Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Hadiah Zean


__ADS_3

Leona tersenyum manis. Ia mengambil tiket yang ada di tangan Jordan dan melihat gambar di dalamnya dengan wajah bahagia. Sama seperti Jordan, Leona sendiri tidak terpikirkan kalau Zean akan memberikannya tiket berlayar selama satu minggu di salah satu kapal pesiar termewah yang ada di dunia.



Paket bulan madu di sebuah kapal pesiar mewah yang ada di dunia. Zean membelikan tiket untuk Leona dan Jordan selama tujuh hari. Ia ingin sepasang pengantin baru itu menghabiskan momen manis mereka di sebuah kapal. Terapung di atas air dan dimanjakan dengan pemandangan lautan biru di setiap saatnya.


"Sayang, apa kau mabuk laut?" tanya Jordan kepada Leona. Sejak membuka hadiah dari Zean, Leona hanya melamun seolah tidak suka dengan hadiah tersebut.


"Tidak. Hanya saja, itu cukup unik. Aku tidak kepikiran sampai ke situ," jawab Leona apa adanya.


Jordan tersenyum. "Baiklah, kita akan bulan madu di kapal pesiar selama 1 Minggu. Tanpa pelayan tanpa pengawal. Bukankah itu akan sangat seru? Hanya ada kau dan aku. Kita berdua bahagia di sana," bisik Jordan penuh semangat.


"Tanpa ponsel." Leona terlihat sangat tertarik untuk bulan madu tanpa ada yang mengganggu. Ia tahu, satu jam saja hidupnya tidak akan pernah bisa tenang jika ponselnya dan Jordan masih menyala.


"Baiklah, aku setuju. Itu ide yabg sangat bagus."


Beberapa saat kemudian.


Leona masuk ke dalam kamar Serena dan Daniel. Jordan ada di tempat lain. Ia mengurus masalah istana yang memang sebentar lagi akan menjadi tanggung jawabnya.


"Ma, apa kabar?" tanya Leona dengan suara pelan. Serena dan Daniel yang melihat kedatangan Leona hanya tersenyum hangat. Mereka menyambut kedatangan Leona dengan tangan terbuka.


"Sayang, mama dan papa baik-baik saja. Apa kau juga baik-baik saja?" tanya Serena dengan senyuman penuh arti.


"Ya, seperti yang mama lihat. Ma, ada hal penting yang ingin aku tanyakan." Leona memandang wajah Daniel dengan rasa malu-malu.

__ADS_1


"Sayang, duduklah. Katakan apa yang ingin kau ketahui?"


Leona duduk dengan posisi nyaman. Tepat di samping Serena berada. Ia kembali memandang wajah Daniel. "Tapi papa tidak boleh dengar. Pa, tutup telinga papa."


Daniel mengangguk setuju. "Baiklah." Daniel bersandar dengan mata terpejam. Ia memakai handset di kedua telinganya dan mendengarkan musik. Daniel terlihat sangat menikmati musik yang ia dengar.


"Sayang, sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan? Kenapa papa tidak boleh dengar?" Serena semakin penasaran dengan masalah yang kini di hadapi putrinya. Wanita itu membelai rambut Leona dan menyelipkannya di balik telinga.


"Ma, saat mama dulu menikah dengan papa." Leona menahan kalimatnya. Rasa malu semakin memenuhi pikirannya hingga membuat wajahnya memerah dan tidak sanggup untuk mengatakannya.


Leona mengambil bantal kursi dan memangkunya. Ia memandnag ke depan dan tidak kunjung melanjutkan kalimatnya.


"Sayang, apa yang terjadi?" Serena semakin panik.


"Baiklah, mama tahu. Lalu di mana masalahnya?" Serena mulai paham dengan alur cerita putrinya.


"Tidak ada darah, bukannya jika pertama kali akan ada darah? Ma, Leona takut mengecewakan Jordan."


Serena tertegun. Sebenarnya ia ingin tertawa namun ia juga tidak mau menghancurkan harga diri putrinya. Ia tahu bagaimana perasaan Leona saat inim Bukan saatnya untuk bercanda.


"Sayang, apa yang dikatakan Jordan? Seorang pria pasti tahu kalau wanita itu yang pertama baginya atau tidak."


"Dia juga bilang tidak tahu," jawab Leona dengan wajah kesal.


"Sepolos apapun seorang pria, pasti dia akan tahu," sambung Daniel dengan wajah kesal. Ingin sekali ia menarik telinga Jordan karena pria itu sudah berani mengerjainya.

__ADS_1


"Pa, papa ingkar janji."


"Sayang, papa juga ingin membantu masalahmu. Jordan telah mengerjaimu!"


"Benarkah?" tanya Leona masih tidak percaya


"Benar sayang, soal darah tidak semua wanita mendapatkannya. Ada banyak faktor yang menentukan hal itu. Kau tidak perlu khawatir. Kau pasti wanita pertama bagi Jordan begitu juga sebaliknya. Jordan pasti hanya ingin mengerjaimu saja."


Leona terlihat kesal. "Ma, Leona akan hukum Jordan nanti."


Serena tertawa kecil. "Kalian mau berdebar di hari pertama pernikahan kalian?"


"Tapi, Ma ...."


"Sayang, kau sudah menikah. Sudah saatnya kau bersikap dewasa. Lupakan sikap manja dan keras kepalamu. Itu tidak terlalu baik jika di bawa ke dalam pernikahan."


"Baiklah, Ma. Leona akan berbicara baik-baik dengan Jordan."


Leona hanya berkata bohong. Sebenarnya di dalam hatinya yang paling dalam sudah tidak sabar untuk menghukum pangeran Cambridge tersebut.


"Awas saja kau!"


*Reader tahu kan gmn keadaan author. Pasti update kalau kondisinya enakan. Kalau gk enakan tandanya kumat ge😣


Soal novel lain, aku gak bisa pisah cerita Aleo, Zean sama Oliver di novel lain. Kenapa? karena ada level skrg. susah banget naikin. Jadi aku akan buat novel panjang di sini. Buat reader yang suka crta pendek, bisa berhenti baca setelah season 1 tamat. Terima kasih.❤️😘

__ADS_1


__ADS_2