Lady Of Mafia

Lady Of Mafia
Akhir Penyerangan


__ADS_3

"No!" teriak Miller.


Zean memutar kepalanya ke belakang sebelum berlari lagi dengan kencang. Kondisi Leona cukup tragis. Mereka tidak bisa menyia-nyiakan waktu walau hanya satu detik. Jordan sudah dekat dengan Miller. Namun langkah pria itu harus terhenti ketika Clouse mengangkat pedangnya dan siap menebas leher Leona kapanpun ia mau.


"Nyawa di bayar nyawa!" Clouse memperingati siapa saja untuk jangan mendekat. Pedang itu sudah cukup berhasil membuat Jordan dan Zean menghentikan langkah kaki mereka.


"Clouse, jika kau ingin bertarung dan balas dendam. Ayo denganku! Jangan lukai Leona!" ucap Jordan sambil memandang wajah Leona yang sudah hampir kehilangan oksigen.


"Selangkah lagi, maka leher wanita ini akan terpisah dari tubuhnya." Clouse terlihat sangat bahagia karena kini Leona ada di tangannya.


"Hentikan, Clouse!" Miller maju di depan. Pria itu terus saja berjalan untuk mendekati Clouse. "Serahkan wanita itu. Biar aku yang mengurusnya. Tubuh Isabel sudah dipenuhi salju. Kau harus membawanya pergi untuk di makamkan," ucap Miller lagi.


Clouse memandang wajah Miller. Jarak pedang dan leher Leona sudah semakin jauh. Leona mengambil kesempatan itu. Di sisa tenaganya, ia menendang perut Clouse yang semula sudah terkena luka tembak.


Clouse mengeluarkan darah di mulutnya. Miller segera merebut pedang yang ada di tangan Clouse. Sedangkan Zean dan Jordan menghajar pria berbadan kuat itu secara bersamaan. Jordan mengeluarkan belati dan menusuk lengan Clouse yang di gunakan untuk mencengkram leher Leona.


Genggaman Clouse terlepas hingga membuat Leona bebas dari cekikan pria itu. Zean dan Jordan memukul Clouse lagi. Walau kini keadaan Clouse memang sudah bisa di bilang kritis, tapi pria itu masih sanggup untuk berdiri.


Dengan bibir yang sudah pucat Leona menyaksikan dua pria yang ia kenali mati-matian mengalahkan Clouse. Leona memandang Miller yang hanya berdiri mematung. Pria itu terlihat sedih dan bingung. Leona berdiri. Ia ingin memastikan kalau kini Miller tidak sedang merencanakan sesuatu.


"Berani sekali kau melukainya, Lagi!" Jordan yang sudah dipenuhi dengan luka berusaha tetap kuat untuk menghadapi Clouse yang memiliki kekuatan sekeras baja.


Clouse tersenyum licik saat tubuhnya jatuh kesekian kalinya karena di tendang dan di hajar oleh Jordan dan Zean. Pria itu tertawa seolah ada yang bahagia di sana.


"Kau mencintainya? Apa kau lupa kalau ada dua wanita yang harus kau jaga?" ledek Clouse dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Jordan dan Zean tertegun. Dua wanita yang baru saja dikatakan Clouse membuat mereka kembali ingat dengan Katterine dan Letty.


"Kau kaget?" ucap Clouse lagi saat melihat Jordan dan Zean mematung seperti batu. Clouse berdiri dan memandang wajah Miller. Pria itu mengulurkan tangannya. "Sudah waktunya!" perintah Clouse kepada Miller.


Leona memandang wajah Miller. Ia mengeryitkan dahinya. Leona menggeleng kepala tidak percaya. "Apa yang ingin kau lakukan?" ucap Leona bingung.


Miller menunduk, pria itu mengeluarkan sebuah remot dari dalam sakunya. Ia memegang remot tersebut dan memandang wajah Leona.


"Benda ini bisa merenggut nyawa mereka detik ini juga!" jawab Miller dengan suara pelan.


"Tidak! Kau tidak bisa melakukan itu!" teriak Leona tidak terima.


Clouse tertawa kecil dengan sisa tenaga yang ia miliki. Pria itu mengulurkan tangannya dan memandang wajah Miller. "Berikan padaku sekarang!"


"Jangan," teriak Leona. Wanita itu berusaha untuk mencegah Miller melakukan sesuatu. Tapi gerakan Miller jauh lebih cepat dari Leona.


DHOOM


Ledakan terdengar dari lokasi yang tidak terlalu jauh dari mereka. Hal itu membuktikan kalau sejak tadi Letty dan Katterine ada di dekat mereka dalam kondisi di sekap.


"Apa yang kau lakukan! Kenapa kau melukainya!" teriak Leona histeris. Wanita itu menangis dan memukul Miller dengan kesal.


Jordan mengangkat senjata apinya. Ia menodongkannya ke arah kepala Clouse. Sorot matanya sangat tajam. Walau sudah jelas ia dengar kini adiknya dan Letty berada dalam bahaya, tapi Jordan tidak mau bersedih. Pria itu ingin menghabisi Clouse dan memastikan kalau pria itu tidak ada lagi di dunia ini.


"Ini untuk Leona!" Satu tembakan di lepas Jordan ke kepala Clouse. Miller yang saat itu menyaksikan sahabat terbaiknya di bunuh hanya bisa diam mematung. Miller seperti orang bodoh yang tidak memiliki tujuan hidup. Pria itu diam tanpa melakukan apa-apa lagi.

__ADS_1


Leona terus saja memukulnya sambil menangis.


Satu tembakan lagi di lepas oleh Jordan ke arah tubuh Clouse. Kali ini ia sangat yakin kalau peluru miliknya berhasil mengenai bagian vital pria itu. Clouse menatap wajah Jordan dengan tawa. Ia juga memandang wajah Miller di sisa tenaga yang ia miliki.


"Aku sudah pernah bilang, selamanya polisi dan penjahat tidak akan bisa bersama!" lirih Clouse sebelum tubuhnya terjatuh di permukaan salju. Pria itu memandang wajah Isabel di depannya. Di detik kepergiannya Isabel seolah datang untuk menjemputnya.


"Maafkan aku karena tidak bisa menyelesaikannya," lirih Clouse sebelum memejamkan mata.


Leona mengambil senjata api dari tubuh Miller. Wanita itu ingin menembak polisi yang kini ada di hadapannya. Ia ingin meminta pertanggung jawaban Miller atas ucapan Clouse. Ia tidak akan sanggup jika sampai Katterine dan Letty benar-benar celaka.


"Pergilah ke neraka! Polisi pengecut!" umpat Leona kesal. Pelatuknya siap di tarik karena kini ujung senjata apinya sudah melekat di pelipis Miller.


"Kakak!" teriak Katterine dari kejauhan.


Leona tertegun. Ia menurunkan senjata apinya ketika mendengar suara Katterine dari kejauhan. Tubuhnya berputar untuk memastikan kalau itu benar suara Katterine.


Jordan dan Zean melihat ke sumber suara. di sana mereka melihat Katterine dan Letty. Ada Oliver dan Kwan juga. Walau tubuh dua pria itu dipenuhi luka tetapi mereka sudah berhasil menyelamatkan nyawa Katterine dan Letty.


"Katterine," ucap Jordan dengan senyuman. Pria itu segera menyambut adiknya dan memeluknya dengan erat.


Leona mengukir senyuman. Ia merasa jauh lebih lega karena kini semua orang yang ia sayangi baik-baik saja. Leona kembali ingat dengan Miller. Wanita itu memutar tubuhnya dan memandang wajah Miller. Leona bisa melihat wajah sedih Miller saat itu.


"Apa kau baik-baik saja?" ucap Leona pelan. "Mereka yang lebih dulu mengusik hidupku. Kau pasti tahu itu," ucap Leona lagi sebelum pergi dan bergabung dengan yang lainnya.


Oliver memandang wajah Miller. Pria itu membawa Letty bersama dengan dirinya. Mereka berdua berdiri di hadapan Miller. Memberikan kedua tangan mereka untuk menyerahkan diri.

__ADS_1


"Aku yang memiliki Gold Dragon. Aku tidak pernah ingkar janji. Sesuai dengan janjiku sejak awal. Sekarang kau bisa menangkapku," ucap Oliver sambil memandang wajah Miller.


__ADS_2