Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
S2 Bab 40


__ADS_3

Leona dan Jordan baru saja tiba di istana Cambridge. Kedatangan mereka disambut dengan begitu meriah dan penuh suka cita. Di depan istana ada Emelie yang tersenyum hangat dan siap memeluk menantunya. Katterine si wanita manja dengan paras nyaris sempurna itu juga tidak mau ketinggalan. Ia berlari untuk memeluk kakak kandungnya yang sudah sejak lama ia rindukan.


Zeroun tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya kembali dalam keadaan selamat. Tidak ada yang terluka sedikitpun. Setidaknya ia bisa menjaga amanah dari Daniel untuk menjaga Putri mereka dari bahaya.


"Sayang bagaimana kabarmu, Mommy sangat merindukanmu." Emelie benar-benar bahagia ketika kini Leona ada di dalam pelukannya.


Leona tersenyum manis sambil memandang wajah Emelie. Ia sangat menyayangi Ibu mertuanya itu layaknya menyayangi Serena.


"Mom, jangan khawatirkan keadaanku bukankah justru saat ini keadaan Mommy yang kurang membaik."


"Mommy baik-baik saja. Saat Jordan menikah dan kalian pergi untuk bulan madu, bersamaan dengan itu Katterine juga pergi meninggalkan istana. Mommy menjadi sedih karena anak-anak Mommy tidak ada di sini. Hal itu yang membuat Mommy jatuh sakit. Tidak ada yang serius. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Mommy." Emelie berusaha membuat Leona tetap tenang.


"Aku tidak mau kedua ibuku sakit."


"Serena sakit karena dia terlalu sering meminum minuman keras saat masih muda dulu. Itu biasa terjadi. Mommy selalu menjaga kesehatan Mommy. Baik Mommy maupun Serena akan baik-baik saja dan akan selalu menemanimu."


"Leona, sejak tadi kau hanya memeluk Mommy mu saja. Apa kau tidak menganggap pria tua ini sebagai Daddy mu lagi," sindir Zeroun dengan wajah yang serius. Hanya orang-orang tertentu yang tahu kapan Zeroun bercanda dan kapan pria itu serius. Leona sendiri berfikir kalau Ayah mertuanya itu kini tersinggung atas sikapnya.


"Dad, Maafkan Leona. Leona tidak bermaksud untuk-"


"Sayang.. Daddy hanya bercanda. Kemarilah."


Zeroun membuka kedua tangannya ketika melihat ekspresi wajah Leona mulai berubah. Ia segera mengukir senyuman agar menantunya itu tidak takut lagi. Dengan cepat Leona berhambur ke dalam pelukannya Zeroun. Ia merasa sangat dilindungi ketika berada di dalam pelukan Ayah mertuanya itu.

__ADS_1


"Tidak tahu kenapa. Setiap kali ada di dalam pelukan Deddy. Aku merasa seperti ada di dalam pelukan Mama Serena. Begitu hangat. Bahkan aku tidak merasa takut jika ada bahaya di belakangku," gumam Leona dengan senyum mengembang.


"Kak, mana oleh-oleh untukku?" Katterine melepas pelukannya dari tubuh Jordan dan menyodorkan satu tangannya di hadapan Pangeran tersebut. hal itu sontak saja membuat Jordan mengacak-ngacak rambut adik kandungnya.


"Hampir saja ketinggalan. Kalau tidak ada Leona mungkin aku tidak akan membeli apapun untukmu." Jordan tersenyum dengan puas karena berhasil meledek adik kandungnya.


"Apa aku tidak penting lagi? Hingga sekarang Kau sengaja melupakan oleh-oleh untukku?" Katterine memasang wajah andalannya. dengan bibir maju ke depan kedua tangannya terlipat di depan dada.


"Tentu saja kau akan selalu ada di dalam hidupku. karena semua sudah kau miliki terkadang kakak bingung ingin membelikan apa untukmu."


Jordan meminta paper bag yang dibawa salah satu pelayanan yang baru saja diambil dari dalam mobil. Pria itu segera memberikan oleh-oleh spesialnya kepada kattrine.


"Semoga saja kau menyukainya," ucap Jordan sambil memberikan paper bag itu kepada Katterine.


"Apakah kau sudah bisa menebak isi di dalamnya?" tanya Jordan dengan wajah penasaran.


Katterine tertawa geli ketika mendengar pertanyaan kakak kandungnya. "Aku tidak tahu apa isi di dalamnya. Yang aku tahu Kakak masih menyayangiku."


Jordan memandang wajah Leona dan tersenyum. Mereka terlihat bahagia ketika pulang dari bulan madu dan tidak menemukan masalah di sana. Walau setelah ini mungkin keadaan semuanya tidak akan baik-baik saja.


"Di mana Oliver?" Jordan mencari ke sana kemari. Tidak biasanya pria tangguh itu menghilang saat dia tiba di istana.


"Aku juga tidak tahu. Dia sangat suka menghilang tanpa kabar. Dihubungi juga tidak bisa. Bukankah jati diri dia memang pria yang menyebalkan," jawab Kattrine apa adanya.

__ADS_1


"Tapi kau sangat mencintainya," ledek Jordan sambil mencubit hidung adiknya.


"Itu karena sejak aku lahir dan bisa melihat hanya wajahnya yang ada di hadapanku. jadinya aku terbiasa hidup dengannya. Tanpa dirinya mungkin aku tidak bisa hidup lagi."


"Sayang kamu menganggap Mommy dan Daddy apa?" tanya Zeroun dengan alis terangkat.


"Tentu saja perhatian kalian terhadap ku dan perhatian Oliver terhadapku itu berbeda."


"Oke baiklah. Jadi keputusannya kau jatuh cinta sejak lahir?" Jordan merangkul pundak adiknya dan membawanya masuk ke dalam istana.


"Tidak seperti itu. Tapi aku sedikit bingung kenapa sejak kecil Oliver ada di rumah kita."


Kalimat yang diucapkan Katterine membuat Emelie dan Zeroun saling bertatap muka. Mereka terlihat mengenang sesuatu ketika pertanyaan itu terdengar. Namun tidak ingin anak-anak Mereka banyak tanya, sepasang suami istri itu kembali memasang ekspresi wajah setenang mungkin.


"Leona ayo kita masuk. Mommy sudah menyiapkan makan siang yang spesial untuk kalian. Kau harus makan yang banyak untuk mengembalikan energi mu yang sudah banyak hilang."


Dengan wajah memerah bagai tomat, Leona menyelipkan rambutnya di balik. Ia berjalan beriringan dengan Emelie tanpa memikirkan pertanyaan yang baru saja dilayangkan oleh kattrine.


Sama halnya dengan Jordan. Pria itu tidak ingin ambil pusing mendengar pertanyaan Katterine. Walaupun sebenarnya ada sebuah kisah di balik itu semua. Hal itu juga yang membuat Letty masuk ke dalam hidup Lana dan Lukas.


Sambil berjalan masuk, Katterine tersenyum penuh arti. Ia menyadari semuanya.


"Sepertinya ada hal yang di sembunyikan Mommy dan Daddy," gumamnya di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2