Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Kunjungan Isabel


__ADS_3

Cambridge.


Istana Cambridge sudah dalam proses pemulihan. Walaupun begitu, Zeroun dan Emelie lebih memilih tinggal di kediaman milik Paman Arnold. Selain lokasinya yang sangat nyaman, Zeroun sudah memastikan kalau Emelie dan Katterine akan aman di dalam istana itu. Malam ini kerajaan Cambridge sedang kedatangan tamu. Tamu istimewa pastinya. Karena tamu mereka sudah meninggalkan kesan yang tidak terlupakan. 


Katterine berdiri di samping Emelie. Mereka menyambut kedatangan dari keluarga kerajaan Isabel. Cukup memuakkan. Mengingat kini Jordan dan Oliver berada dalam bahaya karena wanita tersebut.


Isabel memandang wajah Zeroun dengan senyuman manis. Ia datang dengan membawa para menteri dan beberapa keamanan negara milik Belanda dan Inggris. Tidak tahu apa yang ingin dilakukan wanita muda itu saat ini di istana Zeroun. Yang pasti, ia ingin menghancurkan Jordan dan keluarganya.


“Senang bertemu dengan Anda lagi, Putri Isabel. Anda terlihat sangat cantik malam ini,” puji Emelie dengan senyum manis di bibirnya.


“Selamat malam Ratu Emelie. Satu kehormatan bagi saya untuk bisa datang ke Istana Cambridge. Kabar duka ini membuat seluruh istana bersedih. Saya harap Anda dan seluruh penghuni istana bisa ikhlas menghadapinya,” ucap Isabel sambil membungkukkan tubuhnya.

__ADS_1


Emelie membungkukkan kepalanya sedikit. “Terima kasih atas perhatian Putri Isabel. Anda masih sangat muda tapi sudah memiliki jiwa toleransi yang begitu tinggi. Silahkan masuk putri,” ucap Emelie memberi jalan.


Katterine dan Zeroun saling melempar pandangan mereka sebelum ikut masuk ke dalam. Mereka bersikap sewajarnya agar tidak ada yang mencurigai mereka saat itu. Semua orang berjalan cepat menuju ke ruang yang sudah dipersiapkan Emelie untuk pertemuan malam itu.


Emelie duduk di samping Zeroun. Katterine berada di kursi yang sedikit jauh dari Zeroun dan Emelie. Sedangkan Isabel duduk di kursi tunggal yang sangat mewah. Mereka terlihat akrab. Para menteri dan komandan yang ada di ruangan itu memasang wajah yang sangat serius.


“Malam ini, saya datang ke sini hanya untuk mengajukan kerja sama. Pertahanan negara Cambridge mengalami masalah sepertinya. Bagaimana bisa sebuah istana megah bisa di hancurkan dengan begitu mudah,” ucap Isabel dengan senyum manis di bibirnya.


“Bukankah baru saja istana Anda juga di serang,” celetuk Katterine dengan wajah tidak suka.


Zeroun menatap wajah Isabel dengan ekspresi dingin favoritnya. Ia tidak menyangka ketika ia mulai tua kini ia mendapat masalah serumit ini. Bahkan ia harus berhadapan dengan wania yang usianya sama dengan putri kandungnya.

__ADS_1


“Ide yang bagus, Putri Isabel. Anda memang wanita yang cerdas. Saya sudah mengeluarkan surat untuk penangkapan bagi semua pihak yang membuat kehancuran. Tidak terkecuali anggota kerajaan! Siapapun orang yang terlibat di dalamnya, saya pastikan ia akan mendapatkan hukuman mati!”


Deg. Isabel merasa tertampar saat mendengar perkataan Zeroun. Walau kini pria itu berbicara dengan nada yang lembut. Tapi di dalam kalimatnya ada ancaman yang begitu mematikan.


Isabel mengatur napasnya dan mengatur ekspresi wajahnya yang sempat gugup. Ia tertawa kecil. “Sepertinya keputusan malam ini sudah di sepakati. Itu berarti mulai malam ini kita sudah resmi bekerja sama. Luka Cambride akan menjadi luka saya.”


“Anda memang wanita yang sangat baik, Putri Isabel. Terima kasih atas perhatian Anda.” Emelie memasang wajah seceria mungkin. Hatinya sudah menggeram. Jika saja hanya ada dia dan Isabel di ruangan itu, mungkin Emelie akan menembak wanita itu hingga tewas.


Seorang pria berjalan mendekati Isabel. Pria itu memberikan sebuah undangan kepada Isabel. “Saya akan merayakan pesta ulang tahun. Saya harap Anda bisa datang Putri Katterine. Saya juga mengundang Pangeran Jordan dalam acara ini. Pangeran Jordan akan menjadi tamu kehormatan di pesta ulang tahun saya nanti.”


Katterine memberi perintah kepada pelayannya untuk mengambil undangan yang diberikan Isabel. Wanita itu terlihat tidak bersemangat. Namun, semua akting harus di lakukan agar tidak membuat semua aparat curiga.

__ADS_1


“Saya dan Kak Jordan akan datang ke pesta ulang tahun Anda, Putri Isabel,” ucap Katterine dengan senyuman ramah. “Dan saya pastikan, di tanggal kelahiran Anda itu akan menjadi tanggal kematian Anda juga!” umpat Katterine di dalam hati dengan senyum terpaksa di bibirnya.


Zeroun mengukir senyuman kecil. “Sepertinya takdir masih berpihak kepadaku. Kali ini kita lihat saja anak kecil. Apa kau bisa menang. Akan aku buat kau menangis dan menyesali apa yang sudah kau perbuat!” ancam Zeroun di dalam hati.


__ADS_2