Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Kasmaran


__ADS_3

Jordan melepas kecupannya. Pria itu mengukir senyuman bahagia. Ia menatap wajah Leona yang kini terlihat memerah. Bagai sebuah kepiting rebus yang menggemaskan. Tidak ada wajah jutek dan galak seperti biasanya.


“Kau ....” ucapan Leona terhenti. Wanita itu tidak tahu mau mengatakan apa lagi. Seharusnya ia melayangkan tangannya dan menampar pria yang kini berdiri di hadapannya. Tapi, tidak tahu kenapa. Leona tidak berhasil melakukannya. Tangannya terasa berat untuk mendaratkan tamparan keras itu di wajah tampan Jordan.


“Kenapa? Mau marah? Itu hukuman untuk yang kalah. Memang apa yang kau pikirkan,” ucap Jordan sambil membuang tatapannya ke arah lain. Walau memang dalam proses mengejar-ngejar Leona, tapi Jordan tidak ingin terlihat terlalu rendah di depan mata Leona. Pria itu memasukkan kedua tangannya di dalam saku dan memandang ke arah pemandangan kota.


Leona menunduk dengan wajah bingung. Ini pertama kalinya ia bersikap menjadi bodoh lagi di depan pria. Leona merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Sifat galak dan sok hebatnya tidak tahu bersembunyi dimana hingga tidak bisa menolong dirinya sendiri dalam keadaan genting seperti ini.


“Baby girl, kau memikirkan ciuman itu atau ungkapan cintaku?” tanya Jordan dengan wajah penasaran.


Leona mengangkat wajahnya. Kali ini ia tidak ingin terlihat bodoh lagi. “Aku memikirkan cara untuk membalas perbuatanmu. Awas saja kau! Aku akan membuat hidup Gold Dragonmu itu tidak tenang nanti,” ancam Leona dengan wajah galak yang sudah berhasil ia pasang kembali.


Jordan menaikan satu alisnya. Pria itu kembali merasa bersalah dengan Oliver asli. Jika benar Leona akan menyelidiki dan membalas perbuatannya ke geng mafia Gold Dragon, bisa kacau semua. Bukan hanya Oliver yang terlibat. Tapi pasti masalah ini bisa menyeret Zeroun dan Lukas juga di dalamnya.


Leona menatap wajah Jordan dengan saksama. Reaksi berbeda Jordan membuat tanda tanya sendiri di hati Leona. “Kenapa dia diam saja? Apa dia takut dengan ancamanku?” gumam Leona di dalam hati.


Jordan memasang ekspresi dingin. Pria itu berdehem beberapa kali. Ia berusaha mengatur ekspresi wajahnya agar tidak terlihat panik di depan Leona. “Kau yakin? Tapi, ini masalah di antara kita. Jangan membawa geng mafia milikku. Aku tidak suka peperangan,” ucap Jordan dengan wajah serius.


Leona tertegun dengan wajah kaget. “Dia benar-benar takut?” gumam Leona lagi di dalam hati. Wanita itu membuang tatapannya ke arah lain. “Hmm, baiklah. Karena kau pria baik yang tidak memiliki riwayat menyakiti hati wanita. Maka aku akan membebaskanmu,” ucap Leona asal saja.


Jordan menaikan satu alisnya. “Kau sudah menyelidiki kehidupanku? Eh?” tanya Jordan penasaran. Jika benar Leona sudah berhasil menyelidiki kehidupannya, maka seharusnya Leona tahu nama aslinya.

__ADS_1


Leona mengangguk pelan. “Bukankah Oliver adalah pria yang tidak diketahui identitasnya? Sama denganku yang telah menyembunyikan identitasku dengan rapi hingga tidak diketahui banyak orang. Bukankah itu alasanmu kenapa selama ini menggunakan topeng? Sekarang, aku sudah tahu bagaimana wajah pemimpin Gold Dragon, dan kau juga sudah tahu wajah pemimpin Queen Star. Kita adil. Jadi tidak perlu bermusuhan juga,” ucap Leona dengan wajah riang.


Jordan mengangguk dengan ragu. “Ternyata dia belum mengetahui kebohonganku. Aku hampir lupa kalau Oliver menyembunyikan identitasnya selama ini. Mati aku jika dia tahu aku menjual namanya dengan mafia lain seperti ini,” gumam Jordan di dalam hati. “Lalu, bagaimana dengan hubungan kita?” tanya Jordan dengan wajah serius.


“Hubu ... hubungan?” tanya Leona untuk kembali memastikan.


Jordan mengangguk. “Ya. Aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku. Bukankah kita seharusnya menyatu? Berpacaran mungkin,” ucap Jordan dengan wajah yang sangat tenang.


“Pacaran?” celetuk Leona kaget.


Jordan mengangguk pelan. “Kau tidak mau berpacaran denganku?” tanya Jordan untuk kembali memastikan.


Angin bertiup dengan sangat kencang. Rambut Leona berserak hingga menutupi wajahnya yang mulai merona malu. Jordan berjalan mendekat dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Leona. Pria itu menyelipkannya di balik telinga Leona.


Leona tidak tahu apa yang kini ia rasakan. Dengan segera, ia mendorong tubuh Jordan agar menjauh darinya. “Menjauhlah dariku. Aku tidak mau berpacaran,” ucap Leona cepat.


“Kau ingin langsung menikah?” sambung Jordan cepat.


“OLIVER!” teriak Leona dengan suara yang lantang.


Jordan mematung. Tiba-tiba saja hatinya sakit saat Leona berteriak nama pria lain. Bukan nama asli dirinya. Tapi itu semua juga ide dan kesalahannya sendiri. Jordan tidak bisa menyalahkan Leona dalam hal ini.

__ADS_1


“Menjauhlah. Ada banyak urusan yang harus aku selesaikan. Jangan menggangguku lagi. Lupakan dan hapus niat di dalam hatimu untuk berpacaran denganku. Karena aku membenci pria. Aku tidak mau berpacaran,” ketus Leona sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


“Kau akan jadi perawan tua jika tidak mau menikah. Sayang sekali wanita secantik dirimu memilih untuk hidup menjadi perawan tua,” sindir Jordan lagi.


“Berhentilah meledekku!” teriak Leona mulai kesal.


Wanita itu mendorong tubuh Jordan lagi dan memutar tubuhnya. Leona ingin segera pergi meninggalkan Jordan sendirian di tempat itu.


“Jika kau menatap wajahku lagi, itu artinya kau juga suka denganku,” teriak Jordan penuh rasa percaya diri.


“Apa-apaan ini? Kenapa dia mengatakan hal seperti itu?” umpat Leona di dalam hati sambil terus saja berjalan cepat untuk menjauh dari Jordan. Tidak ada niat di dalam hatinya untuk memutar tubuhnya lagi dan menatap wajah pria bernama Oliver itu.


DUARR


Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang. Leona menghentikan langkah kakinya dan memutar tubuhnya. Kedua wajahnya terlihat kesal ketika melihat Jordan memainkan sebuah pistol di sana. Pria itu memutar-mutar pistolnya dengan wajah penuh kemenangan.


“Kau berbalik berarti kau mencintaiku,” ucap Jordan penuh kemenangan.


Leona mengepal kuat tangannya. “Kenapa kau berbalik Leona ... Kenapa dia ... sudahlah. Pria ini memang menjengkelkan!” umpat Leona kesal di dalam hati. Wanita itu memutar lagi tubuhnya dan berjalan kencang menuju ke mobil. Leona tidak lagi mau melihat wajah Jordan. Ia cukup kesal karena berhasil masuk ke dalam jebakan Jordan barusan.


Jordan tertawa riang melihat Leona. Wanita galak yang berubah pemalu akibat godaan yang ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2