
Leona duduk di kursi sambil melihat wajah Jordan. Mereka saling memandang satu sama lain dengan wajah malu-malu. "Aku mencintaimu."
Jordan tertawa kecil ketika mendengar perkataan Leona. Sudah hampir sepuluh kali Leona mengatakan hal seperti itu di satu jam terakhir ini. "Baby girl, aku sangat menyayangimu. Kalau aku boleh tahu, apa ada syarat yang ingin kau ajukan sebelum kita melangsungkan pernikahan?" Wajah Jordan berubah serius. Ia tidak mau ada yang di tutupi lagi mulai dari sekarang.
"Ada," jawab Leona cepat.
"Katakan kepadaku. Aku pasti akan menuruti semua permintaanmu," ucap Jordan penuh percaya diri.
Leona beranjak dari duduknya. Ia mengulurkan tangannya di depan Jordan. Kedua matanya menatap wajah pria itu dengan saksama. Jordan terlihat bingung. Leona merentangkan telapak tangannya seperti itu seolah-olah meminta sesuatu. Jordan juga beranjak dari kursi yang ia duduki.
"Apa yang kau inginkan, Baby girl?"
Leona hanya diam. Dia memandang wajah Jordan dengan mata berkaca-kaca. Ada ketulusan di hatinya yang bisa terlihat jelas dari caranya memandang Jordan.
Jordan semakin frustasi saat melihat tangan Leona. Ia sempat berpikir, tidak mungkin uang. Leona berasal dari keluarga yang kaya. Tidak mungkin syarat menikahinya adalah uang. Jordan kembali berpikir keras. Saat pria itu ingat dengan pistol ia kembali lagi berpikir. "Apa Leona ingin hidupnya yang dulu masih tetap ada saat kami menikah nanti? Apa dia ingin senjata api itu selalu menemaninya?" gumam Jordan di dalam hati.
__ADS_1
Sudah cukup lama mereka berdiri dengan pikiran masing-masing. Hingga akhirnya, Jordan meletakkan tangannya di atas telapak tangan Leona. Pria itu menyerah karena tidak tahu apa yang diinginkan Leona.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa menebak syarat yang kau inginkan dengan benar. Aku kalah! Sekarang keputusan ada di tanganmu. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Hukum saja aku sesuka hatimu, tapi berjanjilah untuk tidak meninggalkanku," ucap Jordan dengan wajah yang serius.
Leona mengukir senyuman. Wanita itu mengangkat tangan Jordan yang sudah ada di genggamannya. Leona meletakkan tangan itu di atas kepalanya. "Bersumpah lah kalau kau tidak akan pernah meninggalkanku!"
Jordan mematung ketika mendengar perkataan Leona. Dalam hitungan detik saja bibir pria itu mengukir senyuman indah. "Ternyata hanya janji yang ia inginkan. Kau memang wanita luar biasa yang pernah aku temui Leona," gumam Jordan di dalam hati.
"Aku berjanji untuk selalu mencintaimu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan tetap ada disisi mu sampai maut memisahkan kita!" jawab Jordan penuh dengan keyakinan.
Jordan segera menarik Leona ke dalam pelukannya. Kedua matanya berkaca-kaca. Tidak! Dia tidak sanggup kalau harus kehilangan Leona. Dia sangat mencintai Leona. Wanitanya. Permaisurinya. Calon istri yang nantinya akan selalu ada di samping hidupnya nanti.
"Jangan katakan itu. Aku berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku bersumpah tidak akan pernah membuat hatimu terluka lagi. Siapapun yang berani melukaimu akan berhadapan denganku nanti!"
Sorot mata Jordan terlihat sangat serius. Jordan memiliki sifat yang sama dengan Zeroun. Mencintai wanita dengan hati yang tulus. Tidak pernah melirik wanita lain selama wanita yang ia cintai masih ada disisinya.
__ADS_1
Leona menangis haru. Ia memejamkan matanya dan menenggelamkan tubuhnya di dalam pelukan Jordan. "Aku merasa nyaman. Perasaan ini pernah aku rasakan. Tapi, tidak senyaman sekarang. Aku bisa merasakan dengan jelas ketulusan yang ada di dalam hatinya."
Saat momen indah itu sedang berlangsung, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu. Leona dan Jordan melepas pelukan mereka. Mereka sama-sama menghapus air mata bahagia yang sempat menetes.
"Jangan sampai ada tahu, ini sangat memalukan," ucap Jordan pelan.
Leona mengangguk pelan. "Seharusnya kita tertawa bahagia, kenapa harus menangis sepeti orang cengeng seperti ini." Leona memandang ke arah pintu. "Masuk."
Pintu tersebut terbuka. Seorang pelayan masuk sambil membawa gaun mewah yang dipilih secara khusus oleh Katterine. Simpel tapi tetap mewah. Tidak terlalu pendek dan sangat pas untuk Leona merayakan acara ulang tahunnya siang ini. Tidak hanya satu. Katterine juga sudah menyiapkan gaun untuk acara malam nanti. Di mana semua kerabat dekat akan berkumpul dan mereka akan mengumumkan pertunangan Leona dan Jordan.
"Jordan kau yang memesan gaun-gaun ini?" tanya Leona tidak percaya.
Jordan mengukir senyuman yang sangat puas. Ia tidak menyangka kalau Oliver bisa diandalkan dalam situasi terdesak seperti sekarang. "Ya."
Nanti malam update gk jam 12 ya. Akan up jam 10 malam gitu. Terima kasih ❤️ Doakan level Leona naik. Kalau naik lanjut kalau turun kita percepat tamatnya.
__ADS_1