. Bahkan hanya untuk mengatakans epatah
__ADS_1
kata saja ia tidak mampu. Sesulit itu memang. Tidak bisa dipungkiri, jika ia
perlu istirahat.