
Beberapa hari kemudian. Langit sore ini terlihat begitu cerah. Semua orang memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka di pinggiran pantai. Bersama dengan orang tercinta, keindahan pantai itu semakin sempurna.
Letty mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Udara sore hari di pinggiran pantai memang sangat menyenangkan. Di temani musik dan secangkir jus di tangannya membuat suasana santai sore itu terasa lengkap. Senyum indah yang terpancar di wajah Letty sudah menunjukkan kalau wanita itu telah melupakan Miller. Kejadian semalam sudah tidak tersimpan di dalam hatinya.
Di belakang mobil Letty ada beberapa pasukan Queen Star. Sebenarnya mereka bukan sekedar jalan-jalan biasa. Seperti biasa, ada target yang mereka incar untuk menyelesaikan sebuah misi. Lokasi target tidak jauh dari pantai hingga akhirnya Letty memutuskan untuk berkumpul di pinggiran pantai sebelum melangsungkan misi mereka nanti malam.
Letty memberhentikan mobilnya ketika lokasi yang di tuju sudah dekat. Wanita itu turun dari mobil diikuti pasukan Queen Star dari belakang. Letty tidak lagi mengambil misi membunuh. Ia lebih tertarik mencuri benda-benda berharga yang sudah pasti jika di jual akan membuatnya kaya raya dan bebas membeli apa saja.
"Bos, lokasi pestanya di dalam hotel itu." Seorang wanita tangguh menunjuk hotel yang menghadap ke pantai. Letty menghabiskan jusnya sebelum melipat kedua tangannya di depan dada.
"Benda seperti apa yang akan kita ambil?" Sejak berniat melaksanakan misi ini Letty memang belum tahu sebenarnya benda apa yang akan ia curi.
"Sebuah gelang, Bos."
"Gelang?" Letty mengeryitkan dahi dengan wajah tidak percaya. Bagaimana mungkin ada gelang yang bisa bernilai fantastis seperti apa yang ia harapkan sejak tadi.
"Ya, Bos. Gelang ini di buat dengan menggunakan berlian. Setiap detailnya bernilai fantastis. Namun, gelang ini di jaga ketat oleh beberapa pengawal. Di lapisi laser yang tidak terlihat. Jika sampai menyentuhnya, kita mungkin akan segera terkepung di dalam ruangan tempat penyimpanan gelang ini.
"Siapa yang memakai gelang berharga ini?"
"Seorang wanita, Bos. Gelang ini miliknya." Wanita itu mengeluarkan sebuah foto. Letty menerima foto tersebut dan memperhatikan wajah wanita di dalamnya.
"Bella?" Letty tidak menyangka kalau pemilik gelang yang ingin ia curi adalah Bella. Wanita yang akan bertunangan dengan Miller satu bulan lagi.
"Anda mengenal wanita ini, Bos? Apa dia teman kita?"
Letty menggeleng pelan. Ia memberikan foto tersebut kepada anggotanya. "Tidak. Wanita ini adalah musuh kita. Membuatnya sengsara adalah hal yang wajib bagi kalian."
Letty tersenyum tipis. Membayangkan penderitaan Bella membuatnya bahagia. Bahkan Letty sendiri sudah tidak sabar untuk membuat Bella menderita.
"Ternyata wanita ini adalah wanita kaya. Gelangnya saja bisa bernilai milyaran. Pantas saja Miller memilihnya sebagai calon istri. Jika dibandingkan denganku ... sangat jauh berbeda. Ibarat langit dan bumi. Dia ada di langit dan aku ada di bumi." Letty terlihat sedih ketika membayangkan kalau Miller adalah pria yang lebih suka wanita kaya. Lagi-lagi rasa menyesal menyelimutinya karena sudah pernah percaya dan merindukan pria seperti Miller.
"Bos, jam berapa kita mulai?"
"Saat pesta sedang berlangsung, aku mau kita semua sudah ada di dalam."
"Baik, Bos." Letty dan pasukan Queen Star berpisah. Masing-masing dari mereka mempersiapkan diri untuk pencurian nanti malam. Letty yang lagi-lagi sendirian lebih memilih menikmati matahari yang akan tenggelam beberapa menit lagi.
***
Pesta telah di mulai. Para tamu undangan telah memenuhi lokasi pesta. Wajah Mereka terlihat berseri sangat menikmati pesta. Sebagai ratu pesta malam hari ini, Bella menjadi sorotan utama tamu undangan. Penampilannya yang glamor dan wajahnya yang sangat cantik memang selalu saja membuat iri semua wanita.
Saat semua orang sedang sibuk menikmati pesta. Pasukan Queen Star juga sudah beraksi melaksanakan tugas mereka masing-masing. Ada yang mencampur obat tidur di dalam minuman para pengawal. Ada yang bersiap-siap menjadi pengawal untuk menggantikan pengawal yang sedang tertidur.
__ADS_1
Ketika lokasi pesta sudah berhasil dikuasai, Letty muncul dengan penyamarannya. Pakaian serba hitam tetap saja membuatnya terlihat seksi. Letty melirik beberapa pasukannya sebelum masuk ke ruangan yang menjadi tempat Bella menyimpan barang berharganya.
"Dasar wanita sok kaya. Bisa-bisanya dia membawa semua barang berharganya ke lokasi pesta seperti ini. Apa dia tidak takut di rampok?" umpat Letty di dalam hati. Ia memperhatikan perhiasan milik Bella yang tertata rapi di atas meja. Sepertinya semua perhiasan itu sengaja di pajang di dalam ruangan tersebut. Letty sendiri tidak tahu apa tujuan Bella melakukan semua itu.
Dari semua perhiasan, Letty menatap satu gelang yang berada di posisi paling tinggi dibandingkan perhiasan yang lain. Seperti yang sebelumnya ia dengar. Gelang itu di lindungi laser tidak terlihat yang kapan saja akan bunyi jika sampai gelang itu tersentuh.
Letty berjalan mendekat untuk memperhatikan gelang itu lebih jelas. Tidak ada yang menarik selain gelang berlapis berlian yang menurutnya biasa saja.
"Apa mungkin gelang ini berharga?" Letty meminta pasukannya untuk mematikan lasernya. Saat laser telah dipadamkan, Letty segera menyentuh gelang itu. Ia juga tidak mau berlama-lama ada di dalam sana.
Saat Letty berhasil memegang gelang itu tanpa hambatan, tiba-tiba sebuah tangan menahan tangannya bergerak. Letty memandang sosok yang kini sudah ada di hadapannya.
"Miller, kenapa dia ada di sini?" Letty terdiam sejenak saat Miller menyentuh tangannya. Namun, tidak mau segera ketahuan karena alarm telah berbunyi, Letty segera membawa lari gelang tersebut.
Miller mengejar Letty dari belakang. Pria itu juga tidak mau membebaskan Letty begitu saja.
"Sial, kenapa aku harus bertemu Miller di sini? Oh ya, ini pesta Bella. Dia pasti datang ke sini karena dia adalah kekasih Bella. Tapi, dari ekspresi Miller tadi terlihat jelas kalau dia tidak mengenaliku. Aku tidak boleh membiarkan Miller membuka masker ini."
Letty berlari kencang tanpa memperhatikan jalanan yang ia lalui. Hingga saat ada tali yang menghalangi jalan Letty tidak lagi menyadarinya. Wanita itu terjegal tali yang memang sengaja di buat sebagai jebakan. Dengan cepat Miller memegang tangan Letty agar wanita itu tidak terjatuh.
"Letty, hati-hati!" teriak Miller spontan. Letty kaget bukan main ketika Miller memanggil namanya. Tubuhnya menjadi seimbang karena Miller menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Miller memegang pinggang Letty dan memutar tubuh wanita itu agar menatap wajahnya. Kedua mata mereka saling memandang satu sama lain. Miller tersenyum memandang kedua mata Letty yang begitu indah. Secara perlahan ia memegang masker Letty dan membukanya.
Letty sendiri tidak tahu kenapa dia tiba-tiba menjadi wanita bodoh yang tidak bisa berbuat apa-apa. Tatapan Miller seperti sebuah hipnotis baginya.
Ketika mendengar teriakan dari pengawal, Miller segera melepas Letty. Ia tidak mau Letty tertangkap.
"Pergilah!" Miller memutar tubuhnya untuk menghalangi pengawal yang muncul untuk menangkap Letty. Letty diam sejenak sebelum kabur. Ia sendiri tidak tahu sebenarnya apa tujuan Miller menangkapnya tadi dan sekarang membebaskannya begitu saja.
"Miller, apa kau baik-baik saja?" Suara kekhawatiran Bella membuat Letty menahan langkahnya. Ia bersembunyi di balik dinding agar bisa mendengar jelas obrolan antara Miller dan Bella.
"Ya."
"Kenapa kau ada di sini? Kau juga tidak bilang kalau mau datang. Bukankah tadi kau bilang kau tidak akan datang?" Bella terlihat protes karena memang awalnya Miller bilang tidak bisa datang ke pesta Bella.
"Maafkan aku. Aku hanya ingin membuat kejutan saja," jawab Miller dengan ekspresi wajah yang santai.
"Hemm, kau memang pria yang manis." Bella segera memeluk tubuh Miller. Ia merasa tersanjung mendengar jawaban dari pria yang ia cintai itu.
"Maaf, aku tidak bisa menangkap pencurinya."
"Gelangku!" Bella terlihat sedih karena harta berharganya hilang begitu saja.
__ADS_1
"Maafkan aku ya."
"Baiklah, sebagai gantinya kau harus menemanimu di pesta."
"Baiklah. Ayo kita ke lokasi pesta." Miller segera membawa pergi meninggalkan ruangan itu. Ia takut jika Bella menyadari keberadaan Letty di ruangan itu.
"Miller, aku merindukanmu."
Di sisi lain, Letty memandang gelang yang ada di tangannya. Ia memperhatikan lokasi sekitar sebelum pergi kabur. Letty juga tidak mau berlama-lama di sana. Bisa-bisa dirinya ketahuan karena barang bukti sudah ada di tangan.
"Angkat tangan!" Letty menahan langkahnya ketika ingin melompat dari jendela. Di belakangnya telah berdiri beberapa pengawal yang sedang menodongkan senjata mereka ke arah Letty.
Letty tidak mau memutar tubuhnya karena kini wajahnya bisa terlihat dengan jelas. Ia memberi aba-aba kepada pasukan Queen Star agar segera berkumpul untuk menolongnya. Jika tidak bisa kabur dengan cara baik-baik, mau tidak mau Letty harus kabur dengan cara menghancurkan pesta mewah Bella.
"Aku tidak bisa memperlihatkan wajahku." Letty melihat selendang yang tergeletak di atas meja. Ia mengambil selendang itu dan menutup sebagian wajahnya agar tidak terlihat jelas. Setelah penyamarannya sempurna, Letty baru berani memutar tubuhnya untuk melihat para pengawal yang mengancamnya saat ini.
"Serahkan gelang tersebut!" pinta salah satu pengawal.
Letty justru memamerkan gelang itu di depan semua pengawal sebelum memulai aksinya. "Ambil saja kalau kalian bisa melakukannya," ledek Letty penuh percaya diri.
Pasukan Queen Star sudah berkumpul hingga membuat Letty berani menantang seperti itu. Memang sebagian dari pengawal yang kini menodongkan senjata adalah pasukan miliknya sendiri. Maka dari itu Letty sangat percaya diri kalau dirinya akan menang.
Adu tembak di mulai hingga membuat ruangan itu berisik dan begitu memekakkan telinga. Miller dan Bella yang belum jauh dari ruangan tersebut menghentikan langkah mereka.
"Miller, suara apa itu?" tanya Bella khawatir.
Miller menggeleng pelan. "Pergilah ke pesta untuk menenangkan para tamu. Aku akan mengurusnya."
"Tidak! Aku tidak mau kau celaka. Aku ikut." Bella menahan tangan Miller agar tidak pergi meninggalkannya.
"Tapi ini akan berbahaya. Aku tidak mau kau celaka," bujuk Miller agar Bella tidak mengganggunya.
"Aku ikut!" ucap Bella dengan tegas. Hingga akhirnya Miller tidak memiliki pilihan dan membawa Bella ikut dengannya. Mereka berlari kencang menuju ke ruangan tempat perhiasan Bella di simpan.
DUARR DUARR
Letty terlihat bersemangat merusak semua perhiasan milik Bella yang ada di ruangan tersebut. Padahal pengawal yang ingin menangkapnya sudah tewas dan tergeletak di lantai. Tapi entah kenapa ia tidak mau pergi, justru merusak semua perhiasan yang di miliki Bella.
Pintu terbuka membuat Letty terperanjat kaget. Ketika melihat Miller dan Bella berdiri di sana, Letty terlihat semakin marah.
"Oh my God. Apa ini?" Bella menutup mulutnya dengan wajah syok. Ia tidak menyangka kalau perhiasannya kini semua hancur. Hingga tidak lama kemudian, wanita itu pingsan. Miller menangkap tubuh Bella agar tidak terjatuh. Ia menatap wajah Letty dengan alis saling bertaut.
"Sebenarnya apa tujuan Letty melakukan semua ini?" gumam Miller di dalam hati.
__ADS_1
Letty memutar tubuhnya untuk pergi. Beberapa pasukan Queen Star juga pergi melompat dari jendela mengikut cara yang dilakukan oleh Letty.
"Semoga saja wanita itu tidak bangun lagi untuk selama-lamanya."