Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Novel Teman Author


__ADS_3

Hai reader sayang. Author bawa info penting ini. Selama menunggu Novel Unperfect Wife update, kalian bisa baca novel teman author. Di jamin bikin nagih. Apa lagi buat reader yang suka drama rumah tangga. Ini cocok banget di puasa setelah sahur atau menunggu buka. Kuy di baca ya.



Judul : Makmum Pilihan Michael Emerson


Penulis : SkySal


Cuplikan


"Sebaiknya kita bercerai, karena aku tidak mau menjadi pelampiasan. Sebaiknya kita bercerai, karena rasanya sangat sakit di nikahi pria yang hatinya mencintai kakakku sendiri."

__ADS_1


Hati Micheal seperti di remas mendengar ungkapan penuh luka Zenwa, apalagi ia melihat wajah Zenwa begitu sendu, dan kedua matanya kembali berkaca-kaca.


"Zenwa, kita baru seminggu menikah, bagaimana bisa kamu sudah memikirkan perceraian?" tanya Micheal dengan suara rendah.


"Karena aku tidak akan sanggup," kata Zenwa sembari mengucek kedua matanya yang mulai rabun karena air mata yang menggenang.


"Kita belum mencobanya, Zenwa!" tegas Micheal "Aku tahu aku salah, tapi aku mohon, beri aku kesempatan. Jika kita bercerai, bagaimana perasaan keluarga kita? Apa kata orang-orang tentang kita?" air mata Zenwa mengalir begitu saja dari sudut matanya, dan dengan cepat Zenwa menghapusnya dengan punggung tangannya.


"Begini saja..." seru Zenwa yang mencoba tegar "Bagaiamana kalau kita jalani saja pernikahan ini selama beberapa bulan, lalu setelah itu, kita bercerai." sarannya yang tentu saja membuat Micheal melongo, tak percaya dengan saran Zenwa yang menurutnya sangat tidak masuk akal.


"Apa kamu menuduhku melawak di saat seperti ini?" tanya Zenwa tak percaya.

__ADS_1


"Lalu saran gila apa tadi itu?" tanya Micheal dengan suara lantang.


"Aku rasa itu saran yang baik, kamu hanya menjadikanku pelampiasan dan aku juga tidak mencintaimu, jadi sebelum kita melangkah terlalu jauh, sebaiknya kita berhenti secepatnya, itu akan lebih baik!" jawab Zenwa juga dengan lantang.


"Kamu fikir ini kisah di novel-novel? Di sinetron? Pernikahan kontrak? Atau apa?" tanya Micheal geram yang membuat Zenwa terkesiap. "Ini kisah nyata, Zenwa. Seseorang tidak bisa menikah untuk bercerai, aku berjanji atas nama Allah, di saksikan Dia, Malaikat, dan keluarga kita, lalu bagaimana bisa aku mengingkari janjiku dengan sengaja?" Zenwa tertegun mendengar apa yang di ucapkan Micheal, matanya pun bahkan seolah mengatakan hal yang sama, Zenwa hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan ia pun menunduk dalam.


"Aku tahu aku salah..." lirih Micheal kemudian "Dan kamu benar, aku hanya menjadikanmu pelampiasan, keputusan ku hanya karena emosi sesaat. Tapi saat aku mengucapkan akad, saat itu aku pun menguatkan tekad, kamu akan menjadi wanita pertama dan terkahir dalam hidupku, aku berjanji akan menjadi suami yang layak untukmu, dan akan memperlakukan sebagai istri sebaik mungkin." Micheal kembali berlutut di depan sang istri.


"Tapi rasanya benar-benar sakit," ucap Zenwa dengan suara tercekat "Perih sekali disini..." Zenwa memegang dadanya yang selama ini terasa begitu sesak.


"Aku tahu, izinkan aku mengobati rasa sakitmu, Zenwa!" bujuk Micheal.

__ADS_1


"Bagaiamana bisa? Kamu mencintai Kakakku, hanya ragamu yang bersamaku, tapi hatimu? Jiwamu? Aku tidak mau di kasihani..." seru Zenwa kemudian ia beranjak dari tempat duduknya, Zenwa berdiri di dekat jendela yang terbuka lebar.


"Setiap kali aku mengingat pernikahan kita, setiap itu juga aku merasakan sesak yang teramat di dadaku, seolah ada batu besar yang menghimpitnya."


__ADS_2