Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Keputusan Zeroun


__ADS_3

Jordan berjalan ke samping rumah sambil menggenggam ponselnya. Ia ingin mengangkat panggilan telepon dari Zeroun. Jordan tidak ingin kedua orang tuanya tahu kalau Leona masih hidup. Sesuai dengan perjanjian awalnya dengan Aleo. Baik Kwan, Oliver maupun Jordan. Tidak ada yang mau mengingkari janji mereka.


“Malam, Dad. Apa kabar?” ucap Jordan sebelum memandang ke arah kamar Leona. Dari posisinya kini berada, memang jendela kamar Leona terlihat dengan jelas. Jordan bisa tahu kalau kini wanita pujaannya itu belum juga tidur. Lampu kamar Leona masih menyala. 


“Jordan, sekarang kau ada di mana?” ucap Zeroun cepat.


“Aku ada di suatu tempat. Dad. Daddy pasti tahu, sejak dulu aku tidak suka tempat persembunyianku diketahui orang lain. Termasuk Daddy dan Mommy,” ucap Jordan tanpa rasa curiga sama sekali. Pria itu mengukir senyuman ketika melihat lampu di kamar Leona telah padam. “Dia menjadi penurut sekarang,” gumam Jordan dengan hati yang bahagia.


“Kembali ke Cambridge. Perintahkan kepada Oliver untuk segera kembali ke Hongkong. Tadi Paman Lukas sudah menghubungi Oliver. Tapi, dia tidak mau menurut. Mungkin, jika kau yang memintanya untuk kembali ke Hongkong. Dia akan menurut,” ucap Zeroun dengan suara yang serius.


“Tidak bisa, Dad. Ada banyak yang harus kami selesaikan. Mungkin, dalam waktu beberapa bulan ke depan. Kami tidak bisa pulang ke rumah,” bantah Jordan dengan wajah bingung. “Dad, apa ada masalah?”


“Ya. Sekarang geng mafia Gold Dragon dan Queen Star menjadi daftar buronan yang di cari seluruh keamanan negara,” ucap Zeroun tegas.

__ADS_1


“Buronan?” ucap Jordan dengan wajah tidak percaya.


“Jordan, ceritanya sangat panjang. Jika kau tidak kembali, Mommy mu tidak akan bisa tidur dengan tenang. Ia terus menangis di kamar. Ia takut kau dalam bahaya. Dia takut kau tertangkap dan masuk ke dalam penjara karena terlibat dengan dua mafia ini,” ucap Zeroun dengan suara yang tertekan. “Bukan kau saja. Mungkin Daddy dan Paman Lukas akan ikut terseret ke dalam masalah ini. Pihak kepolosian menyelidiki dan menemukan bukti kalau Queen Star dan Gold Dragon yang menghancurkan Cambridge. Daddy sudah berusaha sebisa mungkin untuk membela kalian. Tapi, posisi Daddy juga tidak baik Jordan!” Terdengar jelas kalau Zeroun sangat frustasi malam itu.


“Dad, Daddy pimpinan negara yang sangat tegas! Bagaimana bisa Daddy bisa kalah dengan polisi murahan itu?” ucap Jordan dengan wajah tidak terima.


“Jordan, satu hal yang sejak dulu belum pernah Daddy ceritakan kepadamu. Sebenarnya, Gold Dragon adalah milik Daddy. Paman Lukas adalah tangan kanan Daddy saat Daddy masih memimpin Gold Dragon,” ucap Zeroun yang saat itu tidak memiliki pilihan lain. “Jika Daddy menolak untuk menandatangani surat perintah penangkapan ini, mereka bisa mengungkit lagi kejadian di Brazil. Daddy buat kekacauan besar di sana.”


“Jordan, apa kau mendengarkan Daddy? Apa kau bisa pulang?” tanya Zeroun lagi.


“Dad, jika Daddy di suruh memilih. Daddy lebih memilih wanita yang Daddy cintai atau kekuasaan dan harta?” 


Pertanyaan Jordan bukanlah kalimat yang mudah untuk di jawab oleh Zeroun. Sebenarnya sangat mudah untuk menjawab pertanyaan seperti itu jika kini posisi itu ada pada Zeroun. Ia pasti akan memilih wanita yang ia cintai dan mengorbankan segalanya. Namun, tidak saat posisi itu ada pada putranya. Zeroun takut, Putra kesayangannya itu celaka. 

__ADS_1


Kini Zeroun tidak bisa bergerak bebas seperti dulu lagi untuk menolong anaknya. Bangkai yang pernah di kuburkan kini sudah tercium. Dosa masa lalu mulai di ketahui dan berdampak buruk bagi Zeroun dan keluarga. Jika hal ini hanya menimpah hidup Zeroun seorang, mungkin pria itu sanggup untuk mengatasinya. Namun, jika resiko yang akan ia ambil itu menyangkut istri dan anak yang ia cintai. Zeroun kembali berpikir dua kali.


“Leona masih hidup?” ucap Zeroun tanpa mau menjawab pertanyaan dari Jordan.


“Dad, apa bila Leona masih hidup. Daddy baru izinkan Jordan pergi untuk balas dendam? Dad, ada atau tidak adanya Leona. Itu tidak menjadi alasan. Saat ini yang terpenting, Jordan tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah mencelakai  Leona bernapas dengan tenang. Mereka tidak boleh tidur dengan nyenyak!” Suara Jordan semakin meninggi.


“Setidaknya untuk beberapa hari. Kita akan pikirkan caranya bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini. Bukti sudah jelas, Jordan. Kau tidak tahu bagaimana sulitnya posisi Daddy saat ini. Ada sebuah negara dan keluarga yang harus Daddy lindungi!” Zeroun benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dari gaya bicara Jordan malam itu, ia sangat yakin kalau putranya tidak akan kembali.


“Maaf, Dad. Pesan Jordan hanya satu. Daddy lindungi negara Daddy dan Mommy, biar Jordan yang melindungi Katterine. Semua akan baik-baik saja. Daddy tidak perlu khawatirkan Jordan. Jordan akan kembali jika semua sudah selesai. Perintah apapun yang harus Daddy ambil, silahkan Daddy tanda tangani. Jordan dan Oliver akan kembali jika dendam kami sudah terbalaskan!”


Jordan memutuskan panggilan teleponnya secara sepihak. Pria itu memandang ke depan dengan wajah bingung. Ia tidak tahu kini keputusannya tepat atau tidak. Menentang Zeroun itu sama saja merelakan keamanan negara menangkap dan mengincar dirinya. 


“Clouse! Pria itu benar-benar licik. Kali ini aku harus memikirkan cara untuk menyelamatkan pasukan Queen Star dan Gold Dragon agar tidak tertangkap oleh pihak kepolisian. Mereka harus bersembunyi sampai musim dingin ini berakhir. Jika nanti saatnya tiba, apapun resikonya, akan aku hadapi!” 

__ADS_1


__ADS_2