Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Undangan


__ADS_3


Langit malam terlihat sangat indah. Bulan bersinar di temani taburan bintang yang sangat indah. Sayangnya suasana itu tidak bertahan lama. Sejam setelahnya langit berubah mendung. Angin bertiup dengan sangat kencang yang menandakan kalau tidak lama lagi rintik hujan akan turun.


Sebuah mobil melaju kencang menembus kabut malam. Beberapa mobil berbaris rapi di belakang mobil tersebut. Di dalam mobil, ada Katterine yang duduk dengan gelisah. Wanita itu terlihat berpikir keras.


Katterine, itu cukup beresiko. Jika Oliver marah, Kakak tidak bisa membantumu lagi. Kau pasti tahu, bagaimana waspadanya Oliver selama ini.


Kalimat yang diucapkan Jordan terus saja mengiang di dalam ingatannya. Katterine semakin bimbang dengan keputusan yang ingin ia ambil malam itu.


"Putri, apa Anda baik-baik saja?"


Oliver memandang wajah Katterine sejenak sebelum memandang ke depan lagi. Beberapa jam yang lalu, putri Cambridge itu memberinya perintah agar mengantarkannya ke London. Ada pesta ulang tahun di sana. Selain teman satu kampus Katterine, wanita itu merupakan salah satu anak konglomerat yang memiliki hubungan baik dengan Emelie. Sejak awal Katterine tidak tertarik. Hanya saja, ada rencana yang sudah ia susun rapi di dalam kepalanya. Walau Katterine sendiri kurang yakin akan berhasil atau tidak.


"Aku baik-baik saja. Apa malam ini kau sibuk? Apa aku sudah mengganggumu?" tanya Katterine sambil memandang wajah Oliver.


"Tidak."


Katterine mengatur napasnya lagi. Wanita itu merapikan penampilannya. Walau sudah nyaris sempurna, tapi Katterine tetap ingin terlihat menjadi yang terbaik di acara pesta nanti.


Oliver melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia mempercepat laju mobilnya ketika merasa perjalanan yang ia tempuh kali ini sangat lambat.


Selang beberapa saat kemudian, Oliver dan Katterine telah tiba di lokasi tujuan. Katterine memandang beberapa tamu undangan yang baru saja tiba. Dua pria berdiri di samping mobil untuk membukakan pintu mobil. Oliver dan Katterine turun secara bersamaan.

__ADS_1


Katterine menurunkan satu persatu kakinya. Oliver telah berdiri di sana untuk menyambutnya turun. Tangannya mengukur ke depan.


"Hati-hati," ucap Oliver sedikit berbisik.


Katterine memegang tangan Oliver. Wanita itu berdiri dan merangkul lengan Oliver layaknya kekasih. Sejak dulu memang bisa di bilang kalau Oliver selalu menjadi pendamping Katterine setiap kali ia akan menghadiri sebuah pesta atau pertemuan apapun.


Beberapa pengawal dan tamu undangan yang ada di depan terlihat kagum dengan penampilan Katterine malam itu. Selain seorang putri, Katterine juga memiliki wajah yang sangat cantik. Katterine sangat serasi ketika berpasangan dengan Oliver seperti itu.



"Selamat malam putri, silahkan masuk," sapa seorang wanita berparas cantik yang memang ditugaskan oleh tuan rumah untuk menyambut Katterine malam itu. Ia memasang wajah yang sangat ramah.


"Terima kasih," jawab Katterine. Wanita itu melanjutkan langkah kakinya untuk memasuki lokasi pesta yang ada di dalam gedung. Langkahnya sangat hati-hati. Katterine mengenakan sepatu yang lumayan tinggi. Di tambah lagi dengan suasana hatinya yang kini tidak karuan.


"Kau mencari seseorang?" bisik Oliver di telinga Katterine. "Mau aku bantu?"


Deg. Katterine melebarkan kedua matanya. Ia memandang wajah Oliver yang kini ada di samping wajahnya. Belum sempat Katterine mengeluarkan kata, ia tertegun ketika berada di dekat Oliver seperti itu. Wajah pria tangguh itu benar-benar dekat dengan wajahnya. Hanya berjarak beberapa centi saja.


"Aku mencari yang ulang tahun," ucap Katterine dengan suara pelan.


Oliver mengangguk pelan sebelum berdiri tegak. Pria itu juga ikut memperhatikan orang-orang yang berkumpul di sana. Tatapannya terhenti pada segerombolan wanita yang berdiri di tengah-tengah ruangan.


"Apa dia yang ulang tahun?" tanya Oliver penasaran.

__ADS_1


Katterine memandang ke arah yang di tunjuk Oliver. Kepalanya mengangguk pelan. "Ya. Aku ingin ke sana sebentar untuk mengucapkan selamat dan memberikan hadiah yang aku bawa." Katterine melangkah begitu saja meninggalkan Oliver. Sambil berjalan, wanita itu terus saja memperhatikan wajah para tamu untuk menemukan wajah pria yang sejak tadi ia cari.


"Putri Katterine," sapa seseorang.


Katterine menghentikan langkah kakinya. Ia memutar tubuhnya untuk melihat sosok yang baru saja memanggil. Bibirnya mengukir senyuman bahagia ketika melihat pria berdiri di hadapannya.


"Roberto, apa kabar?" sapa Katterine dengan wajah ramah.


Pria itu mengukir senyuman. "Baik. Bagaimana denganmu?"


"Aku juga baik. Aku sangat senang karena malam ini bisa bertemu denganmu lagi," ucap Katterine penuh basa basi. "Kita sudah lama tidak bertemu. Terakhir bertemu saat ada pesta reuni bukan?"


"Ya. Saat itu kita masih berusia sekitar 20 tahun. Masih sangat muda bukan?" ucap Robert dengan tawa kecil di bibirnya.


Robert adalah teman sekelas Katterine semasa SMA. Pria itu juga merupakan salah satu pria yang pernah tergila-gila dengan Katterine. Sekarang Robert sudah menjadi pengusaha sukses yang memiliki banyak aset. Wajar saja kalau malam itu ia juga datang menghadiri pesta mewah tersebut.


Saat melihat list tamu undangan malam ini, Katterine menemukan nama Robert di sana. Walau sebenarnya bukan Robert pria yang sejak tadi di cari oleh Katterine. Tapi, karena Robert sudah ada di hadapannya, Ia ingin memanfaatkan situasi itu untuk membuat Oliver cemburu.


Selain masih singel, Katterine juga mendapat kabar kalau Robert masih menyimpan rasa terhadap dirinya. Bisa dibilang, kalau Robert adalah rencana cadangan yang sudah ia persiapkan malam itu.


Katterine memandang wajah Oliver sejenak. Wanita itu mengukir senyuman manis. "Kenapa aku semakin deg-degan seperti ini? Tatapannya semakin menyeramkan. Seperti seekor singa yang ingin melahap buruannya saja," gumam Katterine di dalam hati.


Oliver memasukkan satu tangannya ke dalam saku. Pria itu terlihat sangat waspada ketika kini ada pria asing yang berdiri di hadapan Katterine. Selama menjaga Katterine, ini pertama kalinya Oliver melihat Katterine mau menanggapi perkataan lawan jenisnya.

__ADS_1


"Siapa pria itu?"


__ADS_2