Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Terjebak


__ADS_3

Kwan duduk di salah stau sofa yang kosong. Pria itu memandang wajah semua orang sebelum menunduk. Kini posisinya seperti seorang penjahat yang siap menerima sidang dari hakim. Tidak akan ada yang membela dirinya jika ia melakukan kesalahan malam itu. Mungkin, Leona sendiri juga tidak akan mau membantunya jika ia sampai salah jawab nanti. Kwan tahu, masalah apa yang ingin ditanyakan kepadanya. Bahkan saat semua orang belum bertanya kepadanya.


“Kwan, apa yang ingin terjadi antara Leona dan Jordan?” ucap Serena tiba-tiba.


Kwan mengangkat kepalanya untuk memandang wajah Serena. Sebuah pertanyaan yang lari dari apa yang ia pikirkan. Ia kaget dan sedikit bingung sebenarnya. Bukan hanya Kwan saja. Emelie dan yang lainnya juga memandang wajah Serena dengan tatapan bingung. Sejak tadi mereka membicarakan tentang the Devils. Tapi kenapa kini Serena justru membahas soal hubungan Leona dan Jordan?


Zeroun menatap wajah Serena dengan saksama. Ia paham kalau Serena adalah wanita yang cerdas. Dalam menyelediki sesuatu ia selalu berhasil. Zeroun tidak ingin kali ini Serena tahu semuanya. Pria itu ingin segera mengambil tindakan agar Serena tidak tahu segalanya.


“Kak Leona dan Jordan ... mereka ....” 


Seperti apa yang sudah di tebak oleh Zeroun. Kwan tidak akan berhasil menang menghadapi Serena. Kini Kwan gugup dan tidak tahu harus apa. Ingin sekali ia jujur untuk mengatakan semua ini. Tapi, bagaimana dengan Leona?


Kwan menarik napas dengan embusan yang sangat berat. Pria itu benar-benar berkosentrasi sebelum mengambil keputusan untuk menjawab. “Tante, sebenarnya kekasih Kak Leona itu ada banyak. Jadi, aku tidak tahu bagaimana ia bisa bersama dengan Jordan,” jawab Kwan dengan bibir tersenyum kecil. “Tante pasti tahu, kalau Kak Leona seorang model. Bahkan dalam sebulan, ia bisa berganti-ganti  pasangan hingga ...” Kwan mengangkat tangannya dan seolah sedang menghitung dengan jari. “Sepertinya ada sekitar empat pria dalam sebulan. Bahkan kalau dia sedang kumat. Bisa sampai delapan pria yang ia kencani,” ucap Kwan penuh percaya diri.


Zeroun membuang tatapannya ke arah lain dengan tawa tertahan. Ia tidak menyangka kalau Kwan memiliki alasan seperti itu untuk meloloskan dirinya sendiri. Ya, walaupun terkesan aneh. “Ternyata Kwan berhasil meniru sifat Kenzo. Mereka ayah dan anak yang memiliki sifat sama saja,” gumam Zeroun di dalam hati.


Emelie mengeryitkan dahi. Wanita itu menatap Zeroun dengan tatapan penuh arti. Bukan hanya Serena saja yang hampir percaya dengan jawaban Kwan, tapi Emelie juga. Namun, kini Emelie tidak memiliki keberanian untuk menanyakan hal itu kepada Zeroun. Setidaknya ia harus menunggu sampai nanti di dalam kamar saat mereka hanya berdua.

__ADS_1


“Sebanyak itu? Putriku jadi play girl,” celetuk Serena dengan wajah sedih.


“Enggak Tante ... jangan berprasangka buruk dulu.” Kwan mengambil ponselnya secara diam-diam dan meletakkannya di samping tubuhnya. Hanya Zeroun dan Daniel yang tahu apa yang dilakukan Kwan saat itu. Posisi duduk mereka yang pas. Kwan menghubungi Leona secara diam-diam agar wanita itu dengar apa yang kini ia katakan.


“Kwan, kau yang selama ini bersama dengan Leona. Apa kau bisa memberi tahu Tante apa yang terjadi?” ucap Serena dengan tatapan penuh harap.


“Tante, suatu hari seorang pria menyakiti hati Kak Leona. Dia marah dan kecewa. Kwan sudah bilang padanya, mungkin ini hanya hukum karma. Tapi, Kak Leona marah sama Kwan. Jadi saat Kak Leona sakit hati, ia bertemu dengan Jordan. Mereka berpacaran dan hidup bahagia selamanya,” ucap Kwan dengan penuh percaya diri. Ekspresi wajahnya seperti seorang ibu yang sedang menceritakan cerita dongeng sebelum tidur kepada putrinya.


Zeroun semakin kesulitan menahan tawanya. Pria itu menggeleng kepalanya sambil memandang wajah Daniel yang saat itu juga sudah tersenyum sendiri.


Kwan masih memasang wajah santai. Pria itu melirik ponselnya dan memastikan kalau Leona sudah mendengarnya dengan jelas. “Kak Leona dan Jordan saling mencintai Tante. Tapi, Kak Leona tidak bisa mengakui perasaannya. Sebenarnya, saat ini posisinya Jordan yang mengejar-ngejar Kak Leona. Dia sangat mencintai Kak Leona.”


“Itu berarti Leona dan Jordan belum berpacaran?” sambung Serena cepat.


“Belum,” jawab Kwan cepat.


Serena menatap wajah Zeroun dengan tatapan penuh tanya. Ia mulai merasakan hal yang aneh dengan hubungan Leona dan Jordan malam ini. “Kau mengetahui semua ini?” ucap Serena dengan wajah penuh harapan kalau Zeroun mau mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Anak yang pintar, dia membuat cerita karangannya sendiri untuk menyelamatkan diri. Dan sekarang, dia melemparkan posisi sulitnya kepada orang lain,” umpat Zeroun di dalam hati.


“Wait ... maksudnya Leona dan Jordan belum pacaran? Kenapa Jordan bilang kalau mereka sudah jadian. Begitu juga Leona. Apa ini salah satu strategi mereka  agar bisa mendapat izin ke Jerman? Leona sengaja mengatakan kalau ia dan Jordan berpacaran agar Kak Serena mengizinkannya pergi?” sambung Shabira cepat.


Zeroun menatap wajah Shabira. Ia lupa kalau sejak dulu selalu ada Shabira di pihak Serena. Kali ini Zeroun berpikir keras karena ada dua wanita cerdas yang harus ia kelabuhi. 


Mendengar perkataan Shabira, membuat Serena memiliki pemikiran yang sama dengan wanita tangguh itu. “Kwan, apa benar seperti itu? Sebenarnya apa yang ingin kalian lakukan di sana? Katakan kepada Tante,” ucap Serena lagi.


“Serena, Kwan ada di San Fransisco. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Leona. Ya, memang selama ini Kwan selalu ada di samping Leona. Tapi, memang akhir-akhir ini Kwan sedang mengejar Alana. Ia tidak akan berkosentrasi pada Leona lagi. Bagaimanapun juga mereka hanya kakak adik. Bukan pacar! Kau tidak bisa menanyakan semuanya kepada Kwan seperti itu,” sambung Kenzo. Pria itu merasa bingung dengan keadaan malam itu. Tapi, ia tidak ingin putranya merasa kesulitan seperti itu.


Serena membuang napasnya kasar dan bersandar. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Ia terlihat sangat-sangat kesal. Belum juga ia membahas masalah The Devils. Namun, kini masih soal hubungan putrinya dan Jordan saja sudah seperti benang kusut yang sulit untuk dikembalikan ke semula lagi.


“Tante, apa yang Tante pikirkan? Memang Kak Leona dan Jordan belum jadian. Tapi, malam ini aku yakin kalau mereka akan berpacaran. Karena ...  malam ini Jordan sudah menyiapkan pesta kejutan untuk menembak Kak Leona di gardu pandang. Apa Tante tahu? Jordan sudah menghabiskan banyak uang untuk rencananya malam ini. Aku yakin, pasti akan berhasil,” ucap Kwan dengan senyuman.


Emelie mengukir senyuman. “Kwan, apakah benar seperti itu?” tanyanya dengan suara lembut.


Serena mengeryitkan dahi sambil menatap wajah Emelie. Wanita itu juga mengukir senyuman manis. Ia juga tidak ingin salah ambil tindakan dan membuat Emelie salah paham lagi. Serena tidak mau di depan Emelie dan Zeroun, kesannya ia tidak setuju dengan Jordan. Karena Jordan adalah putra pertama dari sahabat terbaiknya.

__ADS_1


__ADS_2